Black Butterfly

Black Butterfly
NEW FRENDS OR ENYMY ?


__ADS_3

Dia melihat platfrom dan forum berita di internet yang ada di gengamnya ini dengan datar banyak media yang meliput penemuan mayat pengusaha di pinggir rel kereta api tua , dia hanya menyeringai puas atas berita yang terjadi ,ia mengambil ponselnya dan menghubungi asisten kepercayaannya .


"ini aku serahkan semua bukti korupsi nya buat keluarga bajingan itu membayar semua nya " perintahnya sembari berjalan menuju ke meja kerjanya , ia melihat 1 lembar foto keluarga yang kini akan hancur begitu saja ,setelah mematikan ponsel dia bergegas bersiap diri untuk berangkat sekolah .


saat akan membuka pintu tampak pintu di buka lebih dulu dia mudur dan melihat jordan yang berdiri dengan senyum menawanya .


"tak perlu membangun kan ku kak aku morning person" ucap lexsa yang di tangapi dengan cengiran


"kau tau aku lebih suka membangun kan mu dari pada key ,dia kalau sudah tidur susah bagunnya tidur kayak orang mati " terangnya sembari mengandeng lexsa dan berjalan beriringan


"hey ! aku bukan orang seperti itu " protes key yang sendari tadi berada di samping jordan membuat mereka berjengit kaget lalu menatap key bersamaan ,


"sejak kapan kamu di situ ?" tanya lexsa polos


"hiks kalian kejam melupan kan ku " dengan rupa cemberut dia mendahului lexsa dan kakak nya


"yue heh bocah maaf kakak hanya bercanda "ucap jordan sembari mengapit kepala key


"YAH YAH YAH KAK JORDAN SAKIIITTT....." teriak key sembari memukuli tubuh jordan ,hal biasa bagi lexsa mereka sampai di meja makan setelah melepaskan key dari pitinganya mereka duduk di tempat masing - masing .


"ada apa dengan mu key berantakan sekali ?" ucap sang kepala keluarga saat melihat rambut putra bungsunya itu berantakan


"tanya kan saja pada kingkong itu " ucap key penuh dengan nada sebal ,sang pelaku hanya tertawa penuh kemenangan


"dan jangan di ulang lagi kau tau adik mu tidak suka di abaikan " ujar sang ibu sembari meletakan piring yang berisi nasi dan lauk itu


"maaf ma tidak lagi " ujarnya mereka melalui makan pagi dengan tenang setelah selesai saat hendak berangkat seorang pelayan mengabarkan bahwa nona besar keluarga lei telah datang .


"maaf tuan nona besar lei datang kemari "ucapnya dengan sopan membuat lexsa ,jordan dan key mengernyitkan dahi nya .


"cih urus wanitamu jangan libatkan aku lagi "ucap lexsa datar ,yang di tanggapi senyum kikuk dari 3 pria muda di hadapannya ini .


"ouh ayolah nunna.....iya hanya datang dan...."


" itu urusan mu bukan urusan ku .kak jeff aku berangkat dengan mu ya " ucap lexsa datar sembari menyelesaikan makannan nya


"ouh ok kamu sudah selesai kita berangkat sekarang " kata jeffry yang hanya diangguki oleh lexsa dalam perjalanan menuju sekolah hanya di isi keheningan .


"kau ok lexsa "


"yes im ok why ?"


"kau tahu roxie memang tunangan dari key tetapi key menolak habis pertunangan itu ,ayah memberikan syarat jika key berhasil lolos dan di terima di universitas kedokteran ayah akan mengabulkan permintaan nya "


"ah jadi itu sebenarnya tak heran jika dia sangat serius "


"yeah kami tidak suka dengan roxie dengan sifat arogan dan sombongnya mana mungkin masuk dalam kriteria key "


"hm..... aku kira key memiliki orang yang ia Cintai " ungkap nya membuat jeffry tersenyum tipis tak berapa lama mereka sampai di halaman sekolah


"yo kalian lama " sapa seseorang yang dengan santainya berdiri di hadapan mereka .


"ho ? kemana wanita mu key ?" tanya lexsa heran


"wanita siapa nggak ada wanita tuh " katanya acuh tak acuh lalu menyeret lexsa masuk kedalam gedung meninggalkan jeffry yang nampak kebingungan .

__ADS_1


at class


"so ..... dimana kau tinggal gadis itu " tanya lexsa yang masih penasaran dengan nasip roxie dia tidak melihat nya sepanjang perjalanan


"di jalan tol " jawabnya singkat


"kau apa..... kau gila ?!" tanya lexsa ,ia hanya sedikit kasian dengan roxie cinta yang bertepuk sebelah tangan miris ,


"ho... aku tidak peduli lagi dengannya lagi pula gegara dia kamu berangkat dengan kak jeffry" sebalnya membuat lexsa mengelengkan kepalanya . tak berapa lama ke gaduhan terjadi di luar kelas dia melihat seorang gadis sangat berantakan dengan penuh amarah dia masuk ke kelas dengan perasaan amarah yang mengepul di kepala nya .


BRAK !!! suara gebrakan meja membuat orang - orang di sekitar berjengit kaget tapi tidak untuk lexsa dia menatap datar pelaku pengebrakan meja .


"KAU !!!! SEMUA INI GARA - GARA KAU BRENGSEK AKU AKAN MENGHABISI MU " teriakan penuh amarah dari roxie mengema


"aku ? kamu bercanda eoh " cemohnya


"wanita sialan andai kamu tidak kecentilan mendekati kak key maka...."


PLAK satu tamparan telak mendarat dengan keras di pipi roxie yang membuat dia terbelalak tak percaya ,orang di sekitar mereka pun terkejut melihat siapa yang menapar roxie bukan lexsa melainkan key yang menatapnya penuh dengan kemarahan .


" tutup mulut mu "


"kenapa kamu membelanya aku ini tunangan mu sedangkan dia adalah orang asing di antara kita "


"jika bukan karena keluarga lei yang merebut paksa easter aku tak pernah sudi bertunangan dengan wanita ular seperti mu" ucapnya tajam lexsa hanya diam tak mengatakan sepatah kata pun , tak lama seorang guru masuk kekelas dan mereka kembali ke tempat duduk masing - masing .


"baik lah sebelum pelajaran di mulai saya alan mengumumkan beberapa hal penting aku harap kalian memperhatikan ini dengan baik..... "


"apakah ini libur pajang bu " sela seorang murid yang hanya di timpali sorakan satu kelas sang guru hanya mengelengkan kepalanya .


at back garden school


mereka saling beradu pandang dan hawa di sekitar mereka terasa menegang


"aku sudah bilang niel.... nona sudah sadar kita siapa !"


"kenapa kau selalu berasumsi seperti itu sih sebenarnya kau kemarin kemana ? kau bahkan menghiraukan pangilan dari baba kau tahu baba amat murka kemarin malam " terang orang yang di pangil niel tadi , pias tegang bercampur takut menguasai wajahnya


"sebebarnya .....malam itu ...."


FLASHBACK


dia terengah berlari untuk menghindari para bodyguard yang tengah menjaga rumah besar bergaya hindiabelanda itu , saat di ruang tengah ia tampak terkejut karena banyak mayat yang berserakan di ruangan itu dan dia baru menyadari bahwa penjaga yang di depan bukan lah milik sang tuan rumah ,melain kan milik seorang gadis bertopeng abimayung yang tengah duduk di depan pria yang menjadi targetnya kali ini .


"so ... kau masih bukam tentang siapa otak dari kejadian itu maka jangan salahkan aku jika kamu juga ikut binasa di tangan ku " ucapan itu mampu membuatnya merinding seketika ,ia heran karena merasa sangat familiar dengan aura dingin itu .


"JALANG BRENGSEK SEBENARNYA APA MAU MU HAH !"


"mau ku mudah kok aku hanya memberi merka peringatan kecil well angap saja ini sebagai awal mula kehancuran kalian "


"kau bajingan tengik tak akan menang melawan dia "


"oh kita lihat saja nanti kau puas tertawa di neraka atau aku yang tertawa "


"kau bedebah kurang ajar "

__ADS_1


"ya...ya..ya....terimakasih pujiannya dan cukup basa basinya katakan di mana kau menyebunyikannya "


"...."


"diam fine ... Gee.... sudah selesai ?"


"sudah bos seluruh data tentang itu sudah aku periksa dan semua data sudah saya amankan " kata salah satu anak buah nya yang menyerahkan 1 buah flasdiks dan beberapa dokumen penting ,membuat sang pria tua itu membelalakan matanya .


"kau...."


DOR...DOR...DOR... tiga tembakan peluru ia lepaskan tepat di keningnya


"sshhhhh... kau terlalu berisik " ucapnya datar dan dingin , melihat kejadian itu ia langsung kabur begitu saja hanya 1 orng yang mampu melakukan hal segila itu siapa lagi kalau bukan yuan yu kim ,ia melarikan diri dengan mudah atau lebih tepatnya di biarkan pergi .


"bos kenapa kau tidak membunuhnya "


"not to fast Gee we need hes ok "


"anything for you my young master " balasnya sembari membukuk memberi hormat .


END FLASHBACK


tercengan itu lah yang niel rasakan


"kau tahu bukan kita di posisi serba salah kita terjepit 2 pilihat berhianat pada liong atau mati terbunuh di tangan tuan kita " gumanya meberuskan


"yeah ku rasa dia sudah tahu siapa kita zu " lirihnya sembari membalas tatapan milik sang tuan yang kini tengah tersenyum kearah mereka berdua .


at class


dia duduk dengan tenang di sana menunggu keputusan dari mereka angin berhembus pelas membelai wajah dinginya .


"well sepertinya akan ada yang membuat keputusan " gumam lexsa pelan sembari memainkan ponselnya untuk mengirim sebuah pesan .


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2