
fesitival akan di adakan 1 bulan dari sekarang banyak siswa yang antusias akan hal ini ,tapi tidak berpengaruh pada lexsa ,dia terlalu malas karena sebelum berangkat kondisinya sudah drop di tambah lagi ahir - ahir ini ia menforsir tenaganya ,kelas makin ramai membuat lexsa pusing seketika.
"gawat kita kekurangan orang untuk tim estafet " seru laudy sang ketua kelas dan juga panitia festifal .
"apa bagaimana bisa ?" tanya nana selaku ketua dari tim estafet
"mina kakinya terkilir kemarin saat pulang sekolah "
"hadeuh .. bagaimana ini bagaimana ini hadeuh ...." heboh ina
"roxsie kau bisa mengantikan mina untuk acara estafet bulan depan " pinta laudy
"apa ? cih aku memiliki kontes kecantikan dan fashion show aku tidak mau " tolak roxsie mentah - mentah .
"bukanya itu tidak ada di daftar ya " ujar nana
"ada lah ...ah bagaimana kalau lexsa saja yang mengantikan mina " ucapnya sembari menujuk lexsa yang tengah duduk sembari memejam kan matanya ,dengan malas ia menatap mereka .
"apa ?" katanya dingin
"ano ... lexsa ya aku minta tolong kamu mengantikan mina untuk lomba lari estafet " pinta laudy gugup ,pasalnya ia tahu gadis ini walaupun pintar ia ungul dalam berbagai bidang ,tapi dia tidak pernah menujukan ke cerdasanya seperti anak - anak jenius di kelas mereka ,lexsa lebih cenderung diam dan masa bodoh dengan lingkungan sekitar .
"tapi bukanya 1 orang anak harus mewakili 1 cabang olah raga dan sayang nya aku masuk ke cabag archery " jelasnya dan di hadiah i wajah murung satu kelas .
"huh bilang saja kau tidak mau membantu " gumam roxie memanasi ia menatap datar pada wanita ini .
"lexsa benar 1 orang 1 cabang olah raga diantara kita semua hanya kamu yang tidak mengabil undian " ucapan key mendapat anggukan setuju satu kelas
"aku...."
"fine i'll take it " sela nya kemudian ia terlalu malas mendengar perdebatan konyol dan menyebalkan antara mereka berdua ,sorak sorai dan ucapan terimakasih yang ia dapat ,
skip
at lapangan sekolah
pembelajaran baru saja berahir ini hari pertama lexsa memulai latihan archery nya bukan perkara yang sulit baginya karena ia menguasai bidang ini ,dulu ia berlatih dengan mendiang ayahnya jadi dia mampu menguasainya ,semua bidikan tepat sasaran dan itu membuat sang guru berdecak kagum.
"hebat kamu nak sekali belajar kamu mapu menguasainya " puji sang guru
"tentu aku berlatih dengan key "ucapnya dia terlalu malas dengan penjilat
"ah tentu saja tuan kim juga sangat pandai "
"terimakasih pak hehe..."ujarnya .tepat pukul 4 sore mereka mengahiri sesi latihan di hari pertama , saat ia hendak akan kebali ia melihat seseorang berdiri di ambang pintu bersama orang kepercayaannya .
dia melihat seksama hingga matanya membulat tidak percaya .
"kau...."
di sisi lain key tengah berjalan menuju dalam mansion ,lexsa menyuruhnya pulang terlebih dahulu jadi dia dengan santai berjalan di ruang tengah tepat di sana ia menemukan ke 3 kakak nya tengah berkumpul .
"eh tumben sekali kalian bisa kumpul disini ?" tanya key heran
"aku cuti ,jeffry dapat jatah libur dan jhonatan ..."
"meliburkan diri " potong kakak tertua mereka
"ouh ..."
"dimana lexsa ? kenapa kamu pulang sendiri " tanya jhonatan
"dia sedang berlatih untuk lomba lari estafet " jelasnya sembari duduk di sofa singel jordan yang membaca tabloit pun mengalihkan atensinya .
"bukanya dia berada di satu cabag dengan mu ?"
"ia dia memang 1 cabag olahraga dengan ku tapi sekarang dia mewakili 2 cabang sekaligus " jelas key membuat ke 3 kakak nya heran
"biar aku tebak roxies membuat masalah lagi bukan " tebak jeffry yang hanya di angguki oleh key .
"sudah lah kak jangan bahas dia lagi " ucap key sembari berjalan kearah kamarnya membuat mereka semua mengelengkan kepalanya pasrah .
waktu menujuk kan pukul 6 petang dan lexsa belum juga kembali ponsel nya juga tidak aktif membuat hyonji semakin khawatir,dia cemas akan keberadaan sang ponakan .
"bu duduk lah dulu mungkin dia tengah dalam perjalanan pulang " hibur jordan mencoba menenangkan ibunya
"ini sudah larut dan masa iya berlatih sampai selarut ini " cemas sang ibu ,belum sempat berbicara ia melihat sebuah mobil memasuki perkarangan rumah mereka saat sang pengemudi turun dia langsung menghampiri mereka .
"maaf lexsa pulang terlambat " ucapnya
"astaga nak jika pulang terlambat kamu bisa menghubugi ibu atau key atau kakak mu yang lain " sahut sang ibu sembari memegang bahu lexsa .
"maaf telah membuat anda khawatir bu " ucapnya sopan
"kalau begitu kenapa ponsel mu mati kau tidak membawa charger portebel ?" kata jhonatan tegas sembari menatap lexsa yang tengah menunduk itu .
__ADS_1
"aku lupa mencarger hp ku semalam dan charger porteble ku rusak " ucapnya ,denga takut ia melirik kearah jhonatan yang masih menatapnya itu .
"kau tahu ibu menghawatirkan mu sendari tadi untung aku belum menghubungi bawahan ku untuk mencari mu "
"maaf kak tidak terulang lagi aku janji "
"baik kali ini aku maaf kan tapi tidak ada untuk ke 2 kali ok " perkataan jhonatan hanya di beri anggukan oleh lexsa
"sudahlah jhon ...ayo masuk ibu tahu kamu lelah " ucapnya lexsa hanya mengaguk mengiyakan .
sudah 1 minggu para siswa siswi tersebut berlatih begitu juga lexsa ,ia bekerja 2 kali lebih lelah.
"nona anda terlalu memaksakan diri lebih baik nona beristirahat "saran gendis sembari menyodorkan air mineral dan handuk ,mereka tengah duduk di pinggir lapangan lari .
"aa...yeah terimakasih atas saranya ,oh apa kau sudah menemukan informasi mengenai zuto dan niel ?" tanya lexsa sembari menatap gendis di depannya
"mereka tengah menjalankan misi nona ,zuto di kirim ke kota k untuk menemuai kepala keluarga kim dan ji ,sedangkan niel dia sedang mengawasi gerak - gerik tuan jordan " ucapnya untuk menyampaikan pesan yang ia terima dari zuto dan niel , ia tahu ini sangat beresiko tapi ia percaya lexsa punya 1001 cara untuk mengatasinya .
"kak jordan ? di awasi untuk apa ?"
"sepertinya tuan jordan mengetahui proyek ini dan dia tengah menyelidiki salah satu lab milik liong yang di gunakan untuk ekperimen dengan tubuh manusia " jelasnya ada sedikit kilat tak senang di mata gendis .
"kau tenang saja jennifer akan mendapatkan kembali matanya , dan jangan bertindak gegabah kau mengerti " ucap dan peringatan nya membuat gendis tersadar , ia dan jennifer adalah 2 orang anak yatimpiatu yang di adopsi oleh nyonya dan tuan kim untuk menemani lexsa ,mereka di perlakukan sangat baik di latih dengan keras untuk mengawasi nona besar mereka ,tapi akibat liong dan kawanannya menyerang keluarga kim yang membuat tuan dan nyonya kim tewas terbunuh dan membuat jennifer kehilangan penglihatannya gara - gara menyelamatkannya ,sekarang jennifer aman di negara L dia menjalani pengobatan di sana .
"jika kau merindukannya kau bisa pergi menemuinya " ucapan lexsa mampu menarik kembali kesadarannya
"belum saat nya nona saya akan selalu di sisi nona saya sudah janji pada nyonya ,tuan dan jenni untuk menjaga nona " ungkapnya dengan tegas
"itu terserah kamu ,jika kamu ingin menemuinya kamu bebas kapan pun aku tidak akan menekan mu " senyum kecil tersemat di bibir cantik gendis
"terimakasih nona "
"hng ayo pergi aku harus pulang tepat waktu atau kak jhonatan akan menyeret ku pulang kali ini " ringis nya mengigat kembali kejadian kemarin.
at kim mansion
lexsa dengan lelah memasuki mansion ,di sana ia dapat melihat sang ibu tengah santai sembari menonton televisi .
"kau susdah pulang nak ?" tanya sang ibu
"ya, dan aku ingin istirahat " sahutnya dan di angguki hyonji ,ia berjalan menuju kamarnya di lantai 2 ketika sampai di kamarnya ia dapat melihat seorang pria tengah berdiri bersandar di jendela dalam kamarnya .
"tak ku sangaka kau secepat ini menemukan ku " ucap lexsa sembari meletak kan tas nya ke meja belajar dan duduk di meja belajarnya ,sang pria dengan rupa dingin namun tampan itu mendekat dan duduk di kursi yang ada di hadapan lexsa .
"kau anak nakal seharusnya kau tahu seberapa pusing aku mencari keberadaan mu ,saat aku mendengar apa yang terjadi pada mu aku langsung terbang kembali ke kota x dan mereka mengabarkan bahwa kamu tewas terbunuh " jelas panjang lebar pria yang ada di depannya dengan punuh nada kekesalan yang amat kental
"kau bisa memberitahu ku bukan ? aku bisa membantu mu " protes sang pria
"no .this is too dangerous for you, I can't involve you this time" ucapnya satu tarikan kencang membuat lexsa terbaring di sofa dengan kedua tangan tercekal keatas tampak raut wajah tak suka tercetak jelas di wajah pria di atas nya ini
"kau meremehkan ku ?"
"tentu saja tidak ,kau tahu bagaimana bahayanya liong bukan ? jika kau ikut terlibat maka masalah ini akan semakin rumit untuk di ungkap " jelas lexsa
"apa ini mengenai projek nirwana itu ?" tanyanya serius
"ya dan ibu adalah korban atas tindakan keji mereka,mereka hanya ingin blue print dari projek kemanusiaan ibu ,mereka akan mengebangkannya dan menjadikan chip itu sebagai senjata untuk perang dingin ,praktek adu domba antar negara dan mereka ingin menciptakan tentara solid untuk melakukan kudeta ,mereka melakukan itu pada manusia dan menculik anak - anak untuk menjadikan objek penelitia. " jelas lexsa ,terkejut itulah yang ia rasakan ia langsung memeluk wanita di bawahnya erat .
"jangan seperti ini lagi kau tahu seberapa gilanya aku saat mengetahui kabar itu "
"ya maaf kan aku ,tapi bagaimana kau tahu bahwa lexsa adalah aku "
"kasus jinandar,kenmuni,dwingki,kun,ki'an dan terahir joana ,mereka terbunuh secara berurutan dan aku sadar saat melihat kejadian itu dan menyelidikinya dan alah hasil aku bertemu gendis di kota ini " ucapnya penuh dengan kemenangan
"ah gadis itu benar - benar ceroboh ,seharusnya aku mengirimnya untuk menemani jenni saja kalau begitu"
"jangan menyalahkanya ,aku dengar kau tengah menyiapkan diri untuk lomba festival olahraga ?"
"yeah dan aku sangat lelah ....." manja nya ,hanya dengan pria ini lah dia mampu menujukan sisi manis dalam dirinya .
"kalau begitu mandi lah kau bau keringat " ucapnya membuat lexsa gemas sendiri
"bagaimana aku bisa bangun kalau kamu masih mengunci ku tuan " kesal lexsa
"opss....sorry " ucapnya lalu menyingkir dari tubuh lexsa membiarkan dia pergi untuk mandi .
skip
kini mereka berdua duduk di atas kursi yang mengelilingi sebuah data yang mereka rentas .
"gila mereka benar - benar keji ini kasus penyuapan ,penyelundupan dan perdagaangan tak heran jika usaha ku berkembang pesat di sana ,lalu apa yang akan kamu lakuakan ?" katanya dengan antusias menatap lexsa,yang hanya di balas seulas senyum misterius yang ia dapat, tak lama suara getar ponsel mengalihkan perhatian mereka berdua ,itu ponsel milik prianya dia mengakat telphone tersebut sembari memeluk lexsa dari belakang dia meloudspeaker pangilan tersebut .
"tuan sudah saatnya kembali " ucap suara itu begitu ia menerimanya ,degusan pelan ia keluarkan dan kikikan pelan keluar dari bibir manis lexsa .
"baiklah baiklah tunggu aku di bandara 10 menit lagi aku kesana ah ya .... pastikan tidak ada seorang pun yang tahu kalau aku berada di kota ini kau mengerti " peringatnya
__ADS_1
"ya saya mengerti tuan " tak lama telphone ia tutup dan menyadarkan dagu itu ke bahu lexsa .
"aku harus pergi "
"pergilah ,atau paman akan kesini dan menghukum mu lebih berat lagi "
"ah sial aku lupa dengan pria tua bangka itu "
"jika sampai paman yiza tahu kau bakal kena masalah "
"baik lah... aku pergi dulu kau senang sekali mengusir ku "
"kkk kau mengemaskan "
cup satu kecupan dan di balas senyum puas
"aku akan pergi jaga diri mu baik - baik aku akan memantau mu dari jauh " ucapnya sembari memberi kecupan di kening .
"ya aku tahu " setelah ia melihat kepergiannya ,lexsa membuka laci dan melihat gelang yang ia temukan tempo hari ,gelang yang di curi keluarga leai gelang yang seharusnya menjadi miliknya karena kejadian itu mereka dengan mudah merebut easter , kini dia akan merebut apa yang seharusnya ia rebut ,mengembalikan barang curian adalah hal yang paling ia sukai .
di sisi lain negara bagian S
pria tua itu menatap geram pada para bawahannya seluruh koneksinya terputus begitu saja ia mengeram penuh amarah .
"BODOH APA SAJA YANG KALIAN KERJAKAN HAH ! MELENYAPKAN ORANG SEPERTI YIZA DAN C'LEO SAJA KALIAN TAK MAMPU " teriakan itu mengema memenuhi seluruh ruangan membuat seluruh anak buahnya ketakutan .
"ayah jangan marah - marah lawan kita sangat tangguh kita beruntung telah mengenyahkan sampah seperti hyunji " kata seirang pria berumur 30 tahun itu dengan santai nya
"ya ayah jangan khawatir kita bisa menyingkirkan mereka sama seperti keluarga sampah itu " hibur sang wanita dengan pakaian mewah nya itu mereka adalah anak - anak dari liong
"ya kalian benar dengan menyingkirkan mereka kita bisa dengan leluasa melakukan projek kita tuan " sambung yang lain
"ya kita harus segera mencari tahu formulasinya dan menciptakan tentara solid untuk menguasai dunia ini " ucapnya tegas mereka hanya mengaguk setuju ,zuto hanya bisa diam di tempat .
"kamu pergilah dari sini ingat aku ingin kau mengawasi hyonji jika ia menemukan sesuatu tentang lab itu laporkan segera pada ku "
"baik tuan " ucap nya lalu bergegas pergi dari sana.
mereka melihat kepergian zuto dengan seksama .
" tuan bukankah hyunji memiliki seorang putri ?" tanya yasmin sembari melihat foto yang terpampang di depannya itu .
"ya tapi dia tewas terbunuh pada malam itu aku sendiri yang melihatnya " ucap liong tenang
"hm..... apakah benar ..aku mendengar di kediaman kim ada seorang gadis yang baru saja pindah dari kota x ke mansion kim " ucapnya kemudian yang mampu membuat mereka menoleh kearah yasmin
"kau tahu jika kau membual aku akan membunuh mu " ucap seno leai
"ah kau benar anak itu adalah saingan roxsie ku saat ini " ujar erna
"siapa dia ?"
"alexsandra kim " gumam erna singkat yang mampu di dengar oleh orang - orang tersebut
"hm.... selidiki dia ,aku ingin datanya secepatnya " perintah nya . tampa mereka sadari seseorang dengan earphone di telinganya hanya tersenyum sembari menertawakan kebodohan mereka .
"nah.... manisku bagai mana kau akan mengatasi ini lari lagi atau kau akan menyerang mereka sekaligus ,my second lead yuan yu kim " ucapnya sembari memandang foto dua anak kecil sembari tersenyum manis di bingkai tersebut ,ia berdiri dan menghadap kearah jendela luar ,la melihat pemadangan indah itu dengan muram yang tercetak jelas di wajah nya .
"aku harap kau baik - baik saja yuan " harap nya karena ia tahu bahwa gadisnya tengah menghadapi masa sulit dia ingin di sampingnya dan membantunya .
"tuan kita harus segera pergi "
"baik ayo kita pergi" ucap pria itu sembari mengenakan jasnya kembali suara deru angin dari baling - baling helicopter terdengar riuh membawa tubuh pria tampan itu menjauh dan meningalkan kota c dengan tenang ,ia tahu jalan karirnya masih panjang dan akan makin terjal ia percaya jika gadisnya akan baik - baik saja ,ya semoga saja
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...TOBE CONTINEW...
__ADS_1
...LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...