Black Butterfly

Black Butterfly
NEW PLAN HI LITTEL KITTY


__ADS_3

mereka berjalan cepat dan tergesa - gesa banyak polisi dan pemadam kebakaran yang berlalu lalang ,penyelamatan menjadi yang utama sekarang banyak wartawan berita yang ingin meliput tetapi di halangi oleh para polisi , mereka masih mencoba memadamkan api akibat kebakaran di tengah kepanikan itu seseorang telah menyeringai keji dengan begini barang bukti itu telah lenyap dan gadis itu pasti sedang terkejut saat ini membayangkan saja membuatnya bahagia .


"kkk sekarang kau bisa apa gadis kecil menangisi barang bukti yang telah lenyap itu ?" tanyanya pada diri sendiri , ia tidak menyadari bahwa orang yang dia maksud kini bersandar di tembok tepat di belakangnya .


"aku bukan gadis selemah itu jika kau tau " sontak membuat pria tersebut terkejut bukan main . seringai manis tercipta di bibir merah alaminya itu ,


"bagaimana kau bisa disini ? "katanya sembari memasang kuda - kuda siaga ia dapat melihat 5 anak buah dari black jade mengelilinginya 'sial jika begini aku pasti mati' batin DK frustasi belum sempat ia berpesta malah mati duluan .


"ouh merindukan ku ? DK shii ?" ucapnya sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada ia menatap dk dengan kilat dingin siap membunuh siapa pun .


"ho.... kau memang pantas mendapat julukan black jade kim "


"tentu saja , lagi pula bukan hanya aku yang disini bukan " ucapnya sembari melihat ke arah laboratorium yang tadi termakan api kini nampak sudah berhasil di jinakkan


"kau mengiginkan ini nona muda ? jika kau menginginkan ini maka bantu baba liong menghancurkan anarta dan kim " ucap dk sembari memperlihatkan disket yang ia bawa dan menujukan kearah nya , ia hanya menyeringai kecil kearahnya yang tentu saja dk tidak menyadarinya.


"kau ingin membuat ku berhianat pada mereka ?" tantang lexsa,


"oh tentu saja tidak , aku ingin keluarga kim menyetujui saham peralihan yang harus di tanda tanggani besok saat konfrensipress " ucap DK penuh dengan kepercayaan ,di dalam kepalanya sudah ada 1001 cara untuk menyiksa gadis di depannya ini agar mau membeberkan di mana letak lab.ibunya.


"aih aih..... kenapa semua orang menginginkan warisan si tua itu sih merepotkan " guma lexsa menahan kekesalannya ,iya tidak tahu seberapa besar warisan yang di tinggal sang kakek pada cucu nya hingga memancing banyak menciptakan musuh yang banyak , ' yaish apalagi sekarang ' batin lexsa sebal ,sembari menghela nafas kesal ia menatap DK tajam ,penandatangan eoh itu sama saja mengibarkan bendera putih .


"tentu saja dengan menguasai harta warisan keluarga kim aku dengan mudah menjalan kan bisnis ku tampa halangan dari siapa pun juga termasuk bajingan kecil seperti mu !"


"ho..... jadi karena itu alasannya ?, baiklah bye DK have fun " setelah mengatakan itu ia pergi begitu saja .


pagi hari di bulan desember sangatlah berangin prakiraan cuaca pun menyatakan ada badai extrem yang akan terjadi , di sebuah ruang nampak 4 orang sedang berkumpul di dalam sana mendiskusikan sesuatu yang sangat serius .


salah satu di antaranya melihat tataletak ruang yang di gambar pada kertas di atas meja dengan teknologi hologram mereka mampu melihat dengan secara nyata bidang yang terdapat disana .


"baiklah .... ini agak terlalu rumit dan jauh lebih kompleks dengan adanya masalah peledakan laboratorium milik kita " kata pria yang dengan matel hitamnya melihat ke beberapa rekannya ,mereka nampak serius membahas insiden ini apa lagi di dalam lab itu ada tes percobaan yang mereka kembangkan dengar darah sang nyonya besar .


"hng ? cepatlah jelaskan jangan bertele - tele !" protes salah satu dari mereka tidak sabaran


"kau tak sabaran sekali sih " sengit rekan yang lain


"kau..."


"sudahlah bram lanjutkan penjelasan mu " potong zifan untuk menyudahi perdebatan konyol di antara mereka dan melanjutkan pertemuan peting ini.


"dk memiliki adik perempuan yang mempunyai Rh langka sama persis seperti yang di miliki setiap korban , ia menghilang 2 tahun yang lalu ,menghilang 6 bulan setelah liong keluar dari grub penelitian nya dan setelah itu banyak sekali kasus penculikan anak di bulan itu " jelas zuto sembari menatap raut wajah satu persatu ,mereka sudah menduga bahwa kejadian ini bukan hanya perebutan saham tapi juga sesuatu yang lebih besar lagi.


"maksud mu ... adik dk itu sampai sekarang belum di temukan bukan ?" tanya jovan penasaran,


"ya tuan banyak dari anak - anak itu menghilang bak di telan bumi ,kita sebagai tim penyidik rahasia pun sangat kesulitan " jelas cesar , ia dan jeffry pernah menangani kasus tersebut tapi hanya jalan buntu saja dan tugas itu di ambil alih oleh seniornya yang kini masih aktif di bidangnya ini.


"tapi bagaimana kau menyimpulkan bahwa ini semua ulah liong ?" tanya zifan yang sendari tadi menyimak dan memahami situasi yang lumayan rumit ini.


"salah satu informat kita telah berhasil mengirimkan sandi binner kepada kita dan setelah di pecahkan ada nama liong di antara seluruh pelaku " terang zuto sembari membagikan dokumen tentang hasil laporan yang ia susun atas apa yang di laporkan anak buahnya di lapangan .


"sandi binner ?" heran jovan ,masalahnya ia baru mendengar nya ,awalnya ia kira hanya gosip belaka ternyata memang benar adanya bahwa para penjaga rahasia keluarga kim sangat lah cerdas dalam taktik ,cerdik dalam bertindak dan cakap dalam bertarung . membuat jovan kagum akan kegigihan tuan besar kim .


"tuan ale yang mengajarkan kami untuk mempelajari sandi ini agar musuh tidak tahu informasi apa yang tertulis ,dan dapat menjadi tanda saat kita terjepit di antara kawanan musuh atau gagal dalam misi " jelas niel yang melihat sisi lain dari hologram dia menemukan sesuatu yang menarik di sana , desain pintu itu sangatlah rumit dan memiliki ciri khas tersendiri .


"ok , lalu apa kendalanya hingga kalian tidak bisa menemukan tempat di mana bibi hyunji mengembangkan NZnya ?" heran niel sembari memandang jovan ,zifan dan cesar secara bergantian .


"itu karena kunci utama nya di bawa nona lexsa " terang zifan


"mwo ? kenapa harus nona muda ?!" protesan zuto membuat niel mendelikan matanya .


"dia keturunan langsung dari tuan ale dan nyonya hyunji ,hanya dengan darah ,rambut dan sidik jari nona lexsa lah yang mampu membuka pintu lab tersebut " jelas zifan sembari menerawang ke langit - langit mengingat pesan terahir sang tuan yang telah ia anggap orangtuanya sendiri.


"jadi maksud mu kita harus melibatkan nona lexsa kali ini ?" tanya cesar ragu pasalnya sang nona muda belum genap 20 tahun jadi ia khawatir akan perasaan sang nona muda .


"jujur aku sangsi mengatakan tentang ini tapi ... ya kita harus melibatkan nona lexsa dalam masalah ini" putusan final zifan membuat mereka mengaguk setuju .


"kalau begitu aku akan menyampaikan nya langsung " ucap niel sembari mempersiapkan diri keluar dari tempat pertemuan itu ,dia memasang jaket dan akan bergegas pergi .


"berhati - hati lah jangan sampai tuan anarta yigaz dan baba cleo mengetahuinya kau ingat nunna belum mau kembali ke kota x selama pembunuh orang tuannya belum tertangkap apa kau mengerti ?" peringatan zuto membuat niel membeku sebentar lalu menoleh kearah zuto .

__ADS_1


"baiklah kalau begitu aku pergi " ucapnya lalu berlalu ,menuju keluar ruang rahasia itu ,ia menuju parkiran bawah tanah dengan mengunakan lift bawah tanah dan menuju motor nya ,ia mengemudikan motornya menuju tempat dimana sang nona muda berada .


lexsa tengah mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan serius saat setelah menyelesaikan beberapa tugasnya ia merengangkan otot nya


"ah lelah sekali "gumanya ia merasakan lehernya sakit akibat kelamaan menunduk itu , saat hendak bangkit sebuah lengan memeluknya dari belakang saat hendak menyerang ia cepat sadar bahwa itu lengan prianya .


"hell yeah kau mengejutkan ku idiot !" bentak lexsa sembari memukul lengan itu main - main ,membuat sang pelaku terkekeh gemas melihat tingkah manis sang kekasih .


"kkkk maaf ...kau terlalu sibuk hingga tidak menyadari ku " ucapnya kemudian ,ia menduduk kan tubuhnya di bangku dan lexsa dengan santainya mendudukan diri di atas pangkuan sang kekasih ,sang pria hanya tersenyum dan memeluk pinggangnya erat .


"baiklah kenapa kau kesini ? tidak biasanya " tanya lexsa heran tidak biasanya kekasihnya ini menemuinya secara intes seperti sekarang ini .


"merindukan mu ... tentu saja kenapa ? tidak suka ?" tanya ...lebih tepatnya protes pada lexsa dengan muka cemberut nya


"bukan hanya saja kau membuang waktu mu jika kau melakukan sesuatu yang tidak berguna seperti sekarang ini zu ..." jelas lexsa sembari mencubit pipi


"ck ! kenapa dia bisa menidih dan menyentuh mu sedang kan aku tidak di ijin kan ,?" protesnya lagi membuat lexsa menatap pria di bawahnya dengan tidak percaya , ouh iya ia lupa jika prianya ini memiliki rasa posesif yang tinggi yang kadang membuatnya kwalahan .


"ouch... ternyata pria ku cemburu rupanya..." ejeknya sembari mencubit pipinya membuat lexsa mendapatkan tatapan tajam dari nya


"tch " decihnya lalu mengagat lexsa dan berjalan ke arah ruang rahasia miliknya di balik rak buku ia duduk di meja belajar di ruang itu .


"oh ayolah .... kita sudah bersama sejak lama hm.... " bujuk lexsa sembari mengikuti langkah pria itu lalu memeluknya dari belakang ,sang pria mendesah pasrah memang tidak ada yang bisa meluluhkan pesona milik nya kecuali gadis yang tengah memeluknya kini .


"yayaya kau menang dan oh apakah kau tau .... letak laboratorium ibu mu sudah di temukan ?" balasnya lalu mengati topik yang lebih serius karena itulah tujuan utamanya .


"oh benarkah kau tau di mana letak nya ?" ucap lexsa antusias , sang pria dapat melihat binar cemerlang di mata itu.


"tentu tapi .... kau harus mengijin kan aku membunuh bajingan tengik itu " ucap nya kemudian ,tak lama sebuah perempatan kecil mampir di dahi sang gandis , tidak bisa kah prianya ini serius sedikit .'cadhies zu anarta bisakah kau serius sedikit ' batin lexsa kesal


PLETAK !!


"OUCH YA!!! BEB ITS HURT ...." satu jitakan kuat dan di susul rintihan dan protesan dari cadhies yang hanya di balas tatapan mematikan dari lexsa .


"jika kau berani merengut nyawa orang di luar target kita akan aku pastikan aku sendiri yang mengantarkan kepala mu ke paman yigaz !" ucap lexsa dengan penuh nada penekanan yang amat kental membuat cadhies menelan ludahnya sendiri mendengar ancaman itu dari lexsa .


"errrr okok kembali ke topik ini , disini ada peta lokasi yang di kirimkan anak buah ku kau bisa mengeceknya sendiri " ucapnya dari pada membuat perhitungan dengan moster cantik ini lebih baik dia mencari aman nya saja .


"huh ? kau ternyata cepat juga " pujinya saat melihat hologram yang menujukan peta di sebuah gurun luas yang hanya memiliki satu oasis di sisi nya ,ia diam sejenak untuk membaca situasi dan kemungkinan yang akan terjadi , ia mengeser tempat tersebut lalu tersenyum menyeringai .


"tentu saja " bangganya ,yang hanya di balas gelengan di kepala dari lexsa , ia memperhatikan lagi struktur dan meda yang ada di gurun tersebut .


"jadi bagaimana dengan keadaan disana ?" tanya lexsa sembari melihat kearah cadhies


"yang aku dengar di sana seperti padang gurun pada umumnya panas yang ekstrim tapi belakangan hari ini terjadi penculikan terhadap anak - anak pedagang musafir " terang nya sembari mengeser dan menujukan data korbang yang menghilang di hadapan lexsa ,ia membaca dengan teliti .


"zharah kafery dia putri bangsawan berumur 4 tahun dia menghilang tepat tengah malam di kediamannya , hm.... golongan darah ini ...." gumam lexsa sesaat , cadhies menyadari ia terkejut akan fakta itu


"golongan darah yang sama dengan golongan darah mu sa mungkin dia adalah korban juga di sini "


"jadi apakah kita harus menolongnya dulu baru kita kembali mencari keberadaan lab ibu ku " ucapnya sembari memantau gambar seorang gadis muda dengan kulit khas negaranya itu di tambah senyum manis sang gadis .


"aku akan kirim seseorang untuk menyelidikan ini " kata cadhies sembari mengirim pesan kepada bawahannya , lexsa berfikir jika memang dia seorang putri bangsawan bukan tidak mungkin dia bakal terbunuh besok jika mereka terlalu lamban , ia melihat lebih jelas rupa anak dalam foto dengan kekasih nya itu entah kenapa anak itu seperti perpaduan antara dia dan cadhies.


"why you look at me like that ?" tanya cadhies ketika melihat lexsa menatapnya intes .


"hey selama kamu di negara N Kamu tidak selingkuh kan ?" tanya lexsa yang hanya di beri gelengan oleh cadhies.


"punya anak dari perempuan lain mungkin ?" kerutan heran semakin ketaran di kening cadhies yang hanya di gelengan yang sama.


sadar akan sesuatu ia menjentikan jarinya ke jidat mulus lexsa .


"jangan berfikir yang aneh - aneh , aku bersumpah aku tidak berselingkuh apa lagi membuat anak gadis orang lain hamil , dan berhentilah berfikir bahwa aku ada selir lain di luar sana " ucap cadhies tegas ,yang membuat lexsa tersenyum kecil , well selain tegas prianya ini selalu jujur apa adany .


"ya kali aja ..." cup ... satu buah kecupan dengan di iringi hisapan yang kuat membuat lexsa terlena sesaat ,menyadari posisi bahaya dia mendorong tubuh pria itu lembut mereka menjauh dengan salfia yang saling bertaut .


"see..kau sudah merasakanya bukan , jangan pernah meragukan ku ok "


"iya ...iya aku percaya tapi apa kau sudah mendapat kabar dari anak buah mu ?" tanya lexsa sembari berdiri dan melihat lagi data file selanjutnya yang menangkap 4 orang asing yang memakai cadar itu .

__ADS_1


"ya beru saja megirimkan pesan dan mengkonfirmasikan bahwa letak yang di peta sama dengan letak yang di realnya "terang cadhies sembari melipat kedua tangannya .


"bagus, kita akan berangkat malam ini juga " ucap lexsa semangat ia keluar ruang tersebut sembari tersenyum senang membayangkan apa saja yang akan dia lakukan disana .


"ok malam...... WAIT WHAT ? " teriak cadhies saat mengetahui apa yang di bicarakan kekasihnya ini , lexsa menoleh kearah prianya yang kini memasang raut tak percaya bercampur terkejut itu .


"kau tidak mendengar ku ?" tanya lexsa ,ia mengebungkan pipinya ,ia merasa sebal ketika pria itu tidak mau mendukungnya .


"nononono....... to night we star serch abaut your mama lab and tommorow you must be back at school is'n it ?" ucap cadhies frustasi bagaimana mungkin mereka harus berangkat malam ini banyak persiapan yang harus dia siap kan , apalagi sang ayah yang akhir - akhir ini mencurigainya , dia bisa terbunuh jika kenegara sebelah tampa persiapan yang matang .


"yup, kenapa bukanya ini dekat dengan negara ini ?" tanya lexsa antusias yang membuat cadhiesmakin frustasi , dia mendudukan diri di kasur lexsa membawa sang gadis kepangkuannya .


"lexsa sayang kau tahu kita mengunakan pesawat sejenis helikopter bukan pesawat tempur , kau gila ? ha ? " jelasnya ia sangat gas dengan gadis ini ,tak taukah ia bahwa pria yang tengah memangkunya ini khawatir setengah mati .


"well sayangnya aku kan memakai pesawat jet milik kakek "kukeh lexsa sembari mencubit kecilpipi cadhies


"astaga .... iya kalau di ijin kan aku harap kau tidak melakukan hal yang nekat " terang nya ia frustasi agar menahan lexsa untuk berangkat besok .


"ouh aku tidak melakukan hal yang nekat kok " ucapnya lagi, ,merasa pusing cadhies membaringkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan sikut nya , membuatlexsa gemas sendiri dengan pria yang di cintainya ini , ia berdiri dan berjalan ke meja belajar nya


"apa aku harus percaya ?" tanya cadhies datar ia tau betul watak anak ini jadi buat apa menghalanginya


"entah ... tapi apakah mencuri pesawat termasuk hal yang nekat " ucapnya membuat cadhies sweetdrop


"terserah " ucap cadhies final ia lelah lalu menyelimuti tubuh nya dengan selimut .


"hei....hei....bangun.....kita akan berangkat malam ini ayolah ..... he..GYAAA...."


SRET !!!BRUK!!! satu kali tarik dan lexsa terbaring di pelukan sang pria .


"cerewet ini masih jam 4 sore kita akan berangkat jam 9 malam nanti jadi berhentilah mengoceh dan tidurlah kita butuh banyak tenaga nanti "ucap cadhies dingin membuat lexsa terkekeh sembari mengikuti jejak sang pria yaitu tidur .


kaki mungil itu berlari melalui lorong kumuh dan kotor ,ia tidak tahu mau lari kemana lagi dia ,gadis kecil itu bersembunyi di reruntuhan rumah kosong ia berdoa supaya dia terhindar dari orang - orang jahat itu , tak berapa lama suara derap kaki mengejarnya pun terdengar ia mati - matian menahan nafasanya agar terhindar dari bahaya ,


"sial kemana larinya anak itu "


"cepat sekali dia "


"ayo kita harus bergegas melaporkan ini ke bos besar "


setelah di rasa aman gadis itu berlari kearah padang gurun ia berlari dan terus berlari tidak peduli bahwa ia akan mati kehabisan nafas yang ia fikirkan dia ingin bebas dan berlari ,malam semakin larut bintang dan bulan sudah ada di puncaknya gadis kecil itu pingsan karena kehabisan tenaga , sebelum ia tak sadarkan diri dia melihat siluet 2 orang yang akan meraihnya dan semuanya menjadi gelap ..


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...


...BY .BLACK ICE _B.I...

__ADS_1


__ADS_2