Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 37. Pertemuan dengan Cheshire Cat bag. 3


__ADS_3

“Hiks…huwaaa!! Mama! Aku benci kakak galak! Hiks, aku mau pulang! Aku tidak mau ada di sini! Hiks…aku mau ibu dan ayahku! Hiks, huwaaa!!”


“C–Cheshire…jangan menangis. Cup cup cup.”


“Aku mau pulang! Hiks…kalian harus menolongku! Kalian harus mau menjadi pelayanku! Huwaa…”


Code Name: Mad Hatter mencoba menghibur gadis itu di saat Tenn hanya melihat gadis itu dengan ekspresi dingin tanpa belas kasih.


Karena sudah kesal, dia meninggalkan keduanya dan berjalan ke depan untuk mencari kartu selanjutnya.


“Alice? Mau kemana?”


“Aku tidak mau terlibat dengan gadis manja yang bisanya hanya memerintah dan menangis. Kamu urus saja dia kalau menganggapnya rekan. Aku mau pergi sendiri.”


Code Name: Mad Hatter berlari mendekati Tenn dan menahannya pergi dengan memegang tangannya.


“Tu–tunggu dulu sebentar!”


“Apa lagi?”


“Kita sudah jadi tim sekarang.”


“Kamu dan dia yang tim, aku bukan bagian dari kalian. Selain itu, gadis cengeng yang bahkan tidak bisa bertarung mana mungkin menjadi rekan.”


“Alice, jangan kejam begitu.” pemuda itu memegang tangan Tenn dengan erat sambil berkata, “Kita akan menemukan semua kartunya bersama, ingat? Rekan satu dongeng tidak ada yang jahat.”


Entah kenapa pandangan mata penuh rasa percaya diri milik pemuda di hadapan Tenn membuatnya begitu jijik.


“Aku ingin sekali memenggal kepalanya.” dalam batin Tenn.


Tapi masih terlalu cepat untuk itu karena Tenn menyadari kemampuan sihirnya belum ada yang bagus. Setidaknya untuk membunuh Code Name: Mad Hatter yang jelas-jelas bisa dimanfaatkan itu bukanlah pilihan yang tepat.


Dengan sangat berat hati, Tenn menghela napas dan bertanya, “Beri aku satu alasan kenapa dia bisa jadi rekan tim?


“Karena dia Cheshire Cat.”


“Selain itu?”


“Aku tidak tau. Nanti juga berguna.”


Enak sekali pemuda itu bicara demikian, setidaknya Tenn pasti punya pikiran seperti itu.


Gadis yang masih menangis di tanah itu melihat ke belakang dan memandang Tenn dengan ekspresi memelas.


“Dia pikir aku akan terpengaruh dengan ekspresi wajahnya itu. Di dunia ini yang bisa membuatku terpengaruh hanya wajah ibuku.” gerutunya.

__ADS_1


Code Name: Cheshire Cat berdiri dan menghapus air matanya. Dia berjalan mendekati Tenn dan bicara dengan suara serak.


“Ma–...”


“Apa?” ketus Tenn.


“Maafkan aku.”


“...” Tenn mungkin diam, tapi di dalam hatinya dia berteriak, “What?! Dia tau kata maaf? Gadis manja yang seenaknya memerintah bisa mengatakan maaf? Apa aku mencekiknya terlalu kuat?”


“Haruskah aku membenturkan kepalanya ke tanah sampai gegar otak sekalian?”


Demon lord satu ini memang pintar melawak, bahkan kalimat kejam saja bisa terdengar seperti lelucon.


Simpan itu untuk nanti. Tenn diam dan mendengarkan gadis itu kembali bicara.


“Aku…hiks…seperti yang kamu katakan tadi…hiks…”


“Jangan bicara sambil menangis. Kalau mau bicara, yang jelas. Kalau masih mau menangis, menangis yang keras.” celetuk Tenn.


Code Name: Mad Hatter masih sedikit khawatir karena Tenn terlihat tidak ramah sama sekali pada gadis itu.


“Alice, dia itu perempuan. Kau harus lembut.”


Tenn dengan wajah dingin membalikkan kalimat pemuda itu, “Tapi kamu sendiri bisa menginjak perut Gretel dan menusuk lehernya dengan permen tongkat. Tolong, berkaca dulu.”


Sungguh pandangan yang bagus dan kejam dari seorang Mad Hatter.


Code Name: Cheshire Cat menyelesaikan tangisannya sebentar dan mengusap-usap matanya. Dia melihat Tenn dan berkata, “Aku…aku ingin ikut kalian.”


“...”


“Se–seperti yang kamu katakan, aku memang belum…belum bertarung dengan siapapun karena aku selalu lari.”


“Kemampuan teleportasiku membantuku untuk kabur dari para zombie dan pemain lawan. Tapi karena itu juga aku belum mendapatkan kartu apapun.”


“Aku tidak ingin mati. Hiks, aku masih ingin bertemu ayah dan ibuku. Aku juga masih ingin bermain dan melakukan hal lain. Hiks, aku ingin pulang dan keluar dari permainan mengerikan ini.”


Meskipun sudah memutuskan untuk tidak menangis, namun rupanya dia tidak bisa menahan air matanya. Dia kembali menangis.


Tenn tidak merasa kasihan sedikitpun. Walaupun kemampuan sihir [Lie Detector] miliknya menganggap semua penjelasan itu jujur dan tidak ada yang dibuat-buat., tapi dia sedikit penasaran akan satu hal.


“Katakan dengan jujur, kenapa kamu memutuskan untuk mencari Alice dan Mad Hatter?”


“Sistemku…”

__ADS_1


“Sistem?”


Code Name: Cheshire Cat menjelaskan alasan utamanya.


“Sistemku berkata kalau ada pemain yang memiliki kriteria yang mau menerima pemain lain sebagai rekan dengan memanfaatkan dongeng sebagai acuan.”


“Dan salah satunya adalah Alice dan Mad Hatter. Kemudian–...”


“Tunggu dulu!” Tenn memotong pembicaraan itu, “Kamu bilang pemain itu adalah aku dan si yandere ini?!”


“Umm, sistemku yang berkata demikian.”


Tenn langsung melihat ke arah pemuda di sampingnya dan sebuah senyuman penuh keceriaan diberikan untuk Tenn.


“Aku tidak sudi disamakan dengan orang gila!” teriak Tenn dalam batin.


**


Di sisi lain hutan, ada sebuah istana besar yang sangat mewah. Banyak bunga mawar merah dan putih bersanding dengan corak hati di setiap sisinya.


Sangat mencolok mengingat di dalam hutan itu isinya hanya ada zombie, zombie dan zombie. Sekalipun ada makhluk lain, yang baru terlihat adalah tiga kambing raksasa dan troll.


Di dalam istana tersebut ada seorang pemuda tinggi yang tampan dan seorang gadis cantik dengan sebuah pisau di tangannya.


“Bagaimana sekarang, Queen?” tanya sang gadis kepada pemuda itu.


“Aku tidak tau. Kurasa ini adalah plot istana milik Queen of Hearts dalam dongeng Alice in Wonderland. Aku harap kamu berhati-hati, Peter Rabbit.”


Keduanya mulai memasukki area istana. Lokasi saat ini, halaman utama.


Dilihat banyak sekali prajurit dengan lambang kartu di depan dan kaleng cat.


“Queen, ini…”


“Aa, ini adalah saat dimana ratu memerintahkan para prajuritnya mengecat seluruh mawar putih dengan cat agar menjadi merah.”


“Ini tidak lucu. Satu jam lalu kita baru membunuh banyak zombie dari plot Cinderella dan sekarang kita ada di istana Queen of Hearts. Apa yang akan menunggu kita setelah ini?” tanya gadis dengan Code Name: Peter Rabbit.


Pemuda dengan Code Name: Queen of Hearts mengamati sekitarnya dan merasakan sesuatu.


“Peter, bersiap untuk kejutan.”


“Kejutan?”


Dan akhirnya, sebuah kejutan tidak menyenangkan menghampiri keduanya di istana sang ratu hati.

__ADS_1


*****


__ADS_2