Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 23. Mad Hatter dan Pesta Teh Berdarah bag. 1


__ADS_3

“Tempat macam apa ini?” tanya Code Name: Tarzan.


Terlihat seseorang yang duduk di salah satu kursi sambil minum teh. Betapa santainya dia menikmati afternoon tea yang sedang diadakan olehnya sendiri di sisi lain dongeng tempat itu.


Setelah selesai menyeruput tehnya yang tampak nikmat, dia melihat kedua orang yang baru saja tiba dan berkata, “Selamat datang di pesta tehku.”


“Pesta…teh?” tanya Tenn dengan ekspresi penuh kecurigaan.


Bukan hal yang salah jika dia curiga, pasalnya dilihat dari semua yang dia pakai jelas dia memakai pakaian modern yang artinya dia juga pemain. Namun yang aneh, tidak ada noda darah di pakaian dan seluruh tempat tersebut.


Sungguh ajaib jika dibilang ajaib, namun sungguh aneh jika ingin disebut aneh.


“Tempat apa ini? Kenapa kamu bisa duduk santai di sini?” Tenn mulai melontarkan pertanyaan dengan nada dingin tak bersahabat.


Pemuda itu memiliki wajah yang cukup tampan, putih dengan mata berwarna biru, seperti orang asing. Namun, rambut berwarna hitamnya menunjukkan bahwa dia adalah seorang blasteran. Mungkin berasal dari Eropa-Asia atau mungkin dari Asia dengan negara lainnya.


Pemuda itu tersenyum seperti tidak menunjukkan tanda-tanda berbahaya sama sekali.


“Aku hanya duduk di sini dengan tenang sambil minum teh. Kenapa tidak bergabung?” ajaknya.


Code Name: Tarzan bertanya pada sistemnya dengan suara pelan. Hampir tidak terdengar oleh yang lain.


“Sistem, tempat apa ini?”


[Ini adalah sisi lain hutan yang diambil dari setting cerita Alice in Wonderland, taman milik tokoh bernama Mad Hatter]


“Taman milik…Mad Hatter? Kalau begitu, yang ada di hadapan kami itu adalah…”


[Code Name: Mad Hatter]


[Informasi kemampuan dibatasi atas permintaan Code Name: Mad Hatter]


[Status: Hidup]


[Level saat ini 1]


[Informasi tentang total kartu dibatasi atas permintaan Code Name: Mad Hatter]


[Tingkat keakuratan informasi 80% dari total keseluruhan]


“...” Code Name: Tarzan terdiam dan tidak bisa berkomentar apapun.


Tenn hanya diam melihat sekeliling dan menebaknya sendiri.


“Kamu…memiliki Code Name: User dari cerita Alice in Wonderland, kan?”

__ADS_1


Pemuda itu tersenyum dan menjawab, “Mad Hatter. Kalian bisa memanggilku Hatter.”


“Hoo, kebetulan. Aku Alice. Tampaknya Code Name: User kita berasal dari dongeng yang sama.” kata Tenn dengan senyuman. Namun definisi senyuman di sini lebih ke arah licik atau meremehkan.


Mendengar Code Name: User milik Tenn, Code Name: Mad Hatter terlihat senang sekali. Dia bahkan berdiri dari kursinya dan menarik Tenn.


“Alice?! Kau Alice?! Huwaa~ayo sini! Kita minum bersama.”


Tenn hanya bisa mengikuti dengan ekspresi bingung, tapi yang kasihan itu adalah Code Name: Tarzan yang 100% diabaikan begitu saja oleh pemain baru tersebut.


“Duduk sini, Alice. Aku siapkan tempat paling istimewa di sampingku!” katanya.


Sedikit jijik dengan tingkah pemain tersebut, Tenn memilih tempatnya sendiri. Itu berada lebih jauh tiga kursi dari tempat duduk Code Name: Mad Hatter.


Code Name: Tarzan berjalan dan memilih duduk di dekat Tenn. tentu saja Code Name: Mad Hatter cukup penasaran dengan identitasnya.


“Kau…siapa namamu?”


“Code Name: Tarzan. Kau bisa memanggilku Tarzan.”


“Tarzan?” ekspresinya langsung berubah. Bukan seperti sambutan hangat yang langsung membuat Code Name: Tarzan bergidik takut.


“Kenapa aku seperti tidak diterima di sini?”


Code Name: Mad Hatter seperti terdiam sesaat sebelum akhirnya dia mengambil dua cangkir dan memberikan teh kepada keduanya.


“Nikmatilah ya.” ucapnya senyum.


Kedua tamunya bukanlah orang yang sombong, tapi di kondisi nyawa adalah yang paling penting, udara saja bisa menjadi alat pembunuh. Tidak mungkin mereka akan memakan dan meminum suguhan tersebut.


Keduanya melihat hidangan yang ada di atas meja dan kembali mempertanyakan semua tempat itu.


“Ini…tempat apa?” tanya Code Name: Tarzan.


Sedikit sakit hati, pertanyaan darinya sama sekali tidak dijawab oleh Code Name: Mad Hatter. Tentu sikap dingin itu dipahami olehnya dan dia menyerah untuk bertanya.


Kali ini, Tenn yang bertanya kepada sang tuan rumah pesta teh.


“Jadi, ini apa?”


“Ini taman Mad Hatter. Bagus kan, Alice?”


Sungguh berbeda sekali respon yang diberikannya. Sebuah hal yang cukup mencolok. Bisa ditebak kenapa hal tersebut bisa terjadi.


Karena dia dan Tenn berasal dari satu dongeng yang sama.

__ADS_1


Memanfaatkan semua itu, Tenn mencoba menilik lebih banyak mengenai tempat aneh yang terlihat ramah lingkungan ini.


“Kenapa bisa ada tempat seperti ini?”


“Hmm…” belum merespon semua pertanyaannya, Code Name: Mad Hatter melihat pakaian keduanya, “Kalian kotor. Sepertinya harus dibersihkan dulu.”


“Hah?”


Code Name: Mad Hatter menjentikkan jarinya. Kemudian dari belakang keduanya muncul masing-masing bunga besar yang berwarna merah.


Keduanya terkejut dan hampir saja berdiri dari tempatnya sebelum akhirnya ada sebuah akar pohon yang mengikat keduanya.


“Tenanglah, aku hanya ingin membersihkan pakaian saja. Tidak akan sakit.”


“Jangan bercanda!” teriak Tenn.


Code Name: Mad Hatter hanya tersenyum dan sepertinya dia benar. Dari bunga besar itu keluar air yang membasahi keduanya. Cukup aneh karena noda lumpur tersebut benar-benar hilang. Seperti air ajaib yang bisa menghilangkan noda, semuanya seperti baru.


Akar yang mengikat mereka akhirnya dilepaskan. Tampak berbeda dari sebelumnya, pakaian keduanya akhirnya bersih kembali.


“Huwaa, Alice-kun lihat ini! Kita bersih!” ucap Code Name: Tarzan dengan senang.


Akan tetapi, sebuah hal tidak terduga terjadi. Bersamaan dengan senyum dari Code Name: Mad Hatter, sesuatu yang terayun mendarat pada sesuatu.


-Swoosh


-Craaat!


-Tluuk


Sebuah hal yang terjadi begitu cepat. Sebuah kepala menggelinding di atas meja dan itu adalah kepala milik Code Name: Tarzan.


Tenn terlihat syok dan kali ini dia berdiri sampai kursinya jatuh. Darah segar keluar dari leher yang terpotong dan sekali lagi semuanya kotor karena darah.


Percuma sekali dibersihkan.


Lebih tidak menyenangkannya lagi, ketika bunga besar itu menghilang, tubuh Code Name: Tarzan yang terjatuh ke tanah langsung berubah menjadi sesuatu yang tidak asing untuk Tenn.


Jamur, tanaman jamur warna-warni yang dilihat olehnya sebelum ini dan kepala yang berada di atas meja itu kini berubah menjadi kue tart lezat lengkap dengan topping dan aroma manis.


“Jangan bilang kalau semua ini…”


“Akhirnya tidak ada yang mengganggu kita, Alice. Memang menyenangkan jika bersama dengan orang yang berasal dari satu dongeng yang sama kan?”


Kini, Tenn tengah bertemu dengan pemain yang termasuk dalam kategori merepotkan.

__ADS_1


*****


__ADS_2