
ia berdiri dengan angkuh di sana menatap matahari yang sebentar lagi akan terbit pria itu nampak berdiri kokoh sembari menyulut rokok nya pikirannya kalut akan hal yang di sampaikan oleh sang calon ayah mertua kemarin membuatnya semakin tidak tenang .
FLASHBACK ON
Setelah pertemuan mendadak tersebut membuat cadhies berhadapan dengan ale yang kini nampak santai menyeruput kopi yang mereka pesan berbeda dengannya membuat suasana makin tegang dengan memperhatikan gerak - gerik sang tuan besar kim tersebut .
"bagaimana kabar mu nak ?"tanya sang ayah mertua sembari melihat kearah cadhies yang kini duduk di depannya kini .
"saya baik paman " ucap cadhies gugup ia tahu jika pria di depannya kini adalah ayah kandung sang kekasih ,saat ini ia mengerahkan anak buahnya untuk mencarinya tapi siapa sangka ia di datangi sendiri oleh sang ayah mertuanya ini .
"oh kau sudah tidak mencintai putri ku lagi hingga memanggil ku paman ?" ucap ale sembari menatap tajam cadhies yang kini kelabakan mencari alasan akibat panik yang menyerangnya .
"bu...bukan begitu pa...ayah bukan begitu aku masih mencintai lexsa ayah " ucap cadhies panik , ia hapal watak sang ayah mertua jika sang ayah mertua tahu apa yang di alami lexsa belakangan ini maka habis lah dia .
"ho....aku menjadi meragukan mu " kata ale sembari menyandarkan punggungnya di kursi caffe tersebut ,membuat cadhies membeku sesaat mendengar hal tersebut .
"huh ? kenapa anda meragukan saya ?" tanya cadhies penasaran lalu melihat ale , tak lama pesanan mereka datang setelah beberapa keheningan cadhies melihat ale dengan santai nya menyeruput kopi pesanan nya , membuat cadhies harap - harap cemas ,oh ayolah ...ini jauh lebih menegangkan dari menonton flim horor
"aku dengar putri ku hapir terbunuh satu kali dan terluka di bagian punggung nya ,kira - kira apakah aku akan melepaskan putri ku ke kamu dengan begitu saja ?" ucap ale sembari menilai perubahan raut wajah pria di depannya ,nampak pipi rahang itu mengeras akibat perkataannya ,jujur apa yang di katakan ale ada benarnya ia kurang menjaga kekasihnya dengan baik , tapi apakah ale akan memisahkan mereka atas perkara ini .
melihat kekalutan calon menatunya ini ia sedikit menyeringai ternyata gertakannya ampuh juga .
"apa ini artinya anda tidak ..." perkataan cadhies terhenti dengan gerakan tangan ale yang menyuruhnya berhenti menarik kesimpulan yang ngawur itu .
"jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan nak ,kau tahu lexsa akan marah jika hal pribadinya di usik oleh orang lain & kau tahu ia sangat menyayangi mu " ucap ale sembari mengeleng pelan dan menatap tajam menantunya kini
"jadi maksud anda ...." tanya cadhies pelan ,ale nampak diam sejenak sembari menyandarkan punggung nya kembali ke kursi .
"kau tahu di badan lexsa dan diri mu terdapat nano zero yang sukses di kembangkan dan itu adalah keberhasilan yang nyata pada ekspaerimen hyunji dan kau tahu ada sedikit kesalahan yang hampir membuat nyawa lexsa melayang waktu itu "ucapnya mulai menjelaskan situasi yang mereka hadapi saat ini .
"...." cadhies hanya terdiam sembari memberi anggukan pertanda ia mengerti apa yang mereka bahas kali ini .
"hampir seluruh tubuh lexsa membiru dan jantungnya berhenti berdetak , kami semua panik begitu juga hyunji , kami tak tahu jika yuan memiliki kelainan jantung dan itu berakibat fatal awalnya aku kira nano zero telah merusak jantungnya tapi nyatanya jantung itu tidak rusak melainkan membaik " jelas ale sembari melihat keluar jendela cadhies hanya mengerutkan dahinya binggung .
" so .. kenapa anda sangat khawatir kalau begitu bukannya bagus , dan itu adalah hasil yang sangat di inginkan bukan ?" tanya cadhies sembari menatap ale dengan serius .
"ya ,memang seperti itu tapi belakangan ini kondisi yuan drop bukan .... dia juga pernah menghirup racun bunga dan pernah jatuh sakit bukan , kau tahu nano zero bisa meningkatkan kekebalan tubuh manusia dengan cepat dan itu seharusnya berlaku untuk yuan tapi saat yuan terselamatkan ternyata dia terkena racun lain ..." penjelasan ale membuat cadhies teringat tentang dokumen yang di sembunyikan di lab hanya dia yang tahu bahwa itu juga racun tapi lebih berbahaya daro racun yang ada di dunia ini .
"black zero mamba " potong cadhies yang membuat ale terkesikap sejenak lalu menatap cadhies dengan seksama lalu mengaguk meng iyakan apa yang cadhies tebak .
"ya benar , black zero mamba yang di suntikan oleh zety lim rekan setim hyunji hanya karena mengetahui aku sudah menikah dan memiliki yuan ,ia mencoba menghancurkan keluarga ku untunglah kami tahu dan berhasil menyelamatkan yuan " jelas ale sembari mengepalkan tangannya
"apa ? lalu apakah ada penawarnya ?" tanya cadhies karena saat ia membaca result nya black nano mamba belum memiliki penawar akan sangat berbahaya jika di manfaatkan oleh orang jahat kedepannya .
" black zero mamba belum ada penawarnya dan apa bila black nano mamba di picu maka orang yang terkena pun akan mati seketika dengan jantung yang hancur " ucap ale membuat cadhies tertegung di tempat .
"dan racun itu sudah merambat di jantung yuan semejak kecil maka dari itu kenapa aku mendirikan black jade dan black horse karena aku ayah yang gagal ,gagal dalam melindungi nya " penjelasan tersebut membuat cadhies tidak tenang ia akan mengila jika lexsa benar - benar meningalkannya sendirian , ia tidak akan membuat lexsa jatuh koma atau sakit lagi itu sangat menyakitkan .
"ini kah alasan kenapa paman memberikan lambang giok hitam dengan ukiran naga dan phoenix yang mencengkeram golden flower ?" tanya cadhies sembari mengeluarkan giok yang memang miliknya tapi bedanya giok tersebut berwana emas dan hitam berbeda dengan milik zutto atau pun niel , golden dan hitam berarti sang pemilik adalah tuan mereka .
"ya ...,itu adalah lambang dari hyunji sang phoenix dan naga adalah aku sedangkan golden flower yang rapuh adalah yuan " ucap ale sembari mengelus giok yang berada di hadapannya kini giok yang nampak kokoh tapi jika di beri tekanan sedikit akan hancur berkeping keping .
"bukanya kau menangkap zety ? kenapa kau tidak memaksanya untuk membuat penawarnya " tanya cadhies , ia tidak mau kejadia di mana nyawa lexsa hampir terengut oleh sebuah peluru atau benda tajam ,ia tidak mau jika lexsa haris berada di ranjang pesakitan lagi ia tidak mau .
"kita sudah menangkap zety tapi dia berhasil lolos dengan bantuan jerad serta menculik tio wilson liong , anak kecil berusia 10 tahun , bocah yang sengaja di jual ayahnya demi ekperimen tapi sayang anak itu tewas akibat ekperimen yang mereka lakukan " terang ale lalu menyerahkan giok itu kembali ke hadapan cadhies , ia melihat tangan cadhies mengepal erat sembari menahan amarahnya .
"mereka biadap ! seharusnya lexsa membunuh liong waktu itu !"geram cadhies berapi api
"dan membuat dedam baru terbentuk ?" tanya ale santai membuat pria muda di depannya kini nampak kebingungan akan pertanyaan sang ayah tersebut .
"maksud ayah ? bukanya itu adalah sebuah kosekwensi yang di terimanya bukan "ucap cadhies sembari menaikan satu alisnya heran .
"chatarina memohon ke yuan untuk mengampuni ayahnya , ia tidak bisa berjanji akan hal tersebut kau tahu para tentua inti akan memburunya "terang ale untunglah kaki tangannya masih setia dan saat ia kembali ia melaporkan segala sesuatu tentang apa yang di lakukan putrinya belakangan ini .
"aku tahu itu ayah tapi ini gila ,belum kelar masalah nano zero muncul lagi masalah ini " ucap cadhies frustasi , ia masih tercengan akan penyerangan lexsa dan sekarang di tambah kasusu baru ini .
"ini adalah tugas mu , misi mu selanjut nya tapi jangan sampai yuan tahu " ucap ale sembari tersenyum kearahnya , ia menyilangkan tangannya di depan dada sembari menatap rupa frustasi pria itu kini .
"baik lah aku ambil siapa yang akan menjadi patner ku kali ini ayah " ucapnya pasrah ia harap dengan misinya kali ini lexsa akan dapat selamat dan tidak meningalkan dia seorang diri lagi .
__ADS_1
"aku dan yaer kita akan berangkat bulan depan ,tapi ingat jangan sampai yuan mengetahui rencana kita atau rencana ini akan gagal sepenuhnya biarkan dia fokus ke nano zero kita hanya mengejar penawar dari black nano mamba " perintahnya dengan nada tegas sembari menyodorkan sesuatu di balik kartu yang ia sodorkan tersebut .
"baik ayah aku mengerti " ucap cadhies sembari menerima sebuah chip yang terselip di kartu nama yang di sodor kan ale .
FLASHBACK OFF
lama ia berdiri hingga tak sadar sebuah lengan ramping memeluknya dari belakang membuat pria tersebut tersenyum senang mengetahui gadisnya ada di sini, ia membalikan badan dan memeluk erat gadis tersebut .
"selamat pagi sayang "uicap cadhies lembut sembari mengecupi tangan tersebut ,badan kekar tersebut berbalik dan memeluk serta mengecupi kepala lexsa dengan sayang .
"hng ... semalam kemana ? aku pulang ke markas kau tidak ada di sana ? apa yang sedang kau .." tanya lexsa bertubi - tubi ah ia lupa memberitahu wanitanya makanya wanita ini sedikit rewel kali ini .
cup ! satu kecupan di bibir lexsa mampu menghentikannya membuat lexsa tersenyum geli
"aku cup tidak cup...apa cup ...apa cup " ucap nya sembari mengecupi bibir merah bak buah cherry matang tersebut tampa pewarna yang biasanya wanita di luar sana pakai , lexsa memiliki warna bibir yang merah alami membuat siapa saja melihatnya ingin ********** tampa melepasnya , ia menjauhkan diri dari lexsa sejenak melihat lexsa yang berseragam rapih lalu melihat kearah jam tangannya waktu menujukan pukul 6 pagi berarti lexsa harus bergegas berangkat atau mereka bisa terlambat .
"sudah sarapan?" tanyanya ,yang hanya di angguki oleh lexsa ,cadhies menuntun lexsa ke mobil dan membuka pintu mobil milik nya , mereka berangkat dari pinggir pantai menuju pusat kota untuk mengantar lexsa sekolah .
sesampainya di depan gerbang lexsa masih di dalam mobil dan melihat kearah cadhies lalu tersenyum dan mengecup pipinya ,
"terimakasih dan aku percaya pada mu " ucapnya lalu beranjak pergi yang mengabaikan raut binggung cadhies ,entah kenapa rasa takut mengerogoti hatinya , takut akan kehilangan sesuatu yang penting dari hidupnya .
tak terasa malam pun datang , wanita itu dengan santai berdiri di atas gedung tempat yang di targetkan sebelumnya , ia menyusup dengan hati - hati memasuki gedung tersebut dengan terlatih ia menghindari dan menghilangkan jejak dari tempat kejadian perkara , saat mencari dokumen itu matanya tak sengaja melihat cairan berwarna orange dengan glit gelap yang berpendar cantik namun tajam ia pun mengambil sampel tersebut ,belum sempat ia mengambilnya ia mendengar suara langkah kaki memasuki ruangan tersebut ,dengan sigap lexsa bersembunyi di bawah meja tersebut , nampak orang tersebut masuk dan menyalakan lapunya ia diam sembari mengatur nafas pelan , tak lama ia mendekat kearah nya ia mengegam belati nya bersiap untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi .
belum sempat ia mendekat sebuah dering ponsel mengalihkan perhatiannya ia mengakat telphone tersebut sembari duduk di atas meja .
"ya ada apa ?" tanyanya denga. duduk di atas meja tempat lexsa bersembunyi .
" kau di suruh bos untuk datang " ucap suara di sebrang sana ,membuat wanita tersebut memutar bola matanya malas .
"cih pria tua itu lagi ,bukan kah black zero sudah aku berikan ke dia ?" tanya wanita tersebut sembari berdecih pelan .
" ya ,beliau ingin kau datang untuk makan malam bersama " ngoto pria tersebut membuat wanita itu geram bukan main mendengar apa yang dia katakan tadi .
"bilang ke dia kalau aku tidak akan pernah menghadiri acara bodoh semacam itu lagi ,jika tidak ada lagi maka akan aku tutup " ucapnya sembari menutup telphone nya ia mengambil barang di lemari kaca dan setelah itu keluar , lexsa termagu sejenak saat mendengar nya ' black zero mamba ?' tanya iner lexsa ,ia bergegas keluar sembari membawa benda tersebut ,tampa lexsa sadari setelah kepergiannya ,wanita tadi masihlah di luar pintu tersebut ketika masuk kedalam dan menemukan botol itu hilang membuatnya menyeringai senang karena pancingan yang ia pasang mendapat sambaran telak .
"well gadis manis kita bertemu lagi ,yuan yu kim " guma wanita tersebut sembari melihat ke jendela luar .
di tempat lain nampak cadhies dan yaer dengan santai memasuki hall pertemuan kaum elit ,ya apa lagi kalau bukan lelang barang dan makan malam antar perusahaan yang diadakan tuan albert .
mereka nampak tenang dan seperti tamu pada umumnya tak lama seorang wanita dengan gaun malam mewah nya datang nembuat para tamu tidak bisa untuk tidak menatap nya ,wanita itu arsety lim orang yang mereka cari ,2 pria itu masihlah berpura - pura kagum akan pesonanya hingga sebuah kerlingan menatap cadhies yang masih tidak melihatnya ada di sana membuat nya tersenyum mengoda kearahnya , ia berjalan ke arah mereka berdua yang tengah mengobrol entah apa .
"selamat malam tuan kim yang terhormat " ucapnya memberi salam membuat cadhies menegak minumannya terhenti dan melirik sekilas ke arahnya , yaer hanya tersenyum profesional dan bersalaman dengannya , arsety membalas dengan pelukan dan meraba dada yaer 'hell yeah jika mama hyonji tahu mungkin papa yaer akan habis malam ini di tangan mama'ucap iner cadhies sembari tersenyum setan kearah yaer dan di berikan delikan tajam seolah berkata ' jika kau berani menceritakan ini padanya ,kau yang habis di tangan ku bocah' yang membuat cadhies tersenyum mengejek sebentar lalu merubah raut wajah nya kembali datar .
"lama tidak bertemu sayang ...aku sudah merindukan mu padahal kemarin kita bertemu apa kita memang berjodoh " ucap arsety sembari menempelkan dadanya ke tubuh yaer , membuat yaer ingin rasanya mendorong jauh wanita ini .
"maaf nona lim ini acara resmi jadi tolong jaga sikap anda " peringat yaer embari berusaha menjauhkan tubuh nya itu.
"huh ?aiya....aku lupa maaf , oh dan apakah ini putra mu ?" tanyanya sembari berpura - pura menjauh dia mengalihkan perhatiannya dengan pemuda yang ada di sebelah yaer kini .
"bukan dia ..."
"kenzlin rekan kerja tuan kim ,senang bertemu dengan anda nona lim " ucap cadhies yang memotong pembicaraan yaer , ia memberi kode ke ayahnya untuk menyerahkan masalah nya kini pada nya ,yang hanya di balas oleh degusan malas yaer dan kembali meminum wine yang ada di tangannya kini .
"ah teman rupanya ..." ucap arsety sembari menilai cadhies , melihat nya dari atas ke bawah dan meneliti rupa rupawan milik lelaki muda di depannya ini , wajah yang tak asing membuat arsety sangat familiar dengan pria di depannya ini .
"oh apa kau putra keluarga kim ?" pertanyaan tersebut membuat cadhies memasang tanda tanya yang besar di mukanya ia menatap aneh pada wanita di depannya kini .
"bukan ...dia.."ucapan yaer terpotong dengan sebuah jari telunjuk yang menekan bibirnya siku kecil mendarat di dahinya 'kurang ajar hanya hyonji yang bisa menyentuh nya ' teriak iner yaer berapi - api , pemandangan tersebut membuat cadhies terkekeh pelan .
"maaf nyonya sepertinya anda salah mengira saya hanya anak dari rekan kerja tuan kim saja " kata cadhies dengan masih mempertahankan rupa datarnya .
"ah begitu ,maaf aku salah mengenali karena kau mirip dengan seseorang yang aku kenal " ucapnya sembari mengelus dada yaer membuat yaer langsung menangkap ke dua tangannya dan menatap tajam kearah nya .
"tolong.jaga.sikap.anda ! " ucap yaer dengan penuh penekanan membuar arsety terkekeh lalu menjauhkan tangannya .
"oppss sorry dear honey .... btw selamat menikmati acaranya " ucap arsety sembari pergi dengan seringai kecil yang terpasang di bibir nya kini .
di lain tempat nampak ale menyusup masuk ke mansion milik keluarga kim di bagian timur kota ini dia bisa menyusup tampa ketahuan setelah berhasil menyadap ruangan tersebut dia berdiri di atap yang tersembunyi yang jarang di sambangi para bodyguard rumah tersebut .
__ADS_1
tak selang berapa lama ia dari kejauhan bisa melihat seseorang memasuki mansion tersebut ia kenal dengan orang tersebut jadi selama ini informasi itu benar adanya zety lim berada di bawah perlindungan milik keluarga samping .
wanita itu berjalan angkuh memasuki ruangan tersebut ,ia duduk dengan congkak di atas sofa empuk milik sang tuan rumah ,mengabaikan pandangan geram pada sang tuan rumah yang kini berada di depannya .
"kenapa kau mengutus arsety ke sana ?" tanyanya tak terima , ia sudah memplaning untuk memprovokasi yaer tapi malah arsty yang datang sungguh membuat seluruh rencananya kacau .
"oh ? apa kah kau memangil ku ke sini hanya untuk menanyakan hal bodoh ini ?" tanya wanita tersebut dengan nada mencemooh membuat sang tuang rumah makin geram atas pertanyaan tersebut .
"ck.ini kesempatan bagus mu untuk mengunakan nama baru mu untuk menekan keluarga inti kim !" bentak nya , wanita tersebut mengoyangkan dengan pelan gelas yang berisi red wine nya kini dan meminumnya sedikit .
"pih dasar orang tua bodoh !" cemooh nya lagi membuat tuan kim naik pitam mendengarnya .
"apa kau bilang !!!" bentak nya tak terima .
"kau bodoh kau tahu dengan aku muncul di publik akan memperbaiki citra ku he ?" tantang zety wanita tadi sembari meletakan minumannya lalu menatap tuan kim dengan remeh .
"ingat kita masih memiliki satu ganjalan besar yaitu yuan yu kim yang masih hidup dan kini menjadi ancama bagi kita " ucapan zety ada benarnya anak itu masih hidup dan harus segera di lenyapkan .
"lalu bagaimana dengan liong ? bukan kah dia juga senjata kita ?" tanyanya sembari mengatur ulang emosinya yang sempat meledak tadi .
"liong bukan lagi senjata ia hanya sampah lebih baik kita siapkan black nano zero , dulu aku pernah menyuntikan racun itu sekali ke tubuh yuan dan dia sepertinya sangat penasaran dengan racun tersebut ,aku yakin cepat atau lambat dia akan mengetahui hal tersebut " jelasnya sembari tersenyum menyeringai membayangkan bagaimana lexsa tak berdaya di tangannya .
"jangan bilang kau akan ..."
"benar mengunakan perasaan seorang perempuan sangatlah menyenangkan bukan sekuat apa pun ia setangguh apa pun dia ketika dia mengetahui bahwa ia korban subjek tes milik sang ibu kira - kira bagaimana reaksinya " ucapnya sembari
"kau memang licik zety lim ,kau mengunakan metalnya untuk membunuhnya secara perlahan " ucap pria tersebut sembari menyadarkan pungung nya ke sofa tempat ia duduk sembari menatap wanita yang kini tengah menyeringai tersebut .
"tentu gara - gara wanita sialan itu dan anak buah liong pria pujaan ku harus merengut nyawa demi mereka " ucapnya penuh dengan dedam sembari mengegam udara dengan erat seolah ia bisa membayangkan rupa hyunji dan merematnya.
"cih ,sampai dia mati pun kau masih mengejarnya " decih pria itu menangapi kegilaan wanita ini yang di abaikan sepenuhnya oleh zety lim dan hanya menatapnya datar .
"tentu saja dia adalah obsesi ku yang paling mengagumkan ,jika saja dia hidup aku akan menariknya ke ranjang dan menjadi nyonya utama keluarga kim " jelasnya membuat pria yang di depannya kini mengeleng ngeri atas ucapan yang di lontarkan oleh ke dua belah bibir wanita yang ada di depannya kini .
di atap nampak ale megepalkan tangan nya erat sampai mengeluarkan darah yang tampa ia sadari , lalu pergi begitu saja setelah mengetahui apa yang akan mereka lakukan
"kita lihat apakah kau berhasil memancing putri ku atau kau yang terpancing dengan umpan kami " ucap ale sembari berjalan dan menghilang di kegelapan malam yang dingin ,menyisakan jejak angin yang berhembus pelan .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...ん...
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...
__ADS_1