
Berhasil menghindari tiga kambing dan troll itu bukan berarti Tenn sudah aman. Dia masih harus terjebak dengan yandere yang saat ini senyum-senyum sendiri.
“Menakjubkan sekali~tubuh mereka langsung hancur dan berantakan. Aku bisa membayangkan mereka mulai tidak bisa lagi dikenali. Ahahaha.”
“Apanya? Siapa yang kamu maksud?”
“Anak kecil bernama Hansel dan Gretel itu. Mereka mati konyol dengan tubuh hancur terinjak kambing. Ahahaha, lucu kan?”
“...” Tenn hanya diam tanpa mau membalas.
Di dalam gua tersebut, dia merasa setidaknya semua makhluk undangan itu telah pergi. Tenn mengeluarkan kartu yang didapatkannya.
“Akhirnya hanya tinggal satu lagi.”
“Alice?” Code Name: Mad Hatter menghampiri Tenn dan melihat semua kartu yang dimiliki olehnya. “Huwaa, kau sudah hampir dapat semuanya. Alice memang hebat, menakjubkan!”
“Coba lihat apa yang kamu punya.”
“Sebentar.” tanpa ragu sedikitpun, pemuda itu mengeluarkan kartunya. “Hmm? Ini suit yang sama seperti yang kamu miliki. Sudah begitu sama persis lagi.” katanya.
“Bagaimana dengan suit “Spades” yang kamu punya?”
Code Name: Mad Hatter mengeluarkan kartu yang sudah dia miliki di awal. Cukup mengejutkan karena rupanya pemuda yandere itu sudah hampir mengumpulkan seluruh bagiannya.
“Apa ini? Hampir semuanya sudah dia miliki kecuali ‘King of Spades”, lumayan juga.” gumam Tenn dalam hati.
Tampaknya Code Name: Mad Hatter tidak berminat dengan dua kartu klondike di tangannya sehingga dia dengan mudah membuangnya ke tanah.
“Sampah.” katanya dengan santai.
Kemudian dia keluar dari gua untuk memastikan keadaan. Tenn hanya melihat dua kartu yang dibuang ke tanah itu tanpa ekspresi dan menatap kartu-kartu di tangannya.
“Sistem milik Tarzan mengatakan bahwa kartu lain bisa dijadikan bahan pertukaran dengan pemain lain. Tapi di sini, semua orang adalah musuh.”
“Terlepas bagaimana kita akan memanfaatkan kartu-kartu ini untuk mengambil keuntungan dari pemain lain, tetap saja hal yang merepotkan jika sampai terlibat dengan pemain lain.”
“Aku sendiri sudah muak dengan Hatter dan harus membunuhnya. Tapi mengingat terlalu sedikit sihir berguna yang aku punya membuat semuanya sulit.”
Sambil berpikir dan memasukkan semua kartunya ke dalam saku celana, Tenn mengambil ponselnya yang masih bisa dipakai untuk membuka catatan di foldernya.
Di sana ada list sihir yang bisa dipakai dan total penggunaannya.
Sihir yang masih bisa dipakai olehnya sekali lagi hanya sihir penghilang aura dan sihir yang bisa dipakai dengan bebas adalah demon eye dan lie detector. Sisaanya adalah sihir penguatan fisik dan kecepatan bergerak.
Dengan kata lain, semuanya nyaris sihir untuk pemula di dunianya dulu.
__ADS_1
Setidaknya untuk Tenn yang terbiasa dengan sihir tingkat tinggi, semua sihir itu hanya sebuah sihir rendah yang tidak begitu bagus. Tapi masih lebih baik daripada tidak bisa menggunakan sihir sama sekali.
“Haa, bezuzyteczne. Ale na razie nadal ich portzebuje (Haa, tidak berguna. Tapi aku masih membutuhkan mereka untuk sekarang)”
Dari arah mulut gua, Code Name: Mad Hatter memanggil.
“Alice, sini sini.”
“Ada apa?”
Tenn berjalan sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Dia menghampiri pemuda itu dan melihat kemana arah matanya tertuju.
“Apa yang kamu temukan?”
“Ada yang bergoyang di sana. Setelah para kambing besar dan troll itu lewat sini, hanya ada jejak kaki besar itu. Sekitar sini juga sudah banyak pohon yang tumbang. Tapi di sebelah sana seperti ada sesuatu.”
Tenn memperhatikan di balik semak-semak yang ditunjuk oleh Code Name: Mad Hatter.
Tampak tidak ada apapun jika diperhatikan, namun sepertinya memang ada yang bersembunyi di sana.
Tenn mengaktifkan kemampuan demon eye miliknya untuk memperhatikan apa yang ada di sana.
“Zombie ya. Tapi kenapa tidak menyerang kami?” pikirnya.
Code Name: Mad Hatter menatap Tenn dengan senyum lebar dan ekspresi bahagia. “Aku mau melihatnya, ehehe~”
“Di sana bisa saja zombie.”
“Kalau begitu lebih bagus lagi.”
“Tanggung sendiri jika kamu mati ya.”
Tampaknya pemuda itu lebih menyukai perkelahian melawan orang mati dibandingkan sayang nyawa.
Dia tidak membutuhkan waktu lama untuk berlari ke sana dan melompat ke dalam semak-semak. Saat Code Name: Mad Hatter masuk ke sana, tidak ada suara apapun.
Tenn sama sekali tidak peduli dengan pemuda itu dan menggelengkan kepalanya lalu pergi dari sana.
**
Di tempat Code Name: Mad Hatter, dia melihat zombie yang masih bisa bergerak setelah tubuhnya terbelah menjadi dua.
Bagian pinggang hingga kakinya sudah terpisah, namun bagian kepala sampai perut menyatu sehingga dia masih bisa merangkak dengan tangannya.
Bagian rahang bawahnya sudah tidak ada sehingga tidak ada suara yang keluar darinya. Lidahnya menjulur panjang dan darah masih menetes.
__ADS_1
“Ahahaha, dia mencoba merangkak. Hmm?”
Saat pemuda itu melihat lebih dekat, dia melihat ada sesuatu di bagian lehernya. Sebuah kartu. Kartu klondike itu masih belum diketahui jenisnya dan sistem miliknya tidak bisa memberitau jenis kartu serta suit apa itu.
Cara satu-satunya adalah dengan membunuhnya.
Tidak ada senjata apapun di sana dan Code Name: Mad Hatter sendiri belum pernah melawan zombie sejauh keterangan darinya.
[Welcome to My Tea Party]
Kemampuan user miliknya digunakan. Sekitar 3 meter, wilayah tersebut berubah menjadi taman bunga dengan banyak sekali tumbuhan raksasa. Aroma manis kembali tercium dan sebuah kue raksasa ada di sisi kiri dan kanannya.
Tubuh bagian bawah zombie sudah berubah menjadi kursi kecil, namun tubuh bagian atas yang merangkak mendekati pemuda itu masih utuh.
Sebuah tanaman besar muncul di hadapannya.
“Ahaha, sampai jumpa.”
-Sreeet!
-Craaat!
Tanaman tersebut mengeluarkan cambuk besar yang persis seperti senjata yang memenggal kepala Code Name: Tarzan sebelumnya. Kepala zombie itu berubah menjadi blackforest cake dan tubuhnya berubah menjadi jamur raksasa setinggi dirinya.
Dari atas jamur, keluar sebuah kartu yang sejak awal berada pada tubuh zombie itu. Saat Code Name: Mad Hatter mengambilnya, matanya terbelalak dan dengan wajah kesal dia mengernyitkan dahinya.
“Ace…of…Hearts…”
Dia ingat bahwa kartu klondike suits “Hearts” yang ada pada Tenn sudah hampir lengkap dan hanya kartu “Ace of Hearts” yang belum dimilikinya.
"Kh..." ekspresinya langsung berubah mengerikan.
“Jika Alice mendapatkan ini, dia akan keluar dari permainan dan aku tidak bisa mencari tokoh Alice in Wonderland lagi bersamanya.”
“Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku tidak akan membiarkan Alice pergi terlebih dahulu.”
“Alice dan aku baru saja menjadi tim. Dia tidak akan mendapatkannya. Tidak akan pernah aku biarkan dia mendapatkan suits terakhir ini dengan mudah.”
Code Name: Mad Hatter mengubah tempat itu kembali menjadi sedia kala dan sebelum dia meninggalkan tempat itu, dia tidak lupa melakukan hal yang sangat baik yaitu membuang kartu yang baru saja dia dapatkan.
“Alice akan bersamaku untuk sementara. Jika harus menyelesaikan permainan ini, setidaknya dia dan aku harus menyelesaikannya bersama.”
Pemuda itu meninggalkan kartu tersebut di tanah dan pergi untuk kembali ke tempat Tenn, walaupun saat dia sampai, Tenn sudah tidak ada di mulut gua.
*****
__ADS_1