
3 minggu berlalu begitu saja setelah pusing dengan ulangan tengah semester ahirnya classmeting di mulai jam bebas waktu bebas pensi caffe kelas dan banyak yang lain ,para siswa dan siswi sangat menikmati acaranya tapi tidak dengan lexsa dia dengan lesu meletakkan kepalanya ke atas meja kepalanya semakin hari semakin pusing belum lagi latihan dan ulangan membuat kepalanya seakan mau pecah , dia sengaja mencari kelas kosong untuk tidur .
"nona besar sangat pucat apa dia sakit ?"tanya niel sembari melihat ke dalam
"sepertinya begitu dia sangat sibuk belakangan ini " sahut zuto
"ayo pergi sepertinya key mencari sampai sini " ajak niel setelah mereka pergi nampak seorang pemuda muncul dari ujung lorong pemuda itu nampak binggung mencari seseorang . sadar jika key mencarinya lexsa bangun dari tidurnya .
"key ada apa ?" tanya lexsa membuat key terkejut lalu menoleh kearahnya .
"ah nunna para perwakilan archery meminta kita untuk menghadiri acara makan bersama " jawab key semangat
"kau pergilah dulu aku akan menyusul mu nanti " ucapnya sadar ada sesuatu yang salah dengan lexsa key pun mendekat dan memegang kening nya terkejut saat telapak tangan itu merasakan suhu tubuh lexsa yang meningkat .
"astaga nun ayo aku antar kamu ke uks " ucap key tegas tampa persetujuan lexsa key mengendong dengan bridal stayl dan langsung lari ke uks ,sadar bahwa key membopong nya sampai uks dan di lihat banyak orang dan membenarkan kalau mereka berpacaran membuatnya makin geram saja .
setelah sampai di uks ia di periksa oleh dokter yang berjaga .
"oh astaga demamnya tinggi sekali demamnya lebih baik kamu istirahat ,apa kau punya wali untuk di hubungi ?"
"aku...."
"kakak kami akan segera datang untuk menjeput nya " sela key memotong pembicaraan lexsa dan di hadiahi tatapan tajam darinya ,key hanya meringis kecil melihat itu .
"minum obat ini dan tunggu wali mu kesini untuk menjeput mu pulang " kata sang dokter ,setelah ia pergi lexsa menatap key tajam .
"kau tahu dengan tindakan mu ini wanita mu akan lebih gila lagi " ucapan lexsa hanya di balas dengan kerutan dari key
"kenapa ? apa salahnya menolong mu lagi pula wajar kita saudara dan aku membantu mu " protes key tak terima
"ya terimakasih atas bantuan mu kau tahu aku tak tahu seberapa populer diri mu ,hingga orang - orang bergosip mengatakan bahwa aku jatuh cinta ke kamu " pernyataan lexsa membuat key terkejut setengah mati ia tidak menyangka bahwa lexsa mendengar gosip ini lagian dia sudah memastikan lexsa tidak mendengar berita ini .
"aku ...maaf aku janji roxie tidak akan menyentuh mu "
"ada apa .... apa ini ada hubunganya dengan cindy ? key ...." tanya lexsa dan bingo raut wajah itu berubah menjadi raut wajah bersalah ,dulu saat awal masuk senior hing school dia bertemu cindy gadis ceria yang sangat ia suka , tapi ia gagal melindungi cindy akibat permainan licik darinya membuat cindy ahirnya dengan tragis mati bunuh diri akibat perbuatan yang ia yakini tidak akan pernah ia perbuat ,key yakin jika cindy di jebak tapi ia tidak punya cukup bukti untuk membelanya .
"hei aku tak akan memaksa mu bercerita tapi aku harap kau tidak melakukan tindakan di luara batas ok " gengaman lembut itu mampu menenangkan perasaan key yang sempat berkecamuk hebat ,ia langsung memeluk lexsa erat .
"terimakasih nun akan aku coba " ucapnya lirih ,tak selang berapa lama jordan datang dengan muka tenang ia masuk ke uks dan melihat lexsa tengah tertidur dengan tenang (ps.efek dari minum obat) .
ia mendekat dan mengelus kening lexsa .
"kau kena deman ternyata " ujarnya ,merasa ada yang mengagu lexsa membuka mata dan melihat jordan duduk di samping nya .
"oh kak ...dimana key ?"
"dia sudah kembali kekelas , bangun lah kita akan pulang " jawabnya yang hanya di angguki oleh lexsa ,di dalam mobil lexsa lebih memilih memejam kan matanya karena masih mengatuk akibat obat yang ia minum , ia merasa tidur cukup lama ia membuka matanya dan ia menyadari bahwa dia berada di kamar nya , ia menyapukan pandanganya dan menemukan seorang pria tampan dengan kaca mata bacanya tengah serius membaca sebuah dokumen di tangan nya ,sadar ditatap seseorang dia meletakan dokumen itu lalu berjalan kearah lexsa dan menyodorkan segelas air putih ke lexsa
"minum lah ,lalu makan " ucapnya
"maaf telah merepotkan kak " gumaman lexsa di hadiahi elusan lembut di kepalanya , tak lama tangan itu berada di kening lexsa untuk mengetahui apakah demamnya sudah turun atau belum .
"untung demam mu sudah sembuh jika sampai ibu tahu mungkin dia bakal menghentikan festivalnya " kata jhonatan sembari menyilangkan ke dua tanganya .
"jangan pernah mengatakanya aku tak ingin mengagu kesenangan mereka " ucap lexsa datar ,jhonatan menghela nafas pelan
"kenapa bisa demam ,jangan terlalu menforsir diri mu sendiri ,kau memang ungul dalam segala bidang tapi kau juga harus tahu batas limit tubuh mu " terang jhonatan sembari duduk di samping lexsa dan memangku makanan.
"tak perlu aku bisa sendiri " ucapnya datar tapi sialnya jhonatan menarik sendok dari tangan lexsa dan menyedokan makan yang kini mengarah ke mulut lexsa .
"angap saja aku sedang memanjakan kamu jarang sekali aku menemani mu " ucapnya sembari menyuapi lexsa mau tak mau lexsa menerimanya .
skip time
3 hari kemudian
pagi hari lexsa berangkat lebih awal ia sengaja menghindari sang ibu yang cantik tapi sayang sangat ganas di keluarga kim itu , agar tidak kena omelan nya ,dia dengan tampang datar namun cantiknya dengan santai menunggu bus sembari mendengarkan musik lewat handset ,pagi yang lumayan cerah tak berapa lama seorang pemuda dengan almamater berbeda menghampirinya .
"hey " sapanya sontak lexsa menoleh dan memberi pandangan 'ya' nya itu si pemuda tersenyum manis kearah lexsa .
"boleh aku duduk di samping mu ?"
"sure why not " sahutnya singkat ,jujur pemuda di sampingnya ini sangat penasaran dengan gadis cantik yang menunggu bis di halte ini .
"aku tidak pernah melihat mu sebelumnya apa kau warga baru di kota ini ?" tanyanya lagi ,lexsa hanya mengaguk sebagai respon
"wahhh....... salam kenal nama ku jaka aku dari asoka hing school " ucapnya membuat lexsa menatapnya
"asoka ?"
"yup, ah iya nama mu siapa ?"
"lexsa" jawab nya singkat ,jaka melihat dengan seksama wajah cantik lexsa yang membuatnya sedikit tergangu .
"apa ada yang salah dengan wajah ku tuan jaka ?" tanya lexsa kemudian
"ah !kau murid easter hing school ya sepertinya kita seangkatan " ungkapnya antusias belum sempat lexsa menjawab ia dapat melihat bis yang akan membawanya ke sekolah sudah tiba ,tampa kata lexsa pergi begitu saja .
"OUH LEXSA SAMPAI JUMPA DI FESTIVAL PEKAN DEPAN "teriaknya yang sepenuhnya di abaikan lexsa .
at school
dia berjalan menuju kelas dengan biasa walau pun ia masih merasakan sedikit pusing di kepalanya .
"ouh oh selamat pagi lexsa " sapa mei teman sebangkunya
"hm" sahutnya lalu duduk di bangkunya
"oy sa udah tahu kl besok adalah babak penyisihan kloter 1 cabang olah raga ?" tanya laudy yang mendadak nimbrung
__ADS_1
"tidak tahu "
"eh bukanya key sudah memberitahu mu ya " perkataan itu sontak lexsa menatap tajam key yang baru saja masuk ke kelas , sadar apa kesalahannya key perlahan mundur untuk kabur .
"kau mau kemana bocah ...." ucap lexsa yang sudah berdiri di belakang key
glup dengan susah payah ia memutar badanya
"ehehehe nunna.... etto...."
PLETAK satu jitakan kuat lexsa semat kan di kepala key
"ouch ya nunna ini sakit !" protes key tidak terimah
"ho.... berita sepenting itu kamu tidak memberitahu ku kau cari mati hah !?"bentak lexsa balik sembari mencengkeram kerah baju key .
"itu itu ..... itu perintah kak jhonatan dan kak jordan jangan salah kan aku " pernyataan yang salah membuat lexsa makin marah ,ia memiting kepala key kuat
"aaarrrrhggghhhtttt nunna ampun ...akan aku jelaskan ...." oh ya ... itulah awal pagi mood lexsa yang anjlok dan berantakanya hari key .
di sisi lain nampak jeffry tengah menangani kasus yang selama ini menjadi misteri ,menghilangnya beberapa anak dari pejabat tinggi , ia meneliti satu persatu dan ia baru menyadari bahwa ada satu kesamaan yaitu mereka yang memiliki golongan darah dengan Rh positif ,jeffry melihat data sekali lagi lalu teringat bahwa lexsa juga memiliki darah seperti para korbang penculikan .
"hei kau melamun lagi ?" tanya seorang wanita yang merangkulnya dari belakang dia kekasih jeffry dari badan forensik dokter cantik yang ia kenal karwna lexsa .
"sedikit banyak yang bakal terjadi besok ,dan kau tahu ini semakin menarik apa lagi mereka di curigai berasal dari pemerintah kota " terangnya sang wanita hanya tersenyum saat mendengar ocehan pria di dekapannya ini .
"kkk semangat sayang ,ah bagaimana keadaan lexsa " ucapnya sembariduduk dipangkuan jeffry
"dia baik dan kau tahu dia mewakili cabang olehraga archery dan estafet. untuk festival sekolah " katanya dengan antusias
"ah benarkah aku akan datang kalau begitu" balas nya dengan penuh semangat ,jika bukan dorongan dari keluarga kim dulu mungkin dia sudah jadi pelacur sejak lama ini semua berkat lexsa yang ngotot ingin membantunya ,
"ahem ini masih pagi btw " ucap rio yang menatap datar mereka
"kkk kau cemburu pada kami maka carilah pasangan dasar bodoh " sahut queenzie sengit ,twic satu perempatan muncul di dahi rio
"cih pasangan idiot " gumam rio pelan namun sayang terdengar oleh nya dan itu membuat queenzie semakin berang ,'sialan anak ini belum pernah aku racun kali ya ' batinya memanas ,jeffry hanya menghela nafas mendengar ke gaduhan mereka berdua .
"hey !aku mendengar mu littel brid " balas san nya lagi dan berhasil membuat jeffry harus menahan tawanya dengan menyamarkan menjadi deheman .
"shut you ....."
"sudahlah kenapa kalian jadi bertengkar di pagi hari ,dan kamu apa yang ingin kamu laporkan ?" potong jeffry tegas mencegas 2 orang ini adu mulut adalah hal terbaik untuk kesehatan telinganya
"lapor pak ini adalah dokumen yang anda minta semalam " ucap rio sembari meletakan laporan utu ke atas tumpukan dokumen
"sepertinya kau sibuk kalau begitu aku pergi dulu , bye littel brid " pamitnya sembari berjalan keluar
"cih dasar nenek lampir " sugutnya lagi di balas gelengan pelan dari jeffry.
tak terasa waktu cepat berlalu ,matahari yang bersinar terang perlahan meredup seiring dengan kegelapan yang datang ,dia tengah merapikan peralatan archery nya latihat kali ini tergolong lama ya 2 hari sakit membuat dia kehilangan kesempatan berlatih ,walau kondisi tubuhnya kurang stabil tapi itu cukup untuk melatih otot nya kembali , saat merapikan peralatannya dia menyadari bahwa ada orang selain diri nya .
"hng " sahut lexsa sekenanya menangapi perkataan roxie ,dia terlalu malas berhadapan dengan wanita di depannya ini ,saat ia hendak pergi ia di cekal oleh tangan roxie .
"to the point" ujarnya dinggin
"jauhi key dia milik ku kau tak pantas untuknya kau hanya beban bagi keluarga kim " kata roxie entah antara mau marah atau tertawa mengetahui wanita di hadapanya ini begitu bodoh, ia hanya diam menatap kerpergian roxsie , ia menatap datar jalan di depanya .
"kau tahu aku paling benci berurusan dengan masalah pribadi orang "
"maaf tak seharunya dia mengatakan itu pada mu dan hey aku tidak menyukainya sama sekali " protes orang yang sebdari tadi menguping pembicaraan mereka itu .
"key dia benar - benar terobsesi pada mu kau harus hati - hati bisa saja kau di jebak dan mengadu domba kita " peringatan lexsa di tangapi serius oleh key ,dia menatap lexsa dengan penuh ketegasan .
"aku tidak menyukainya yuan aku sama sekali tidak aku bersumpah jika itu terjadi maka wanita itu akan mati di tangan ku " ucapnya penuh dengan tekanan ,lexsa hanya menyerigai sedikit
"baiklah kalau kamu bisa pegang sumpah mu , btw ini sudah sore ayo pulang " ajak lexsa final yang hanya di angguki key .
skip time
ke esokan harinya hari ke 2 class meeting banyak anak bersorak sorai di lapangan olah raga mereka menyak sikan perlombaan antar cabang .
disisi lain lexsa dan teman - teman yang lainya tengah menungu di ruang tunggu yang telah di sediakan oleh panitia .
"ah ... aku tak sabar ingin bermain ..... ahirnya ini akan membuat ku semakin bersemangat " ucap salah satu peserta dari kelas 3 itu
"ho... aku pun begitu ini sangat seru apa lagi ada hadiahnya "
"hadiah ?" ucap key penasaran
"yup pihak sekolah dan penyumbang terbesar kita mentiapkan hadiah nanti saat babak final di festival tahunan " jelas murid satunya ,lexsa hanya mengernyit tidak mengerti dia melihat key tapi di balas dengan gelengan kepalanya saja .
waktu terus bergulir keadaan semakin ramai saat tim archery milik lexsa menang dan mereka mampu menyisih kan beberapa senior dan junior mereka , banyak dari mereka yang nengagumi lexsa saat melakukan perlombaan tadi.
"well tadi itu sangat hebat lexsa " puji sang mentor
"tidak ada apa apanya di bandingkan dengan senior yang lain " ucap lexsa
"ho.... baru menang segini saja sudah sombong " ucap seseorang di ambang pintu malas berurusan dengan wanita ini dia menatap key .
"urus wanita mu atau aku siram dia " ucap lexsa datar
"brengsek aku bicara dengan mu jalang !!" bentak roxie yang membuat orang - orang sekitar diam mereka tidak menyukai roxie sejak masuk di easter hing school karena wanita ini terlalu sombong dan arogan apa lagi sekarang statusnya adalah pemilik sekolah membuatnya semakin menjadi - jadi saja .
"oh kamu bicara aku kira tadi ada anjing mengogong " sahut lexsa santai dan sontak mereka semua tertawa
"kau ..... aku menantang mu untuk lomba ice kitting jika berani " tantangnya sontak mereka semua diam roxie adalah pemain profesional pada tahun ini ia kemarin mendapatkan mendali emas saat mewakili cabang tersebut yang di adakan di negara S,mereka menatap lexsa dan roxie bergantian .
"fine aku terima jika aku kalah apa yang akan kau inginkan ?" tanya lexsa santai sembari bersandar di tembok belakangnya .
__ADS_1
"jika kau kalah maka menjauhlah dari key dan keluarlah dari easter tapi jika aku kalah aku akan menuruti semua permintaan mu " ucapnya penuh percaya diri ,satu serigai kecil tercipta dibibir manis lexsa ternyata begitu mudah membodohi gadis ini badu ia melempar kail dan ikan dengan cepat menyabar 'kau akan habis kali ini lexsa liat saja nanti ,' iner roxie mulai bergejolak ia tidak tahu bahwa lexsa dulu juga pernag menjadi mantan atlet ice kitting dan mendapatkan banyak mendali emas ,key yang mengetahui itu hanya tersenyum mengejek ke arah roxie .
"baik lah apapun bukan ....KALIAN DENGAR APA YANG ROXIE KATAKAN TADI " ucap lexsa lantang mereka semua menjadi saksi hanya mengaguk.
"denger jangan pernah menarik ucapan mu itu dan jangan pernah menyesalinya " tantang lexsa balik
"tentu aku tidak akan menyesalinya "
"kalau begitu bersumpah lah " ucap key mendadak lexsa mengakat sebelah alisnya
"apa maksud mu ...."
"aku bilang bersumpahlah kau tak akan pernah menginkari janji mu " tegas key menatap rixie sengit membuat roxsie bergetar ketakutan .
"fine aku bersumpah bahwa aku laei roxie tidak akan mengingkari janji ku dan apabila aku mengikafi janji ku maka kesialan dan kemalangan akan menimpaku " ucapnya tegas penuh dengan percaya diri .
"wah gila ini bakal seru "
"mereka akan bertarung "
"duh apa lexsa bisa"
blablabalbala dan masih bayak lagi bisikan yang terdengar
"kita lihat saja nanti " ucap lexsa sembari berlalu begitu saja membuat roxie semakin kesal .
hari menjelang sore banyak anak yang sudah pulang dari beberapa jam yang lalu tak terkecuali lexsa ,dia di tinggal sendiri oleh key karena key tengah mempersiapkan dirinya untuk mengikuti olimpiade kimia di negara L , ia menghentikan kegiantannya saat ia merasa ada seseorang selain dIa .
"oh...kalian rupanya ada apa ? sudah membuat keputusan ?" tanyanya tampa menoleh ,membuat 2 siswa yang berseragam easter itu mampu terdiam.
"ya kami telah membuat keputusan dan kami memilih setia ke anda " ucapnya tegas yang membuat lexsa berhenti melakukan kegiatannya lalu berbalik menatap mereka .
"kau tahu kosekwensinya jika kalian berhianat " ucap lexsa sembari menatap dingin dan tajam ke 2 orang di depannya ini.
"tidak kami tidak berani melakukannya "
"baiklah kembalilah ke tempat liong kembali kesisinya kalian tahu apa yang harus kalian lakukan " ucapnya yang hanya di angguki keduanya setelah mereka pergi lexsa bergegas keluar dari gedung menuju parkiran saat ia berada di basemand parkir ia melihat roxie dan kawanan nya ia dengan cekatan menyebunyikan diri di antara tiang beton yang ada di sana .
"sialan lexsa seperti lintah yang harus aku singkirkan dari hidup key " upatnya .
"tapi bagaimana cara menghancurkannya kali ini ,dia bukan cindy yang lemah itu " sahut shin'o sembari menghisap rokok nya , yang tentu membuat lexsa terkejut mendengarnya .'cindy ?' batin lexsa penasaran apakah ini ada hubunganya dengan kematian kekasih key ,
"gebby benar dia bukan cindy apalagi key selalu melindunginya "
"kkk kalian tenang saja lexsa akan menjadi lemah tak berdaya setelah meminum ini " katanya sembari menujukan sebuah buntalan kecil putih di tangan nya dan di hadiahi senyum puas oleh kelompok nya
"itu.... heroin ? kau ingin lexsa teler seperti cindy dulu lalu meletakan aprodicia ke dalam tubuh nya ?" ucap shin'o tidak percaya
"tentu saja jika cindy mampu aku jebak dan aku hancurkan mungkin ini juga bisa menghancurkan reputasinya "
"kau memang kejam tapi apa yang kau lakukan ke cindy aku dengar dia mati bunuh diri ..."
"kkk kau kira bunuh diri tapi nyatanya aku membunuhnya kkkk dia pantas mati kkkk" ucapan roxie dengan tawa penuh kemenangan .
"so bukan kah sangat menyenangkan jika senior sekolah sebelah juga ikut bergabung " usul gebby
"ah kau pintar gebby aku akan lihat seberapa terhinanya besok saat dia di festival kkkk "tawanya lagi . setelah mereka pergi lexsa keluar sembari mematikan rekaman yang dia ambil .
satu senyum mengerikan muncul di bibirnya ia mengambil ponsenya dan menghubungi seseorang untuknya setelah selesai dia berjalan kearah mobilnya dan mengendarainya untuk pulang .
"hm.... sepertinya akan ada kejadian menarik kita lihat saja gadis kecil apakah aku atau kamu yang akan menerima kemalangan " ucap lexsa sembari menambah laju kecepatan mobilnya ,mobil itu membelah dinginya sore di hari itu sebuah permainan besar sudah di mulai lexsa akan menghadapi banyak rintangan kedepannya 'akan ku buat kalian menyesal se umur hidup' batin lexsa bersumpah .
di lain tepat di dalam sebuah meja kerja mewah seorang pria tengah santai membaca laporannya .tak berapa lama asistennya datang
"tuan ini laporan mengenai nona besar ahir - ahir ini "
"letak kan dan kamu boleh pergi " ucap nya lagi sembari meraih dan membaca dokumen yang baru saja ia dapatkan ,ia tersenyum ketika mendapat kan foto lexsa yang tengah membidik target sangat terlihat cantik dan manis ,
"well sepertinya aku harus cepat menyelesaikan ini agar aku bisa mengunci mu di sisi ku selamanya " kaganya sembari melihat ke langit - langit ruanganya .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...
__ADS_1