Black Butterfly

Black Butterfly
PAPA THINK AND SAVE PART 4


__ADS_3

malam semakin mendekat , sang surya pun kembali keperaduannya dengan di iringi hembusan angin yang terasa dingin membuat orang - orang engan untuk keluar ,jalanan yang sepi terpecah dengan raungan suara mobil yang di pacu dengan kecepatan tinggi menuju pingir kota , saat mobil itu memasuki jalan menuju hutan lindung ia menurunkan kecepatan dan berbelok ke jalan tikus yang memang di buat untuk pintu masuk ,tak lama mobil tersebut memasuki perkarangan luas dengan penjagaan ketat yang menjaga sebuah mansion yang di bangun dengan gaya elegan tersebut ,tak lama mobil itu berhenti di depan pintu mansion nampak seluruh penjaga menunduk hormat pada nya .


"apa ada kabar tentang jessy lim ?" tanya sang pegemudi mobil begitu keluar dari mobil yang ia kendarai tersebut .


"untuk saat ini nona jessy sedang menghadiri gala dinner di pusat kota M " kata gendis sembari menerima mantel sang nona muda ia berjalan menuju sofa di sana .


"gala dinner ?" tanyanya heran hingga ia teringat bahwa sang ayah mengajak nya ke gala dinner milik keluarga lim tadi pagi , ia hampir melupakan hal ini .


"benar nona , dan helikopter yang anda pesan sudah datang " ucap gendis lexsa hanya mengaguk puas atas apa yang di kerjakan gendis lalu beranjak dari sana sembari mengatakan .


"baguslah gee bergegas bersiap lah kita juga akan menghadiri gala dinner itu juga " ucapnya sembari memasuki kamar yang di khusus kan oleh nya ini , dengan berganti pakaian kini lexsa nampak menawan dengan night gown berwarna hitam dengan corak merah yang membalut tubuh rampingnya ,rambut di biarkan tergerai dengan sedikit bergelombang dan riasan tipis yang menghiasi wajahnya membuat 'lexsa' semakin cantik dan bersinar , tak lupa hand bag berwarna senada dengan gaunnya , kini 'lexsa' nampak seperti wanita elegan dengan penuh kelembutan .


aula megah nan mewah itu nampak ramai dengan orang - orang yang mengenakan pakaian mewahnya banyak di antara mereka adalah para pejabat dan para penguasa penting dan petinggi pemerintah yang di undang ke acara ini kebetulan yaer mengajaknya ke sana , nampak seorang pria dengan setelan jasnya nampak terpasang pas di tubuh tegapnya tengah megegam minuman di tanganya .


"apakah 'lexsa' sudah dalam perjalan ke sini ?" tanya yaer pada sekertarisnya yang kini mendapinginya .


"ya tuan nona muda sedang menuju kemari dengan helikopternya " ucapnya tak berapa lama suara riuh dari langit membuat seluruh aula menoleh kearah luar penasaran dengan siapa yang datang mereka nampak terpukau saat melihat seorang gadis cantik dengan balutan dress yang simpel namun mewah tersebut turun dan berjalan memasuki hall aula setelah mengisi buku tamu dia memasuki ruangan tersebut dan menjadi pusat perhatian bagi para tamu yang lain .


"astaga apakah dia alexsandra kim putri satu - satu nya tuan kim ?"


"dia cantik sekali sangat berbeda dari foto yang beredar "


"sial yaer sangat beruntung memiliki putri seperti nya "


"oh andai putri ku seperti dia ...blablabla" dan masih banyak pujian yang terlontar semua itu hanya di tangapi senyum tipis namun elegan milik sang nona muda kim tersebut , pemandangan tersebut tidak lepas dari tatapan tajam wanita yang sendari tadi menatap nya tajam , tatap itu mampu di rasakan lexsa tak perlu menoleh untuk mencari tahu siapa pemilik tatapan tersebut


siapa lagi kalau bukan arsety lim pemilik dan penyelengara acara di tempat ini , lexsa mendatangi pamannya dan berdiri di sampingnya .


"bagaimana perjalanan mu (bagaimana dengan persiapan mu?) "


"lumayan apa mereka semua di sini ?(hampir 80%bagaimana dengan disini?)"


"ya ,aku harap kau perhatikan langkah mu takutnya jika kau salah mengijak gaun kau akan membuat diri mu malu(baguslah ,berhati - hati lah banyak penjaga milik arsety) " ucap yaer sembari meneguk minuman yang ada di tangannya , lexsa terdiam sejenak sembari memilin kaki gelas cantik tersebut sembari tersenyum ringan ke arah pamannya .


"ouh apa kau takut aku mempermalukan mu(aku akan bergerak sekarang anak buah ku sudah memberi sinyal nya kepada ku) "


"aku hanya ingin kau baik - baik saja dan mendapatkan pelayanan terbaik disini(baiklah ,berhati - hati lah aku percaya pada mu , serahkan sisanya pada ku ) " ucap yaer kembali sembari menghadap ke pangung karena acara baru saja akan di mulai .


"ya , aku takakan mengecewakan mu ayah (aku akan berusaha sebisa mungkin aku percaya pada mu)" perkataan tersebut hanya di angguki oleh yaer sebagai tanda mengerti .


"ah apakah ini putri satu - satu nya keluarga kim itu ?" pertanyaan yang berasal dari belakang punggung mereka membuat ayah dan anak tersebut menoleh ke arah orang yang bertanya tadi ,nampak di berdiri arsety dan tangan kanan nya , lexsa memandang heran lalu berdiri tepat di belakang ayahnya tersebut ,arsety hanya menyerigai kecil di balik kipasnya .


"ah nyonya arsety ternyata maaf lexsa sangat lah tidak nyaman di tempat ramai seperti ini " jelas yaner yang hanya di angguki oleh arsety .


"oh benarkah sayang sekali padahal acara ini bertabur bintang aku harap dapat menghiburnya " ucapnya ,yaer hanya tersenyum tipis dan mengegam tangan lexsa .


"is ok dia akan menikmati acara ini "tak lama suara mc memecah keriuhan yang mengalihkan perhatian mereka .


"ah sayang sekali tidak bisa berkenalan dengan mu nona muda kim kalau begitu terimakasih atas kedatangannya dan silah kan menikmati acaranya " ucap arsety ramah ia lalu bergegas pergi melewati lexsa dan melirik tajam kearah lexsa yang menunduk , ia puas melihat wajah takut lexsa tak sia - sia ia merekrut bodyguardnya ini , yaer yang melihatnya pergi lalu mendegus dan menatap lexsa yang kini menjulurkan lidah kearahnya .


"kau ini nakal sekali sayang " ucap yaer gemas akan perilaku putrinya ini .


"huh ! dia saja yang bodoh dan tidak pintar mudah sekali di tipu dengan akting kecil ku " ucap lexsa yang di beri gelengan kepala oleh yaer .tak lama acara lelang dan amal pun di mulai masing - masing peserta di beri tempat untuk melakukan penawaran barang milik keluarga lim .


"baiklah para hadirin hari ini keluarga lim akan melelang beberapa benda berharga milik keluarga mereka yaitu blue ruby dengan harga $250 juta " ucap sang mc membuat suasana di hall makin riuh tak selang berapa lama lexsa berpamitan menuju kamar mandi arsety memberi kode kepada tangan kanan nya untuk membututi lexsa dari belakang menyadari hal tersebut lexsa hanya menyeringai tipis saat menyadari tangan kanan itu mengikutinya dari belakang .


ia dengan gesit melompati gedung - gedung pecakar langit deng parkuor nya , dengan pakaian serba hitam yang membuatnya seperti bayangan atau siluet yang lewat saja , ia menetapkan kaki nya di atas atap sebuah mansion yang di jaga ketat ia menyusup masuk dengan hati - hati , setelah membobol pintu ia memasuki sebuah ruangan ,untunglah ruangan itu cctvnya telah di kacaukan oleh timnya gadis dengan topeng abimayu itu nampak dengan sigap meneliti beberapa dokument di ruang tersebut ia hanya memiliki waktu 15 menit untuk keluar dan membawa dokumen yang ada .


di waktu yang sama di dalam hall nampak yaer dengan tenang mengikuti acaranya hingga lexsa berada di samping nya kembali membuat yaer menoleh kearahnya yang hanya di angguki oleh lexsa ,nampak arsety tengah dengan santai mengawasi mereka tak lupa ia menyiapkan wine khusus yang sudah di campur obat bius tingkat tinggi ke dalam minuman yang akan ia berikan nanti ke yaer ,jujur arsety jatuh cinta pada yaer saat pandangan pertama ia tidak sengaja bertemu saat keluarga lim mengadakan kerja sama dengan perusahaan kim corp , dan dia merasa bahwa yaer adalah pria yang sangat sempurna .


tapi sayang yaer begitu dingin dan dia baru tahu jika yaer memiliki istri serta memiliki 3 orang putra dan 1 orang putri ,membuatnya menjadi marah seketika saat mengetahui nya sesaat di tersadar dari lamunan masa lalu nya saat seorang bodyguard mendekatinya .


"ada apa ?" ucapnya sembari melihat ke arah body guardnya tersebut .


"nyonya terjadi masalah di mansion " ucapnya dengan nada penuh ketegasan .


"ada penyusup dan banyak penjaga tewas terbunuh di dalam mansion nyonya " berita tersebut sontak membuat arsety geram .


PRANG!!!


"dasar penjaga bodoh kenapa kalian tidak becus menangani masalah ini ha ,!" bentak arsety sembari mencengkeram kerah baju bawahannya tersebut .


"ka...kami tidak tahu nyonya dia orang yang hebat makannya banyak dari kami yang terbunuh " ucap bodyguard tersebut sembari menelan rasa takut saat menghadapi arsety yang marah .


"dasar sampah ! ayo kita kembali !" ucap arsety penuh dengan nada marah yang amat kental ,saat melihat kearah yaer dan lexsa nampak tenang saja seolah tidak terjadi apa - apa membuatnya bergegas menuju mansion nya .


ia berlari menghindari kejaran dari para bodyguard milik lim suara tembakan dari belakang memacu larinya hingga ia menemukan montor miliknya ,setelah menaiki motornya ia memacu montor tersebut dengan kecepatan penuh , saat menuju arah kota nampak 4 mobil hitam dan 3 pengendara montor lain mengejarnya dari belakang 'sial, ini tidak akan berahir dengan mudah ' batin inernya sembari memikirkan jalan keluar ,ia merogoh bom kecil yang ia bawa untuk berjaga jaga tak lama ia menekan 3 bom tersebut dan melemparkan ke arah belakang dan ..


CTIK !!


DUAR !! DUAR !!! DUAR !!!

__ADS_1


ia menjetikan jari dan bom itu meledak mengenai 4 mobil yang langsung terguling menghantam mobil lainnya tapi sayang nya 3 orang lainnya berhasil lolos , suara ledakan itu hanya sesaat tak lama sebuah sengatan dari peluru tajam ia rasakan di bahu kirinya tapi dengan cekatan ia mampu mengendalikannya , ia masih memacu motornya dengan kecepatan penuh lalu mengirim sinyal dengan menyalakan kembang api , tak berapa lama 4 orang assasing datang dan membantunya 2 tembakan dan 1 pertarungan di atas kendaraan roda dua itu pun tak terelakkan tak butuh waktu lama para assasing tersebut berhali mengalahkannya dan mereka melindungi tuannya .


montor itu ia pacu ke arah markas besar nya ia turun dari sana berjalan menuju kedalam ruangan di sana sudah ada cozi yang menunggu nya , ia mendapat kabar jika sang nona terluka tembak .


di aulla hall acara hampir berahir dan 'lexsa ' menerima kabar bahwa nonanya terluka parah ia memberi kode ke yaer dan di tangkap dengan apik oleh sang ayah .


"kau sudah mengantuk baiklah kita pergi dari sini " ucap yaer sembari mengandeng lexsa ke arah pintu utama hall belum sempat mereka beranjak seseorang datang dengan gagahnya berdiri di depan mereka siapa lagi kalau bukan tuan besar lim ,nampak pria berusia tersebut tengah menatap yaer dengan senyum ramah .


"ah maaf atas tindakan kurang sopan ku karena tidak menyambut anda dengan baik tuan kim " ucapnya sembari berjabatan tangan dengan yaer tersebut sedangkan 'lexsa'hanya mampu tersenyum lembut dan melihat seorang pemuda yang menatap nya dengan penuh puja itu tapi ia memilih diam dan berpura - pura tidak tahu .


"ouh bukan masalah untuk ku acaranya sangat bagus dan meriah " balas yaer ramah


"begitukah lalu kenapa anda ingin segera pergi sepertinya terburu - buru " kata pria itu saat melihat yaer nampak mengandeng seorang gadis seusia cucunya itu, mengerti akan hal itu yaer mengandeng 'lexsa' dan mengarahkan ke sisi nya .


"tentu saja tidak ,ah ya ini lexsa putri kecil ku ,dia tadi menemani ku ,sepertinya dia sudah lelah dan aku memutuskan untuk membawanya pulang " ucapnya dengan alasan yang begitu mulus padahal dia sangat khawatir tentang dia yang terkena luka tembak .


"ah kalau begitu sayang sekali ,ah kalau begitu terima ini ,angap saja sebagai kenang - kenangan dari ku " ucap tuan besar lim sembari menyodorkan sebuah kotak yang berisikan perhiasan gelang yang sangat cantik yang hanya di desain khusus dan satu - satunya di jeluarga lim .


"kenang - kenangan ?" tanya 'lexsa' polos sembari menatap tuan lim ,ia hanya terkekeh gemas .


"ya ,ah apa lexsa sudah memiliki pasangan ?" tanyanya halus ,membuat yaer menatap tak percaya ' matilah semoga setan kecil itu tidak tahu jika tahu maka akan jadi bencana' teriak iner yaer , yaer mendegus pelan dan tersenyum profesional ke arah tuan besar lim


"tentu saja sudah dan malam semakin larut saya pamit undur diri kalau begitu" potong yaer dia tahu kemana arah pembicaraan ini jika lexsa tahu mungkin dia akan menargetkan lim sebagai umpan untuk memancing keluar para tentua yang terlibat dalam pembunuhan ibu nya .


saat kepergian yaer dan lexsa nampak seorang pemuda muncul dengan wajah tampan dan tubuh tegap berisinya ,ia melihat lexsa penuh damba wanita itu yang dia inginkan lugu ,polos dan mudah di perdaya yang akan tunduk padanya .


"kakek aku akan menikah tapi harus dengan dia " ucapan sang cucu itu membuat tuan besar lim mengerut tidak suka .


"dia ?maksud mu nona besar kim ? apa kau gila dia memiliki pasangan dan lagi pula usianya baru 17 tahun " tetang nya ia tak habis fikir dengan jalan pikiran cucunya ini ,jangan sampai ia menyigung keluarga kim atau hasilnya sangat mengerikan apa lagi yaer adalah keluarga inti selain mendiang tuan besar alexander kim yang merupakan orang yang di hormati dan berpengaruh tersebut.


"aku tidak peduli kakek dia harus jadi istri ku " ucapnya tak terima yang membuat para tamu yang mendengarnya berbisik - bisik akan apa yang cucunya ini ucapkan membuat nya semakin geram saja .


"berhentilah bermimpi bagaimana pun kau tak sebanding dengan putri keluarga yaer kim " ucap nya lalu beranjak pergi meninggalkan sang cucu yang kini tengah menunduk malu akibat perkataan sang kakek tadi ,tidak dia akan melakukan segala cara agar lexsa menjadi milik nya sekalipun ia harus menodainya.


di tempat lain lexsa yang asli tengah mendapatkan perawatan dari cozi dan mendengar semua kejadian melalui cip yang terpasang di gaun milik gee yang menyamar menjadi diri nya untuk mengikuti pesta .


"nona sudah selesai anda harus beristirahat beberapa hari ,ah iya anda harus mengurangi latihan yang berat agar luka anda tidak terluka lagi " ucap cozi sembari membereskan pelengkapannya .


"ya terimakasih atas perawatannya" ucap lexsa , cozi menatap lexsa sembari tersenyum menawan .


"sudah menjadi tugas ku kalau begitu saya mohon undur diri dulu nona selamat malam " ucap cozi sembari menunduk dan berjalan pergi , setelah kepergian cozi nampak hp milik lexsa bergetar tanda pangilan masuk ,ia sedikit mengerutkan keningnya saat nomor asing itu masuk , ia lalu mengakatnya .


"thank you for calling lexsa speaking my assist you ?" ucap lexsa tetapi tidak ada sahutan di sebrang sana melain kan suara decakan penuh kekaguman yang sedikit mengagu nya .


"ehm? jika tidak berbicara baiklah selamat..." ucapan lexsa terpotong oleh suara gaduh di sebrang sana dan membuat mengerutkan kening nya heran .


"ah ...hei jangan di tutup dulu " katanya lexsa hanya menatap datar ponselnya kini , apa dia sedang di kerjai oleh orang iseng , tak lama ia merasakan nyeri di bahunya membuatnya mengernyit sakit .


"huh ? who are you ?" tanya lexsa to the point sembari membiarkan perawat memasangkan jarum infus dan jarum trasfusi darah ke tangannya .


"aku brian lim...kakak ke dua dari arsety lim " ucapnya yang hanya di balas degusan malas , ia tahu itu karena kontak lensa matanya terhubung dengan kota lensa milik gee tadi dan dia melihat pria tersebut membuatnya geli , jika prianya tahu mungkin dalam kurun waktu 24 jam pria itu akan lenyap di tangan posesif nan dingin milik kekasihnya .


"ouh ok...lalu ada keperluan apa anda menelphone saya ?" tanya lexsa memancing nya dengan suara lembut yang membuat gee yang baru saja datang mengerutkan keningnya 'apa tuan muda menghubungi nona ?' tanya iner gee sembari berdiri dan membawa pakaian ganti untuk nona nya kini .


"apakah kau punya waktu luang besok ,aku akan mentraktir mu di hotel milik ayah ku di kota B bagaimana ? " ajakan tersebut membuat lexsa tertawa kecil yang membuat brian tersenyum senang karena mengira lexsa akan mensetujuinya .


"maaf tuan saya sangat sibuk jadi saya tidak bisa kalau begitu selamat malam " tandas lexsa sembari mengehela nafas kesal , gendis yang melihat itu pun nampak binggung


"apakah tuan cadhies tahu jika nona muda terluka ?" tanyanya sembari memberikan dan membantu nona nya memakai pakaian


"bukan itu tadi brian lim " ucap lexsa santai membuat gendis membulatkan matanya


"apa ? astaga dia punya nyali juga untuk menghubungi anda " ucap setengah tidak percaya , lexsa hanya terkekeh sembari melepaskan aero chip yang berada di telinganya dan kontak lens yang ada di matanya sembari menyerahkan ke gendis ,yang di terima oleh gendis dan merapikanya kembali .


"sudahlah jangan di bahas bagaimana keadaan ayah " tanya lexsa sembari menyamankan posisi nya duduk di atas ranjang sembari di bantu membenarkan selimutnya oleh gendis .


"tuan yaer sudah kembali nona ia memberi perintah untuk menjaga nona malam ini dan besok pagi baru menjeput nona " ucapnya membuat lexsa mengaguk dan melihatke bingkai foto yang berada di samping mejanya


"katakan pada ayah aku baik - baik saja besok tidak usah kesini karena aku akan langsung berangkat ke sekolah dari sini " perintahnya yang hanya di angguki dengan patuh oleh gendis


"kalau begitu saya pamint undur diri dulu nona selamat beristirahat " ucapnya lalu pergi dari ruangan tersebut sembari menutup pintu kamar tersebut setelah kepergian gendis lexsa hanya menghela nafas lelah nya , ia berbaring sembari menyamankan posisi nya lalu melirik ke arah infus yang berlum berkurang tersebut , ia hanya menghela nafas lelah lalu jatuh tertidur akibat dari efek obat yang dia minum .


setelah dia terlelap nampak seorang pria memasuki ruangan tersebut ia mengernyit dahinya saat melihat wajah lexsa pucat pasi dan menemukan selang infus dan kantung darah yang masih berkurang sedikit itu menempel apik di tangan nya .


ia melepaskan jas dan menganti pakaiannya ,setelah membersihkan diri dan berganti pakaian pria itu nampak menaiki ranjang dan memeluk lexsa dengan hati - hati agar tidak menyakiti bahu nya .


"malam ini tidur lah karena besok aku akan menghukum mu ,kau nakal sekali sayang " ucap nya sembari mengecup dahi lexsa yang membuatnya mengerut sebentar lalu menyamankan posisinya lagi di dekapan hangat milik pria itu .


matahari pagi mulai menyingsing sinarnya mengusik seseorang yang tengah tertidur di ranjang besar tersebut menyadarkannya. tak lama mata tajam nan cantik milik lexsa terbuka secara perlahan saat hendak mengerakan tangannya ia baru sadar jika ada lengan yang melilit di pingangnya dengan lembut ia menoleh dan mendapati wajah damai cadhies yang tertidur tersebut .


merasa terusik mata tajam nan dingin itu terbuka dan menemukan kekasihnya tengah membelai sisi pipinya ,ia menakap tangan halus tersebut lalu mengecupnya sebentar .

__ADS_1


"selamat pagi sayang " ucap lexsa sembari membelai pipinya mata itu semakin menatapnya tajam membuat lexsa semakin gugup akan amarah sang kekasih , ia meringis kecil ketika tangan kekar tersebut membelai lembut luka di bahunya .


"apa masih sakit ?" ucapnya serak khas orang bagun tidur ia bangkit dan melihat lexsa yang terbaring di sampingnya .


"ya masih lumayan sakit " ucap lexsa kecil sembari tersenyum di paksakan .


"kalau begitu tidurlah lagi " perintah nya sembari beranjak dari tempat tidurnya .


"apa tapi aku harus..." perkataan lexsa terpotong dengan tatapan tajam cadhies membuatnya berkerut takut , yais kekasihnya ini kalau marah menyeramkan sekali .


"kau di larang pergi sebelum sembuh aku akan mengajukan cuti untuk merawat mu " titahnya membuat lexsa mengagah tak percaya ia menatap cadhies yang kini tengah membawa sebaskom air untuk membersihkan tubuhnya ,


"ta ...tapi ..." ucapan tersebut di iringi desisan sakit saat kain kain tersebut tidak sengaja mengesek lukanya membuat cadhies menghentikan sejenak dan melanjutkan melepas baju milik lexsa .


"tidak ada penawaran nyonya muda anarta , aku akan mengawasi mu 24 jam " ucapnya sembari mengelap tangan putih milik lexsa dengan perlahan mengunakan haduk yang sudah di basahi oleh air panas tersebut .


"yaish aku hanya terkena peluru kecil " protesnya membuat cadhies mengertakan giginya menahan amarah ,tidak bisakah kekasihnya ini menghargai nyawanya sendiri ? jika dia tahu hatinya gelisah srpanjang malam takut akan kejadian itu terulang kembali , sadar ucapan nya salah lexsa hanya menunduk takut sembari meremat ujung selimutnya .


"ya kamu terkena peluru kecil , peluru yang hampir membuat mu koma ? itu nemang kecil tapi aku hampir kehilangan mu ! kau tahu itu hampir membuat ku kacau " ucap cadhies sembari mencengkeram pundak lexsa lalu memeluknya erat,ia takut kejadian waktu itu terulang kembali ia masihlah merasa takut .


di sisi lain nampak ale dan yaer yang telah mendapatkan surat perjanjian tersebut nampak tenang dan melihat lelaki tua yang kini mendapatkan siksaan di depannya kini


"ampun tuan ....aku bersalah ....aku hanya menuruti permintaan tuan besar kim " rintihnya sembari mengigil ketakutan .


"ho....tuan besar kim siapa yang kau maksud " ucap ale sembari duduk dan melihat dokumen yang baru saja pria tua itu tanda tangangi


"andrew kim dan ilyash kim mereka terlibat dalam rencana besar tersebut " ucapnya setelah mendengar nama 2 orang kepercayaannya membuat ale semakin emosi untung lah yaer menghentikan tindakan gegabah milik ale .


"siksa dia sampai mengatakan hal yang sejujur nya " perintah yaer sembari menyilangkan tangannya di depan dada .


"TIDAK TUAN AKU NENGATAKAN HAL YANG SEBENARNYA ......MEREKA MENYURUH KU MENJUAL PABRIK SENJATA MILIK TUAN TAMPA SEPENGETAHUAN TUAN BESAR LIM AGAR TUAN TERJEBAK DAN MEMBINASAKAN KELUARGA LIM !" teriaknya ketika besi panas itu akan di layangkan ke arah tubuh nya sebuah gerakan tangan dari yaer membuat anak buahnya menghentikan gerakan anak buah nya .


"katakan apa yang kau dengar lagi " perintah ale yang semakin meradang itu.


"tuan besar kim dari keluarga samping ingin melenyapkan keluarga inti dan saingan bisnis keluarga kim agar mereka bergerak bebas mengembangkan nano zero , tapi sayang ekperimen yang mereka lakukan justru terbongkar oleh nona besar lexsa " jelasnya ,hanya itu yang dapat ia dengar dari informat yang ia tugaskan untuk menyelidiki mereka ,berharap informasi ini dapat membebaskannya dari kematian yang sekarang berada di ujung tanduk itu .


"apa ? lexsa berhasil menagkap mereka ? ucap ale tak percaya


"benar tuan dan dengan tertangkapnya baba liong membuat kedua orang itu berang dan memanfaatkan nona arsety lim dan kini mereka bekerja sama dengan jerad kim " lanjutnya dengan nada penuh harapan agar ia terbebas dari cengkraman 2 harimau ini .


"ok termakasih atas info nya ini sangat lah berguna " ucap yaer yang tersenyum puas akan hal tersebut membuat pria itu ikut berbinar senang


"tuan ...aku mohon bebaskan saya " mohonnya penuh dengan pengharapan itu


"baiklah. ." ucap ale sembari berdiri dan mendekatinya senyum mengerikan tepatri di depan pria yang kini nampak pucat pasi akibat pistol yang di todongkan kearah nya kini .


BANG !


sekarang kamu sudah bebas bukan aku harap kau bisa hidup dengan tenang " ucap ale sembari menyimpan kemvali pistolnya , setelah menandatangani surat pengembalian saham dari tangan jessy ke tangan mereka ia lalu menyerahkan berkas tersebut ke pengacara nya untuk di tindak lanjuti lebih lanjut .


"mereka mengincar nano zero dan lexsa sekarang apa yang harus kita lakukan lex " ucap yaer sembari keluar dari ruangan tersebut membiarkan para bawahannya yang bekerja membersihkan kekacauan yang terjadi .


"jika mereka mengiginkan kematian maka kita akan kabulkan bukan begitu " ucap ale sembari tersenyum kejam , well demi surat ini putrinya terluka maka mereka harus menerima luka yang sama dan jauh lebih mengerikan dari apa yang putrinya dapat .


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...

__ADS_1


...BY .BLACK ICE _B.I...


__ADS_2