Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 21. Keluar dari Lumpur Hidup


__ADS_3

“Mati tenggelam atau mati karena digigit zombie tidak pernah ada dalam daftar keinginan dalam hidupku saat reinkarnasi. Aku terpaksa melakukannya!”


“Daripada mati di sini!”


Tenn melihat Code Name: Tarzan dan berkata, “Kamu, dengarkan aku. Apapun yang terjadi, tutup matamu dan jangan membukanya.”


“Kalau berani mengintip, aku akan menenggelamkanmu ke dalam lumpur hidup ini. Mengerti?!”


Code Name: Tarzan tidak mau banyak bertanya dan menganggukkan kepalanya. Dia menutup matanya tanpa mencurigai apa yang ingin dilakukan oleh Tenn.


Tenn hanya bisa melakukan ini untuk menyelamatkan hidupnya.


“Kesempatan terakhir, biarlah kugunakan saat ini. Tidak ada kesempatan kedua jika aku mati di sini.”


“Wysysajac ciemna energie (dark energy drain)”


Semua itu diucapkan dalam hatinya. Aura hitam dan gelap itu keluar dan akhirnya berhasil menghentikan semua pergerakan para zombie.


Mereka berhenti. Tidak ada yang hidup. Suara tubuh para zombie yang berjatuhan membuat Code Name: Tarzan penasaran dan bertanya pada Tenn.


“Alice-kun, suara apa itu? Aku sudah boleh membuka mata?”


“Belum.”


“Kau yakin kita baik-baik saja? Suara zombienya tidak terdengar lagi, apa yang terjadi?”


“Mereka…” Tenn berpikir alasan yang bagus, “Aku harus bilang apa padanya agar tidak curiga?”


Kemudian dia berdalih, “Mereka tiba-tiba saja berhenti bergerak. Tapi bukan berarti kamu boleh membuka matamu.”


“...” Code Name: Tarzan hanya diam.


Saat Tenn memastikan semua tempat itu telah aman dari zombie, dia menghela napas dengan ekspresi menyesal.


“Untuk sekarang, sihir terkuat yang aku miliki sudah tidak ada lagi. Tidak bisa menggunakan sihir pelacak dan hanya bisa bertarung dengan kekuatan fisik dan gerak cepatku.”


“Sistem tsundere itu juga belum bisa membantuku karena dia mematikan semua bantuannya.”


“Pertama aku harus bisa keluar dari sini.”


Tenn melihat ke arah Code Name: Tarzan dan tubuhnya, “Sudah sedalam itu ya…”

__ADS_1


Mengamati keadaan sekitar, Tenn yang diam mencoba menggerakkan kakinya sedikit. Dia tidak merasakan lumpur itu menariknya kembali, namun tetap saja membuatnya tidak bisa bergerak bebas.


“Tarzan, buka matamu. Kita cari cara untuk keluar dari sini.”


Code Name: Tarzan membuka matanya dan menengok ke belakang.


“Apa yang terjadi?! Mereka…mereka mati?! Tidak bergerak lagi, kenapa bisa?!”


“Aku tidak tau. Mereka berhenti tiba-tiba. Tapi, abaikan itu. Kita harus keluar dari sini. Lihat tubuhmu itu.”


Code Name: Tarzan melihat tubuhnya hampir tenggelam seukuran pinggangnya. Dia sempat panik, namun sadar bahwa itu hanya akan membuatnya tenggelam lebih cepat. Semua itu berkat kalimat Tenn sebelumnya.


“Apa kita akan mati di sini, Alice-kun?”


“Siapa yang mau mati? Aku sudah bilang aku tidak sudi mati di sini. Coba pikirkan apa yang bisa dipakai untuk menarik kita ke atas.”


“Yang bisa dipakai…” Code Name: Tarzan melihat sekelilingnya. Hampir tidak ada yang mudah dijangkau di sana. Selain itu, semak belukar itu membuat mereka harus merasakan rasa gatal dan tidak nyaman.


Karena begitu luasnya lumpur penghisap itu, membuat jarak pepohonan dan akar merambatnya tidak berada di dalam jangkauan tangan.


“Aku tidak melihat apapun yang bisa kita gunakan.” katanya dengan wajah pucat.


“Berarti satu-satunya cara adalah dengan meloloskan diri dari sini dengan kekuatan sendiri.”


“Tanyakan pada sistem milikmu, apakah ada jalan untuk lolos dari sini?”


Code Name: Tarzan bertanya pada sistem, “Sistem, apakah ada cara untuk lolos dari sini?”


[Memeriksa keadaan]


[Pemeriksaan selesai]


[Untuk dapat keluar dari sini, Code Name: Alice dan Code Name: Tarzan harus bersikap tenang]


[Kemudian, dengan kedua tangan yang masih bisa bergerak bebas, baringkan tubuh kalian dan gerakan tangan seperti sedang berenang]


[Berat tubuh Code Name: Alice dan Code Name: Tarzan akan membuat lumpur hidup mendorong kalian keluar karena lebih sulit ditelan]


[Setelah itu, balikan tubuh ke posisi telungkup dan cobalah menarik kaki perlahan dengan tetap melakukan gerakan berenang]


[Peringatan. Jangan melakukannya dengan panik dan terburu-buru. Lakukan seperti sedang berenang sungguhan]

__ADS_1


Code Name: Tarzan mengatakan seluruh instruksi tersebut pada Tenn dan tampaknya hal itu terdengar lebih mudah dari yang dibayangkan.


Tenn yang memiliki posisi tubuh lebih banyak yang bebas mencoba cara itu. Dia membaringkan tubuhnya seperti melakukan gaya punggung pada berenang dan menggerakkan kedua tangannya dengan kuat untuk mendorongnya.


Awalnya cara tersebut tidak terlihat akan berhasil. Namun, Tenn merasa dirinya memang mendekati tanah walaupun sedikit.


“Bisa bergerak!” katanya sambil tersenyum.


Code Name: Tarzan tersenyum senang dan ikut mencobanya. Karena kepanikkan sebelumnya, tubuhnya cukup banyak yang tenggelam. Namun, dia berusaha tenang dan meniru hal yang dilakukan oleh rekan timnya.


Tenn berhasil menyentuh tanah dan membalikkan tubuhnya ke posisi telungkup untuk meraih tanah dan merangkak perlahan.


Dia menarik kakinya dan berusaha keras untuk lolos. Sedikit masalah di sini adalah bagian terakhir tidak semudah itu.


Cukup sulit mengangkat kakinya sehingga dia harus merangkak dengan sangat kuat untuk menarik kakinya keluar dari lumpur hidup.


“Haa…haa…” Tenn menarik napasnya begitu sampai di tanah dengan pakain kotor.


Abaikan pakaian kotor, bisa selamat saja sudah beruntung. Setidaknya demon lord yang satu ini masih memiliki sedikit keberuntungan.


Code Name: Tarzan masih belum bisa menyentuh tanah, namun berat tubuhnya yang sudah sulit dihisap oleh lumpur hidup membuatnya terdorong ke atas dan berhasil menggerakan sedikit bagian kakinya.


Dia mendekati tanah. Tenn hanya dapat melihat hal itu tanpa membantunya.


“Terus, jangan berhenti! Aku tidak bisa menarikmu atau kamu akan tenggelam kembali nanti. Jangan panik, sedikit lagi.” katanya.


Tenn tidak salah. Jika seseorang mencoba menarik tubuh orang lain yang terjebak dalam lumpur hidup, alih-alih menolongnya, hal itu malah membuatnya semakin tenggelam bahkan jika terlalu dipaksakan akan membuat tubuh korban bisa terbelah dua.


Tenn berdiri dan mencari sesuatu untuk membantu Code Name: Tarzan agar bisa merangkak lebih cepat.


“Ini, akar rambat…sepertinya cukup kuat. Kita pakai ini.” katanya pelan.


Dengan mengambil beberapa akar rambat dan mengikatnya membentuk tali, Tenn memberikannya pada Code Name: Tarzan dengan cara dilempar ke dekat tubuhnya.


“Alice-kun?”


“Tarzan, ambil itu dan berusahalah untuk ke tanah! Aku akan memastikan semua ini tidak akan putus, jadi jangan menyerah ya.”


Code Name: Tarzan mengambilnya dan membalikkan tubuhnya untuk menarik tubuhnya dari lumpur dengan berpegangan pada akan tersebut.


Perlu usaha keras untuknya, namun tidak berakhir buruk. Dia berhasil meski nyaris terjadi drama. Paling tidak hasilnya, mereka masih bisa hidup untuk sekarang.

__ADS_1


*****


__ADS_2