Black Butterfly

Black Butterfly
TRUE ?!


__ADS_3

waktu terus bergulir dengan cepat bunyi jam terus-menerus berdetak di ruangan dingin itu. bau dari tumpukan dokumen yang baru maupun yang lama tercium dengan jelas mereka membaca satu persatu dari data yang tertinggal di tempat tersebut, banyak dari mereka yang masuk dalam daftar adalah uji coba yang berhasil dikembangkan oleh para pekerja lama di sana.


lexsa dan cadhies memeriksa satu per satu dari dokumen tersebut sehingga dia menemukan sebuah dokumen, ia meneliti dengan seksama dokumen tersebut awalnya ia sangsi untuk memberitahunya tapi dia tidak bisa menutupi hal tersebut bahwa ini adalah sangat penting baginya.


" Hei lihat apa yang aku temukan " ucapnya sembari Melambaikan sebuah dokumen di tangannya, hal tersebut membuat lexsa menoleh dan melihat Apa yang dilakukan oleh kekasihnya tersebut


" ini apa? " tanyanya penasaran, sembari mengekspresikan raut wajah bingung yang sangat ketaran di mukanya.


" bacalah Kau akan tahu segalanya " ucapan singkat itu membuat lexsa tergerak untuk mengambil dokumen yang ada di tangannya, kerutan semakin dalam saat mereka membaca dokumen tersebut ia tidak mengetahui atau mengenal data dari uji data tersebut merasa penasaran Ia pun melihat cadhies dengan tanda tanya besar yang tergambar di wajahnya.


" What this is? I don't know who she , is actually unfamiliar for me " ucap lexsa sembari menatap cadhies


" catarina Wilson Liong, seorang wanita yang berusia 17 tahun Pada saat itu dia Putri pertama Baba Liong " katanya dengan santai yang membuat lexsa terkejut Bukan main, Inikah alasan kenapa Liong begitu menginginkan Nano Zero, dan ingin mengembangkannya, lexsa masih tak habis fikir jika memang putrinya selamat kenapa ia harus membantai seluruh keluarganya , ia diam sejenak sembari berfikir keras .


" Bukankah dia juga selamat bukan, tapi kenapa dia harus mengorbankan temannya sendiri untuk sesuatu yang sangat sangat berbahaya " jelas lexsa sembari menudingkan kertas itu ke arah cadhies dengan kesal.


" kau tahu dengan berhasilnya Nano Zero terhadap Putri pertamanya nya dan itu harus di bawah kakinya , tampa campur tangan keluarga Kim . kau tahu sendiri bukan bagaimana tamaknya Liong, dengan aset yang dimiliki oleh keluarga Kim, itulah yang menjadi incaran utamanya bagaimanapun 3 keluarga besar haruslah tunduk kepadanya, ayahmu yang mengetahui hal ini memberitahu Ibumu dan mencoba menghancurkan Nano Zero, tapi Liong selangkah lebih dulu dari pada ibumu, dia berhasil memang dia berhasil membantai seluruh keluarga mu tapi dia kelolosan kunci utama dari nano zero itu sendiri " mendengar penjelasan dari cadhies mereka menatap lekat kekasihnya ini,


" Kenapa kamu tahu detail dari cerita ini, Bukankah seharusnya hanya orang tertentu yang tahu termasuk juga ayahmu " ungkap lexsa sembari menyandarkan bahunya pada tembok yang ada di belakangnya, ia melihat dengan tajam cadhies dan mulai mencoba membaca setiap raut wajah yang terjadi padanya.


" Aku bukan orang bodoh sa, Apakah wajar saat kita berusia 10 tahun kita bisa mengendalikan jet tempur sekelas pesawat penggempur kelas atas tingkat A?, sangatlah mustahil bagi kita anak yang berumur 10 tahun bisa lulus dengan universitas ternama dalam waktu singkat " ungkap cadhies sembari menatap tajam balik mata lexsa mereka berdua dalam keheningan yang cukup lama hingga sebuah desahan kecil keluar dari bibir lexsa, ia berjalan mengitari meja tersebut duduk diatas kursi tua yang berada di ruangan tersebut.


" saat aku beranjak dewasa dan umurku menginjak 17 tahun aku semakin penasaran banyak orang di luar sana yang memuji ku sebagai orang yang luar biasa cerdas dari golongan atas, Apa kamu tidak merasa heran dengan IQ diatas rata-rata mu itu " lanjut cadhies sembari menatap kekasihnya ini, tampak raut lelah terbayang di wajah cantiknya ia terdiam dan mencoba mencerna kalimat yang di lontar kan pria di hadapannya ini , ia masih tidak percaya bahwa ia juga adalah salah satu hasil eksperimen uji coba sang ibu.


"well you are true. aku juga penasaran, Tapi aku tidak pernah berpikir sejauh itu " ucap lexsaa gusar sembari mengusap wajah lelahnya, keadaan mungkin sangat sangat rumit kedepannya tapi ini adalah sebuah konsekuensi yang harus mereka tanggung akan dosa di masa lalu yang dilakukan oleh kedua orangtua mereka.


" well, Sudah aku duga kau bakalan terkejut aku juga sama terkejutnya awalnya, saat aku menjalankan misi dari ayah aku Sempat berpikir Apakah aku hadir di dunia ini hanya untuk menjadi mesin pembunuh?, atau mungkin aku adalah salah satu korban penculikan dari mereka, Tapi itu semua tidaklah terbukti kita memang bahan uji coba tapi kita diuji coba pada saat kita masih bayi after we born, we don't know everything "ucap ucap tadi sembari menatap lexsa, suasana mendadak menjadi Canggung mereka saling diam ,saling menatap seoalah mencari jawaban satu sama lain.


di tempat lain tempatnya di gedung luar laboratorium yang terbengkalai tersebut, nampak zutto dan niel dampak berjaga berdiri Waspada, mereka berharap jika Tuan mereka keluar dengan selamat tanpa ada kurang apapun.


" Why they are so long, it's a lot for 3 Day" keluhan zutto membuat niel menoleh ke arah zutto, Iya awalnya mengabaikan gerutuan dari temannya tersebut tapi lama-kelamaan ia pun Jengah dengan pertanyaan yang sama yaitu Kapan tuan mereka akan kembali,


"Oh C'mon shut up! you only repeat your question Among all one day all the world everything you are so funny! " balas n i e l dengan sengit yang hanya dihadiri oleh gerutuan dari lawannya ini,


"apa kau tidak khawatir dengan kedua Master kita, bagaimana kalau mereka terbunuh di dalam "pernyataan zuto membuat sudut siku" menghampiri kening niel , 'ouh astaga manusia bodoh ini kenapa aku punya sahabat seperti ini sih' geram iner niel .


"kau tau bahkan aku belum melihat seperti apa rupa anak tuan kelak ... apa mereka di dalam tengah bercinta "


Twic....asumsi ngawur zuto membuat niel makin geram.


" hei!!! jaga ucapanmu, Nona dan Tuan Muda tidak Salamah yang kau bayangkan!! " bentak niel dengan keras membuat zutto melonjak di tempat.ia menatap niel yang baru membentak nya


"dasar kau ini kau tidak tahu bahwa aku begitu mencemaskan mereka berdua " balas zuto tak terima ,ia menatap tajam niel yang di balas tatapan tak kalah tajamnya oleh niel .


" Kau kira aku tidak, bagaimanapun juga Nona muda adalah tanggung jawab kita sekarang dia adalah satu-satunya pewaris sah keluarga Kim, itu adalah misi utama kita sebagai bawahan teman dan keluarga nona besar yang masih tersisa " tegas niel membuat zuto bukam begitu saja, keadaan mendadak menjadi hening tak berapa lama mereka mendengar suara langkah kaki yang membuat mereka menegak kan badannya dan menoleh ke arah dalam mereka dapat melihat 2 orang berbeda gender tengah berjalan beriringan , nampak seseorang di antara mereka yang tengah mengunakan preban di bahu nya sontak membuat zuto khawatir mereka menghampiri sang nona muda .


"anda tidak apa-apa nona ?" tanya zuto panik , lexsa hanya mengeguk sebagai jawaban , dekapan dari samping membuat dia menoleh kearah pria yang mendekapnya .


"kita pulang sekarang ok jangan memikirkan hal yang aneh - aneh " kata cadhies sembari mengecup kening lexsa lama , yang membuat wanita itu memejamkan matanya .


"ayo kita pergi dari sini " ajak cadhies sembari mengiring lexsa menuju mobil mereka .

__ADS_1


"baik tuan " sahut niel , mereka bergegas keluar dari lab tersebut , setelaha keluar dari lab nampak matahari masih sangatlah terik , di dalam mobil nampak lexsa tengah melamun sembari meperhatikan suasana di luar kaca , tepukan lembut dari sisi nya mampu menarik kembali kesadaran yang sempat hilang beberapa detik itu .


"minumlah .. kau nampak buruk saat mengetahuinya "ucapnya sembari mengulurkan sebotol air mineral kearah lexsa , tampa banyak kata ia mengambil minuman tersebut lalu menghabiskannya dalam sekali teguk .


"merasa lebih baik ?" tanya nya lagi yang hanya di angguki oleh gadis itu , cadhies mengarahkan mobil mereka ke arah jalan ibu kota dan menuju bandara .


"wait ... kenapa kita harus ke kota ?" tanya lexsa heran ia menatap pria di sampingnya dengan raut wajah heran .


"dan membiar kan mu kecelakaan pesawat ? is not funny baby ...."katanya dengan santai mereka mengarah ke bandara international negara tersebut , lexsa ganya mempoutkan bibir nya walaupun perkataan pria itu benar tapi ia tidak seceroboh itu .


"oh ayolah sayang kita harus pulang dengan keadaan selamat atau aku akan di habisi kak jordan ok " ucap cadhies saat melihat sang kekasih cemberut mereka sudah duduk di dalam pesawatyang tengah mengudara menunu kota X, tepat tengah malam mereka sampai di bandara tersebut nampak seorang pria membopong seorang gadis muda di dekapannya , mereka berjalan menuju parkir mobil dan pergi meningalkan bandara menuju ke kediaman lexsa .


at mansion kim


nampak raut gelisah terpatri di muka sang nyonya besar menati kepulangan putri angkatnya itu


5 hari sebelumnya


"paman sebenarnya ...." ucap jordan sangsi ia melihat kearah kedua orangtuanya , sedangkan 2 orang di hadapannya menatapnya makin tajam membuat ia dalam keadaan genting .


"kami masih menunggu penjelasan mu nak " ucapan baba cleo membuat mereka semakin cemas .


"ya lexsa masih hidup dan tinggal bersama kami " terang jordan raut lega terpancar dari ke 2 orang di depannya .


"dan kenapa kalian menyembunyikan ini dari organisasi kau tau yuan adalah bagian terpenting di organisasi dia adalah penerus ke 2 setelaj jhonatan " terang cleo yang kini menatap tajam mereka , bagaimana pun yuan adalah cucu kesayangan nya ia mendidik dan mengasuh yuan seperti anak nya sendiri , ia terkejut ketika keluarga cucu kesayanganya ini mendapat musibah pembantaian tersebut .


"ini semua kami lakukan agar yuan tidak semakin berat mendapat trauma dan ya ... iya setuju akan hal ini " terang yaer .


"baik lah .... aku harap kalian secepatnya me.beritahu ku kalau yuan sudah siap kembali "


"kenapa tidak ?" tanya nya


"lexsa tengah menyelidiki kematian kedua orang tuanya dia ingin membalas dedamnya sendiri "terang jeffry sembari menatap mereka berdua


" dan mengenai mau tidaknya dia kembali ke kota x sebaiknya kita tanya dia saja saat kembali ke mansion " saran yaer , mereka semua terdiam , dan menunggu keputusan pria di depannya ini .


"kemana yuan sekarang ?" tanya cleo tenang sembari menatap lurus yaer


"ia berada di gurun S, white horse" ucap jordan


"fine kalau begitu sampaikan salam ku ke dia saat dia pulang nanti " ucap cleo sembari berdiri di ikuti oleh yigaz di belakannya .


"baik akan saya sampaikan " ucap yaer sembari mengantar ke 2 tentua inti dari keluarga kim tersebut .


end flasback


tak lama sebuah mobil masuk kepekarangan besar milik keluarga kim . ia melihat siapa yang berkunjung , ia terkejut saat mengetahui jika itu adalah cadhies , ia mengendong lexsa yang pucat di gendongannya .


"astaga kenapa dengan lexsa ia pucat sekali " ucap hyonji begitu melihat raut putrinya yang lemas .


"bibi tolong pangil dokter akan aku jelaskan nanti " balas pria it[ sembari masuk dan membaringkan lexsa di ranjang kamarnya .

__ADS_1


setelah dokter memeriksanya dan membalut luka lexsa dokter yang di antar pelayan untuk keluar dari mansion itu , hanya menyisakan sang nyonya yang meminta penjelasan pada pemuda di depannya ini .


"sebenarnya kalian melakukan apa kenapa lexsa sampai terluka ?" tanya hyonji sembari menatap cadhies serius .


at another place


ruangan itu nampak rapi dan bersih sisi kanan kiri terdapat tumpukan buku yang tersusun rapi napak seorang pria paruh baya tengah dengan tenang memeriksa beberapa dokumen yang ada di meja kerjanya , sebuah ketuka membuat atensinya teralihkan , ia menyeringai tipis melihat siapa yang datang menemuinya .


"jadi bagai mana ?" tanyanya langsung sembari menyilangkan tangannya


"nona lexsa berhasil menemukan nano zero tuan itu berada di bawah perlindungan elit white horse , dan informasi itu benar adanya tuan " jelasnya .


"di mana lexsa menyimpan serum itu "tanyanya lagi .


"dia menyimpan di lab yang berada di kim mansion bagian sayap kiri tuan " terangnya , seringai makin lebar saat mendengar itu semua , well tak sia - sia ia memasukan mata - mata di antara mereka


"kau memang orang kepercayaan ku , kau bisa di andalkan dalam hal menyamar bahkan lexsa tidak menyadarinya " bangganya sembari mendekat dan menepuk punda tangan kanannya ini .


"sudah menjadi tugas saya untuk melayani anda tuan " katanya sembari memberi hormat


"kkk bagus kau tidak mengecewakan ku zuto " ucapnya yang hanya di beri tatapan datar pria yang ia pangil zuto tersebut . pria yang di pangil tuan itu merasa puas dengan kinerjanya ia mengaguk paham .


"ikuti terus arusnya begitu ia berhasil kau tahu harus apa bukan " ucapnya


"baik akan saya laksanakan tuan " ucapnya ,setelah kepergian zuto pria itu menatap jendela luar sembari menikmati permainan yang musuhnya ciptakan , ia tidak tahu jika yang akan ia lakukan akan menjadi petaka bagi dirinya kelak "ini baru setengah permainan kita lihat apa kamu mampu melindungi orang - orang mu yuan " gumanya sembari melihat kearah langit yang di luar


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...


...BY .BLACK ICE _B.I...


__ADS_2