
libur musim panas di mulai key nampak semangat dalam mengemasi barang - barang nya ia mempacking baju - baju yang akan dia bawa ,dia senang ahirnya bisa pergi dan berlibur , ia tak sabar untuk liburan .
"semangat sekali kamu " ucap jhonatan sembari bersandar di kusen pintu, membuat key mengalihkan perhatiannya ke arah jhonatan yang tengah bersandar di pintu .
"tentu jarang - jarang kita bisa berkumpul seperti ini " ucapnya dengan riang
"kkk ... aku juga jarang menemani kalian "
"ah kak apa kau mengajak nona yuna ?" tanya key dan di angguki jhonatan sontak membuat key merubah raut wajahnya
"kenapa kamu memasang wajah seperti itu ?"
"kak aku tidak suka dengan kak yuna yang mendekati mu apalagi sekarang dia sebagai kekasih mu sekarang " kata key jujur membuat jhonatan terkejut .
"kenapa kamu bisa mengatakan hal seperti itu key ?"
"kau tahu kak ada yang aneh dengan kak yuna akhir - akhir ini seperti dia menyebunyikan sesuatu mungkin kamu tak percaya " ungkapnya
"mungkin hanya perasaan mu saja kau jangan terlalu banyak berfikir ok " ucap jhonatan , key menghela nafas ia tahu sang kakak tidak akan mempercayainya tapi dia tidak mau jika sang kakak menjadi korban dari yuna .
di dalam sebuah gang sempit seorang pria berlari dengan nafas memburu , dia berlari untuk menghindari kejaran orang yang di kirim untuk membunuhnya ' sial jika seperti ini aku benar - benar bakal mati ' pikir pria tersebut ,ia di kejar karena membawa informasi penting tentang lab yang di miliki tuannya ,ia berjalan terus dengan tertatih hingga kesadaran itu makin lama makin menipis ,dia berpikir apakah dia akan mati kali ini dan berahir dengan jatuh pingsan , seseorang datang ke samping tubuh itu mengambil benda yang di gegamnya lalu memapah pria itu dan menyebunyikan tubuhnya .
pusing yang ia rasakan saat pertama kali ia bangun ia sontak terkejut dan mengakat badanya .
"aarrrhhhttttt...." rintihnya yang membuat seseorang menoleh kearahnya
"kau sudah sadar ? jangan banyak bergerak dulu luka mu masih belum sembuh " kata orang tadi .
"apakah kamu yang menolong ku ?" katanya sembari terbaring kembali di ranjang .
"hu ? bukan tapi tuan ku yang menolong mu "
"tuan ? siapa dia ?"
"bukanya sangat tidak etis menanyakan siapa tuan ku tapi kamu sendiri tidak mengenalkan diri tuan "
"ah maafkan aku nama ku brama wijaya , dan aku ..." ingat akan barangnya ia langsung mencari barang yang ia bawa ,panik itulah yang dia rasa jika benda itu jatuh ke tangan liong maka akan sangat berbahaya .
"mencari ini " kata seorang gadis muda yang sendari tadi duduk diam di ruang tersebut membuat bram terkejut ia menoleh dan tangsung melihat disket yang ia pegang
"ya ..bisakah kau mengembalikan itu pada ku ?" pintanya ,setengah mengiba ,gadis itu membuka topeng abimanyu nya ,bram melihat dengan seksama raut yang terkejut tadi berubah menjadi bahagia saat mengetahui siapa orang di depannya , ia mengucap rasa syukur sembari menangis ternyata tuhan begitu baik padanya .
"ternyata kau masih hidup nyonya aku senang melihat mu lagi " kata bram sembari gegam tangan lexsa yang kini ada di depannya
" sebenarnya kenapa kamu di kejar oleh mereka ?"tanya lexsa penasaran karena dari luka yang bram terima ini bukanlah tipe perampokan ,
" ini karena aku dan nak key menemukan disket yang terletak di black market nyonya " terangnya yang membuat lexsa mengernyitkan dahi bingung ,apa hubungan key dan disket itu .
"apa ? key ? yang kamu maksud khenzile kim ?" tanya lexsa untuk memastikan
"ya nyonya ,aku dan dia tidak sengaja bertemu di sana dan kami mencari barang yang sama tuan key juga yang memberitahu keadaan nyonya " katanya ia dapat melihat kesunguhan di mata itu .
ia tak habis pikir untuk apa key pergi ke black market ,apa yang ia cari sebenarnya .
"apa key tahu waktu transaksi kalian ?" tanya lexsa lagi sembari menyandarkan bahunya di kursi sembari berpikir, apa kiranya yang liong rencanakan .
"tidak ,tuan key menyerahkan semuanya ke saya nyonya dan berkat tuan key kita bisa mendapatkan isi disket tersebut ".
kerutan samar muncul di dahi nya hingga ia menyadari sesuatu
"sial gee siapkan jet pribadi kita akan menyusul mereka di pulau dwt " ucap lexsa tegas ,ia bergegas bersiap untuk pergi ,gee melakukan apa yang di ingin kan tuannya
"apa ada yang salah nyonya ?" heran bram ketika lexsa beranjak dari tempat duduknya,pasalnya hanya itu yang dapat ia katan sekarang .
"untuk sementara kau jangan keluar dulu dari sini atau kau akan terbunuh ,mereka tengah menarget kan key untuk menjadi sasarannya " perintah lexsa dan memandang bram serius
"APA ?" kagetnya saat mendengar hal tersebut.
"Gee ,ini perintah lindungi paman bram saat aku mengaman kan key kau mengerti !"
"baik nona saya laksanakan " sahut gee dengan tegas dan patuh
"paman bram ingat pesan ku jangan pernah keluar dari sini di sana ada makanan dan juga baju untuk ganti apa kau mengerti " peringat lexsa sekali lagi lalu bergegas keluar dari ruangan tersebut.
"baik saya mengerti dan terimakasih nyonya mau menyelamatkan saya hati - hati nyonya mereka sangatlah licik " ucap bram yang hanya di angguki saja ,sekarang hanya sisa mereka berdua .
"ano apakah masalah nya semakin rumit ?" tanya bram ketika lexsa telah pergi dari tempat tersebut .
"ya,dan mungkin nona besar akan melewatkan sesi latihannya kali ini ,jadi berdoa saja agar nona kembali dengan selamat " balas gee ,ia tau bahwa keadaan mendesak nya ,ia menghubungi black horse bahwa sang nona besar menuju pulau dwt bersama keluarga , black horse adalah pasukan khusus yang lexsa buat dalam perjalanan udara , keluarga kim memiliki 10 jet tempur dengan kekuatan cangih mengigat bahwa mendiang ayah dan kakek yuan adalah seorang jendral bintang 7 yang sangat di segani ,tak heran jika ia mampu mengendalikan asosiasi sebesar black horse.
lexsa bergegas pergi ke bandara ia ingat jika mereka pergi mengunakan pesawat komersil kelas bisnis lexsa dengan kecepatan penuh menuju bandara tepat saat ia memasuki bandara ia melihat keluarganya akan segera cek in .
"ma,pa kak tunggu !" seruan lexsa membuat mereka semua berhenti
"loh lexsa ada apa ? kenapa menyusul apa kamu ingin ikut ?" tanya sang ibu heran pasalnya anak gadisnya ini memutuskan untuk tinggal di rumah ,key mengerut kan dahinya sedangkan jhonatan ,jordan dan jeffry menatap lexsa bingung
"ya, lexsa ikut tapi mengunakan jet pribadi lexsa saja ayo " ucapnya sembari mengeret tangan ibu ayahnya ,sontak tindakan lexsa mengundang tanda tanya besar di benak mereka
"tapi tiket nya....." ucap key ragu belum sempat key menyelesaikan kalimatnya seorang dengan seragam pramugari menghampiri mereka .
"permisi tuan jet pribadi anda sudah siap "sela nya membuat lexsa mengalihkan perhatiannya lalu mengaguk .
"key ayo " teguran jordan mampu menyadarkannya ,ia bergegas mengikuti jejak kakak nya .
setalah pesawat lepas landas barulah sang ibu mendekati lexsa.
"baby kau ok kenapa kau mendadak ikut ?" tanyanya heran
"aku hanya ingin saja toh teman - teman ku tidak jadi " ucapnya memberi alasan dan untungnya di percayai oleh ibunya .
"ah begitu rupanya baiklah kalau begitu istirahat lah perjalanan kita masih panjang " balas sang ibu sembari pergi ke ruang tamu di pesawat itu . lexsa mengedarkan pandangan nya ia tidak menemukan sosok calon istri sang kakak sulung ,ia sedikit bingung bukan kah sang kakak membawa serta kekasihnya .
"hm... oh kenapa kak yuna tidak ikut dengan kalian ?" tanya lexsa sembari menatap jhonatan
__ADS_1
"dia sedang sakit jadi aku tak tega memaksanya ," sahut nya sembari memakan snack yang ia rebut dari jordan .
"aish kak ambil sendiri " protesan jirdan di abaikan sepenuhnya
"hu ? sakit tapi kenapa kak jhon malah ikut ke dwt , bukan menjaga kak yuna ?"heran nya
"ck salahkan si bawel itu dia yang memaksa ku" gumam kesal jhonatan sembari melirik key yang tengah meno ton vidio itu ,merasa di perhatikan dia menoleh lalu nendelik tak terima.
"hey aku tidak bawel ya "protes key lalu di hadiah i tatapan datar lexsa dan jhonatan
"what ever" sambung lexsa ,saat ia melihat ke luar jendela hanyalah awan dan ia dapat melihat bahwa ada 3 ekor black horse yang mengawal mereka ia menjadi tenang sekarang .
mereka sampai di pulau dwt tepat tengah malam, setelah turun dari pesawat nereka bergegas menuju ke vila yang sudah disiapkan oleh lexsa .
pagi harinya mereka tengah bersiap akan pergi ke pantai ,yang paling ribut adalah key dia sudah tidak sabar ,sesampainya di pantai mereka berpencar sedangkan lexsa dan key berjalan beriringan menikmati pemandangn .
"key apa kau mengenal bram wijaya ?" tanya lexsa yang membuat key menoleh ke arahnya .
"ya aku kenal dia ada apa nun ?" ucapnya sembari melihat ke lexsa yang kini juga menatapnya
"aku bertemu dengannya saat hampir dia terbunuh oleh anak buah liong "jawab lexsa sembari meneruskan perjalanan nya,membuat key terkejut mendengarnya ,mereka sampai di cafe di pinggir pantai dan duduk disana
"apa ?lalu bagaimana keadaannya sekarang ?" tanya key cemas
"lebih baik ,sebenarnya apa yang kamu cari di tempat lelang itu ?"sahut lexsa santai sembari menatap tajam key
"hehe itu ... aku dengar bahwa ada black jade yang akan di lelang di sana dan aku berminat menjadikan black jade itu sebagai hadiah untuk ibu ,dan yah malah menemukan paman bram yang tengah bertarung memperebutkan sebuah diket "jelas key setelah memesan 2 minuman untuknya dan lexsa ,
"memang berapa harga penawaran yang kamu ajukan " kata lexsa penasaran pasalnya ia tahu bibi sangat ketat dalam menghitung uang saku anak - anak nya ,ia merasa ada sesuatu yang mengintai mereka ,hingga ia sadar bahwa ada 1 titik laser kecil yang bahkan orang awam tidak tau tepat berada di dahi key sontak itu membuat lexsa terkejut bukan main .
"itu....."
"KEY AWAS !!!" belun sempat key menjawab teriakan lexsa dan dorongan tubuh yang kuat mampu membuat ia jatuh tersungkur
BRUAK....BANG ..... itu yang ia dengar sesaat dia terjadi terkejut pastinya ,bagi key ini adalah hal baru bagi lexsa ia sudah biasa dengan situasi ini .
"key kamu tidak apa-apa ?" tanya lexsa memastikan dan hanya di balas anggukan ,ia belum bisa menguasai rasa terkejutnya ,
"sial" upat nya,mereka masih berlindung di sana lexsa mau pun key sebisa mungkin menghindar
DOR !!!!! ' SIAL JIKA BEGINI KITA AKAN MATI DISINI ' iner lexsa mengupat ia mengeluarkan senjata api yang selama ini ia bawa dan mulai menyerang balik .
BANG ! BANG! BBANG ! suara sahutan senjata api pun mulai bergemuruh
"key hubungi kak jordan dan jeffry aku akan menghalangi mereka "perintah lexsa yang ahnya di angguki key dengan gemetar ia mendial nomor jordan .
di sisi lain jordan juga menghadapi masalah yang sama baku tembak dan hantam pun tak terelak kan oleh mereka ber 3 , setelah beberapa menit melakukan baku tembak dan hantam jordan berhasil melumpuhkan para pembunuh ,jeffry menghabisi para penebak jitu dan jhonatan berhasil mengaman kan ke 2 orang tuanya ,mereka pun mengumpulkan semua orang - orang itu dan sisanya ia tali untuk ia introgasi nanti .
"sial kita terkepung " ujar jordan ia melihat situasi sekeliling ia masih meningkatkan kewaspadaan di tempat sekitar nya ,ia dapat melihat jika sang adik tengah mengambil nafas dan melihat kakak nya tengah menenangkan sang ibu .
"jordan cepat hubungi key ibu khawatir dengannya " pintanya belum sempat ia menekan layar tampak pangilan masuk dari sang adik yang membuatnya langsung mengakat telphone tersebut .
"key!! kau dan lexsa di mana sekarang "
"kak bantu kami kami di .ahk ..... "
"hallo hey kalian dimana ?" paniknya saat mendengar upatan lexsa
"caffe tebing ..."
TLIP sambungan terputus begitu key memberi tahu lokasi mereka ,sontak membuat jhonatan makin panik mereka bergegas ke sana tapi gerakan mereka di hentikan jordan .
"kalian tunggu di sini aku dan pasukan ku yang akan maju "
"tapi kak ...."
"ini perintah aku komandan disini " ucap tegas jordan mampu membukam jeffry ,yang lain hanya mengaguki saja
"berhati - hati lah jo bawa ke dua adik mu pulang "
"kak jhonatan tenang saja aku pasti membawa mereka pulang tolong lindungi ayah,ibu dan adik "
"pasti " ucap jhonatan ,ia telah mengirim sinyal keanak buah nya dan di tangkap cepat ia membawa 2 barikade army siap tempurnya .ia menyusun rencana dengan cepat tepat dan cermat agar ke 2 adiknya bisa selamat tampa terluka .
di sisi lain lexsa yang melihat isi amunisinya tingal 6 buah itu berhasil melumpuhkan setidaknya 6 orang tinggal 4 orang dia menghadapi dengan tangan kosong ,berterimakasih lah pada ayahnya yang mau mengajari karate sejak ia kecil ,sedangkan key ,pria muda itu nampak berantakan cipratan darah dari musuh pun kini menghiasi pakaian dan wajahnya sembari terengah ia memasang kuda - kuda siaga .
"nun ada sisa 4 orang satu lawan dua ?" tawarnya
"ouh baiklah dengan senang hati " ucap lexsa sembari menyeringai ,belum sempat mereka bergerak 2 peluru berhasil bersarang di kepala mereka dia verhasil kabur tapi berhasil lexsa lumpuhkan dengan menembak bahu dan punggung mereka .
tapi sayang satu yang lolos ketika akan mengejarnya ia di cekal oleh jordan .
"sa,tangan mu terluka kita obati dulu luka mu ,biar anak buah ku yang mengejarnya " titah jordan dan hanya di angguki oleh gadis ini , sesampainya di villa ia dapat nelihat banyak prajurit yang berjaga dengan ketat .
"tak kusangka otoritas mu sampai disini kak " puji lexsa saat tau mereka bergerak atas komando dari seseorang .
"tidak ,ini bukan komando ku ,aku hanya meminta bantuan pada kawan lama ku yang nemang menetap di sini " jelasnya yang hanya di angguki oleh lexsa , setelah mengobati luka tembak lexsa mereka sekarang berkumpul di ruang tengah untuk mendengar rencana lexsa .
"jadi nak apa yang sebenarnya terjadi kenapa kita di serang oleh mereka ?" tanya yaer penasaran
"ini praktek sabotase ayah " sahut jhonatan
"maksud mu ? kenapa mereka ingin menyabotase keluarga kim?" bingung nya ia belum mengerti maksud dari kejadian ini .
"target utama mereka adalah keluarga kita ,mereka mencoba membunuh kakek tapi gagal karena kalian tahu sehebat kakek dulu ,setelah gagal mereka menargetkan keluarga aanarta dan cleo tapi mereka juga gagal bagai mana pun kekuatan mereka kurang ,hinga ahirnya mereka menargetkan keluarga kim karena mereka tahu ,ibu sangat baik jadi dia mudah masuk keperangkap awalnya jebakan ini untuk bibi tapi .... ibu mencoba melindungi bibi dia menciptakan nano zero atau nano zone untuk menigkatkan kecepatan daya ingat sebagai pancinganya " mulai lexsa membuat hyonji syok berat jadi selama ini kakak nya telah berkorban banyak untuk nya ?, tak terasa rasa sesak menghampirinya ,bukan hanya hyonji yang terkejut ,yaer, jhonatan, jordan jeffry dan key pun terkejut .
"maksud mu , zero nano ini di buat bibi untuk memancing siapa dalang di balik semua serangan yang gagal di keluarga kita " tebak jeffry
"ya , ini memang benar dan .... bukan hanya satu keluarga yang mengiginkan kita hancur ada setidaknya 10 keluarga luar dan 2 keluarga inti kim yang mengiginkan nyawa ku dan kedua orang tua ku saat itu " ucap lexsa dingin sekelebat bayangan kejadian berdarah itu muncul kembali di ingatannya .
"tunggu nun jangan bilang kalau 6 keluarga yang hancur akibat kejahatan mereka adalah ...."
"aku yang melakukannya ,mereka pantas mendapatkan nya " terang lexsa sembari merebahkan pungung nya di sandaran sofa
__ADS_1
"ini kah alasan mu untuk ikut serta dalam liburan kali ini kau tahu jika kami dalam bahaya " tebak yaer yang mendapat anggukan dari lexsa
"ya semua sabotase ini di lakukan oleh orang terdekat kita ,jika aku menyebut siapa dia apakah kalian percaya pada ku ?" jelasnya yang kemudian di susul dengan pertanyaan di ahirnya membuat mereka berkerut binggu
"lexsa sekarang bukan saatnya bermain hide and sake sekarang " tegas jordan ketika tahu maksud lexsa ,ia ingin gadis ini yang menjelaskan semua yang terjadi .
"baik lah kau tahu benda ini bukan kak jhonatan ?" kata lexsa sembari mengeluarkan gelang yang berukir cantik yang terbuat dari perpaduan tembaga ,emas dan kristal itu ,sontak jhonatan membelalakan matanya bagaimana lexsa bisa mendapatkannya .
"ini... bagaimana mungkin kau memiliki nya " tanya jhonata. penasaran padahal iya yakin betul bahwa gelang itu ia berikan untuk kekasihnya .
"benda apa itu kak ?" tanya key yang sendari tadi diam memperhatikan
"itu..."
"black amesti barat ,gelang pemberian nenek untuk di pasangkan oleh calon menantu perempuan yang di anggap layak untuk masuk di keluarga kim , kak jhonatan mendapat kan gelang ini karena dia paling dekat dengan nenek "potong lexsa ,ia melihat kearah ke key yang menunggu kelanjutan informasinya .
"oh dan kalian tahu setiap cucu lelaki keluarga kim akan memiliki gelang mereka masing - masing dan kak jhonatan sudah cukup umur untuk menikah jadi nenek memberikan itu ke dia ,dan kalian tahu bukan siapa pemilik gelang ini ..." tutupnya membuat key memiliki mata bersinar lalu agak mengerut kan dahinya .
"tunggu jadi setiap cucu laki - laki bukan jadi seluruh keluarga kim punya dong " ungkap key yang mendapat jitakan kuat dari jeffry
"idiot ,hanya keluarga inti yang boleh memakainya " balas lexsa datar dan terlalu malas menanggapi pertanyaan konyol key .
"yuna kim putri tertua kelurga inti cabang kim " ucap hyunji seketika ,ia masih ingat jika jhonatan memberikan yuna hadiah dan mengenalkan yuna sebagai calon istrinya .
"bingo" seru lexsa yang membuat mereka terkejut
"APA !!! aku tidak percaya ini lexsa jangan mengada ada mana mungkin yuna melakukan perbuatan keji seperti itu " protes jhonatan tak terima ,kenapa kekasih manisnya yang menjadi korban disini .
"oh benarkah ... sekarang aku tanya ke kakak , apa kak jhon tahu, bahwa panti asuhan yang kak jhon dan jeffry bangun untuk menampung anak yatim piatu dan anak buangan telah kehilangan 4 anak kecil berusia 5 tahun ?" tantang lexsa mereka semua diam seketika ,jeffry melirik jhonatan sementara itu si sulung tengah memantung di tempat.
"tidak ? tentu saja setiap kali berita itu akan tersampaikan , entah saham atau komputerisasi perusahaan kak jhon mendapat masalah , hingga membuat mu sibuk dan melupakan akan hal penting itu " imbuh lexsasembari melihat ke mata jhonatan yang masih menatapnya tidak percaya akan informasi yang ia dengar .
"tapi jo selalu berada di samping ku ,dia selalu memberitahu ku akan hal penting " protesnya lagi membela yuna ,membuat lexsa mendelik sebal kearah jhonatan 'yaish dasar merepot kan ' batn iner lexsa kesal ia menatap tajam jhonatan seolah tatapan itu mampu membunuhnya seketika
"hah..... sungguh konyol berdebat dengan mu kak ...bawa dia masuk " setelah mengatakan itu tampak sosok wanita muda masuk dengan mengunakan stelan formal membuat jhonatan maupun yaer terkejut melihat siapa yang datang .
"sekertaris jo kenapa kamu disini bukanya kamu berada di kantor ?" tanya jhonatan bingung ia ingat betul bahwa ia menyuruhnya untuk tetap tinggal ,raut muka sang sekertaris berubah menjadi bingung
"hu ? bukanya nona yuna bilang kalau anda menyuruh saya kesini ?" terangnya sembari balik bertanya ke tuannya ini
"apa ?!" kaget jhonatan
"ya dan ini bukti bahwa anda mengirim saya chat " tambahnya lagi sembari memperlihatkan bukti we chat yang di kirim tuannya ,jhonatan menatap hp sang sekertaris dengan pandangan tidak percaya .
"ini tidak mungkin ...kenapa dia melakukan ini pada ku ..."
"manipulasi data lewat internet adalah hal yang mudah apalagi liong ada di belakangnya , sekarang kita tahu bahwa musuh kali ini sangat lah berhati - hati " terang lexsa tiba - tiba
"brengsek kemana wanita itu sekarang " ucap jhonatan sembari mengepalkan tangannya penuh dengan amarah
"percuma kita kembali ,sekarang dia tengah mengambil alih saham milik kak jhon yang sebesar 25% di kim corp. tapi dia tidak akan mudah mendapatkan saham tersebut tanpa tanda tangan dari mu dan papa yaer" balas lexsa santai
"apa ? bagaimana dengan saham kita lexsa " kata yaer panik ,membuat gadis di depannya menyeringai tipis
"dia tidak akan mampu membobolnya wanita itu bodoh jadi sekarang dia kebingungan mencari surat hak waris itu mungkin dia tengah mengacak - acak ruang penyimpanan keluarga kim " kata jordan sembari memandang orang di sekitarnya .
"kau tahu bahwa yuna di balik semua ini ?" tanya jhonatan dengan geram
"tentu saja tapi ketika aku memberi tahu mu tampa bukti yang nyata seperti ini apakah kamu mau mendengarkan ku kak jhon ? ucapan skaratik dari jordan mampu menyadar kan jhonatan ' oh my god ... bodohnya aku begitu percaya pada rubah itu ' runtuk jhonatan pada diri sendiri .
"mungkin kita akan kembali lusa ,dan itu mampu membuat yuna merentas jaringan di rumah dan meletakkan beberapa lensa kamera ukuran nano di dalam mansion kita " terang lexsa .
"jadi apa rencana mu lexsa " tanya jeffry
"kalian akan tahu nanti untuk saat ini biar aku saja yang tahu " ucapnya ,malam itu berahir dengan perasaan lega bercampur waswas dari mereka semua .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...