Black Butterfly

Black Butterfly
bertemu dengan gadis mungil


__ADS_3

bulan sudah meninggi dan mereka baru setengah perjalanan dengan pakaian assasing yang mereka kenakan 2 orang itu menyusuri padang gurun dengan mobil mereka , tak lama salah satu dari mereka menghentikan mobil tepat di depan badan seorang gadis kecil yang tergeletak lemas , mereka memeriksa gadis itu dan menemukan bahwa dia masih hidup,salah satu diantaranya mengendong tubuh itu lalu membawa ke dalam mobil dan meninggalkan gurun menuju tempat yang mereka tuju .


beberapa jam sebelumnya


waktu menujuk kan pukul 9 malam lexsa dan cadhies bersiap di tempat masing - masing , mereka berjanji bertemu di pangkalan udara milik cadhies yang berada di ujung lembah kota c , dengan setelan celana soft jeans hitam membalut kaki jejangnya, tak lupa atasan kaos berwarna putih dengan di lapisi jaket hitam , sepatu dan tas yang senada dengan warna jaketnya itu ,ia bergegas turun dan menuju ke garasi mansion tersebut .


"littel pearl mau kemana kau malam begini ?" tanya jordan yang melihat lexsa rapi dan terlihat tergesa - gesa , pertanyaan itu sontak membuat lexsa berhenti dan mendekati mereka .


"aku akan pergi ke rumah teman ku " ucapnya sembari menatap yaer yang kini juga menatapnya


"menginap ?" tanya yaer , dia sedikit memperketat jadwal istirahat sang anak pasca jatuh sakitnya lexsa dulu.


"ya " sahut lexsa singkat membuat sang ibu menoleh kearah nya


"bagaimana dengan sekolah mu ? bukanya kalian akan mulai masuk lagi besok " tanya hyonji untunglah lexsa telah membawa seragam sekolahnya .


"aku akan berangkat dari sana " kata lexsa sembari melirik ke arah jam dinding yang terpasang di ruang tamu


"bolehkah aku ikut ?" perkataan key hanya di hadiahi deatglear dari lexsa yang membuat key langsung mengembungkan pipinya , seriosly lebih baik liburan sendiri dari pada dengan key , pria muda itu bisa begitu cerewet ketika bersamanya , membuat lexsa jengah dan lebih memilih mendengarkan musik lewat headset dari pada mendengar ocehan key .


"sudahlah key jangan gangu liburan terahir lexsa " sela jordan sembari meringis kecil membayangkan kejadian waktu mereka berlibur di pantai dan banyak sekali wanita yang mencoba mendekati mereka di tambah lagi kecerewetan key dapat membuat moodnya down .


"hum..." ambekan key langsung di abaikan lexsa , dia berbalik sembari melakah ke garasi .


"aku pergi bye " pamitnya ia berjalan kearah garasi dan menaiki ducatinya , motor dengan kecepatan menajupkannya itu meraung keluar dari manshion dan membelah jalanan ibu kota , dengan kecepatan 120 km/jam lexsa berhasil menempuh waktu yang singkat hingga sampai di bandara pribadi milik anarta , ia memarkirkan ducatinya dengan memakai masker yang menutupi area bawah mata sampai dengan dagu ia berjalan dengan anggunnya masuk di sana ada seorang pria yang tengah menunggunya sembari menatap datar kedatangannya .


"lamban dasar wanita " cemoh cadhies karena sudah 30 menit dia menunggu kedatangan wanita ini , ia cukup kesal dengan nya, ia lupa kalau mereka tidak di perkenankan membawa hp maupun alat komunikasi lainnya .


"cerewet ayo kita memulai perjalanan " ucap lexsa , mereka berjalan kearah 2 jet tempur yang telah di siap kan dengan cepat mereka memasuki jet masing - masing , kemampuan terbang mereka ? jangan khawatir mereka telah mendapat lesensi dari international army ,lulus seleksi sebagai pilot jet tempur termuda adalah hal yang membagakan bagi ke dua orang tua mereka .


tak sampai 10 menit waktu tempuh di udara mereka mendara di sebuah markas asing yang membuat cadhies mengerutkan kening nya , setelah mereka berhasil mendarat mereka turun dan di sambut oleh anak buah lexsa yang berbaris rapi .


"selamat datang nona besar dan tuan besar " sambut mereka , membuat sang pria menahan segala pertanyaannya hingga mata nya menangkap sebuah lambang besar yang berada di tengah ruangan itu ,membuat cadhies berdecak kesal ' pantas dia memasang senyum aneh itu ternyata ini pusatnya 'batin nya ,ia melakah mengikuti gadisnya melakah hingga mereka sampai di dalam ruangan yang di khusus kan untuk lexsa .


"pantas saja kau begitu percaya diri akan hal pesawat tempur "


"kkk maaf bukan maksud menipu mu " kata lexsa sembari mengambil wine dan menuangkan ke 2 gelas ,ia mendekati prianya yang tengah duduk di sofa .


"jadi ini markas pusat nya ?" tanyanya sembari menerima uluran gelas dari lexsa .


"bukan ini adalah markas cabang black horse , dan yah aku agak terkejut karena ini dekat dengan markas yang di bangun ayah dulu " ucapnya sembari menoleh ke arah pemandangan luar


"markas ?jangan bilang kalau ..."


"yeah white horse di bangun ayah untuk melindungi lab milik ibu ,tapi aku tak tahu di mana letak white horse berada " jelasnya gusar dembari memilin gagang gelas yang berada di tangannya kini


"tenanglah tugas kita hanya mengamankan NZ agar tidak jatuh ketangan liong " ucapnya sembari memeluk lexsa ,tak berapa lama pintu terketuk mereka melepaskan pelukan satu sama lain .


"masuk lah " ucapnya tak berapa lama seorang anak buah lexsa masuk .


"apa semua sudah siap ?" tanya lexsa pada sang bawahan yang menyerahkan sebuah dokumen


"sudah nona kami sudah menyisir lokasi dan menemukan anak itu " lapornya membuat lexsa tersenyum puas


"bagaimana keadaannya ?" tanya cadhies sembari bersandar pada tembok di belakannya


"dia sedang di tangani oleh dokter "


"bagus " guma lexsa setelahnya ia menyuruh sang bawahan pergi dan mereka mendiskusikan langkah selanjutnya .


END FLASBACK


Gadis itu merasa takut karena ada orang asing saat dia terbangun , ia merasa takut dengan pria muda dengan jas putih di depannya ini walau mukanya terlihat ramah entah kenapa dia merasa gelisah .


"hey jangan takut aku tidak akan menyakiti mu " bujuknya sembari mencoba menampilkan senyum nya


"..." tidak merespon hanya tekukan pada kakinya yang makin merapat


"kau tahu aku di suruh untuk menyelamatkan mu " ucapnya lagi ayolah .... dia bukanya tidak ahli dalam bidangnyatapi membujuk anak kecil sangatlah sulit ' yaish jika bukan dia aku tak pernah mau membujuk seperti ini ' batinnya kesal


"..."


"jadi biarkan aku memeriksa mu ok " bujuknya lagi dan tidak membuahkan hasil


"jika cara mu seperti ini kau sama dengan para pedhofil di luar sana dasar bodoh " cemoh suara itu membuat perempatan kecil menghingapi keningnya , hey dia dokter bukan baby sister btw


"hey dia masih ketakutan ok dan butuh waktu 2 jam untuk membujuk nya memakan obat ini " katanya frustasi dan menatap datar pada pria yang baru saja mengejeknya tadi .


"diam kalian berisik " sahut lexsa datar dan dingin jika tidak di hentikan maka 2 orang bodoh ini akan berdebat fidak akan ada habisnya ,kadang dia binggung 2 pria ini adalah sahabat dari kecil rapi kelakuan seperti anjing dan kucing membuat ia sangsi , apa benar mereka bersahabat ?.


"lexsa jika dia bukan calon suami mu aku pastikan akan membunuh nya " ucapnya sembari mengebu - gebu membuat lexsa mengeleng pelan akibat ulah nya ,


"kau ..."


"kalian berdua enyahlah kalian membuat dia takut " kata lexsa lagi sembari mendorong 2 pria dengan tinggi di atas rata - rata itu .


"tapi sa...."


"enyah .sekarang.juga " perintah lexsa tegas membuat 2 pria itu menelan ludahnya dan berjalan mudur keluar dari kamar tersebut , setelah mereka pergi dengan wajah yang di lembut kan ia menatap anak yang kini menatapnya dengan penuh kekaguman itu .


"hallo .... maafkan teman ku barusan apa mereka membuat mu takut ?" tanya lexsa yang hanya di angguki gadis mungil itu , senyum lexsa berpendar cantik saat mendapat respon dari si gadis mungil


"kenapa tidak minum obat mu hm ?" tanya lexsa lembut sembari duduk di samping ranjang anak itu .


"apa....apa di dalam situ ada obat tidurnya ?" tanya balik sang anak ia merasa ragu akan hal yang berbaur dengan obat


"obat tidur ?tentu saja tidak " heran lexsa sepertinya ada yang aneh dengan kondisi anak ini


"benar kah ?" ucapnya sembari menatap lexsa dengan mata bulat jernihnya


"yup , kau bisa percaya pada ku ini hanya obat sirup penurun panas dan vitamin agar kau cepat sembuh "


bujuknya lagi ,gadis kecil ini mengigatkan dia sewaktu dia kecil yang mampu membuat sang ibu kewalahan , dia tidak akan mau minum obat jika tidak ada sang ayah jika di paksa ia akan menangis .


"tidak mau !" tolaknya membuat lexsa gemas sendiri

__ADS_1


"eh ? kenapa ?" tanya lexsa sembari mencubit pipi tembam itu.


"obat pahit ! zharah tidak suka !" protesnya sembari mengebungkan pipinya 'kyaa..imut sekali...' batin lexsa gemas ia terkekeh sembari mencubit pipinya


"ich gan ubit akit...!!!(ish jangan cubit sakit...!!!)" protesan itu sontak membuat lexsa tertawa lepas ,ia memangku sang gadis sembari mengelus pipinya yang merah akibat ia cubit ,lexsa mengelus pipi itu lembut .


"kalau begitu kita minum dengan ini " bujuk lexsa dengan mengeluarkan sebotol madu . membuat sang gadis berbinar melihat botol berwarna kuning keemasan itu ,walau belum pernah melihatnya tapi instingnya mengatakan kalau itu sesuatu yang enak sama dengan gula .


"apa itu gula ?" tanyanya polos


"um ! lebih enak dari gula ..." jawab lexsa semangat sepertinya cara ini berhasil


"oh benarkah boleh zhara memintanya ?" pintanya sembari mendongak menatap lexsa penuh permohona.


"tentu ,tapi harus minum ini dulu "


"..." perkataan lexsa di hadiahi rupa ragu - ragu dari anak yang di pangkuannya kini tampak ia mengerutkan keningnya tanda ia tidak setuju dengan syarat yang di ajukan lexsa .


"bagaimana ? kl tidak mau ya sudah aku simpan saja ..." tambah lexsa lagi rupa ragu itu berubah menjadi panik .


" No zharah mau minum ! tapi jangan bawa itu pergi "


sergahnya sembari mengegam tangan yang akan menyimpan kembali sebotol madu tersebut


"kkk baik lah baiklah .... buka mulut mu aaa..." ucap lexsa sembari menyuapkan sirup turun panas yang di ikuti dengan patuh oleh gadis mungil itu setelah selesai meminum obatnya lexsa merapikan selimut zharah.


"em..... nona ...." pangilnya membuat lexsa menoleh kearahnya


"hm ?" jawabnya singkat sembari mebenahi selimut yang tengah di pakai anak itu


"bolehkah zharah memangil mu mama ?" permintaan tersebut menghentikan seluruh aktifitas lexsa ia menatap gadis itu dengan sedikit terkejut .


"eh ? kenapa ? apa aku terlihat setua itu ?" tanya lexsa sembari menegakkan tubuh nya sembari memegang wajahnya .


"hihihi .... nona seperti ibu kalau membujuk zharah minum obat jadi boleh kah .... ?" ungkapnya sembari memandang lexsa memohon.


"em...tapi sebelum itu jawab pertanyaan ku dulu , di mana orang tua mu ?" tanya nya


"entah ...." jawaban polos itu membuat lexsa mengerjapkan matanya tak mengerti ia memandang 2 bola mata yang kini berbinar polos itu .


"entah ? kenapa kamu bisa mengatakan itu ?" herannya ia merasakan sesuatu yang mengerakan sisi lain yang ia pendam selama ini .


"hu'um waktu itu saat mau pergi mencari ayah dan ibu zharah seseorang memberi ku susu hangat katanya itu dari ibu " jelasnya sembari mengigat apa yang terjadi terahir kali saat ia ingin menemui orang tuanya .


"lalu ? " pancingnya lagi


"lalu zhara merasa mengantuk dan di gendong pelayan tersebut kekamar ku " sambung zharah sembari menatap lexsa senyum pahit terukir di bibir lexsa ,tampa zharah beritahu pun ia sudah mengetahui bagaimana nasib ke 2 orangtua zharah , ia memandang iba gadis mungil di depannya ini , gadis polos tak berdosa menangung beban atas keserakahan dari orang - orang yang mengiginkan kekuasaan . lexsa mengepalkan tangannya erat ,ia bersumpah jika liong adalah dalang di balik sumua ini maka ia akan menghabisinya .


"mama ? ada apa ?" pangilan itu sontak membuat lexsa tersadar dengan senyum manisnya ia hanya mengeleng menutupi kenyataan nya .


"ah kalau begitu tidurlah kamu masih butuh banyak istirahat " ucapnya untuk membuat zharah tenang , tangan mungil itu mengegam erat tangan halus milik lexsa seolah takut kalau di tinggalkan


"jangan takut aku akan menemanimu ok " ucap lexsa lembut dan hanya di balas senyum manis dari zharah .


"terimakasih ,selamat malam mama " ucapnya lalu memejamkan matanya efek dari obat yang dia minum tadi.


"bagaimana keadaannya ?" tanya yuno saat menyadari lexsa mendekat ke arah mereka


"seperti dugaan mu dia adalah korban dari penculikan berantai dan sepertinya para pelayan itu merupakan anak buah dari liong " jelas lexsa yang hanya di angguki dokter muda itu , sudah ia duga liong masih menjalankan praktek ilegal itu .


"bagaimana dengan orang tuanya apa kau bisa mengorek informasi tentang mereka dari dia ?" tanya yuno lagi , ia hanya tidak ingin nasib malang menimpa keluarga gadis itu ,yang ia dapatkan hanya sebuah gelengan kepala saja yang membuat 2 pria di hadapannya mengerutkan keningnya dalam .


"tidak, kenapa ?" tanya cadhies penasaran baru kali ini ia menemukan gadisnya tidak mendapatkan informasi apapun langsung dari sumbernya .


"kau tau mungkin malam di mana anak itu di culik adalah malam di mana anak buah liong membuat kesepakatan dengan kepala keluarganya dan jika mereka tidak mensetujui nya maka...." penjelasan lexsa di potong oleh ketukan pintu , mereka mengalihkan atensi mereka ke pintu .


"masuk " perintah lexsa nampak anak buah darinya tengah berdiri sembari membawa file yang ia minta 3 jam yang lalu itu.


"maaf mengagu tuan tapi kami baru mendapat informasi bahawa keluarga anak itu telah tewas terbunuh 2 hari yang lalu " katanya membuat lexsa memejamkan matanya , ia sudah menduga nya anak itu adalah hasil ujicoba yang hampir merengut nyawanya .


"apa ?! bagaimana bisa lalu anak yang lain ?" kata yuno terkejut ia tidak menyangka bahwa hal semengerikan itu terjadi astaga para orang yang tak terkait dengan hal ini pun juga terlibat .


"ke 3 saudaranya menghilang entah di mana tuan "


"shit ! kita terlambat 1 langkah dari liong " geram cadhies sembari mengebrak meja yang ada di depannya ,yuno kehilangan kalimat saat mendengar nya lagi , ia menatap lexsa yang memijit keningnya sembari memejamkan matanya .


"kita akan melanjutkan pencarian ini bulan depan " pernyataan lexsa mendapat tatapan tajam dari cadhies, ia tidak mengerti kenapa harus bulan depan lebih cepat lebih baik bukan


"apa kenapa bulan depan kita hampir mengetahui...."


"chadies zhu anarta... dengar kita akan melakukan ini bulan depan ingat itu " ucapan mutlak yang memotong protesan cadhies membuat bukam yuno dan dia ,well ketika lexsa dalam mode serius tidak ada yang berani membantahnya


"baiklah kalau itu mau mu " katanya dengan nada pasrah ia mengakat kedua tangannya ke atas membuat lexsa mengaguk .


"lalu anak itu ?" tanya yuno yang masih memikirkan nasib gadis malang itu .


"dia akan aku bawa pulang dan hidup di manshion kim " ucaplexsa .


"kenapa dia tidak ikut aku saja " kata cadhies sembari melihat gadisnya yang di beri tatapan malas


"dan membiarkan paman zigas menodongkan pistol ke arah kepala mu tidak terimakasih " ucapan lexsa langsung di sambut tawa yuno hingga terbahak , ia menepuk keras pundak cadhies ketika tertawa .


"tutup mulut mu dan jangan memukul ku dasar pedhofil " sugut cadhies geram


"ho... kau ingin mengabdopsi anak itu " ucap yuno setelah berhenti tertawa itu


"tentu saja " jawab lexsa tegas sembari membereskan berkas dan bersiap akan pergi ia menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan helikopter untuk pulang .


"well zu sepertinya kau harus berlatih menjadi ayah yang baik mulai sekarang " goda sang sahabat yang membuat cadhies kesal seketika


"tutup mulut mu dia anak kita kenapa kamu yang sewot " balasnya sengit membuat senyum mengejek semakin mengebang


"cih dasar kepala panda " sungutnya , sebelum perang mulut terjadi lexsa berjalan keluar sembari berkata,


"hentikan kalian berdua , zu ayo kita pulang " ucap lexsa sembari berlalu begitu saja , cadhies menghampiri kamar sang calon anak angkatnya itu ,ia membopongnya dengan lembut tampak sang anak tergangu dengan kegiatan itu ia sedikit membuka matanya .

__ADS_1


"ungh..." lenguhan kecil membuat cadhies menghentikan langkahnya ia menimang pelan anak yang di gendonganya itu sembari menepuk lembut punggungnya .


"sssttt..... tidurlah kembali baby papa hanya ingin membawa mu pulang " bisikan berat dari cadhies mampu membuat gadis itu kembali tertidur , ia berjalan menuju tempat helikopter yang sudah di siapkan sendari tadi di dalam lexsa sudah menunggunya, mereka terbang mengunakan helikopter untuk pulang mengigat mereka membawa sesosok malaikat kecil yang mereka bawa .


06.00 at easter hing school


pagi itu key berjalan dengan santai di lorong sekolahnya , ini hari pertama dan dia datang kepagian kali ini ,ia memasuki kelasnya dan duduk di bangkunya bosan ia mendengarkan lagu lewat handset nya , dari luar tampak seorang gadis manis nampak mengedap - endap memasuki ruang kelas yang di buat key duduk terkelukup ia meletak kan 2 buah roti isi sayur dan daging dengan sekotak susu yang sengaja di tempeli memo bertuliskan ' semangat buat pagi ini :3 :)' dengan gambar hati menyertainya .


tepat pukul 7 kelas lumayan ramai lexsa yang datang melihat key tertidur di kelas hanya mengelengkan kepalanya saat mendekat untuk membagunkan key , ia melihat sarapan yang di letakan di hadapan key , ia mengeserkan sarapan tersebut lalu membagunkan key .


"hey bangun lah " ucap lexsa sembari menepuk pelan bahu tegap itu dan berhasil membuat sang empu membuka mata .


"hoam... eh nunna kau sudah datang jam berapa ini ?" tanyanya


"07.00 tepat kau belum sarapan ? aku tadi di hubungi ibu kalau kau belum sarapan makanya aku tadi beli sarapan tapi aku keduluan dengan itu " kata lexsa sembari menujuk sarapan yang ada di samping mejanya ,key berkerut bingung sepertinya tadi tidak ada sarapan di meja ini saat ia tertidur .


"eh ? benarkah ? kenapa aku tidak tahu ?" tanya key


"entah buruan makan gih sebentar lagi bel akan berbunyi" ucap lexsa , key memakan makanan itu sembari membaca note yang tertempel dan mengigat - ingat tulisan siapa yang ada di memo tersebut , ia memakan bekal tersebut sembari memikirkan siapa orang ini , lexsa ? cih gadis dingin itu tidak mungkin menyukai key , gebby ? yaish itu sangat mustahil ... lalu siapa ? .


ketika bingung matanya tidak sengaja menagkap senyum tulus dari gadis manis di depan jendela saat berkedip gadis itu menghilang membuat key merinding seketika .


"nun jangan - jangan makanan ini dari hantu penghuni sini nun " perkataan key membuat lexsa sweetdrop seketika


PLETAK satu jitakan kuat lexsa darat kan di kepala key


"yaish nun ini sakit kau ingin aku bodoh !" protesnya tidak terima


"oh aku berharap kau jadi pintar setelah aku memukul kepala bodoh mu itu " sambar lexsa sengit ,ia tak habis fikir kenapa key bisa mengatakan itu , dia sama seperti prianya tidak peka dan bodoh tipikal pria yang sangat menyebalkan , lexsa memilih diam dari pada memberitahunya itu akan sangat menyusahkan .


at kim manshion


gadis kecil itu menatap orang - orang di sekitarnya binggung pasalnya saat ia membuka matanya ia tidak menemukan di mana mama nya berada , saat bertanya jawaban sama pun terdengar membuat gadis itu mempoutkan bibirnya membuat hyonji gemas , awalnya ia menyangka jika itu anak kandung lexsa tapi saat mendengar penjelasan dari lexsa membuat ia iba .


"nenek apa mama masih lama ?" tanyanya sembari memakan sarapnya .


"iya, mungkin jam 4 sore ia akan pulang " kata hyonji membuat zharah memakan makanan nya sembari berfikir keras dengan kening berkerut lucu setelah ia mengingat ada satu lagi yang sendari tadi tidak iya jumpai lagi selain mamanya, ia mencari sosok pria tampan yang menjadi ayahnya , pria tampan yang mengendongnya dan membawa dia pulang .


"uhm...nenek.... dimana papa ? sendari tadi aku tidak melihatnya ?" pertanyaan itu membuat hyonji mengehentikan suapannya ia menatap gadis mungil itu binggung , bukannya semalam lexsa sendirian ? ' apakah yang di maksud itu jordan ?' batin hyonji


"papa ? aku rasa kau hanya memiliki mama disini"


"hmhm ! aku punya papa dia tinggi ,tampan , keren dan sangat baik " jelasnya dengan mata yang berbinar cantik ,membuat hyonji tertawa karenanya , tak lama jordan muncul dengan membawa sekotak kue manis pesanan sang ibu .


"apakah paman itu papa mu ?" tanya hyonji lagi membuat jordan kebingungan , gadis itu menoleh dan memandang jordan , 'paman ini memang setinggi papa tapi lebih tampan papa' batinnya ia hanya mengeleng sebagai jawabannya .


"ada apa ma kenapa menanyakan itu ?" tanya jordan binggung


"ah dia mencari papa nya aku kira itu kau " terangnya


"bukan nenek..... papa sangat tampan tidak seperti paman ini ......... jelek " ucapan polos itu membuat jeffry yang sendari tadi duduk sembari membaca koran menjadi tertawa kencang mendengar penuturan polos dari zhara , sang ibu hanya terkekeh dan jordan pudung di pojokan dengan hawa mendung di sekitarnya .


"hoo benarkah siapa kiranya papa dari cucu manis nenek ini ?" tanya hyonji yang masih menahan tawanya astaga jika key ada tadi mungkin akan ada perang bantal akibat ulah jordan


"namanya zu ...mama selalu memangilnya zu !" jelasnya dengan lantang sontak membuat jeffry dan jordan terkejut bukan main 'wth ... sejak kapan iblis kecil itu tahu jika yuan masih hidup ' batin keduanya bersamaan , ya mereka tahu jika chadies zhu anarta adalah tunangan dari seorang yuan yu kim , dan mereka sangat hapal tempramen seperti apa sosok yang mereka sebut iblis tersebut .


"ah jadi begitu.... hm.... ah bagaimana kalau untuk makan siang nanti kita makan kue " ajakan itu tentu di sambutantusias dari zharah


"wuah....beneran nenek asikk ...." girangnya saat melihat senyum dari zharah iya juga ikut tersenyum ,ia dapat melihat senyum lexsa di sana senyum manis saat dia kecil dulu , wanita anggun itu menghela nafasnya walaupun yang tersisa kini hanya sebuah penyesalan ,tetapi meratapinya pun tidak akan membuabkan hasil , dia harus tetap berjalan walau di setiap nafasnya ia merasakan sakit di tinggal pergi oleh orang - orang yang di cintainya .


at easter hing school


waktu menujuk kan pukul 12 para siswa dan siswi berdesakan di kantin ada juga yang menuju taman untuk memakan bekal mereka , tampak seorang gadis manis tengah menikmati makan siangnya sembari meminum jus nya ia menatap taman yang ada di depannya dengan pandangan kosong hingga ia terkejut dengan sesuatu yang dingin menempel di pipinya , reflek dia menoleh dan membuat kedua pipinya merona seketika , orang itu key , ia menunduk saat tau bahwa itu pujaan hatinya


"apa aku mengejutkan mu ?" tanya key sembari mendudukan tubuhnya di dekat gadis itu , pertanyaan yang hanya di respon sebuah anggukan saja membuat ia tersenyum dengan gemas ia mengakat dagu sang gadis membuat nya semakin merona parah .


"kenapa kamu menunduk apa aku semenakutkan itu ?" tanyanya lagi sembari memiringkan wajah nya


"uh.. to close " lirihan itu mampu membuat key tersadar dan dia menjauhkan mukanya sontak membuat telinga key memerah akibat malu .


"ah sorry ..."kata key yang hanya di angguki gadis itu


"aku...aku permisi dulu kak " katanya lalu pergi meninggalkan key yang hanya menatap punggung itu


"bahkan aku belum sempat berkenalan kenapa gadis itu malah kabur ...." gumam key ,sontak iya tersenyum saat melihat wajah gadis itu ah sialdia manis sekali tadi .... key memegang dada yang berdegub kencang sendari tadi ah mungkin siang ini akan dia tutup dengan rasa kenyang akan cinta . tampa ia sadara seseorang memperhatikan mereka dengan pandangan tak sukanya .


"kehzil kim aku akan menghancurkan mu " ucapnya lalu berlalu pergi dari taman tersebut .


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...

__ADS_1


...BY .BLACK ICE _B.I...


__ADS_2