Black Butterfly

Black Butterfly
PERJANJIAN DAN PRIPER


__ADS_3

ia merasakan sakit di sekujur tubuh nya hari ini ia lalui dengan berat , tentu saja ia masih harus menerima hukuman yang lain selain hukum cambuk , ia berjalan ke ruangan dinggin ruangan yang biasanya di gunakan untuk menghukum para anggota assasing milik black jade yang melangar aturan atau pun gagal dalam misi , ia berlutut sembari merasakan rasa perih terbakar akibat dari cambukan yang ia terima .


darah itu mengalir dengan jelas di pungung nya , ia tahu ini lah kosekwensi dari apa yang ia lakukan andai dia bisa jujur kepada nona nya mungkin dia tidak akan pernah mengecewakan tuannya apalagi ia telah berjanji dulu pada nona nya dan tuan besar kim namun namanya penghianat tetaplah penghianat .


ia meringkukan badanya tampa menyadari ada yang memasuki ruang tersebut ruangan itu terlalu gelap ia tidak peduli lagi tubuhnya terasa berat dan sakit ,orang itu mendekat dan mengeluarkan sebuah cairan yang entah apa namanya , 'oh apakah aku akan mati disini ' batinnya miris ia hanya bisa pasrah sungguh lucu hidupnya ia ingin satu orang selamat tampa harus melukai pihak manapun tapi tetap saja di sebut berhianat .


ia merasaka orang tersebut duduk di belakangnya ia memejamkan matanya menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya ,yang zutto rasakan hanya rasa perih sesaat ketika orang itu mengoleskan cairan ke atas lukanya setelah selesai ia dapat merasakan orang itu menarik dirinya duduk dan membebad lukanya , saat sadar orang itu adalah niel orang yang ia kecewakan selain nona besarnya .


"kau tahu kosekwensi dari menolong ku niel " ucapan zutto mampu menghentikan gerakan tangan itu sejenak tapi hanya di balas degusan dan menyelesaikan bebadtannya , ia melilitkan perban untuk menutupi luka akibat sayatan dari cambuk hukuman .


"setidaknya tria masih memiliki cahaya untuk hidup " ucap pria tersebut sembari membalurkan obat merah ke bahu yang belum terlilit oleh perban tersebut .


"kau marah pada ku ?" tanyanya ,dan itu mampu menghentika gerak tangan niel untuk sementar dan melakukan kegiatannya kembali


"tidak " jawabnya dengan dingin , zutto hanya bisa berdesis pelan saat lilitan itu menutupi lukanya yang mengagah tersebut .


"lalu apa kau kecewa pada ku ?" tanyanya lagi ,saat itu niel tengah menyelesaikan simpul terhur ,setelah membenahi baju zutto niel membaringkan tubuh itu kembali lalu menyelimutinya .


"bukan ,aku tidak pernah kecewa pada siapa pun " balasnya sembari menatap zutto yang kini berbaring dan niel duduk di pinggir ranjang nya , hening seketika menyelimuti mereka .


"aku hanya kecewa pada diri ku sendiri ,aku kecewa karena memilih orang yang salah dan menghancurkan kepercayaan ku terhadapnya , aku tidak marah kepada orang lain ...." lanjutnya sembari memutar tubuhnya memunggungi zutto ia tak ingin zutto meliahtanya dengan muka kacau ,dan tindakan itu membuat zutto tampa sadar mencengkeram selimutnya erat .


"aku lebih marah pada diri ku sendiri saat melihat orang yang ku anggap sebagai keluarga ternyata melakukan hal yang paling ia benci selama ini " lanjutnya lagi tampa sadar airmata yang ia tahan dari tadi mengalir begitu saja membuat zutto terpaku , ia tahu jika niel menangis walau punggung itu tidak bergetar sama sekali , terahir ia ingat dan melihat niel menangis saat mereka di training camp milik keluarga anarta saat ia terluka parah dan hampir mati akibat jatuh dari tebing untuk menyelesaikan misi dan latihan mereka .


"maaf ....ini.salah ku " lirihan tersebut mampu di dengar oleh niel tapi ia memilih untuk bukam sesaat .


"lupakan maaf mu belum tentu akan menyelamatkan ku " lirihnya sembari beranjak keluar dari ruang tersebut saat keluar ia melihat penjaga tersebut pingsan akibat seseorang memukulnya dan di sana terdapat belati perak dengan lambang golden flower khas dari black jade ,di tancapan tersebut terdapat memo khusus dan niel mengambilnya setelah membaca kalimat utama di atas memo tersebut bertulis "cepat pergi dan jangan menyesali apapun itu" tulisan tangan khas sang leader mereka dari sang nona besar alexandra kim .


pagi menjelang zutto membuka matanya dan yang pertama kali dia lihat adalah lexsa yang tengah duduk di depannya sembari menatap zutto dalam diam .


"bahkan dalam mimpi pun aku bisa melihat anda " ucapan zutto membuat lexsa mengernyitkan dahinya ia menatap cadhies yang bersandar pada tembok tak jauh dari tempatnya duduk .


"mungkin dia sedang mengigau " ucap cadhies sembari melihat reaksi lexsa , sang lawan bicara langsung mengaguk paham lalu


PLAK tamparan keras menghantam pipi zutto yang sontak membuatnya bangun , cadhies hanya cengok di tempat akibat perlakuan ekstrim dari kekasihnya ini .


"kau tidak bermimpi zutto bangun lah aku rasa luka mu sebagian sudah sembuh" ucap lexsa dengan muka polos tampa dosa membuat cadhies menepuk jidatnya 'astaga sayang .... kau benar - benar ' gemas iner cadhies, lama terdiam lexsa menyodorkan tempat makan yang sendari tadi ia bawa .


"makan lah aku tahu dari kemarin kamu belum makan " ucap lexsa sembari menyerahkan sekota bekal kearahnya , ia merasa terharu karena nonanya tidaklah lupa dengannya .


"ada apa ? apa luka mu masih sakit "


"ti...tidak nona ...sa...saya sangat berterimakasih atas hadiahnya "


"ini bukan hadiah maka makan lah " ucapnya lagi , ia tahu ia tidak bisa melindungi zutto kali ini bagaimana pun zutto adalah pion milik jerad dan liong dulu , ia bisa saja membunuh zutto sekarang tapi bukan itu point pentingnya ,jika zutto mati di tangan black jade ,jerad akan dengan mudah menghasud tria dan itu jauh lebih berbahaya lagi .


tak selang berapa lama makanan itu tandas habis ia melihat zutto dengan rakus meminum air yang sudah di bawa lexsa untuknya , setelah menghabiskannya ia menyingkirkan kota makan tersebut ,


"kau sudah kenyang ?" tanya lexsa sembari menatap zutto


"ya terimakasih atas sarapannya dan ....maaf atas apa yang aku lakukan ..."ucap zutto penuh penyesalan .

__ADS_1


"well ini pakailah aku tak mau tria melihat mu dengan keadaan kacau dengan penuh luka seperti ini " ucap lexsa sembari memberikan satu set pakaian kepada zutto , tak lama setelah memakai pakaian nya zutto duduk di depan.pasangan yang kini tengah menatapnya dengan seksama .


"kenapa kau melakukan hal bodoh ini ?"


"aa...aku... aku tidak punya pilihan mereka merawat tria dan aku tak tahu jika ibu tiri ku menjual tria ke liong , aku hanya mengetahui jika tria sudah menjadi subyek kelinci percobaan mereka " jelasnya sembari menunduk menghindari tatapan sang tuan muda dan nonanya kini .


"zutto kita tumbuh bersama dan aku tahu bukan itu alasannya bukan " ucapan cadhies mampu menohok nya seketika ia meremat pelan pingiran baju yang ia kenakan.


"juli kim , salah seorang bawahan liong yang merupakan kekasih mu bukan dia dan anak yang di kandung nya adalah sandera liong yang sebenarnya " penjelasan lexsa mampu membukam zutto ia menatap lexsa dengan pandangan nanar , ia tidak bisa mengelak lagi , sekarang ia harus apa untuk menyelamatkan mereka ,batin yang berkecamuk itulah yang zutto alami sekarang membuat lexsa menghela nafas lelah nya .


"kau idiot kalau kau berkata jujur dari awal mungkin aku bisa melacak mereka !" bentak cadhies karena sabarnya benar- benar di ambang limit untuk menghadapi kebodohan zutto , lexsa hanya mendelik kesal dengan prianya ini karena membentak zutto 'hey ! itu seharusnya dialog ku !' ucap iner lexsa yang bergejolak kesal , hal itu di abaikan cadhies dan malah menatap tajam ke arah zutto .


"aku ...hanya kalut dan mencoba menyelamatkan mereka tapi aku tertangkap dan melihat mereka disiksa di depan mata ...ahirnya aku menyetujui persyaratan yang mereka ajukan tersebut " tutup zutto , ia tak tahu apa yang akan terjadi kepadanya kelak ia hanya bisa pasrah menerima .


tak lama sebuah ketukan membuat atensi mereka bertiga mengarah ke pintu .


"masuk lah " ucap cadhies tak lama zutto dapat melihat tria dengan pakaian bersih dan tubuh yang sehat tengah menatap zutto penuh kerinduan .


"nii-san ! " ucapnya sembari berlari menerjang zutto dan memeluk erat tubuh itu dengan kedua tangan mungilnya ,zutto yang mendapat pelukan pun membalasnya ia mengelus pelan rambut dan punggung tria sesekali mengecup kepalanya sebagai tanda syukur bahwa malaikat kecilnya telah terselamatkan .


" zutto nii-san kenapa nii-san lama sekali perginya ?" pertanyaan polos itu membuat zutto terdiam ia terlalu binggung mau menjawab apa , lexsa hanya menghela nafas pelan melihat keterdiaman zutto .


"nii-san mu sedang sakit jadi dia harus tinggal di sini untuk beberapa bulan tria " ucapan lexsa membuat tria menjauhkan tubuhnya dan menakup pipi tirus sang kakak tersanyang dengan ke dua tanggan mungil nya .


"hah !! apa nii-san sakit apa nii-san terluka di mana beritahu tria biar tria sembuh kan !" seru tria panik membuat zutto menangis sembari tertawa , menangisi atas apa yang ia buat sehingga membuat orang di sekitarnya kecewa dan tertawa akan tingkah lugu tria , dengan santai ia menujuk pada luka kecil di tangannya membuat tria membolakan matanya , dengan polosnya ia meniup luka tersebut .


"fiuh...fiuh....pain go away tralala" ucapnya mengundang kekehan kecil dari lexsa zutto hanya memeluk erat adiknya ini , di luar ruangan nampak niel yang mendengar semua hanya bisa memejamkan matanya dan pergi karena air mata yang ia tahan sendari tadi tumpah begitu saja , menyadari bahwa niel telah pergi membuat cadhies menghela nafas nya ia menyetuh pundak lexsa yang membuat gadis itu menoleh kearahnya , dengan isyarat mata lexsa tahu dan ahirnya mendekati tria yang tengah berceloteh tentang harinya bersama sang kakak .


"tria sudah waktunya kakak mu untuk istirahat " ucap lexsa sembari mengelus rambut anak itu .


"kakak mu butuh banyak tidur agar cepat pulih ,jadi ucapkan selamat tinggal untuk kakak mu " ucapnya sembari mengendong tria yang kini menatap sedih zutto .


"huum , dadah semoga lekas sembuh nii - san "


"ya,jadi lah anak yang baik jangan nakal atau pun rewel saat aku tak ada apa kau mengerti ?"


"A-ye captain bye bye...." seru tria yang kini di bawa pergi oleh lexsa keluar dari ruangan tersebut , setelah mereka berdua pergi cadhies menatap zutto serius dia duduk di hadapan zutto dan duduk dengan tenang , ia menyidirkan surat perjanjian yang harus di tanda tangani pihak wali dari tria , zutto menatap cadhies dengan sangsi .


"apa kah harus tria juga terlibat ?" lirih zutto ia tak bodoh ia paham betul apa yang cadhies sodorkan kearahnya , menandatangani perjanjian tersebut sama saja membuat hidup tria akan menjadi di neraka untuk kedepannya .


"ya , dia salah satu subyek berhasil yang selamat kau tahu bahkan dia sudah menujukan sisi lain dari diri nya sama seperti zharah " penjelasan cadhies membuat zutto tertegun sesaat ia menatap tuan muda dari keluarga anarta itu dengan terkejut lalu ia tertawa miris mendengarnya ,apakah tria akan mengikuti jejaknya seperti yang dulu ,menjadi mesin pembunuh ,paham akan kekhawatiran zutto cadhies pun menghela nafasnya .


"aku tak akan mengubah tria menjadi mesin pembunuh , hanya saja menjadi mesin pembunuh atau tidak itu keputusannya sendiri bukan dorongan dari ku atau lexsa" terangnya kemudian yang hanya di balas senyum pahit dari pria di depannya kini .


"tapi dia masihlah kecil untuk di tempa sedemikian keras di tanggan tuan yigaz " protes zutto sembari mengusak kasar wajah nya membayangkan ujian - ujian mengerikan yang dulu ia lalui bersama niel , beruntung mereka bisa bertahan dan masih tetap hidup sampai sekarang ,jika tidak mungkin dia sudah lama mati akibat racun dan senjata .


"kau kira aku setuju memasukan putri ku kesana , tapi jika tidak di ambil tindakan akan sangan berbahaya apa lagi jerad masih berkeliaran di luar sana ini hanya untuk mengamankan dan mengendalikan nano zero yang sudah tertanam di tubuh mereka " penjelasan cadhies mampu membukam mulut zutto untuk beberapa saat ia menatap zutto penuh ketegasan .


"apa kau bisa memenuhi permintaan khusus dari ku ?" ucap zutto setelah keheningan melingkupi mereka untuk beberapa saat , ia menyodorkan sebuah kotak yang sendari tadi ia pegang ke arah cadhies.


"sure ,apa itu ?" jawab dan tanyanya saat menerima sebuah kotak coklat tua ,ia membuka kotak tersebut dan menemukan sebuah giok berbentuk bulat dengan ukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu tebal atau pun tibis di tengah giok hitam tersebut terdapat ukiran bunga yang cantik yang di gegam seekor naga dan burung phoenix dan dengan tali berwarna emas , cadhies mengamatinya dengan seksama .

__ADS_1


"tolong berikan ini ke tria pada saat ia berusia 10 tahun ,ini adalah jade khusus yang di berikan tuan ale pada kami saat kami lulus dalam penyeleksian di black horse dulu " ucapan zutto membuat cadhies menatap tak percaya kearahnya .


"kau mantan anggota black horse ?" tanya cadhies sembari menatap zutto dan hanya di beri anggukan oleh nya .


"ya dulu aku pernah masuk ke sana dan tuan ale menarik ku menjadi pengawal bayangan pribadi nona besar bersama niel " jelas nya membuat cadhies mengagah tak percaya , ayah mertuanya benar - benar protektif ke pada putrinya hingga menepatkan orang - orang pilihan untuk melindungi lexsa .


"baik akan aku sampaikan ke lexsa " kata cadhies sesaat setelah tersadar dari rasa terkejutannya .


"terimakasih " ucap zutto sembari membubuhkan tanda tanggannya ke atas kertas yang memiliki materai tersebut , perjanjian hitam di atas putih yang mengharuskan zutto melibatkan tria dalam hal ini ' maafkan nii - san tria karena ku kau terlibat dunia yang kotor ini' ucap iner zutto bersalah , setelah melihat zutto menandatangani surat tersebut ia lalu mengambil dan keluar dari ruang tersebut di ambang pintu ia menoleh kearah zutto yang masih menunduk tersebut .


"jangan menyesali waktu yang sudah berlalu karena itu tidaklah berguna untuk mu " ucapnya lalu meninggalkan zutto yang kini menatap punggungnya yang lenyap di balik pintu .


mendung menyelimuti kota c malam itu membuat orang - orang segera bergegas mencari tempat berteduh karena rintik hujan telah turun , di pingir kota seorang dengan pakaian serba hitamnya dengan gesit melompat dari dahan satu ke dahan yang lain menghindari kejaran dari salah satu dari anak buah cleo , ia berlari menembus hujan yang kini turun dengan lebat dengan langkah pasti dan hati - hati ia mendarat .


BANG ! BANG ! BANG ! TING! suara tembakan yang mengejutkannya tapi berhasil ia tangkis dengan mengunakan katana milik nya ia dengan gesit menyerang balik bawahan tersebut tapi sayang bawahan cleo tidak bisa di anggap remeh ,mereka adalah black jade milik yuan , penjaga bayangan yang pelatihannya luar biasa extrim dan berbahaya ,loyalitas mereka sangat lah tinggi , dan tidak ada yang tau berapa banyak anggota black jade karena mereka adalah organisasi yang terorganisir dan bermain dengan rapi ,hanya para pejabat dan para petinggi perusahaan elit lah yang mampu menyewa mereka .


"sial !" upat nya saat terpojok di antar tepi jurang dan penjaga black jade , salah satu dari mereka mengulurkan tangannya tampa berbicara .


"cih lebih baik aku mati " ucapnya lalu melompat dengan barang yang ia pegang tapi sayang saat ia melompat barang tersebut berhasil di amankan dan di tukar dengan barang palsu oleh anak buah yuan tersebut ,mereka yang melihat orang tersebut terjun pun hanya diam


"kembali ke markas kita harus memberitahu noan tentang masalah ini " ucap salah satu dari mereka dan hanya di angguki oleh ke 2 pria yang lain .


lexsa tengah bergelut dengan tugas sekolahnya saat sebuah laporan masuk melalui hp nya ia menyeringai tipis saat membaca nya , ia memandang langit yang penuh dengan kilat tersebut dengan datar ' well sepertinya kali ini kau terlalu gegabah lim ' gumam lexsa pelan .


ia tahu siapa dan di mana jerad berada tapi dia akan diam dulu untuk mengikuti alur permainan yang jerat buat dengan begitu ia akan dengan mudah mengukap dalang di balik kematian ibunya dan menemukan ayah nya kembali , dengan begitu ia bisa menghabisi mereka satu persatu tampa sungkan lagi .


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...


...BY .BLACK ICE _B.I...


__ADS_2