
suasana di dalam ruangan tersebut makin lama makin menegang seorang pria dengan setelan jas nya memandang geram pada gadis di depannya, ia menatap datar pada kertas yang berisi perjanjian pengalihan saham perusahaan sebesar 80% dan itu sama saja memberikan seluruh perusahaan ke wanita ini dengan cuma - cuma .
"well bagaimana paman ?" tanyanya lagi sembari duduk dengan angkuh yang hanya di tatapi datar oleh yaer .
"apa yang membuat mu percaya diri akan hal ini ?" tanya yaer balik ia menatapnya dengan penuh ketenangan dan bersandar di sandaran kursinya .
"oh ,tentu saja ada dengan ini " ucapnya sembari menyodorkan foto yang dapat ia lihat gambar dari putra pertamanya dengan istri dan anaknya yang berusia beberapa bulan itu , senyum senang ia sematkan di bibirnya .
"aku akan memberitahu di mana keberadaan nya jika kau mau menadatangani surat perjanjian ini " ucapnya , sontak membuat yaer berpikir keras lalu matanya menangkap silut yang sangat dia hapal di balik pintu , ia yakin bahwa 'dia' juga mendengar hal ini juga .
"akan aku fikirkan beri aku waktu untuk memikirkannya "ucap yaer final membuat wanita di depannya kini menampakan senyum kemenangan , ia mengaguk dengan akuh dan pergi begitu saja dengan para bodyguardnya , setelah kepergian wanita itu yaer memutar kursi itu dan menatap sniper yang sendari tadi mengintainya sesaat wanita itu pergi dengan intruksi tangan ia menyeringai dengan kejam .
di sebuah gedung pecakar langit seorang menunggu perintah dari bos nya untuk membunuh seorang ceo di gedung seberang yaer kim tuan miliyarder ternama yang harus ia lenyapkan ,tak berapa lama seseorang datang dengan santainya berdiri di samping nya yang membuatnya menoleh .
"bagaimana ?" tanyanya sembari mempersiapkan diri untuk mengintai dan membidik mangsa .
"nyonya lim bilang negosiasi gagal kita harus membunuh nya " ucapnya yang hanya di angguki pria tersebut saat hendak membidik target ia mengerutkan keningnya saat berpapasan dengan mata yaer .
"apa dia tahu kita sudah mengintainya sejak tadi ?" tanyanya sedikit terkejut .
"mana mungkin bodoh ! ini gedung pencakar langit yang berjarak satu gedung mana mungkin dia tahu kita di sini " ucapnya sembari melihat kearah sekitar berjaga - jaga akan hal yang tak terduga .
"tapi ..."
"hentikan ocehan mu lakukan sekarang juga !" bentaknya membuat pria itu mendegus kesal ia kembali membidik saat hendak menarik pelatuknya ia merasakan basah di wajahnya seperti ada seseorang menyiramnya dengan air tapi lebih kental dari air ia menoleh dan melihat temannya ini sudah tergeletak dengan kepala dan badan terpisah sontak ia memandang ngeri hal tersebut , hinga ia menyadari bahwa ada ujung belati yang menempel di lehernya yang siap merobek tengorokannya kapan pun yang orang itu mau .
"katakan pada ku apa arsety lim yang memerintahkan mu ?" tanyanya dengan nada datar dan dingin ,yang di tanya hanya menelan ludahnya ngeri .
"ya...ya....nyonya arsety yang memintanya " ucapnya .
"kalau begitu terima kasih atas informasinya " ucapnya lalu melepaskannya begitu saja membuat pria itu bernafas lega lalu
BANG! satu tembakan tepat mengenai kepala pria tersebut dan jatuh dari atas gedung tersebut membuat orang yang melakukannya hanya menyeringai kejam .
"itu adalah akibat dari kalian menyingung tuan yaer , menyingung nya sama saja melawan black horse " gumamnya miris lalu membereskan kekacauan yang ia buat .
dia lain tempat nampak seorang wanita dengan pakaian yang ketat dan minim bahan tersebut nampak tenang sembari memain kan segelas wine di tangannya , ia sedang membayang kan bahwa sekarang hyonji akan memohon padanya untuk memberitahu di mana anak kesayangannya itu , menjebak hyonji sangat lah mudah dari pada mengelabui yaer maupun key dan saudaranya yang lain .
tak lama seorang pelayan masuk sembari membawa seorang tamu ke dalam ruangan mereka .
"wah ...wah ....apakah informasi ini begitu penting bagi mu nyonya kim " ucapnya sembari tersenyum kearah hyonji
"ya selama kau bisa melacak keberadaan putra ku aku akan memberi imbalan yang pantas " ucapnya ,hal tersebut membuat arsety tertawa saat mendengarnya ,see wanita tua ini sangat bodoh dan masuk akan pancingannya dengan mudah .
di sisilain nampak yaer menatap dingin pada layar yang menujukan gambar dimana keberadaan istrinya ini istrinya ini ,ia bodoh atau apa ? apa dia lupa jika jhonatan masih hidup ? sekarang dengan tindakan bodohnya masuk ke perangkap arsety sepertinya ia harus mengagal kan rencana mereka atau akan ada kekacauan besar lainnya yang menunggu di depan .
"hallo sayang ada apa ? " ucap hyonji tak lama setelah ia menghubunginya .
"dimana kamu sekarang ..." tanya yaer dingin membuat hyonji menelan ludahnya sekarang dan perasaan nya tidak lah enak sekarang , ia lupa jika ia memiliki suami posesif .
" ak...aku berada di tempat arisan " ucapnya gugup untuk membuat alasan yang membuat yaer semakin meradang
"ho.... pulang sekarang " ucap yaer tegas yang membuat hyonji mengigit bibirnya cemas.
" pulang atau aku menjeput mu secara paksa " ucap yaer dingin , hyonji hanya mengigit bibir nya dengan kesal apa salahnya mengetahui di mana putra pertamanya ini .
" fine i'll go home " ucap hyonji final ia menutup telphone nya dengan kesal .
__ADS_1
yaer memerintahkan para bodyguardnya untuk menjeput sang nyonya besar kembali , di perjalanan pulang nampak tenang hinga sebuah tubrukan dari belakang mengucang mobil tersebut hyonji yang nampak terkejut langsung bergegas menelphone sang suami belum sempat ia mendial sebuah tubrukan terjadi lagi .
"astaga " ucap hyonjin yang kepalanya terbentur kaca mobil bagian damping tersebut membuat sang sopir membulat kaget 'ouh sial jika tuan uaer tau nyonya terluka maka habislah aku ...' ucap iner sang supir panik .
"nyonya jangan khawatir saya akan membereskan mereka " ucap sang sopir , mobil - mobil itu saling berkejaran dan saling menubruk hinga satu tembakan tepat di roda depan mampu mengulingkan mobil musuh sang sopir masih memacu mobil itu dengan kecepatan tinggi saat melewati tebing pinggir kota ia dapat melihat drone terbang yang mengawal mereka , sang sopir agak lega saat melihat drone tersebut milik black horse yang mengawalnya ,parseteruan pun tidak hanya sampai di situ tak berapa lama 4 mobil hitam lainnya mencoba menubruk mobil sang nyonya agar mengarah ke jurang yang berada di sisi kiri jalan .
BANG ! BANG ! BANG !
ZUNG ! ZHUNG!ZUNG!
BRUAK ! CKIITTT!!!!
BRAK ! BRAK ! BOM!!
suara decitan ban mobil yang bergesek melewati aspal hinga suara peluru yang di tembakan pun terdengar riuh beberapa kali mobil itu lepas kendali tapi untung lah dapat di kuasai kembali pacuan adrenalin memacu detak jantuk hyonji ia jadi teringat dulu saat yaer terlibat kejar mengejar dengan salah satu gembong mafia tingkat kecepannya jauh lebih mengerikan dari ini , walau dia sudah terbiasa dulu tapi ini pertama kalinya ia di kejar tampa yaer di sampingnya dan itu jauh lebih mengerikan dari apa yang ia bayangkan .
tak lama mobil mereka lolos dari maut yang mengancam dan pulang kemansion kim dengan selamat banyak pelayan dan body guard langsung berlari menghampiri mobil tersebut akibat penyokan parah pada sisi kanan mobil mereka segera membuka pintu belum sempat menolong sang nyonya nampak langkah tegas sang tuan rumah membuat mereka mudur , ia melihat hyonji yang kacau dengan datar ia mengendong bridal stayl hyonji dan mengakatnya kedalam mansion dengan lembut .
"jangan sampai orang luar tahu masalah ini ! apa kalian mengerti !" ucap tegas yaer membuat mereka menunduk takut akan arogansi sang tuan besar .
"baik tuan " jawab mereka semua serempak
"pangilkan dokter keluarga ke sini cepat " ucapnya dengan tegas lalu masuk kedalam nampak hyonji yang lemas di gendongan yaer membuat key khawatir .
"astaga apa yang terjadi dengan ibu ?" tanya key khawatir sontak pertanyaan itu menghentikan langkah kakinya dan memutar tubuhnya menghadap si bungsu keluarga kim tersebut .
"hanya sedikit syok dan pemacu ardenalin saja " jawab yaer santai ,nampak raut bingung daro key yang membuatnya tersenyum kecil .
"...?" key masih menatap ibu dan ayahnya secara bergantian .
"baiklah " sahut key ragu yang membiarkan sang ayah membawa ibunya kekamar utama di mansion tersebut , tak tinggal diam key pun menghubungi lexsa yang kini masih di lab milik JnG.corp .
" hallo ada apa key ? " ucap lexsa santai ,key dapat mendengar gesekan antara dokumen yang lexsa baca .
"nunna gawat ...ibu...." kata key sembari menjelaskan apa yang dia lihat tadi .
di dalam kamar nampak yaer memangku hyonji di atas ranjang mereka dengan hyonji menyandarkan kepalanya di bahu tegas yaer ,
"sudah puas bermainnya ?" tanya yaer yang sendari tadi diam saat mereka duduk bersama .
"maaf aku tak tahu jika.kejadiannya akan seperti ini " lirih hyonji sembari memainkan jemarinya di depan dada bindang yaer membuat ia menangkap jemari itu lalu mengecupnya secara perlahan .
"wel untuk kali ini aku melepas mu jika kau mengulang kesalahan yang sama jangan salahkan aku jika mengurung mu di mansion seperti dulu " ucap yaer dengan nada santainya ,mungkin bagi orang yang mendengar itu menagapinya biasa namu tidak dengan hyonji ia tahu betul watak sang suami yang posesif dan temprametal itu .
"apa salah nya aku hanya ingin mengetahui keberadaan jhonatan dan yuna aku merindukan mereka " lirihnya sembari menatap yaer yang kini menatap balik hyonji .
"tapi bukan seperti ini caranya sayang apa kamu tidak bisa mempercayai jhonatan hm..." ucap yaer sembari mengecup gemas kening hyonji yang hanya di tangapi gelengan kecil .
"tapi bagi ku jhonatan dan yuna masihlah anak - anak manis ku aku tidak rela mereka hilang tampa kabar begitu saja " jelasnya sembari menatap yaer dengan mengebungkan pipinya dan menatap yaer garang dan hanya di tangapi kekehan dari yaer .
"ini , aku mendapatkan foto itu saat wanita licik itu membuat negosiasi dengan kita sayang " ucap yaer sembari menyodorkan selembar foto yang sendari tadi ada di saku jas nya yang di terima oleh hyonji awalnya ia mengerut kan keningnya heran dan di gantikan wajah senang ketika melihat gambar siapa yang tercetak di sana dengan senyum lemah ia mengelus foto tersebut .
"ini ..... mereka memiliki anak yaer ....aku sudah menjadi nenek dan zharah memiliki sepupu kecilnya ....aku....hick" tangisan hyonji meledak untunglah ia tidak membuat perjanjian dengan wanita itu ,untunglah yaer datang menyelamatkannya jika tidak mungkin ia tidak tahu jika jhonatan masih hidup dan terlihat bahagia dengan keluarga kecilnya .
"sshhh sudah jangan.menangis lagi ok " ucap yaer sembari mengelus pungung sang istri dengan sayang , tak lama dokter pun datang dan memeriksa keadaan istrinya .
sore yang tenang di tutup dengan hembusan nafas terlelap dari hyonji ,yaer berjalan keluar menuju tempat persembunyian ale selama di mansion kim ini ,ya dia mengetahui jika ale masih hidup dan di selamatkan oleh jordan dan di bawa kesini ,tapi saat hendak memberitahu lexsa, ale melarangnya untuk memberi tahu lexsa akan keberadaannya , yang mau tak mau harus di turuti olehnya .
__ADS_1
ia membuka pintu paviliun.terpencil tersebut dan melihat ale tengah membaca dengan serius dokumen yang ada di tangannya kini , yaer berjalan dan duduk di sofa dengan santainya hal tersebut tidak lah mengagu bagi ale setelah selesai ia menatap yaer yang nampak lelah itu .
"kau kenapa ?hyonji membuat masalah lagi ?" pertanyaan ale membuat yaer meliriknya dengan malas dan hanya di beri degusan oleh ale , pria berusia 39thn itu berdiri dan mengambil minuman dingin di dalam kulkas di tempat tersebut .
"ada apa dengan nya ?" tanya ale lagi sembari menyodorkan sekaleng minuman kearahnya yang lagsung di buka dan di teguk dengan rakus oleh yaer membuat sang sahabat di depannya kini menatapnya heran .
"hampir terbunuh oleh anak buah lim " ucapnya yang hanya di tanggapi kerutan heran di dahi nya , karena jarang melihat sang nyonya kim keluar sendiri tampa di jaga ketat oleh sang suami .
"ho... apa dia mendatangi wanita yang bernama arsety itu ?" tanya ale sembari menatap yaer yang kini menghabiskan minuman yang tingal separuh lalu meremat kaleng itu hingga hancur sambil mengaguk .
"wanita itu menawarkan perjanjian kerjasama yang berahir dengan penandatanganan surat peralihan saham sebanyak 80% " jelasnya membuat ale melongo medengarnya dia berkedip menatap yaer lalu tertawa terbahak membuat yaer kesal dan melepar kaleng yang di remasnya tadi .
"kau manusia sialan berhentilah tertawa ! kau membuat ku semakin kesal saja !" protes Yaer tak terima ale berusaha mengontrol tawanya agar sang sahabat tidak ngambek padanya .
"hehehe...bukan begitu yaer ...hanya saja baru kali ini ada seorang wanita yang berani merebut saham kim corp seperti mainannya " ucap ale yang masih menahan tertawa akibat ucapan yaer tadi ,degusan keras yang yaer lontarkan sebagai jawaban ia merengangkan dasinya dan melepaskan jasnya membuka 2 kacing teratasnya dan meletakan jas dan dasinya di sandaran kursi dan menatap ale serius membuat ale langsung merubah mimik wajahnya tersebut kembali menjadi datar .
"so...apa langkah mu selanjutnya lex ini bukan perkara sepele tentang pabrik senjata kita yang mendadak di ambil alih oleh keluarga lim " ucap yaer sembari menyodorkan usb di meja dan seketika data tentang pabrik senjata itu muncul di depan layar yang terpasang di ruang tersebut .
"i see , ini memang sedikit menjengkelkan tentang hal ini lagi pula pak tua itu harus kita urus secepat nya " ucap ale sembari mengamati foto di dinding yang tertempel dan terkait benang merah satu sama lain .
"kau ingin mengiring yuan menghancurkan jalang lim itu ?" tanya yaer yang hanya di beri seringai kecil ale yang memandang data tersebut mata itu berkilat kejam memikirkan rencana apa yang akan ia jalankan untuk mereka .
"bukan hanya yuan yang akan ikut andil " ucap ale kemudian membuat yaer menatap bingung lalu tersenyum puas akan apa maksud dari sahabat nya ini .
"so.... pergi jumping lagi ?" tanya yaer memastikan ,ale menatapnya dengan mata berkilat antusias .
"tentu saja mari kita lihat mereka atau kita yang akan menang " ucap ale ,well berdoa saja semoga 2 jendral dari black horse itu tidak mengacaukan sebuah kota dan menengelamkan sebuah jembatan dengan bom ,sejarah kelam yang orang - orang sangat takut dengan 2 jendral kematian dari black horse ini ....
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...
__ADS_1