Black Butterfly

Black Butterfly
PATS 0.1


__ADS_3

gelap satu kata mewakili segalanya ia dapat mencium bau anyir yang begitu jelas bau yang begitu akrab dan hal yang biasa ia hadapi selama ini , lorong itu ia telusuri hanya bermodalkan lampu kecil di atasnya ia membawa kakinya menuju kearah sebuah ruangan dengan pintu bercat putih yang di sana sudah di penuhi oleh bercak darah kering bercak bisu yang mengerikan itu tidaklah membuat dia takut atau pun ngeri , ia membuka pintu tersebut dan masuk kedalam hal yang pertama kali ia lihat adalah seorang pria yang di ikat di diding dan tubuhnya penuh dengan luka cambuk maupun sayat .


sadar akan ada yang datang pria tadi membuka matanya ia melihat sekeliling dan menatap dingin pada orang yang di depannya ini , rasa membunuh yang mengelagak keluar pun tidak bisa ia tahan .


"oh kau sudah sadar " sahutnya yang hanya di hadiahi dengan tatapan tajam dari sang pria di depannya kini , ingin sekali dia robek wajah congkak nya .


"kau tahu sangat menyenangkan bermain dengan anak mu apalagi sekarang dia tengah sekarat " tambahnya lagi , seringai terlihat jelas saat melihat raut wajah itu berubah menjadi dinggin tangan itu mengepal erat .


"kau tahu mungkin dia akan terkejut saat mengetahui bahwa kau masih lah hidup kita liat seberapa jauh dia bisa aku pancing " ucapnya penuh dengan arogansi yang tinggi , pria tersebut masihlah tetap diam , ia harus diam dan tidak terpancing emosi , jika ia terpancing maka keadaan akan semakin rumit nantinya .


"kau masih diam baiklah kita lihat seberapa kuat kau diam saat aku menyiksa mu kembali " ucapnya dengan berang sial ayah anak ini sama saja sama - sama keras kepala , ia dengan tampa belas kasihan melayangkan cambuk itu dengan sadis kearah tubuhnya , cambukan demi cambukan pun ia lontarkan membuat luka di tubuhnya semakin parah .


di lain tempat nampak cadhies tengah dengan santainya memeriksa dokumen yang di kirim oleh anak buahnya ia memeriksa dengan teliti dokumen tersebut , ia menyeringai sedikit mengetahui ada penghianat di kubu baba cleo bukan hanya satu melain kan 10 orang dan mereka dari keluarga samping bukan inti .


"heh bukan siapa - siapa tapi berani mengusik keluarga inti dasar tidak tahu malu " cemoh cadhies sembari meremat kertas yang ada di tanggan nya , tak lama pintu terketuk setelah membiarkan masuk ia dapat melihat gendis masuk bersama gion .


"kami menemukan bahwa tuan besar kim dari keluarga samping telah melakukan kerjasama dengan keluarga liong " lapor gion yang hanya di tangapi tampang dingin cadhies, ia meletak kan jemarinya dan memejamkan sebelah mata nya berfikir bagaimana cara yang sangat menyakitkan untuk membalas mereka .


"aku tahu itu apa ada masalah yang lebih penting lagi ?" ucapnya datar , gion menyerahkan sebuah dokumen yang sudah ia bawa sendari tadi membuat cadhies melayang kan pandangan heran pada bawahannya ini .


"tuan data forensik tentang mayat tuan ale adalah palsu " jelas gendis , yang membuat atensi cadhies tertuju pada dokumen tersebut , gion dan gendis saling menatap dan menunggu reaksi dari boss besar mereka ini


"apa ?! bagaimana bisa ?!" ucap cadhies tidak percaya saat membaca dokumen yang di bawa gion tersebut .


" ya tuan mayat yang di klaim oleh pihak rumah sakit bukanlah mayat dari tuan besar ale kemungkinan besar tuan ale masih hidup sampai sekarang " jelas gion sembari menyerahkan beberapa bukti , foto dan sebuah flasdiks yang sudah ia siapkan .


"cari tahu di mana dia dan aku ingin laporan detailnya secara menyeluruh " perintah cadhies tegas ,ia senang sekaligus terkejut , senang karena mendapat kabar jika calon ayah mertua masihlah hidup , terkejut karena kemukinan besar kematian bibi hyujin juga di palsukan , ia akan menahan spesikulasi ini sampai lexsa sadar dari koma .


"baik tuan " ucap gion patus


"ah iya bagaimana dengan lexsa apa dia sudah bangun ?" tanya cadhies pada gendhis yang hanya di beri gelengan kepala saja .


"belum tuan nona besar masih belum sadar dari komanya "


"ah ..baiklah ...." ucapnya terdapat nada kecewa yang kental saat menerima kenyataan tersebut.

__ADS_1


"ingat jangan biarkan masalah ini bocor keluar atau kalian tanggung sendiri akibatnya " peringatnya dengan aura menekan yang sangat kuat membuat gendis maupun gion bergidik ngeri .


"baik tuan "


"kalian boleh pergi jika tidak ada hal yang ingin di bicarakan lagi " ucapnya setelah ke dua tanggan kanan nya keluar cadhies menyandarkan bahunya di kursi ia nampak diam hingga sebuah pangilan dari posel milik lexsa ia mengakatnya.


"i know is you cadhies " katanya saat ia mengakat telphone dari sebrang ,cadhies hanya memasang raut datar saat ia tahu siapa yang menghubungi kekasihnya ini.


"what do you want catharina ?" ucap cadhies to the point ia tahu lexsa pasti menjalin kerja sama dengan gadis ini .


"2 bulan lalu lexsa dan aku bertemu untuk membahas tentang kejadian masalalu yang melibatkan tuan ale dan bibi hyujin "


"to the point " potong cadhies karena ia sudah menebak kalau mereka terlibat kerja sama , di sebrang sambungan nampak catharina menghela nafas pendek dan di ikuti degusan pelan .


" data yang di minta lexsa sudah aku siap kan dan ada seseorang yang akan mengantar data tersebut " terang nya sembari mengemasi barang yang akan dia bawa kabur agar tetap aman sembari tangannya sibuk menyiapkan barang catharina tetap menjelaskan maksud dari lexsa


"kau tahu ini berbahaya dalam pengambilan dan lexsa tengah ...."


" i know and I will bear the consequences " ucap nya tegas membuat cadhies terdiam sesaat , well dari gaya ia bicara 11 12 dengan menghadapi lexsa tipikal perempuan suka ambil resiko besar dan keras kepala .


"gion keruangan ku sekarang " ucap cadhies melalui telphone yang ada di ruang kerja nya tak berapa lama sang asissten pun masuk kedalam ruangan .


"ada yang bisa saya tuan ?"


"bersiaplah kita akan menyambut tamu besok aku ingin semua aman dan terkendali "


"baik tuan saya mengerti "


di lain tempat nampak seorang wanita tengah mengemasi seluruh pakaian yang ada di lemari ia terburu - buru seolah akan ada sesuatu yang buruk akan menimpanya jika ia tidak bergegas pergi , dengan tergesa ia menaiki mobil nya dan keluar dari area perkarangan rumah menuju jalan utama , merasa di ikuti wanita itu memacu mobilnya lebih cepat lagi hingga pengejaran pun tak bisa di hindari mobil itu terkepung oleh 6 mobil hitam yang asing ia terpepet dengan gesit ia menghindar tapi selalu gagal hingga ia memasuki area hutan .


tampa di duga mobil yang mengikutinya berhasil memblok kade laju jalan nya tak berapa lama segerombolan orang keluar dari mobil tersebut , dengan sigap wanita itu mengeluarkan senjata yang ia pegang sendari tadi ia bersiapa menghadapi kemukinan terburuk .


ia turun dan menyiapkan kuda - kuda untuk menyerang ,


"siapa kalian ?" tanyanya tajam memandang sengit orang di depannya kini

__ADS_1


"kami di tugaskan untuk membunuh mu serang !!!" untung lah ia sempat mengirim kan sinyal bantuan agar ada yang menolong nya , tapi sayang nya ia kalah jumlah ia jatuh terduduk saat menerima pukulan di perutnya dengan kencang .


"cih kau hebat juga tapi sayang kau hanya wanita lemah yang sok kuat " katanya sembari menodong kan pistol kearah dahi wanita tersebut ia tidak bisa bergerak akibat luka yang di alaminya ' sial apakah ini berahir begitu saja ...' rintihnya dalam hati ia memejamkan matanya saat pria itu menarik pelatuknya dan BANG !.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.............................................................. . . ... . . .. .. . ... . . . . . . . . ...。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。ん。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。...


.......


.......


.......


.......


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...


...BY .BLACK ICE _B.I...

__ADS_1


__ADS_2