
Ia berjalan sendiri di tengah ramainya kota dengan pakaian sederhana nya di tambah jaket berwarna hitam bercorak putih tersebut nampak hangat membalut tubuhnya, kaki raping yang di balut sepatu bertahan putih tersebut menjajaki ramainya kota malam itu.
Harini ini adalah hari jadi kota tersebut makanya semakin larut malam makan semakin semarak dan ramainya akan pertunjukan yang di gelar di sana, gadis tersebut dengan santai berjalan tampa rasa takut tersesat, kaki itu melangkah menuju toko di salah satu pojok gang toko yang tidak begitu ramainya maupun sepi tersebut.
Suara loceng kecil dari pintu menyambutnya saat tangan itu mendorong masuk, dan sambutan hangat dari penjaga toko yang hangat menyapa pendengarnya.
"Selamat datang nona, ada yang bisa saya bantu " Ucapnya ramah yang hanya di beri senyum tipis dari gadis itu., ia berjalan mengelilingi rak yang berada di sana ia berhenti pada rak kaca yang memanjang berbagai gelang cantik mata itu tertuju pada gelang berwarna emas dengan ukuran unik dengan bandul silver berbentuk hati.
"Tolong bungkus kan yang ini " Pinta gadis itu, sang penjaga toko pun dengan sigap mengambilkan gelang yang di tunjuk nya tadi.
"Anda sangat pintar dalam memilih gelang, gelang ini melambangkan keberanian dan ketulusan seseorang" Puji sangat pelayan toko tersebut yang hanya di balas senyum tipis gadis itu, setelah melakukan transaksi pembayaran gadis itu melarang keluar dari toko, ia melakukan kaki nya pada sebuah baru di gang sempit yang berada di ujung toko ini.
Dengan santai ia memasuki baru tersebut dan duduk di depan sangat batender yang kini tengah meracik minuman yang ia pesan tak lama seorang pria duduk di dekat nya sembari memesan minum juga.
"Aku kira kau tak akan datang " Ucapnya lalu menyesap minumannya tersebut.
"Kau kira aku selemah itu hingga tidak bisa kabur " Ucapnya sinis yang hanya di tanggapi tawa renyah dari pria di sampingnya kini, pria itu berbalik dan menyadarkan ke dua sikunya kebelakang ke meja baru tersebut.
"Yang aku tahu tuan kim sangat lah peka terhadap hal seperti ini " Ucapnya sembari menatap gadis itu dengan malas.
"He just old Man, forget It, bagaimana dengan benda itu? " Tanya lexsa sembari memandang nuel pria tadi dengan tatapan serius, yang di tatap hanya diam sejenak sembari menyulut rokok yang terapi di bibir nya.
"Hampir selesai, beberapa dari kelinci percobaan itu berahir dengan cara yang mengenaskan " Terang niel yang kini menegang melihat ke depan bayangan kelinci percobaan yang mendapat suntikan dari 2 racun buatan dengan efek yang mengerikan.
"Maksud mu? " Tanya lexsa tidak mengerti niel menatap lexsa datar lalu membenahi cara duduknya.
" Dua racun itu bertolak belakang saat nano zero memperbaiki makan black mamba yang menghancurkan tapi itu terjadi dalam kurun waktu 5 hari "terangnya lalu meneguk minumannya lagi.
" 5 hari? Aku kira racun itu akan langsung menghancurkan inang nya "
"Singkat nya memang begitu tapi bacalah data yang ada di sini aku yakin kau akan terkejut dengan apa yang kami simpulkan "
"Apa cozi dan kun masih berada di lab ku? " Tanya lexsa yang hanya di angukan oleh niel , senyum tipis sekilas terpatri di wajahnya.
"Kalau begitu berikan ini padanya " Ucap lexsa sembari menyodorkan kotak kearah niel yang di beri tatapan binggung darinya.
"Huh? Siapa ? " Tanyanya binggung
"Bukanya kamu tahu siapa dia bukan? " Tanya lexsa sembari menatap niel tak lama wajah bingung tersebut tergantikan dengan wajah tegang dan terkejut saat mengetahui siapa yang di maksud sang nona mudanya kini.
"Sampaikan padanya maaf aku tak bisa datang mungkin lain kali aku akan datang mengunjungi mereka. " Ucapnya sembari melangkah pergi meninggalkan niel yang kini mematung tersebut, sadar ia hanya menatap punggung lexsa yang kini lenyap di balik pintu baru.
*****
Motor ducati berwana hitam tersebut dengan santainya membelah jalanan malam yang mulai agak pegang ia menelusuri jalan yang membawanya ke tepi kota tepatnya pantai yang terdapat der marga pengangkut barang setelah sampai ia memarkirkan motornya dan mulai berjalan dengan santai di dermaga tempat di mana ia berjanji bertemu dengan orang itu.
Pip... Pip.... Pip.... Suara alasan cip yang hanya di miliki para anggota black jade untuk saling berkomunikasi di saat darurat dan menjalankan misi.
"Laporkan " Perintah lexsa setelah menekan cip yang terpasang di telinganya .
"Kami sudah menyelidikinya dan mereka merencanakan pembunuhan setelah melakukan transaksi dengan anda sesuai dengan perintah nyonya besar arzety nona" Sebuah seringai kecil terpampang jelas menghiasi bibir yang tertutup masker tersebut.
"Ho... Jadi wanita tua itu sudah bergerak baik lah.... Aku ingin menurunkan galaxy , mereka harus ready dalam waktu kurang dari 5menit dari sekarang " Perintah lexsa sembari menatap ke arah laut lepas.
"Siap laksanakan nona " Ucapnya dengan tegas tak lama sambungan terputus, hembusan angin laut membelai wajah cantik itu dengan lembut membuat ia memejamkan matanya hanya untuk sekedar menikmati hawa sejuk nan dingin yang di bawakan oleh angin laut.
Mata tajam nan cantik itu terbuka saat mendengar suara dari para anggota galaxy yang tengah versiap menyerang tak lama 3 mobil limosi datang memasuki area tersebut lexsa hanya duduk dengan santai di atas koper yang ia bawa, tak lama 3 orang pria keluar di iringi oleh para bodyguard mereka.
"Aku kira ini akan menjadi sesuatu yang sangat berkesan saat melihat mu pertama kali huh, B.I shii " Ucap salah satu dari mereka lexsa hanya menatap dingin pada mereka tampa menjawab apapun.
"Maaf atas kelancaran dari rekan ku ini tuan " Ucap salah satu yang lainnya setelah menarik pria pertama tadi mundur.
"Ah ternyata kamu jauh lebih pintar dari keledai sungguh ini " Ucap nya sembari menatap remeh kepada mereka bertiga.
"Kami tidak bermaksud membuat keributan dengan anda kami hanya ingin transaksi ini berjalan sesuai rencana " Ucapnya, mereka saling memperlihatkan isi kopernya satu sama lain merasa puas akan apa yang mereka bawa ahirnya mereka saling bertukar.
__ADS_1
Lexsa menyuruh mereka meletakan koper yang berisikan cairan penawar dari black mamba ke bawah saat hendak mengambil koper tersebut.
BANG! BANG! BANG!
Suara tembakan berhasil memekakan telinga lexsa dengan cekatan ia memanfaatkan keadaan tersebut dengan cairan asli yang tersembunyi di balik jas milik bawahan arzety tersebut.
Baku hantam antara anak buah milik black jade dan lim tak terhindarkan, tapi mampu di kendalikan oleh lexsa, berterimakasihlah pada sang papa yang dulu mengebleng nya dengan usaha keras beladiri sejak dini membuatnya begitu luwes menghindari sabetan katana dan tembakan peluru yang di arahkan ke tubuh nya.
*****
Tak berapa lama seluruh anak buah tersebut berhasil di atasi oleh nya , ia menyisir tempat itu, ia tidak boleh meninggalkan jejak sedikit pun kali ini jika ia ceramah makan keberadaannya akan dengan mudah terlacak.
"Bersihkan tempat ini apa kalian mengerti " Perintah nya tegas pada remaja yang kini berdiri di depannya kini.
"Yes sir! " Ucap mereka serentak, ia melangkah keluar dengan santai setelah sampai di motornya ia kemudian melakukan motor tersebut kearah yang berlawanan dan menuju hutan pinggir kota yang berada di barat daya negara ini.
****
Sesampainya di tempat tujuan ia turun dan memasuki halaman rumah sederhana, ia masuk dan di sambut pelayan yang bekerja di sana di balik rumah sederhana tersebut terdapat halaman yang luas dan berdiri beberapa lorong yang menyambubgkannya ke dalam Laboratorium besar yang ada di sana .
Laboratorium yang di bangun khusus untuk nya oleh mendiang sang ibu, ia sendiri juga tak menyangka akan ada hadiah seperti ini yang akan ia dapat dari pengacara sang ibu.
Pintu kaca itu terbuka secara otomatis dengan sensor gerak nya saat lexsa melangkahkan kaki ke dalam laboratoriunm yang berada di paling ujung tempat tersebut, ia dapat melihat kun tengah mengelap tangannya membersihkan cairan pekat yang membasahi tangannya.
"Bermain dengan kelinci lagi eoh? " Pertanyaan lexsa membuat kun dan cozi menolehkan kepalanya kearah lexsa.
"Ya... Dan ini benar - benar tantangan terbesar sulit yang pernah aku lakukan " Ucap kun santai yang mengikuti jejak lexsa yang kini berjalan memasuki ruangannya tersebut yang di ikuti cozi.
"Oh... Apakahh kau berhasil lolos dari penjaga yang di kirim ayah mu? " Tanya cozi sembari menyodorkan sekaleng jus ke arah lexsa yang di Terima apik oleh gadis tersebut.
"Tentu saja ... Hanya saja aku butuh bantuan anak buah niel untuk mengelabui mereka " Ucapnya sembari memain kan bolpoint yang ia pegangan dengan jemari rampingnya.
"Bagaimana dengan transaksi mu? Apa kau sudah mendapat informasi itu? " Tanya cozi sembari melihat kearah lexsa, gadis itu hanya diam lalu menyeringai lebar tak lama tangan tersebut merogoh sakunya dan memperlihatkan benda berwarna hijau terang dengan gliter putih yang jika di sentuh akan terasa dingin tersebut.
"A.. A.. A... I have a rules , and the rules is one shoot all kill " Ucap gadis itu dengan santai.
"Well aku tak bisa membayangkan apa yang dilakukan oleh arzety begitu sadar jika penawar nya hilang "ucap cozi sembari melihat keatas yang hanya di hadiahi gelengan kepala oleh senironya kini.
***
Di sebuah ruangan dengan gaya yang elegan dan mewah nampak begitu menegang kan para bawahan di sana mulai berdoa dalam hati agar masalah yang menimpa sang nyonya segera berahir atau mereka tidak akan tidur dengan nyenyak malam ini.
"DASAR BAJINGAN!!!! ARREGGGHHHHHTTTY! " Teriakan mengerikan tersebut keluar dari mulut milik seorang wanita yang kini nampak kacau saat mendengar bahwa penawar yang ia buat berhasil di curi dalam kegeraman yang memuncak seorang pria dengan rupa yang dililut perban masuk suara tongkat kayu milik nya mampu membuat emosinya memuncak drastis.
"Aku sudah memperingatkan mu bukan? Dia bukan lah gadis yang patut kamu remeh kan " Ucapnya sambil berdiri di depan wanita tersebut.
SRAK! TRING! JLEB! satu kesatuan pisau kecil yang melesat kearah pria tersebut namun gagal mengenai kepalanya hingga ujung pisau tersebut menatap kuat di dinding tepat di belakang pria tersebut.
"Oh sial lain kali ku pastikan itu tidaklah meleset " Ucap nya geram sembari menatap pria itu dengan tatapan tajam.
"Ckckck percuma kau berteriak pun benda tersebut sudah berada di tangan ****** kecil itu bukan, kau kira mudah menjebak nya " Ucap pria tadi sembari tersenyum mengejek.
"Tutup mulut mu jika ia tidak bisa makan pergilah dari sini aku tak ingin melihat wajah mu itu " Hardiknya yang hanya di tanggapi tawa yang begitu menyebalkan yang terdengar oleh pria tersebut.
"HAHAHAHAHA...... Aku peringatkan sekali lagi jika tak ingin gagal makan bekerja sama lagi dengan ku " Ucapnya sembari berlalu pergi keluar dari ruangan tersebut menyisakan arzety dengan tumpukan amarah nya.
BRAK!! Satu gebrakan meja menjadi saksi berapa marahnya dia.
"Alexsandra. Kim. Aku akan membunuhmu sama seperti apa yang di lakukan liong kepada ibu mu " Desis nya penuh dengan amarah yang mengebu - gebu .
****
Matahari mulai menyingsing dengan agung dari perasaannya cahaya hangat itu tidak begitu mengusik tidur lelap dari gadis yang dengan nyaman nya bergelung dengan selimut hingga sinar itu menerpa wajah ayunya yang membuat tidurnya menjadi sedikit terganggu dengan pelan kedua mata cantik nan tajam tersebut terbuka ia menoleh dan melihat jam sontak iya berjengit kaget ia melihat sekeliling dan masih di laboratorium miliknya.
Tak lama seorang pedagang muncul membawakan teh ke dalam.
__ADS_1
"Selamat pagi nona besar "
"Dimana mereka " Tanya lexsa datar sembari menerima uluran teh itu.
"Tuan kun dan tuan cozi masih di lab. Setelah sarapan " Katanya yang hanya di angguki lexsa saja, dengan cepat ia bergegas menyambar handuk dan segera mandi setelah membersihkan diri dan sarapan kilat ia keluar dengan sedikit terburu-buru.
"Jika mereka bertanya bilang aku sedang di buru beruang " Ucapnya meninggalkan pelayan yang kini menatap punggungnya dengan raut wajah binggung.
****
Waktu menujukan pukul 8 pagi dan itu artinya dia harus menghadapi sang ayah duh dia berharap sang ayah belum lah bangun walaupun itu kemungkinannya tipis sekali.
Saat memarkirkan motornya nampak pria dengan tampang garang nya berdiri di depan pintu seolah menunggu putrinya yang semalam tidak pulang tersebut.
"Ho.. Berani pulang kau nona muda " Desis ale sembari menatap tajam putrinya kini yang hanya di balas cengiran tak berdosa.
"Ayolah ayah... Aku hanya ketiduran di montel kok " Rayunya sembari bergelut manja, ale pun yang kesal makin kesal dengan kebohongan putri kecilnya ini
.
Cetak
"Aw.... Aish.... Sakit... " Rintih lexsa sembari memandang dahinya yang memerah akibat di sentil sang ayah membuat nya manyun seketika sedangkan sang ayah tersenyum puas.
"Kau kira papa mu ini sebodoh ayah mu eoh " Ucapnya yang hanya di abaikan oleh lexsa sepenuhnya.
"Paman sudahlah lexsa baru saja kembali biarkan dia masuk " Ucap suara wanita yang berada di belakang nya membuat mereka berdua menoleh secara serempak membuat lexsa mengembangkan senyuman yang sangat jarang ia umbar itu.
"Nunna kau baik se.... Aish papa! " Protesnya belum sempat ia memeluk yuna tangan kekamar itu menarik belakang hoodie milik lexsa dan menyeretnya ke samping tubuh nya.
"Sepertinya kau butuh senam pagi sayang " Ucapan ale merupakan alasan kematian bagi lexsa senam yang di maksud ale sangatlah berbeda jauh artinya. Dengan mata membuat tak percaya ia berusaha meronta untuk lepas dari cengkramannya.
"AAAAA... PAPA.... NO..... NUNNA TOLONG LEXSA....!!!! " teriakan itu sontak membuat yuna meringis lalu hanya melambaikan tangannya sembari memberi semangat pada gadis itu.
Well sepertinya hari yang melelahkan akan lexsa temui sepanjang hari minggu ini ya semoga lexsa masih bisa beraktivitas tampa harus mengunakan plaster untuk menutupi lebam di wajahnya besok.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...
__ADS_1