
di tempat lain nampak seorang suster tengah berjalan menuju kamar inap yang di jaga ketat oleh bawahan milik cleo, setelah menujukan identitas diri ia berhasil masuk dengan mudah ia mendekati ranjang lexsa dan mengeluarkan sebuah belati , dengan cekatan ia menusukan pisau tersebut kearah lexsa belum sempat ia melakukannya satu gerakan yang membuatnya terkeju dan lengah hal itu di manfaatkan oleh lexsa untuk menusuk dadanya dan membekap mulut suster tersebut agar tidak membuat keributan .
setelah itu lexsa bangkit dari atas tubuh suster tersebut , ia menganti pakaian nya dan pakaian penyusup tersebut setelah di rasa sudah ia mendadani perempuan tersebut agar mirip dengannya , ia melihat hasil kerjanya dan tersenyum puas ,
"heh kau berani merencanakan ini maka kau yang akan mati " ucapnya dingin ia menyelimuti mayat tersebut dengan rapi dan menyeringai kecil .
flashback on
setelah melewati masa kritis selama 3 hari lexsa terbangun hal yang ia lihat adalah gion dan gendis mereka senang karena melihat sang nona besar telah sadar kembali ,
" nona ahirnya nona sadar " ucap gendis girang , lexsa bangkit dan meminum air yang di sodorkan oleh gion
"saya akan pangilkan dokter untuk anda sembetar nona " kata gion
"wait dont , don't tell them if i'm awake " ucapan lexsa mampu membuat ke dua asisten tersebut terdiam di tempat .
"gendis berapa lama aku tertidur ?" tanya lexsa sembari bersandar pada ranjang di ruang rawat inapnya .
" hampir 3 hari ini nona " ucap gendis ,
"kau membawa data yang ku minta ?" tanya lexsa sembari memperhatikan sekitar dia menelisik apakah di sini terpasang cctv atau tidak dan dia rasa aman ia menoleh kearah gendis kembali .
"ya nona di dalam laci seperti yang anda perintahkan " balasnya yang hanya di angguki lexsa ia meraih sesuatu di laci yang memang sudah ia siap kan , ia menyodorkan map kepada gion yang di terima dengan raut wajah ragu ,binggung dan penuh tanda tanya itu.
"berikan ini kepada tuan mu " terang lexsa singkat membuat gion dengan reflek membaca dokumen yang ia terima , ia dan gendis terkejut saat mengetahui isi dari dokumen tersebut dengan muka pucat akibat syok gion dengan gemetar menujuk hasil tes tersebut
"ini.....nona..in..ini..." ucapnya terbata - bata yang membuat lexsa menyeringai kecil
"katakan pada tuan mu hasil riset lab tersebut " perintahnya sembari membaringkan tubuhnya , ia merasa sedikit pusing akibat bangun dengan cara yang lumayan wajar .
"dan gendis bawa pasukan untuk melindungi catharina mungkin ia akan bergegas keluar dari persembunyiannya begitu ia menghubungi posel milik ku , ingat pastikan dia selamat jika tidak kau tahu sendiri kosekwensi nya " perintah dan peringat lexsa membuat gendis mengaguk , kejadian ini di planing secara matang oleh sang pelaku jika ia tidak salah menebak ini pasti ulah liong ,
"baik nona kami.mengerti "ucap mereka serempak setelah melihat mereka pergi , ia mengambil hp yang telah di sediakan oleh gendis untuk menghubungi pihak lab dan bawahannya , yang bahkan cadhies pun tidak memiliki nya .
"hallo ini aku beritahu kun dan cozi untuk berhati - hati lindungi mereka jika mereka terluka maka matilah kosekwensinya !" ucapnya dengan nada penuh penekanan setelah mematikan hpnya lexsa pun kembali berbaring karena ia tahu bahwa akan ada kejadian yang pasti bersangkutan dengannya .
END FLASHBACK OFF
lexsa berjalan melewati para penjaga dengan mudah ia berjalan keluar dengan santai dan memasuki sebuah bilik toilet di mana terdapat tas untuk berganti pakaian , setelah membakar barang bukti lexsa dengan penampilan barunya memasuki taksi yang ternyata di kemudikan oleh salah satu anak buah liong .
"bagaimana apa kau sudah membunuhnya ?" tanya pria tersebut tampa menyadari bahwa sepucuk senjata api tepat berada di belakang kepalanya .
"tentu semua berjalan sesuai rencana ku "
BANG !!! satu peluru tepat mengenai kepala sang sopir ia lalu meninggalkan taksi tersebut dan berjalan menuju mobil yang sendari tadi menunggunya .
"bereskan mayatnya dengan bersih " perintah lexsa yang di tanggapi oleh bawahan setianya , setelah masuk gendis menjalankan mobilnya menemui chatarina .
"bagaimana keadaannya ?" tanya lexsa sembari menerima data yang di kirim bawahannya lewat ponselnya
"berhasil selamat dari maut jika kita terlambat 1 detik maka mungkin kita hanya melihat mayatnya saja " jelas gendis seringai tercetak jelas di bibir gadis itu sembari menyilangkan kakinya ia menatap keluar jendela .
"hm...'dia' memang kejam aku tak habis fikir demi kekuasaan ' dia ' mengorbankan teman kerjanya sendiri " ucapnya sembari menyeringai kecil yang masih tepatri di wajah manisnya 'mungkin catharina akan jadi alasan utama liong akan membunuh ku ' batin lexsa sembari memejamkan matanya akibat lelah dan sedikit pusing akibat kejadian ini .
"..." gendis hanya diam , ia tidak mengerti siapa yang dimaksud nonanya ini .
__ADS_1
sesampainya di tempat yang hanya bisa di akses oleh keluarga inti kim saja yang dapat memasuki area tersebut , bangunan megah yang berdiri di atas tanah seluas 5 hektar tersebut nampak berdiri kokoh dengan di sanga pilar - pilar besar yang ada di depannya , mobil itu berhenti di halaman nya nampak sang nona muda turun dengan sigap para bodyguard menyambutnya , ia masuk kedalan mansion tersebut , ia memasuki ruangang tamu dan melihat catharina sedang di obati oleh cozi.
"bagaimana keadaan mu ?" ucap lexsa sembari duduk di sofa yang besebrangan dengan catharina, ia nampak meringis kesakitan ketika cozi menjahit sedikit luka di lengannya itu
"not bad but thanks for save me " katanya , ia menatap lexsa yang kini hanya mengaguk , tak berapa lama cozi selesai membalut lukanya .
"is the wound serious?" tanya lexsa sembari meminum teh yang telah di sediakan oleh maid tadi .
"tidak begitu buruk hanya luka sayat yang mengenai lenganya , dia bisa sembuh dengan cepat jika ia beristirahat dan meminum obat nya " terang cozi sembari membereskan peralatan yang ia bawa ,
"baguslah " kata lexsa sembari mengaguk pelan , ia yakin luka itu akan cepat sembuh dalam kurun waktu 24 jam , yeah berterimakasihlah pada nano zero yang dapat meningkat kan tingkat regenarasi kulit di tingkat yang mengerikan , setelah cozi pergi ruangan menjadi hening mereka tengelam akan pikiran mereka masing - masing .
"apa rencana mu selanjutnya yuan ?" tanya catharina yang memecah keheningan yang menyelimuti mereka dalam beberapa menit tersebut .
"save kid " jawab lexsa santai sembari menautkan tangannya kedepan , ia dapat melihat raut wajah binggung lawan bicaranya ini .
"kid ?" tanya catharina lagi untuk memastikan ia tidaklah salah dengar .
"ya , anak ku memiliki teman baru bernama tria ,dia adalah adik salah satu keluarga ku jadi aku akan menyelamatkannya " terangnya , ia hanya ingin memenuhi permintaan sang anak mungkin penyelamatan kali ini akan berbahaya karena harus memasuki otoritas dari liong .
"well , sepertinya rumor di luar salah besar you have a soft side " ucap catharina sembari bersandar di sandaran sofa yang sendari tadi ia duduki yang hanya di sambut oleh senyum puas dari lexsa .
"never mind , lest talk about nano zero "
"ah ya data itu akan aku kirim besok dan sepertinya cadhies sudah bersiap menyambut ku " jelas catharina , dia tahu bahwa 2 pasangan ini sangatlah profesional dalam bidang seperti ini seperti calon suaminya .
"hm... i see , apa yang akan kamu lakukan setelah masalah ini beres ?" tanya lexsa sembari melihat catharina, wanita itu nampak menerawang ke atas berandai - andai akan hal baik apa setelah ini semua selesai .
"aku ingin hidup normal ,dan boleh kah aku meminta pertolongan mu ?" ucapan catharina nampak sangsi di bagian ahir ia tahu tak seharusnya ia meminta permintaan ini pada lexsa yang jelas - jelas akan membunuh nya jika ia mengajukan ini .
"what ?" tanya lexsa saat melihat raut penuh keraguan dan sedikit rasa takut di mata wanita itu.
"tolong ....tolong jangan bunuh ayah ku , bagaimana pun juga dia adalah keluarga ku satu - satunya yang tersisa , setelah ibu meninggal " permintaan catharina membuat lexsa terdiam sejenak , ia mengepalkan tanganya erat rasa marah yang mengerogoti hatinya pun kini perlahan memuncak .
bisakah ia tidak membunuh liong yang telah memporak porandakan keluarganya , bisa kah ia memaafkan orang yang telah bersengkokol menculik ayahnya dan membunuh ibunya ? , ntahlah ia sendiri juga sangsi akan apakah yang akan ia lakukan setelah mendapatkan liong di tangan nya kelak .
"...." catharina masih menunggu dalam diam , dalam hati ia berharap lexsa mau mengabulkan permintaan nya walau tipis kemungkina.
" im not promaise " ucap lexsamembuat catharina menatapnya tidak percaya dia meremas baju bagian depannya dengan pelan , ia cemas apakah lexsa akan membunuh sang ayah atau tidak .
"why ? you have power you have a lot money and soldier why you dont save ...."
"catharina willson liong listen !" bentakan lexsa mampu membuat catharina terdiam ia menatap lexsa penuh tanya dan kecemasan yang meledak ledak .
"mungkin aku bisa mengampuni ayah mu membebaskan dia dari kematian , tapi apakah 'mereka' akan membebaskan ayah mu begitu saja ?" perkatan lexsa mampu memukul telak akan kenyataan yang ia hadapi sekarang kepalan tangan itu perlahan memudar dan hanya bisa jatuh pasrah di sisi tubuh nya , ia sadar jika mereka sudah mengetahui perbuatan sang ayah dengan kejadian penyerangan yang lexsa terima tempo hari .
mersa jika catharina sudah bisa menerima kenyataan yang ada ia mulai menjelaskan semua ke catharina yang kini menatapnya .
"kau tahu aku juga sama seperti mu , aku harus menemukan ayah ku sebelum ia mati terbunuh di tangan liong dan jerad !" terkejut itulah yang catharina rasakan , ia menatap lexsa tak percaya matanya membulat pandangan itu berubah menjadi benci saat mendengar nama orang yang selama ini ia benci.
"jerad ? kapan bajingan itu kembali ke negara ini !?" tanya catharina sembari menegak kan tubuh nya lalu mencekeram bahu lexsa kuat ia harus mengetahui di mana pria yang telah membuat hidupnya di neraka sebelum bertemu dengan
"belum lama ini tapi aku bertemu suzy di sekolah dan beberapa mata - matanya jadi aku dapat menyimpulkan bahwa itu memang jerad "
"brengsek jangan bilang ..."
__ADS_1
"ya jerad dan liong berkolusi untuk menjatuhkan keluarga inti kim di mata sosial , ia memalsukan kematian ayah ku dan liong yang merencanakan penyerangan ku "
"but why you can't save him ?why ?"
"karena mereka harus menanggung akibatnya ! kau tahu bagaimana perasaan ku bukan kita sama chatrin hanya saja kau lebih beruntung dari pada aku .." lirih lexsa lalu berjalan kearah tangga menuju kamar yang ia gunakan di mansion tersebut
"siap kan kamar pribadi nona chatarina ah katakan pada gendis jika tunangan nona chatarina mencarinya suruh antar kesini " perintah lexsa sembari berlalu begitu saja , meninggalkan chatarina dengan keterdiam nya , ia bukan lah gadis bodoh yang tidak tahu peringatan yang terselip di percakapan mereka tadi ,lexsa benar mungkin disini ayahnya juga ikut andil dalam kejahatan ini , ia benar dia harus memengang prinsipnya bagaimana pun juga ia tidak bisa ambil diam dalam keadaan ini , ia bertekad menyelesaikan perkara yang di buat ayahnya , bagaimana pun juga dosa haruslah di tebus dan ia akan melakukannya dengan bantuan lexsa .
di tempat lain pasukan rahasia yang di pimpin jordan tengah menyusup ke daerah berbahaya yang memang di targetkan sejak awal ia sudah menduga bahwa markas tersebut tempat persembunyian lab percobaan nano zero yang ilegal , mereka bergerak cepat melumpuhkan para penjaga depan dan memasuki lab tersebut dengan waspada ,ia menyuruh anak buah nya berpencar dengan gerakan tangannya , tak butuh waktu lama ia berhasil melumpuh kan pertahanan luar , tapi sial bagi jordan salah seorang dari mereka mengetahuinya hingga baku tembak pun tak terelak kan mereka saling membalas satu sama lain .
"komandan kami berhasil melumpuhkan sisi barat dan kami sudah mengirimkan sinyal bantuan "
"bagus , lakukan sesuai perintah jangan gegabah dan sampai lengah "
" baik pak !!!" ucap mereka semua jordan bersiap untuk kemungkinan terburuk nya saat ia menyusuri lorong tampa ia sadari sebuah laser dari penebak jitu menargetkan kepalanya , jordan tersentak ketika kakinya terjerat sesuatu dan membuat nya jatuh terjerambab, saat ia hendak berdiri sebuah senjata api laras panjang di todong kan kearah kepalanya ia mendongak dan melihat orang yang menodongkan senjata tersebut .
mata jordan membulat tak percaya melihat siapa yang berdiri di depannya ini .
"ka...kau..." ucapnya dengan gagap , sedang kan sang lawan bicara hanya menyeringai di balik topeng nya ia memiringkan sedikit kepalanya .
"yo long time no see you kak jordan " ucapnya lalu ,
BANG !!! suara tembakan dan di barengi sebuah tubuh yang ambruk di hadapannya kini membuat ia terkejut bukan main .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.............................................................. . . ... . . .. .. . ... . . . . . . . . ...。...
...ん...
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
__ADS_1
...BY .BLACK ICE _B.I...