
Debu kering bertebaran di mana – mana pasir berwarna coklat kemerahan lah yang membentang di depan mata tak ada kehidupan di sana hanya beberapa pohon kaktus yang menjadi pemandangan hijau satu – satunya di sana.
Tak lama 4 buah mobil melintasi kawasan tersebut dengan kecepatan sedang ia mengarah di salah satu pemukiman warga setempat untuk mencari atau menemukan seseorang yang menjadi target mereka.
Tak lama mobil tersebut berbelok di sebuah permukiman yang cukup besar mereka turun dan berjalan di sekitar nya, matahari terik yang menyengat pun tak menghalangi jalan mereka.
“kau yakin dia berada di pemukiman ini ? “
“tentu saja nona besar telah memasang alat itu di badannya saat kekacauan yang akan terjadi nanti “
“so... Kita hanya berdiam diri saja sekarang “
“ I think yes “ ucapnya sembari melihat sekeliling, mereka memasuki sebuah rumah semi moderen di sana.
“Selamat datang di kedai kami silahkan memesan tuan – tuan “ ucap pelayanan tersebut dengan ramah.
“Aku dengar di gurun terdapat es yang tak meleleh apa kau ingin memesan itu “ ucap Cadhies santai pria tadi yang hanya di angguki paham oleh pelayan tadi, tak lama seorang dengan setelan khas milik gurun tersebut menghampiri mereka.
“Selamat datang tuang pendatang aku harap perjalanan kalian ke sini menyenangkan, kebetulan kami sudah menyediakan tempat untuk 2 orang mari silahkan ikut saya “ ucapnya yang hanya di angguki oleh niel.
Mereka berjalan beriringan melewati seorang yang menghubungkan mereka dengan taman belakang yang hijau nan asri.
“Aku tak tahu ada permata tersembunyi di dalam sini “ ucap niel penuh kekaguman membuat pelayan di depannya kini tersenyum maklum.
“Apakah tuan baru mengetahui tempat ini? “ tanyanya dengan sopan
“Ya itu pun aku di ajak dia “ ucap niel santai sembari menengok ke kanan dan ke kiri , ia melihat banyak ornamen Teratai dan matahari tak lupa artefak kuno yang berjejer rapi.
“oh benarakah saya bisa memandu anda berkeliling jika anda tidak keberatan “ Tawarnya membuat niel tersenyum senang atas tawaran tersebut.
“wah... Benarkah baik aku tak sabar menanti tour nya “ sahut niel, mereka sampai pada paviliun yang megah dengan warna emas dan merah yang mendominasi .
Mereka memasuki area tersebut tepat di dalam bangunan tersebut terdapat panggung di tengah ruangan dan di depannya tertata rapi kursi-kursi yang di pasangi dengan kain berwarna merah dan hitam, saat hendak memasuki ruangan tersebut tampak 2 resepsionis penjaga ruang tersebut menghadang mereka.
“selamat siang tuan jika kalian ingin masuk silakan tunjukan undangan yang kalian bawa “ ucapnya sembari tersenyum ramah.
Chadies hanya mengaguk dan menyodorkan sebuah undangan pada sang resepsionis tersebut lalu mendapat anggukan dari sang resepsionis.
“silakan lewat sini tuan dan selamat datang di tempat pelelangan kami “ sambutnya, saat hendak memasuki ruangan niel di tahan oleh salah satu dari penjaga tersebut.
“Hey aku adalah sekretaris nya “ ucapnya protes tak Terima
“Maaf tuan di sini di terapkan bahwa pembawa undangan lah yang berhak memasuki area pelelangan tuan “ jelasnya mengetahui hal tersebut cadhies hanya mendesah pelan.
“Kau tunggulah di luar aku tak akan lama di dalam “ perintahnya.
“Baik tuan saya mengerti “ ucapnya sembari menunduk hormat ke arah chadies.
Tak lama dia pun memasuki ruang lelang tersebut dengan tenang banyak barang lelang yang bagus menurutnya, ia mencari tempat duduk dengan sesuai nomor setelah mendapatkannya dia mulai memandang ke depan dan menikmati acara lelang tersebut.
“Aiyo.... Bukan kah ini rekan kerja tuan yaer... Tuan anarta “ ucapan itu langsung membuatnya menoleh dan mendapati wanita separuh baya dengan pakaian kasualnya yang menapak kan aura nyonya besarnya itu.
“senang bertemu Anda kembali nona besar lim “ucapnya dengan sopan yang hanya di angguki oleh sang lawan bicara.
“Apa yang kamu cari hingga membuat mu mengunjungi tempat sederhana ku ini ?“ tanya wanita tersebut sembari menatap pria yang mirip dengan ‘dia' ini.
“Budak dan barang bagus untuk di jadikan hadiah “ ucapnya santai sembari memainkan sebuah kartu di tangannya.
“ah kebetulan sekali tuan , tempat ku baru menangkap satu kucing liar “
“oh , apa yang membuat ku harus membelinya “
“dia barang eksklusif dan langka sangat sulit mendapat kan nya “
“oh benarkah itu... Sepertinya menarik “
“mari ikut saya akan aku tunjukan barang itu ke Anda “ ucapnya membuat Chadies semangat mengikutinya, tampa ia tahu Aretzy telah memasang perangkap untuk menangkap kekasih dari tuan ini.
Jika beradu akting makan Chadies harus lah berhati-hati dengan wanita di depannya kini yang begitu licik .
Di lain tempat lain tampak niel berjalan sembari melihat – lihat ia sadar bahwa tangan kanan dari Aretzy mengikutinya sendari tadi walau tidak secara gamblang akan dengan mudah bagi nya untuk memantau nya dari setiap CCTV yang terpasang,.
Kesempatan yang di tunggu pun tiba dengan lihai ia menyelinap dan berhasil mengelabui kamera jika tebakannya tepat 4 menit lagi beberapa orang yang menyamar menjadi tamu akan mencari nya dan ia akan memanfaatkan hal tersebut,
Ia berdiri di balik pilar yang tak terjangkau oleh CCTV yang terpasang, dan benar saja segerombolan orang melewatinya dengan tergesa-gesa.
Setelah di rasa aman ia berjalan menuju patung yang berdiri kokoh di belakangnya dengan kelihaian nya ia menjebol data yang tersembunyi di sana dengan handphone nya.
PIP...
KLIK
Suara sandi yang cocok dan pintu itu terbuka ia bergegas masuk dan pintu otomatis tertutup sendiri.
Pintu itu mengarah ke arah jalan bawah tanah tempat evakuasi darurat yang di buat Aretzy ia memasuki ruang kontrol CCTV setelah melempar kan gas tidur yang membuat semua orang di ruang tersebut tertidur dengan cekatan ia menyalin dan mengacaukan beberapa sistem keamanan dan juga CCTV yang berada di ruang tersebut ia mencari keberadaan nona nya dan melihat Lexsa tengah di rantai dan di pajang di sebuah ruang lelang, tak lama mata itu berpapasan dengan sepasang mata tajam yang menatap kearah kamera ia memberikan sinyal dengan mengetuk chip yang terpasang di telinga masing – masing .
Dengan tampang datar chadies menatap ke depan dan melihat betapa biadab nya mereka dalam memperlakukan kekasihnya, ia harus menahan emosinya jika misi kali ini gagal maka Lexsa tidak akan tertolong lagi .
“Ini kah barang yang langka yang Anda maksud ? “ tanya chadies sembari duduk di sofa empuk yang sudah di sediakan di sana.
“Ya, lagi pula dia sangat lah menantang untuk di taklukan “ jawab wanita itu dengan santai, untunglah dari awal ia memasuki tempat ini selalu memakai topeng yang sudah di siapkan oleh niel dari awal.
“oh, jika memang ia semenantang itu kenapa dia bisa di tangkap.? Aku kira ini akan menjadi barang menarik tapi.... “
“kkkk... Anda terlalu sungkan tuan, dia adalah tunangan dari putra tunggal keluarga anarta “
“apa! Bagaimana bisa kau mengetahuinya? “ ucapnya dengan penuh keterkejutan, hanya keluarga inti lah yang tahu bahwa mereka sudah di tunangan sejak kecil.
“ya, aku memiliki beberapa informat penting yang ada di kubu cleo dan liong jadi aku bisa tahu semua nya “
“apakah ini termasuk kualitas barang bagus? Apa dia masih... “
“oh kau tenang saja tuan aku jamin kau pasti puas “
“tunggu tadi kau bilang putra tunggal keluarga anarta? Jangan bilang kalau dia... “
“yup kau benar gadis di depan mu ini adalah Yuan yu kim “ ucapnya dengan menyembunyikan senyum licik yang di tutupi oleh kipasnya, merasa ada yang aneh niel lalu membongkar seluruh CCTV dan ia melihat jika yang di dalam bukan lah Lexsa melain kan orang lain yang di dandan persis seperti sang nona besar.
Ia mengirim sinyal bahaya yang tidak di sadari oleh siapa pun kecuali chadies, saat mengetahui. Bahwa yang di depannya kini bukan lah Lexsa ia sedikit lega mengetahui nya.
Kaki ramping nan lincah itu dengan ringannya menyelinap dari atap satu ke atap yang lain. Ia memasuki ruang khusus para penari dan mulai mengganti bajunya dengan cepat, wanita itu berjalan keluar mengikuti para penari yang lain.
Dengan cadar yang menutupi wajahnya, mata cantik itu Mengerling kearah para tamu yang menghadiri di tempat itu.
Setelah selesai acara ia di panggil oleh seorang staf untuk menemui seorang tamu VIP yang tertarik padanya.
Ia memasuki ruangan tersebut dengan lengak lenggok bak dewi yang turun dari langit, ia tersenyum ramah dan menggoda kepada tamu yang kini di depannya.
“ada yang bisa saya bantu tuan? “ ucapnya sembari mendekatkan tubuh nya ke arah sang tamu, dengan tatapan lapar ia menarik penari tersebut namun berhasil dia tepis.
“maaf tuan saya rasa ini bukan bagian dari tugas saya “ ucapnya penuh dengan ke Sopana dan di barengi sebuah senyum cantik yang terukir di bibir semerah ceri tersebut.
“tch bukan kah sama saja kau dengan wanita yang lain murah “ cemooh nya sembari menatap sinis wanita yang berdiri di depannya kini, ia hanya menghela nafas panjang lalu kembali tersenyum.
“Maaf jika itu menyinggung mu tuan “ucap sang gadis, lantas tangan ramping itu di tarik dengan kasar tak lama pria yang akan menindih nya itu jatuh pingsan.
“Yaish dasar bajingan tua ini gggrrttt kalau bukan karena perintah tuan maka akan aku habisi kamu “ gerutunya lalu menendang tubuh pria itu dengan kaki nya, tampa membuang waktu lama ia menyusup kan data ke dalam flashdisk yang ia bawa merusak server utama dan mencuri nya setelah selesai, ia bergegas keluar tak lupa ia meletakkan kan gadis pengantinya dan meletakan wanita tersebut di atas tubuh pria gemuk tadi.
Ia berjalan dengan santai melewati beberapa penjaga dengan pakaian seksi nya ia berjalan kearah ruang ganti tempat di mana para ****** biasa berganti pakaian, dengan cepat ia mengati pakaiannya dan keluar dari bar tersebut dengan santai.
Di halte tampak seorang pelajar dengan memakai handphone nya tengah menunggu jemputan nya .
__ADS_1
Tampak seorang wanita dengan santainya berjalan dan duduk di samping nya dengan tenang, tak berapa lama wanita itu berdiri karena jemputnya sudah datang.
Tak selang berapa lama handphone milik sang pelajar berbunyi membuat dia mengalihkan kan atensi nya dan menelan tombol answers.
“White Fox Ready For you desks “ ucapnya yang hanya di balas senyum miring dari bibir nya, ia bangkit dan berjalan menuju gang sempit yang tak jauh dari halte tersebut.
Memasuki gudang tua yang tersembunyi di gelapnya gang itu, ia memasukkan kode di samping dinding dan pintu yang menyerupai tembok tersebut terbuka secara otomatis.
Sang pelajar memasuki ruang yang besar dengan berbagai macam PC komputer dengan berbagai ukuran mulai dari yang terbesar yang menempel di dinding ruang tersebut sampai laptop yang berjejer rapi di sana sudah banyak teman-teman nya yang tengah sibuk bekerja membobol dan memperbaiki sistem yang ada di markas ini.
“oy jun kenapa baru datang ada kelas tambahan lagi? “ tanya seorang pria di balik meja kerjanya yang menyadari kehadirannya.
Pelajar yang di panggil jun tadi menoleh ke arah teman setim nya itu sembari memperlihatkan sebuah flashdisk yang sendiri tadi ia genggam tersebut.
“tugas dari nona besar? “ tanya Zen ketika melihat benda tersebut
“Yup sepertinya aku harus bergegas sebelum terlambat “ katanya sembari berlalu menuju meja nya, setelah ia memasukkan datanya , dengan jemari lincah nya ia mulai membobol, mencuri dan merusak dan menyalin data yang nona nya kini butuh kan.
Jun oh adalah seorang pelajar berusia 16 tahun yang menjadi perentas sistem milik Black Jade, dia adalah kaki kanan Lexsa setelah niel, Zutto dan Gendis, anak dengan IQ di atas rata-rata itu adalah seorang leader dari hacker ternama bernama patisemar atau P. S organisasi yang bahkan polisi maupun FBI tidak bisa melacak maupun menangkap. Mereka.
Ia menunggu dengan sabar sembari memantau di layar tersebut, tak berapa lama layar menujukan warna hijau tanda bahwa data sudah beres di salin, setelah memperbaiki jaringan internet yang ia rusak tadi ia bergegas mengirim data tersebut ke email sang nona.
****
Di lain tempat tampak Lexsa dengan tenang menaiki mobil jeap seorang diri sembari memantau GPS yang akan mengarahkannya ke dalam pusat saya satelit milik Aretzy lim, tak lama ia berhenti di sebuah bukit dan turun dari mobil tersebut sembari membawa teropong dan mengarahkan teropong tersebut kearah timur ke barat seolah tengah mencari sesuatu yang selama ini di sembunyikan di gurun tersebut.
Tak lama gerakan yang terhenti ketika ia melihat bangunan milik warga yang sederhana tetapi tampak aneh tersebut, ia lalu bergegas mengambil drone mini yang ia desain mirip dengan lalat tersebut, menerbangkannya dan mengarahkan ke arah rumah tersebut tampak di layar terlihat rumah tersebut tampak biasa saja hingga ia mengarahkan drone tersebut ke dalam dan benar saja tebakannya tadi.
Tak lama ia mendaratkan drone nya di meja kerja milik sang tuan rumah lalu bersembunyi di antara rak buku dan di sana ia akan melihat dan mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan.
Tak selang berapa. Lama 3 orang dengan pangkat jenderal memasuki ruangan tersebut, mereka duduk dan mulai mendiskusikan sesuatu yang membuat lexsa mengepalkan tangannya dan menahan emosinya.
“Apakah sudah selesai semua? “
“ belum banyak masyarakat desa menolak pembangunan tersebut “
“kau harus menyelesaikan nya dengan cepat nyonya menginginkan projek ini akan rampung tahun depan “
“aku tahu itu tapi mau bagaimana lagu mereka sangat kekeh dan tidak mau di gusur “
“kalau begitu binasakan saja mereka seperti aku menghabisi 6 desa yang menentang pembagunan ini. “
“ah... Boleh juga ide mu “
“projek kali ini sangatlah besar tiang daya itu akan di jaga dengan ketat oleh pihak otoritas federal agar para tikus milik kim itu tidak lah merusak apa yang menjadi projek rahwana milik lim kali ini “
“ kau benar tinggal kita memasang 4 tiang lagi makan dengan begitu kita bisa menguasai dunia “
“ ya kau benar aku susah tidak sabar lagi kalau begini “ ucapnya sembari mengajar gelas wine yang sendiri tadi di tuang kan oleh sang tuan rumah tersebut.
Rumah tersebut adalah titik pusat dari salah satu penyangah daya satelit ia meletakan drone tersebut ke dalam ruang penyimpanan data tersebut tak lama ia melihat kearah peta kembali , ia memulai pemindaian di atas peta yang ia bentang kan satu demi satu ia beri tanda merah pada setiap titik yang dia dapat dan itu membentuk formasi berbentuk iblis yang terpusat di gurun ini.
Tak berapa lama pesan yang dikirim jun ia Terima, ia membaca data itu dengan seksama, tak butuh waktu lama ia bergegas pergi dari sana menuju kamp yang ia bangun sendiri di dalam bebatuan yang tersembunyi.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
__ADS_1
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...ん...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
...。...
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I
...
__ADS_1