
dia melihat di sekeliling nya ,bau anyir jelas tercium di area itu ,banyak hal yang bercokol di kepalanya ,hingga ia melihat sebuah pintu ganda besar yang terbuat dari besi yang jarang terlihat kokoh dari luar tertutup dengan gembok berantai di depannya , ia mendengar suara langkah kaki mendekat dan terkesan buru - buru tak perlu menoleh ia tahu bahwa itu jordan dan beberapa anak buahnya .
"lexsa apa kau yakin ini tempatnya ?" tanya jordan sembari melihat pinti tersebut sembari mengaguk lexsa menjawab
"ya dan mereka ada di dalam " katanya sembari menodongkan pistol kearah gembok tersebut dan bersiap untuk menembaknya
BANG ! satu tembakan di barengi jeritan ketakutan suara anak - anak terdengar jelas ,saat mereka hendak masuk seorang anak kecil dengan tubuh lemah menodongkan senjata berupa bilah besi yang sengaja ia simpan untuk berjaga - jaga walau ia tahu semua akan sia - sia saja .
"belhenti jan mendekat !!!!" seru suara itu membuat lexsa dan pengikutnya berhenti , lexsa berjongkok di depan anak tersebut .
"hey .... ini aku ... kalian tenang saja aku tak akan menyakiti kalian " kata jordan membujuk anak itu untuk menurunkan senjatanya tersebut nampak anak tersebut dalam keadaan yang kacau banyak mereka lihat luka lebam yang menghiasi anak - anak ini .
"kau belbohong olang dewasa selalu belbohong !!!" seru anak yang lain di belakan anak kecil tersebut lexsa melepaskan topeng nya dan tersenyum ke arah mereka , dan seseorang mengenali senyum tersebut
"who are you ?!" tanya seorang anak kecil yang lexsa lihat seperti zutto saat kecil dulu ia begitu berani dan tenang .
"just call me kim " ucapnya tak berapa lama tubuh nya di terjang oleh anak lain yang datang kepelukannya dan memeluknya erat .
"mamanya nakim ...."lirihan kecil yang dapat di dengar lexsa membuat dia tersenyum senang karena anak ini tahu ia akan datang menyelamatkannya .
"ya nakim merindukan temannya maukah kalian ikut dengan ku " balas lexsa sembari mengelus punggung tersebut dengan lembut .
"dengar dia mama nakim dia orang yang baik dia teman kakak yang setia jadi ayo jangan takut " seeu tria sembari menoleh kearah teman - temannya nampak dari mereka menatapnya dengan penuh keraguan .
"uh ? benalkah itu ?" ucap anak kecil yang memengang bilah besi tadi dan perlahan menurunkannya membuat jordan dan tim nya menghela nafas lega ,karena tampa sadar tria telah membujuknya .
"iya ayo ikut ajak yang lain " serunya mereka semua mengaguk patuh ,lexsa yang melihatnya hanya teesenyum tipis .
"anak pintar nah ayo berbaris kita keluar sama - sama " ucap lexsa sembari tersenyum senang , mereka menurut anak yang sudah tidak kuat berjalan pun di gendong oleh pasukan milik jordan dan anak buah dari lexsa mereka keluar dari markas dan di sambut banyak wartawan di sana .
"tria kemana teman mu yang lain ?" tanya lexsa sembari mengendong keluar tria
"setelah para dokter itu mengambil mereka ... mereka tidak pernah kembali ..." ucap tria mengigat apa yang terjadi selama ini.
"ouh benarkah ?" tanya jordan yang kini di belakang tria dan lexsa sembari mengendong seorang anak perempuan dengan luka lebam di sekujur kakinya itu .
"ya ... mereka di tempatkan di sebuah tempat ruang khusus di barat laboratorium ini " jelasnya sembari menujukan sisi lain dari tempat merekaberdiri sekarang , lexsa hanya memandang datar kearah tempat yang di tunjuk tria .
"well ,hei tria ikutlah dengan nona ini ingat jangan nakal dan patuhlah ok "
__ADS_1
ucap lexsa sembari mengelus anak yang ada di depannya kini ,tria mengaguk dengan patuh
"mama nakim mau kemana ?" tanyanya polos sembari melihat kearah lexsa .
"kkk tentu saja untuk melihat teman - teman mu yang lain juga membebaskan mereka " ucap lexsa dengan tatapan lembutnya membuat mata tria berbinar senang mendengarnya .
"oh...hu'um"
"ayo ikut dengan ku jangan takut ,tidak ada yang melukai mu kok " ucap victoriya sembari tersenyum manis kearah tria dan hanya di angguki saja oleh anak itu .
saat hendak beranjak sebuah tarikan kecil di ujung celananya mengalihkan segala atensinya ,ia menuduk dan melohat seorang anak kecil berambut coklat madu ,bermata besar dengan pipi mengemaskan dan demgan di tambah 2 pasang bola mata berwarna biru tersebut membuatnya tampak mengemaskan .
"ada apa ?" tanya lexsa sembari jongkok di depat pria kecil tersebut , nampak bibir itu bergetar takut tapi ia mencoba untuk berbicara .
"telimakacih kalena....kalena...uhm..." nampak.ragu anak.itu memilin ujung bajunya ,sadar jika anak itu masih ketakutan lexsa berjongkok dan menepuk pelan kepala anak itu ,tepukan lembut yang ia dapatkan dari lexsa membuat ia mendongak menatapnya.
"pelan - pelan ok ia sama - sama apa ada yang lain hm..." ucap lexsa sembari mengelus kepala anak itu pelan .
"bicakah nunna menyelematkan nunna ku " pintanya sembari memilin ujung baju nya yang lusuh membuatnya semakin lusuh lexsa hanya tersenyum dan menangkup pipi bocah tersebut dengan lembut ia mensejajarkan pandangan mereka .
"ah apa mereka di bawa pergi para dokter jahat juga ?" tanyanya dan hanya di berikan anggukan yang lucu membuatnya gemas bukan main ia mencubit pelan pipi gembul tersebut .
"baiklah aku akan berusaha menyelematkannya " ucapnya yang hanya di angguki oleh anak kecil tersebut ,setelah mereka di antar ketempat yang aman yang akan membantu mereka pulih dalam keadaan awal dan mengembalikan mereka ke orangtua mereka .
"kak ,sepertinya kita harus bongkar muat barang di sini "
"ah kau benar ,kalian bongkar 2 kontener ini " perintah jordan setelah di buka ,hal yang menyembut mereka adalah bau anyir yang sangat pekat hingga salah satu dari anak buah jordan muntah akibat bau tersebut , lexsa naik dan memeriksa kantong tersebut begitu terbuka hal yang membuat mereka semua tersulut emosi akibat apa yang mereka temukan .
di dalam kantung tersebut terdapat 4 mayat anak kecil berusia 4-5 tahun yang dengan kejinya di ikat dan di masukan bersama bahkan kondisi nya sangatlah tidak layak di sebut utuh karena perut mereka terbelah dan organ dalam di ambil semua dan mata mereka pun juga hilang .
"BAJINGAN MEREKA SEMUA BIADAP !!!!" makian jordan membuat lexsa memejamkan matanya ,ia tidak boleh ikut emosi ,ia harus tenang .
"kak tahan emosi mu bawa mayat - mayat mereka lalu indentifikasi pada data nama anak - anak yang hilang " pinta lexsa sembari menutup kembali kantong tersebut .
"baik nona akan kami laksanakan " perintahnya ,jordan dan lexsa turun dari kontainer dan memasuki ruangan yang tertutup pintu dengan rapat di sana ia membuka pintu tersebut, sontak ia memejamkan matanya saat melihat pemandangan yang jauh lebih mengerikan di banding di kontener tadi .
di sana banyak anak - anak yang sekarat tengah merengang nyawanya menunggu kematian yang datang beberapa dari mereka di gantung bagai daging sapi yang siap di jual dan dengan keadaan perut terbelah kehilangan kedua kakinya dan kedua bola matanya .
"CEPAT PANGIL AMBULAN DAN DOKTER SEKARANG !!!" teriakan lexsa membuat anak buahnya bergegas memangil para dokter kesana , tak berapa lama petugas medis datang dan mencoba menyelamatkan mereka yang sekarat .
__ADS_1
diantara mereka ia melihat seorang gadis mungil yang kurus dengan rambut berwarna coklat madu panjang dengan kulit putih pucat yang terbaring di salah satu ranjang nya dengan cekatan para petugas medis memeriksanya saat mengetahui bahwa dia bernafas pelan .
saat tersadar mata polos itu menatap lexsa dan mengapai tangannya dan dengan cepat lexsa mengegam lembut tangan kurus gadis tersebut .
"bertahan lah adik mu selamat dia masih menunggu mu "
"hedan selamat ..... ah terimakasih....sudah...mau...menyelamatkan kami kakak ....hehe tolong sampaikan ke hedan maaf..." ucapnya sebelum mata itu kehilangan cahayanya dan dada gadis itu berhenti bernafas .
"hey bangun lah ...... kid dont be kidding me wake up !" ucap lexsa sembari menepuk pelan pipi sang gadis tak ada reaksi sama sekali , seorang petugas medis yang di sana mendekat dan menutup mata anak itu , ia berduka atas kepergian gadis tersebut .
"maaf kami telat menanganinya " ucapnya ,yang hanya di angguki lexsa dengan tangan gemetar lexsa keluar dengan membopong jasad sang gadis di dekapannya, dada lexsa nyeri saat mengetahui bahwa dia gagal dalam menyelamatkan seorang gadis, bahkan dia dengan berani berjanji kepada anak itu , berjanji untuk menyelamatkan satu - satu nya keluarga yang dia punya .
ia bersumpah ia akan membinasakan seluruh keturunan jerad dan keluarganya ia akan membalaskan kematian para malaikat tak berdosa ini kepadanga perang ini belum lah berahir .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...