Black Butterfly

Black Butterfly
NEW TARGET PART 2


__ADS_3

tepat matahari menyingsing mereka semua berhasil mendarat dengan selamat ke kota c tidak ada yang tahu jika mereka mendapat serangan di sana , saat keluar dari bandara para wartawan mulai menyerbu mereka dengan sigap para bodyguard melindungi mereka .


"pak beri waktu kami sebentar untuk menanyakan beberapa hal " pinta salah satu seorang reporter ,yang di sahuti permintaan yang sama .


"saya akan menjawab pertanyaan anda semua di konfrensi press besok pagi " ucapan tegas yaer membuat para media mundur .


at kim mansion


setelah sampai di mansion mereka semua berkumpul di ruang tengah tampak semua orang trngah dalam keadaan yang serius .


"ini gila sejak kapan aku mendirikan panti asuhan hanya untuk praktek ilegal " ucap jeffry frustasi ia duduk sembari menerima telphone dari atasannya ,membuat yang lain menatapnya iba , jeffry menjelaskan sembari menjauh mencari tempat tenang untuk bicara hanya berdua dengan atasannya itu .


"hm... sepertinya wanita itu mengunakan kartu as nya sendiri " gumaman lexsa membuat semua orang menoleh kepadanya


"apa maksud mu nunna ?" tanya key yang sendari tadi diam ,jhonatan nampak menuduk sedih akan kenyataan yang ia terima , walau pun gadis itu di kendalikan tapi dia masih sangat mencintai wanita itu apa adanya .


"ya ini sudah di rencanakan oleh yuna , ia akan menyebarkan rumor dengan bukti yang akurat untuk menyeret jhonatan ke dalam keterpurukan , ia akan membuat seolah - olah keluarga kim terlibat dalam kasus tersebut ,membuat saham milik ayah dan kak jhonatan bangkrut lalu dengan terpaksa menjual nya ke pihak lain " jelas lexsa ,nampak jhonatan makin pucat ,ia tahu siapa yang ia maksud saingan bisnis utamanya akhir - akhir ini , awlnya hanya tender keluarga lim yang ia ambil , karena perusahaan keluarga lim sangat puas dengan hasil presentasi dari kariyawannya dan memenangkan tender tersebut , tidak ia kira bahwa manusia itu begitu licik .


"pihak lain ? apakah ada ?" tanya yaer sangsi siapa lagi kali ini membuat dia makin pusing saja .


" tentu ,sekertaris jo loudspeaker handphone mu " ucap lexsa tak berapa lama handphone milik sekertaris jo berdering membuat mereka terkejut, dengan cepat iya menjawabnya .


"yo yuan yu kim ...kkkk bagaimana ? terkejut apa yang terjadi oleh media ?" suara berat lelaki di seberang sana yang makin membuat jhonatan berang bukan main , saat hendak melontarkan makian dia di tahan lexsa dengan mulutnya di bekap ,tidak sopan memang tapi inilah cara yang terbaik jika jhonatan mengeluarkan suaranya walau kecil maka rencananya akan berantakan .


"tidak buruk juga apa ada yang lain ?" tantang lexsa membuat pria itu mendegus tidak senang mereka dapat mendengar sebuah pematik api yang di nyalakan .


"cih gadis sombong seharusnya kau mati dengan orang tua mu " cemohnya , lexsa hanya menyeringai ia dengan mudah memancing si bodoh itu masuk keperangkapnya .


"ah ...kau takut jika aku menang dan menelanjangi mu didepan umum hm .... dk " kata lexsa santai sembari meletakan tangannya ke dagu dan tersenyum remeh , walau dk tidak dapat melihat tapi dia dapat merasakan bahwa lawan bicaranya kini tengah meremehkannya .


"cuih kita liat saja siapa yang akan menang dan siapa yang akan jadi pecundang "


"ho... i can see it~~~ " balas lexsa dengan nada sig asong nya


TLIP telpon terputus secara sepihak , membuat mereka menatap tidak percaya pada lexsa , seolah meminta penjelasan nya .


"See... kalian sudah tahu bukan " jelasnya sembari membuka bekapan jhonatan ia bersandar di sofa , tak berapa lama hp lexsa bergetar tanda chat masuk , setelah membacanya ia tersenyum puas .


"dk sepertinya sangat tidak asing bagi ku " guma jordan setelah sekian lama mengigat - ingat tentang nama yang baru saja di sebut kan , ia merasa tidak asing dengan nama itu .


"oh iya bukanya dia yang mengenalkan mu kepada yuna 2 tahun yang lalu saat pesta perayaan ?" pertanyaan sang nyonya besar mengigatkan pertemuannya kembali dengan yuna sontak ia menoleh kearah sang ibu .


"ah ... aku ingat dia dari perusahaan M yang kini sedang berkebang bukan " tebak jordan yang mengetahui siapa dk itu . yang hanya di angguki yang lain .


"aku kira purasahaan itu hampir bangkur karena laei mengkorupsi sebagian gaji kariyawan " heran jordan lagi


"apa ? jadi mereka hampir bangkurt ?" tanya key terkejut bagaimana mungkin perusahaan yang dulu jaya itu kini diambang kebangkrutan ia tak habis fikir.


"huum kalau mama tak salah ingat dulu itu usaha propeti milik kakek kalian tapi entah kenapa ... saham yang begitu besar jatuh ke tangan keluarga laei saat itu " jelas hyonji sembari mengenang kembali ingatan di masa mudanya itu.


"mahendra dwi adalah pemengangnya saat itu dia mewarisi nya dari lia kim , dia di laporkan melakukan perjudian ,pengelapan dan korupsi akan 200 investor lokal dan asing ,banyak yang tertipu oleh dia dan sekarang dia di jatuhi hukuman seumur hidup atas pembunuhan yang dia lakukan terhadap erik kim dan elizabet kim " terang jeffry , ya dulu saat di akademik dan dia menjadi petugas magang ,ia dan seniornya pernah menangani masalah ini, dan berahir dengan penangkapan besar gembong narkoba terbesar di dunia , berkat kasus itu dia di angkat menjadi wakil sersan mendampingi sang senior yang kini telah menyatang status purnawirawan tersebut .


"elizabet ... eh bukanya dia memiliki 2 orang anak ?" tanya yaer , yang .emang sepupu jauh dari 2 orang tersebut .


" ya dan anak itu bernama ...."


"yuna kim dan lia kim" sela lexsa menyelesaikan kalimat dari jeffry


"APA ? BAGAIMANA BISA ?" teriak jhonatan tidak terima yang ia tahu yuna adalah anak tunggal dan dia tidak memiliki kakak perempuan , ia sudah menyelidiki yuna selama ini , kenapa hal sepenting ini saja dia tidak tahu ? , hyonji menatap sang putra dengan tajam , dia tidak menyangka bahwa sang putra masih membela sang gadis berhati jahat .


"cukup jhonatan kim ! jangan membela gadis iblis itu ! mama akan membatalkan pertunangan kalian lewat wawancara yang akan di adakan lusa " penyataan itu sontak membuat jhonatan menatapnya tidak percaya , bahkan sang ibu kini turut membenci gadisnya .


"ma , jhonatan mohon jangan ma , aku masih mengiginkan nya "


"kau masih membelanya jhon ! kau membela jalang itu kau bahkan sudah berani menetang mama mu demi jalang itu !" bentak hyonji tak habis fikir dengan jalan pikiran anak sulung nya ini .


"ma ini kehidupan ku aku akan mengurus ini , aku akan membukti kan kalau yuna adalah korban dari liong dia hanya di peralat ma " ucapan jhonatan membuat sang nyonya besar meradang ,


PLAK !!!! satu tamparan keras yang mampu membuat semua orang terkejut begitupun dengan jhonatan , ia tak menyangka akan mendapat kan tamparan ini dari sang ibu , ia tahu kali ini ia bertindak keterlaluan tapi dia yakin jika yuna hanyalah korban .


"dengar anak muda mama tidak akan pernah setuju dengan hubungan kalian lagi ,ingat ini jhon wanita itu hampir membunuh kita dan kamu masih berencana melindunginya ? di mana otak mu hah !"


"....."


"renungkan ini anak muda atau kau akan menyesal di kemudian hari " tutup hyonji lalu berlalu dari ruang itu menuju lantai dua tempat kamar utama berada , sebuah tepukan lembut ia rasa ,ia menoleh kearah sang ayah yang kini memberinya tatapan simpatik nya .


"tenangkan diri mu dulu ibu mu hanya butuh waktu akan aku bantu kamu dalam hal ini "


" terimakasih pa " balasnya yang hanya di angguki oleh kim senior tersebut .seketika ruangan menjadi hening hingga lexsa berdiri dan menyerahkan sebuah rekaman cctv dari sebuah bilik apartemen mewah yang amat ia kenali interiornya ,


"ini ..... gawat kita harus kesana sekarang atau kita akan kehilangan yuna " kata jhonatan sembari berlari keluar rumah . key yang penasaran melongok dan melihat rekaman cctv itu ia kaget dan bergegas menyusul jhonatan .


"hey kalian mau kemana ?" teriak jordan


"kak biarkan tolong perketat penjagaan di mansion " mohon lexsa


"sebenarnya ada apa ini ?" bingung nya


"sepertinya kasus ini saling berkaitan satu sama lain " ucap lexsa yang mengikuti jejak key dan jhonatan menyusul mereka ,ke tempat di mana mereka akan menyelamatkan seorang wanita pujaan hati sang sulung kim itu .


di tempat lain di dalam apartemen mewah tampak seorang gadis tengah merikuk ketakutan dengan rupa pucat pasi dan tubuh terus gemetar "bukan ....jangan....tolong....hiks....sakit....." erangnya terus menerus ,ia tidak menyadari bahwa seorang pria memasuki apartemen nya sembari membawa sepucuk revolver dengan mengena kan topeng ia mendekat membuat sang gadis semakin histeris .


"TIDAK !!!! JANGAN BUNUH AKU !!!! AKU SUDAH MELAKUKAN APA YANG KALIAN PERINTAH KAN !!!!" jeritnya semakin menjadi 'apakah ini hasil dari penghianatan ku ? maaf kan aku jhon ...maaf ..' dan kesadaran wanita itu menghilang .


"cih sampah seperti mu sangat mudah di hancurkan " gumam pria itu sembari menodong kan senjatanya, belum sempat ia menarik pelatuknya sebuah benda tajam menghujam pungungnya hingga tembus ke dada depannya , ia membelalakan matanya tidak percaya pada apa yang terjadi ,ia tidak menyadari hawa keberadaan nya .

__ADS_1


"siapa ka...mu ...." belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya ,tubuh itu ambruk dengan darah yang mengenang di sekitarnya .


"siapa aku ? tanya pada rubah sialan itu di neraka " ucapnya sakartik


"biar aku bawa dia , dia membutuhkan pertolongan pertama " kata seseorang yang sendari tadi berdiri di belakang mereka , ia mendekati tubuh yuna yang lemas tampak di sana berbagai luka gores di tubuh nya , ia tidak pernah merasa terhianati oleh yuna , dia tahu bahwa semua ini telah di rencana kan dengan matang , ia mengutuk diri nya sendiri, membiarkan orang yang di cintainya tersakiti .


"kau akan membawanya kemana kak ?" tanya key yang berada di belakang lexsa , ia mendekat dan melihat wajah pucat sang calon kakak iparnya itu .


"ketempat di mana hanya aku yang tahu ,ketempat impian kita " jawab jhonatan yang membuat key dan jeffry kebingungan tapi dengan lexsa ia tahu kemana jhonatan akan membawa pergi yuna , hanya ia dan jhonatan yang tau di mana tempat itu berada .


"dimana ?"


"kalian tak perlu tahu " jawab nya dingin sembari berjalan keluar melewati jeffry dan key begitu saja


"tapi...."


"key sudah jangan tanya lagi percaya dengan kak jhonatan " ucapnya yang hanya di angguki saja oleh key .


"kalian bersihkan tempat ini jangan sampai meningalkan bukti sedikit pun " perintah lexsa kepada bawahannya .


"baik nyonya " sahut mereka , tak berapa lama mereka mendengar deru helikopter mendarat dan kemudian menjauh dari gedung apartemen yang mereka kunjungi ini .


" kak apa yang harus kita jelaskan pada ibu nanti ?" tanya key pada jeffry


"hah.... aku juga tak tahu " kalut jeffry


"cukup kalian percaya saja , kakak kalian akan kembali suatu saat nanti " kata lexsa sembari berjalan meningalkan apartemen tersebut .


satu bulan setelah kejadian itu berlalu , keluarga kim tidak mendapat kabar apapun dari jhonatan maupun yuna , entah apa yang di lakukan jhonatan pada yuna pun mereka tidak ada yang tahu , bahkan lexsa hanya diam saja saat hyonji meminta nya untuk mencari keberadaan jhonatan hanya kalimat ' percayalah pada anak mu sendiri ,dia tidak akan bertindak bodoh hanya untuk masalah ini ' yang berhasil membukam hyonji seketika dan menyerah akan hal itu .


libur musim ini telah usai banyak siswa dan siswi di easter hing school memulai kegiatan mereka kembali , banyak anak yang dengan antusias bercerita heboh tentang liburan mereka kecuali lexsa , ia tengah sibuk membaca novel yang di kirim 'dia' untuknya ,well walaupun lexsa terkenal di penjuru sekolah ia tetap seorang kutu buku sejak ia masih smp , dengan wajah manis campuran antara asia dan eropa itu nampak larut dalam bacaan nya ,tampa ia sadari bahwa seorang senior duduk di depannya .


"selamat pagi lexsa " sapanya ,membuat lexsa mendongak kan wajah nya untuk melihat siapa yang mengagunya .


"ya ,siapa ?" tanya lexsa dingin ,mata bulat cantiknya yang di bingkai kaca mata berframe hitam itu mencoba mengenali siapa sosok di depannya ini .


"ah ya aku dewa dari kelas sebelah " katanya yang hanya di balas anggukan dari lexsa


"Apakah aku mengagu mu ?" tanyanya lagi


"tidak ,ada perlu apa ?" ucapnya to the poin ' benar - benar ice queen' batin dewa


"sabtu besok apakah kamu ada acara maukah kamu ....."


"nunna besok temani aku ke tempat alat musik ya " sela seseorang dari belakang dewa ,rupanya key yang baru saja datang . menyadari jika lexsa tidak sendirian ia sedikit terkejut ketika melihat senior dari tim basketnya itu .


"eh ? senior ada perlu apa kemari apakah tim basket akan mengadakan pertandingan lagi ?" tanya key


"ehehe itu... tidak aku kesini untuk menemui lexsa "


"ya ,jadi bagaimana lexsa apakah kamu bisa "


"maaf aku sepertinya ada acara dan ya aku akan menemani mu ke toko alat musik key "tolakan lexsa membuat dewa membeku di tempat , ditolak sebelum mendekat .


"ah ... kalau begitu aku kembali ke kelas dulu " ucapnya sedikit awakrad , setelah kepergian dewa key nampak binggu dan menuntut lexsa jawaban dan hanya di tanggapi gendikan dari bahunya saja .


sore harinya lexsa dan key pergi ke toko alat musik di pusat kota , mereka memasuki salah satu toko yang menjadi langanan key dalam membeli senar gitarnya itu , mereka masuk dan key langsung menuju stand gitar membuat lexsa heran "bukanya kau sudah memiliki gitar di rumah ?" tanyanya sembari melihat - lihat body gitar yang terpajang di sana .


"ah ku kesini untuk mengambil pesanan ku kak " sahut key ,tak berapa lama seorang pelayang mendatangi mereka .


"selamat sore , apakah ada yang sesuai selera kalian ?"


"ah ya selamat sore ..ano ... saya di sini untuk mengambil pesanan saya "


"bolehkah saya melihat struk pemesanannya tuan " pintanya dengan sopan ,key mengaguk dan menyerahkan 2 lembar kertas struk kepada sang pelayan .


"baik silahkan melihat - lihat dulu saya akan mengambil pesanan anda " ucapnya dengan sopan lalu berlalu untuk mengambil pesanan key


"so..... untuk siapa gitar ini ?" tanya lexsa sembari menatap key


"untuk roce...." gumamnya pelan ,lexsa dapat melihat jika telinga key memerah dengan pelan


"aigo.... biar ku tebang roce lim dari grub musik itu bukan " tebakan lexsa tepat sasaran membuat key semakin kikuk, membuat lexsa hanya mengelengkan kepalanya saja .


skip


sesampainya di rumah key langsung memasuki kamarnya sedangkan lexsa menuju dapur ia sangatlah haus sesampai nya di sana ia tampa sengaja mendengar pembicaraan para maid di dapur .


"oh apakah benar itu dia tunangan nona lexsa ?"


"ya dan dia berkata seperti itu tadi bahkan sempat hampir menerobos gerbang depan "


"ah maksud mu pemuda yang mengaku temannya tuan muda key itu ?"


"iya ...dan....."


"dan ?" tanya lexsa membuat para maid yang mengosip itu terkejut dan membuat mereka takut seketika


"astaga maafkan kami nona kami tidak sengaja maafkan kami "ucap mereka sembari membukuk takut .


"jelaskan siapa yang datang mencari ku ?" tuntut lexsa ,mereka saling bertukar pandangan antara ingin menjelaskan dan takut akan kena hukuman


"hah ! sudahlah jangan di ulangi lagi aku benci pengosip " ucap lexsa tegas membuat mereka mengaguk patuh , dia berjalan kearah kabinet dan melihat ke arah meja makan dan ia melihat 1 buket mawar merah yang tertata rapi ,tak mau ambil pusing setelah minum ia kembali kekamarnya .


lexsa merasakan lelah luar biasa hari ini kepalnya pusing akibat banyak sekali pelajaran dan extrakulikuler yang ia ikut di sekolah ,tujuannya sekarang adalah mandi dan ingin beristirahat ,saat hendak membuka pintu ia merasa jika seseorang tengah mencoba memasuki kamarnya untunglah kamar itu selalu ia kunci saat ia masuk ia di kejutkan oleh seorang pemuda yang mendorong nya dari belakang hingga dia jatuh tersungkur .

__ADS_1


"ouh shit what are you doing !" bentaknya saat mencoba berdiri ia di tindih tapi dengan tenaga yang tersisa dan dengan sigap dia membalik keadaan dan membanting pria itu .


"aduh ...aarrrgggttt ...sakit !!!! ah lexsa kau kasar sekali dengan calon suami mu ini "


"untuk apa kau kemari keluarlah !" bentak lexsa penuh dengan emosi .


"astaga kucing kecil ku yang manis aku mencoba berbaik hati pada mu hmmm "


BUAK !!!! satu pukulan mendarat tepat di belakang kepalanya membuat ia jatuh tersungkur begitu saja .


"BERANINYA KAU MEMUKUL KU " teriakan penuh amarah itu teredam begitu melihat siapa yang barusan memukulnya


"kau junior brengsek seharusnya kau bersyukur karena ku kau mendapatkan posisi penting di tim " makinya yang hanya di tanggapi seringai oleh jordan dan key .


"oh aku tak pernah sudi punya kapten mesum seperti mu " balas key tak kalah sengit


"cih aku dan lexsa bukanya cocok jika bersama bukan " pernyataan itu membuat lexsa mengernyig jijik well sepertinya manusia yang satu ini penyakit narsisme nya sudah di ambang akut .


"kau ingin jadi pasangan ku ? apa kamu pantas ?" tanya lexsa dengan nada remeh


"tentu saja sayang kau cantik aku tampan kita berasal dari keluarga yang sama - sama memiliki pengaruh bukan "


"berhentilah bicara omong kosong sekarang keluar dari rumah kami ,kau seenaknya datang kemari membuat kekacauan dan kini kau menghalu tingkat langit , dewa lebih baik kamu pergi atau akan aku pangilkan penjaga untuk menyeret mu keluar dari sini !" jelas jordan dengan nada penuh menekanan


"oh ayolah kakak ipar bukanya kamu bangga punya adik ipar seperti ku ?" tanyanya dengan pede , membuat lexsa mengusap wajah nya dan menghela nafas lelah bukan main , jika prianya tahu mungkin dewa besok akan menghilang dan di temukan menjadi mayat di pinggir sungai , ia sangat tahu tempramen seperti apa prianya itu , 'dewa sebaiknya kau berdoa agar pria ku tidak menjadikan mu santapan siang serigala peliharaannya' batin lexsa dengan ekpresi malas ia melirik jordan yang mukanya memerah ,bukan karena malu tapi akibat marah yang ia tahan


"tutup mulut mu itu dan segera keluar dari rumah kami atau aku . tak . segang . untuk . membunuh mu, sekarang enyah lah " ucap jordan penuh dengan penekanan di setiap katanya membuat dewa mengkeret takut dan langsung lari keluar rumah dan pergi ,setelah insiden tersebut ahanya ada key ,lexsa dan jordan di sana .


"nunna kau tak apa ? hampir saja dia melakukan hal yang tidak - tidak pada mu " cemas key telat sedikit saja maka lexsa akan terluka ia tidak menyaka jika dewa melakukan hal gila semacam ini hanya untuk mengejar lexsa ,dia tau desas - desus itu , bahwa dewa jika sudah menyukai sesuatu maka ia akan kejar sampai mati tapi jika sudah bosan ia akan tinggalkan dia begitu saja ,dia tidak akan membiarkan lexsa terjebak apalagi masuk perangkap dari seniornya itu .


"ya aku baik kau tepat waktu ,bisa kah kalian keluar aku lelah dan ingin istirahat "


"baiklah kami pergi kau istirahatlah dengan baik "


"hmmh,"balas lexsa atas perkataan jordan sembari mengaguk mengiyakan .


di tempat lain tepatnya di ruang kerja dengan suasana yang tenang dan rapi bersih itu di kotori oleh hawa yang tidak menyenangkan dari sang pemilik ruangan , nampak hawa gelap di sekitar sang tuan , bahkan para sekertaris dan kaki tangannya pun bergetar takut ,ini semua hanya gara - gara seorang bocah ingusan yang mencoba menyentuh wanitanya , bocah bodoh yang berani membuat perhitungan dengan seorang alpha dari sebuah keluarga mafia terbesar kedua setelah keluarga kim . dengan cara apa ia memberi pajaran pada bajingan itu , hanyalah itu yang ada di pikiranya sekarang .


"beraninya dia menyentuh wanitaku !" bentak nya sembari ngebrak meja membuat mereka takut setengah mati ,


"tu..tuan nona lexsa sudah di selamatkan oleh tuan muda key dan tuan jordan " lapornya


"hng lebih baik begitu , sekertari ze cari setiap detail tentang bocah bodoh itu jangan sampai terlewat " perintah nya


"baik tuan muda " jawabnya sembari mencatat sesuatu yang akan di lakukan nanti .


"tu...tuan... hari...hari ini kita ada rapat dengan...."


"mari kita pergi " ucapnya dingin ruangan yang tadinya tegang kini mendadak mencair begitu saja .


keluarga anarta adalah keluarga mafia dengan bisnis nya, yang luar biasa dalam kurun waktu 3 tahun penerus utama mampu menguasai hampir seluruh pangsa pasar, apalagi mereka bekerja sama dengan keluarga kim, jadi tak heran jika mereka memilik otoritas dan koneksi yang luas . chadies anarta adalah cucu pertama keluarga anarta di tangan dinginya dia mampu mengendalikan usaha sang ayah ,berterimakasihlah pada sang ayah yang dengan setia mengajarinya tampa mengenal lelah dan tampa ampun itu . banyak yang mengira bahwa chadies nasih lajang , namu pada nyatanya dia memiliki seorang gadis yang tangguh di sampingnya saat ini , gadis yang memikat dia saat bertemu saat pertama kali melihatnya .


"sekertari zee apa agenda selanjutnya ?" tanya sang tuan


"tidak ada tuan anda dapat beristirahat " katanya sembari memeriksa jadwal yang sudah di catat rapi di dokumennya .


"bagus lah aku akan pergi kesana " gumamnya yang mampu di dengar oleh sekertarisnya itu


"tapi tuan ...."


"aku hanya merindukan istri ku saja " katanya sembari berlalu pergi ,ia berjalan dengan gaya yang santai banyak mata menatapnya kagum , siapa yang tidak terpesona badan tinggi , kulit putih susu ,rambut yang di tata rapi , wajah tampan yang di anugrahi sepasang mata tajam yang penuh intimidasi , membuat para wanita berteriak karena ketampanan nya itu .


well sepertinya lexsa akan kerja extra besok untuk menghalau chadies untuk tidak membunuh deaa seketika , di sisi lain nampak seseorang tengah meng utak atik komputer yang tengah berada di salah satu laboratorium bawah tanah , ia menyeringai keji saat mendapatkan sebuah nama yang membuat dia menyeringai


"well chadies kita lihat siapa yang menang ku atau kamu" gumamnya, lalu pergi setelah merampas isi dari file tersebut dan pergi meningalkan lab tersebut 10 menit setelah ia pergi terjadi ledaka. besar terjadi dan mampu menghancurkan segalanya.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...


...BY .BLACK ICE _B.I...

__ADS_1


__ADS_2