
wanita itu nampak dengan tenang menghisap puntung rokok yang ada di tanganya dengan pakaian serba merah yang mencetak lekat bentuk tubuh rampingnya itu ,ia berranjak dari tempatnya duduk mengitari seseorang yang sendari tadi menunduk dan memberi hormat padanya ini, orang yang ia suruh untuk mengambil data keuangan perusahaan milik cleo dan data milik kim corp ,ia menerima flashdiks tersebut dengan seringai cantiknya .
"well terimakasih atas kerja kerasnya dan good night baby boy " ucapnya penuh dengan nada mengoda dan...
JLEB ! CRASH BRUK !!!!!!! suara tusukan dan potongan yang membuat tubuh pria itu terbelah menjadi dua bagia. tersebut membuat wanita tadi tertawa sesaat .
"well ini untuk kebaikan kita ,kau harus menjaga rahasia ini selamanya ..... arrra.... pengawal ! berikan tubuh ini ke makanan anjing " perintahnya tak berapa lama segerombolan maid dan beberapa penjaga membersihkan tempat kejadian perkara , hal yang biasa ia lakukan dan sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa kejamnya sang nyonya rumah tempat mereka bekerja ini.
di lain tempat setelah pulang sekolah ia memasuki kamarnya begitu saja mengabaikan seorang pria yang sendari tadi mengekornya dari belakang ,sembari memelas dan meminta maaf atas apa yang terjadi ,membuat lexsa makin malas saja memikirkannya .
FLASHBACK ON
setelah beberapa minggu absen dari sekolah ahirnya ia bisa kembali mengikuti pelajaran dengan normal meskipun ia harus bekerja ekstra untuk mengumpulkan nilai ulangan dan tugas yang menumpuk ,berterimakasihlah pada key yang mengijinkannya dengan alasan sakit keras ,hell yeah key memang ahli dalam hal akting ingatkan dia untuk memasukan key ke agensi hiburan dari pada memasukannya ke sekolah kedokteran .
tangan itu menulis jawaban terahir dari tugas yang ia hendel hari ini , setelah membubuhkan titik di atasnya ia lalu meletakan pena yang ia gunakan lalu mengeliat untuk merengakan tubuhnya yang kaku akibat terus menunduk itu .
"ahirnya selesai juga !" gumamnya pelan ,tersadar senja sore sudah menyapa ia menolehkan kepalanya untuk melihat jam yang terpasang apik di dinding perpustakaan disana pukul 4 sore ,ia pun beranjak dari sana dan mengemasi barang nya untuk di bawa pulang .
lorong sekolah lumayan sepi karena sebagian besar siswa dan siswi di sini sudah pulang mereka yang tinggal biasanya untuk mengikuti kegiatan ektrakulikuler yang mereka minati , saat ia berjalan di parkiran nampak gion sudah berdiri di samping mobilnya ,membuat lexsa mengerutkan dahinya heran .
"kemana dia ?" tanya lexsa sembari menyerahkan kunci mobilnya kearah gion dan di terima oleh nya .
"tuan menunggu anda nona ,mari saya antar" ucap gion sembari membuka pintu penumpang ,lexsa yang capek dengan malas mengikuti arahan dari asisten prianya ini ,tak lama setelah lexsa masuk mobil melaju menuju tempat yang sudah cadhies siapa kan untuk bertemu , tak lama mobil tersebut mengarah ke JnG Crop tempat sang kekasih bekerja sebagai ceo di sana , ia turun dan menuju lift di lantai atas tempat ruangan sang kekasih berada , belum sempat ia memencet lift seorang sekertaris dengan pakaian kurang bahan pun menghadangnya .
"maaf anak kecil ini perusahaan bukan tempat bermain dan lagi jika ingin bertemu ceo harus membuat janji dulu " ucapnya dengan senyum yang di buat - buat sontak membuat lexsa memandang datar kearahnya ,lexsa hanya menyilangkan ke dua tangannya di depan dada lalu menghela nafas dengan kesal .
"baik ,maaf tante saya kesini ingin bertemu tuan cadhies zu anarta khenzlin " ucapnya penuh dengan kekesalan yang tercetak jelas oh ayolah dia sudah lapar malah di suruh kesini dan bertemu dengan orang aneh ini ,jika cadhies menemuinya dengan tujuan tidak penting maka habislah dia di tangannya .
"apa ?... aish kau tak tahu aku masih berusia 20an bocah " ucapnya semakin meradang membuat mood lexsa drop begitu saja 'sial apa zu sengaja menempatkan dia di bagian front office ' ucap iner lexsa kesal ia diam saja sampai gion menghampiri mereka .
"nona kenapa anda belum ke ruangan tuan? " tanya gion heran biasanya sang nona langsung menaiki lift tampa menunggunya , lexsa menatap datar gion ,sedangkan yang di tatap hanya menelan ludahnya takut 'ya tuhan apa lagi sekarang' ucap iner gion frustasi .
"ah sekertaris gion selamat sore "
"huh ?" kagetnya yang tidak menyadari ada kariyawan baru yang menghadang jalan, 'ah ... dia cari mati' ucap iner gion sembari menatap dingin wanita tersebut .
"apa yang sebenarnya terjadi disini ?" ucap gion sembari menatap datar kariyawan tadi .
"begini tuan anak ini ingin menemui presdir dan dia belum membuat janji pada nya " ucapnya sembari melirik ke lexsa ,gion terdiam sesaat dan menekan lift untuk sang nona mudanya ini .
"gion jika masalah ini blm selesai aku akan pulang " ucap lexsa sembari melipat tanganya di depan dada sontak membuat gion meringis ngeri jika ia gagal habislah malam ini dengan lembur seharian .
"ah nona besar kim tunggu saya di suruh menjeput anda " ucapnya dengan penuh harapan berharap sang nona mau mengerti keadaannya .
ting suara lift berbunyi dan terbuka membuat wanita tadi mengaga tak percaya dengan apa yang ia dengar 'matilah aku ' lirihnya pelan ia telah salah memilih musuh yang ada di depannya kini adalah nona besar kim a.k.a lexsandra kim calon istri sang atasan dan pemilik saham terbesar kedua di perusahaan ini .
"silahkan masuk nona besar kim maaf atas apa yang terjadi disini " ucap gion sembari membukuk hormat padanya .
"hn, bereskan " ucap lexsa dingin dan lift pun tertutup
gion memandang wanita itu dengan ganas , membuat wanita itu berkedip tidak percaya bukan kah bos nya ini anti wanita kenapa gadis itu bisa mendapat kan perhatian bis nya ini siapa dia sebenarnya .
__ADS_1
"sudah selesai melamunya " ucapan dengan nada datar dan dinggin itu menyadarkan wanita tersebut , wanita tadi menatap gion dengan takut - takut .
"sekertaris gion ....ke...kenapa anda begitu marah pada ku ...ak...aku hanya menjalan kan tugas ku saja .." elaknya 'sial sekertaris yang satu ini menyeramkan sekali ' batin nya sembari menunduk takut .
"jika kau masih kerja disini lebih baik perhatikan tingkah laku mu !" peringatan gion membuat wanita itu semakin menunduk takut dan hanya mengaguk sebagai jawabannya
"pergilah , pulang dan jangan kembali bekerja di sini ,ambil surat pengunduran diri mu di hrd " perintahnya membuat wanita itu membelalakan matanya dan mengaga tak percaya dengan lemas ia menuju bagian hrd .
di dalam ruangan lexsa yang masuk dan duduk di meja kerja sang kekasih pun mulai bosan saat dia masuk tidak ada orang dan assiten yang berada di ruang tersebut berkata bahwa cadhies tengah menghadiri meeting penting jadi dia harus sabar menunggu , tak berapa lama orang yang ia tunggu memasuki ruangan sembari menenteng camilan kesukaannya .
"well kau membuat ku menunggu lebih lama dari biasanya tuan " ucapnya sembari menyilangkan tangannya dengan memandang cadhies yang kini hanya terkekeh tersebut .
"kkk...ouh sudah datang kemarilah " ucapnya sembari melambaikan tangannya wanita tadi hanya memasang raut wajah sebal tapi menurut saat cadhies menepuk sofa di sebelahnya .
"ada apa kau mencari ku ? tidak biasanya mengirim gion " tanya lexsa to the point membuat cadhies tersenyum lembut kearah lexsa dan menepuk pelan kepala lexsa dengan sayang .
"makan lah dulu aku tahu kamu lapar setelah mengejar ketertingalan mu selama seharian ini " ucapnya sembari melirik kemakanan yang tadi ia siapkan .
"fine " ucap lexsa setelah ia memakan makan siang plus makan malam nya ia pun menatap cadhies untuk menuntut sebuah jawaban , sadar sang kekasih meminta jawaban dengan melongarkan dasinya ia memulai membeberkan rencananya
"aku meminta ayah untuk membimbing tria dan zahara,mereka akan memulai latiahan mereka 3 bulan lagi " ucap cadhies sembari melihat reaksi dari lexsa , ia dapat melihat ekpresi terkejut yang tercetak jelas di sana .
"APA KAU GILA !" bentak lexsa seketika membuat cadhies memejamkan matanya saat mendengar nya 'jangan terpancing cadhies kau hanya perlu menjelaskannya perlahan ' ucap iner cadhies ,dia menghela nafasnya dengan pelan menetralisir emosinya agar tidak ikut terpancing atau masalah ini akan semakin runyam .
"aku tahu kau akan tidak setuju dengan ku tapi tindakan ini harus aku ambil agar mereka aman dan tidak di manfaatkan " jelasnya ia berharap sang kekasih mau mengerti tapi nyatanya hanya wajah menahan amarahlah yang ia terima .
"cadhies zu anartha kenzlin ! kau tahu mereka masih anak - anak berumur 5 tahun apa kau ingin membuat masa kecil mereka menjadi neraka " ucap lexsa ,ia tak habis fikir dengan ide sang kekasih ,apa dia sudah gila hinga harus melibatkan tria dan zhara .
"kalaupun ini demi kebaikan tapi kau harus menimbangkan beban mental mereka ! sekalipun zahara adalah anak angkat kita tapi aku tidak mau melepaskannya begitu saja apa lagi tria..." ucap lexsa menatap cadhies dengan kecewa ia berdiri menjauhi nya sembari menatapnya dengan mata berkaca - kaca nya .
"dia masih dalam pasca pemulihan trauman yang ia dapat selama ini apa kau tahu aku menghawatirkan dia hah !" lanjutnya sembari berteriak di ahir cadhies hanya bisa memejamkan matanya dan mengegam erat jemari tangannya .
"sa...dengar dulu ...." ucapnya lirih dengan penuh pengharapan
"Mereka bukan kita zu .... mereka bukan kita .... mereka hanya korban aku...aku..." perkataan lexsa semakin kalut .
"YUAN YU KIM ! " bentakan cadhies mampu membuat lexsa bungkam ia menunduk dan meremat ujung roknya dengan kuat ,sadar akan apa yang ia lakukan keterlaluan cadhies mendekat dan memengang punda lexsa tapi gadis itu mundur dan menghindarinya .
"sayang .... dengar bukan maksudku untuk membentak mu tapi kamu harus ingat mereka juga subyek tes yang berhasil ,aku hanya takut jerad memanfaatkan keadaan dan memanipulasi ingatan dan emosi anak - anak kita " ucap cadhies sembari menatap lexsa berharap sang kekasih mau mengerti keinginannya ini , keheningan menjadi latar belakang bagi mereka berdua .
"aku tahu kamu akan marah yuan ... tapi aku mohon .... ini demi kebaikan bersama ok..." jelasnya lagi cadhies hanya bisa melakukan ini .
"...." lexsa terdiam ,kenapa harus anak nya ,apakah pria ini tidak menyayang i zhara lagi hingga dia mengirim zharah dan tria ketempat mengerikan itu .
"aku tahu kamu.marah ...hm....jangan seperti ini lagi ok ..." bujuknya sembari mendekat kearah lexsa .
"jika mereka bukan subyek tes apakah kau akan tetap memasukan mereka ke sana ?" tanya lexsa sembari menatap tajam mata cadhies ,yang di tanya hanya gelagapan mencari jawaban yang pas agar sang kekasih tidak bertambah marah padanya .
"i...itu....ak..."
"sudahlah aku lelah seharian ini aku akan pulang biarkan aku sendiri kali ini " ucap lexsa ahirnya ia meninggalkan ruang tersebut dengan terburu - buru dan setengah berlari membuat cadhies mematung sesaat dan berbalik mengejar lexsa keluar .
__ADS_1
"wait sa tunggu " ucap cadhies sembari mengekor mengikuti jejak lexsa yang pergi begitu saja .
FLASHBACK OFF
ia mengunci diri di kamar mengabaikan suara gedoran pintu di luar , sedangkan cadhies berusaha untuk masuk ia menolehkan kepalanya dan menemukan key yang berdiri di sana .
"kak biarkan nunna istirahat terlebih dahulu " katanya sembari menepuk pundaknya pelan membuat cadhies hanya menghela nafas lelah .
"kau benar aku hanya ingin berbicara dengannya secara baik - baik " ucapnya sembari menyandar di pintu kamar milik lexsa , key yang melihat itu hanya tersenyum masam ' jarang sekali mereka bertengkar' ucap iner key heran ia melihat pria didepannya kini tengah mengusak wajah nya karena lelah .
"aku akan pulang sampaikan pada lexsa besok pagi aku akan menjeputnya " ucapnya lalu pergi keluar dari mansion kim , di dalam ruangan nampak pexsa yang selesai mandi dengan air dingin untuk mendinginkan kepala nya akibat emosi yang menguasainya tadi , ia mengusap rambutnya guna mengeringkan rabutnya yang basah .
tak berapa lama pandangannya tertuju pada foto yang berisikan dia dan kedua orang tuanya ia mengelus foto sang mama dengan pelan dan teringat permintaan cadhies tadi ,jujur jika ini demi kebaikan mereka ia akan melepas mereka tapi tidak dengan memasukan mereka ke camp milik keluarga anarta , ia tahu karena waktu ia kecil dulu pernah di tempa sang ayah disana , ia tahu bagaimana rasanya sakit saat sebuah belati menyayat kulit mu jika kau tidak fokus ,cambukan jika kau melangar batas ,penindasan dan masih banyak lagi , lexsa menghela nafas nya dan membaringkan tubuh nya sembari menutup sebelah matanya .
"now what should i do ....what should i do mom ..." lirirhnya sebelum ia benar - benar jatuh tertidur ,tak berapa lama seseorang memasuki kamar tersebut lewat blakonnya , ia berhasil menyingkirkan beberapa bodyguard yang berjaga di sekitar taman belakang , ia berjalan masuk dan melihat lexsa tertidur dengan pajamasnya , ia berjalan mendekatinya dan membenarkan letak selimutnya .
"dasar anak bodoh masih saja ceroboh" lirihnya sembari membelai rambut hitam panjangnya pelan ia beranjak dari tempat tersebut dan berjalan menuju komputer lexsa , ia menyalakan nya dan mencari data yang ia cari tentang nano zero dan beberapa data dari tentua kim , saat hendak berdiri sebuah moncong senapan menekan kepala belakangnya ,pria tadi mengakat kedua tangannya ,di balik topengnya ia menyeringai kecil saat mengetahui siapa yang menodongkan pistol kearahnya siapa lagi kalau bukan sang pemilik kamar .
"lepas topeng mu dan berbalik lah dengan pelan " perintah lexsa tepat saat ia berbalik dan
BLINK lapu seketika mati yang mengalihkan atensinya saat ia menoleh ke orang tadi ,ia lenyap.begitu saja "sial siapa dia sebenarnya" upat lexsa pelan sembari menatap dingin ke jendela blakonnya .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...
__ADS_1