
dia berjalan di dinginnya malam dengan matel berwarna krem yang melekat apik di badannya , ia berjalan pelan menyusuri jalanan yang masih ramai di hari itu , ia melihat sekitar dan tampa sengaja matanya melihat sebuah boneka cantik yang terpajang di etalase toko .
ia berhenti dan mengamati dengan seksama boneka tersebut , ia mengigat adik nya yang selama ini di rawat di salah satu mansion pribadi milik liong , saat mengamati boneka itu lama sebuah tepukan mengenai bahunya sontak ia menoleh dan menemukan niel dengan tampang datar nya .
"kau kemana saja nona mencari mu zutto " katanya , sedangkan orang yang di panggil zutto itupun sempat menoleh kaget lalu mengubah mimik mukanya menjadi seperti biasa .
"yaish kau mengagetkan ku !"protesnya sembari menepuk balik tapi bisa di cegah oleh niel.
"aku lapar ayo cari makan " ajak niel yang hanya di angguki oleh zutto , mereka berjalan mencari caffe yang tidak terlalu penuh , dan disinilah mereka berdua duduk berhadapan sembari menunggu pesanan mereka yang blm di antar .
"kenapa kau disini ? bukanya kau harus menyelesaikan pekerjaan mu ?" tanya zutto heran dan memandang sahabat sematinya ini
"ini day off ku dude kalau kau ingat "
"huft ... hebat kau dapat day off,sedang kan aku harus merelakan 2hari libur ku untuk bekerja double " keluh nya sembari meletakkan dagu nya keatas meja sembari menatap malas keluar jendela , niel yang melihat tingkah laku sang sahabat dengan mengelengkan kepalanya saja .
"well kau tahu akibat nya bukan ...." peringatan niel yang di balas delikan malas dari sang lawan bicara .
"ya aku tahu " sahutnya singkat , makanan yang mereka pesan sudah datang ,mereka makan dengan pikiran masing - masing nampak zutto hanya melamun dan memandang makanan yang ada di depannya ini .
"kau ada masalah ?" tanya niel to the point yang membuat lamunan zutto buyar seketika , ia menatap niel sangsi dan hanya gelengan kepala yang ia berikan sebagai jawaban .
kerutan tanda tidak setuju tercetak jelas di dahinya , tapi ia tak akan memaksa sang sahabat karena percuma saja ia paksa juga .
'maaf niel, aku harus melakukan ini untuk dia' batin zutto yang kini merasa bersalah itu .
merasa jika ada yang salah dengan temannya ini niel memperhatikan dia dengan lama , niel sadar bahwa zutto menyembunyikan sesuatu entah apa , dan dia harap ini bukan berhubungan dengan sang nona .
"hey niel ... jika kamu di hiannati seseorang apa yang akan kamu lakukan ?"pertanyaan zutto membuat niel berhenti minum seketika , dengan raut wajah heran ia menatap pemuda di depannya .
"huh ? tentu saja membunuh nya , ada apa ?" sontak perkataan niel membuat zutto membeku di tempat , ia menatap lekat sang sahabat .
"sekalipun itu sahabat mu sendiri ?" tanya zutto kembali membuat kerutan di kening niel semakin dalam 'ada apa sebenarnya'
"wait a minute... ini penghianatan yang model apa dulu kalau kau berniat merebut kekasih ku mungkin aku akan memukul mu sampai babak belur " ucapnya dengan nada serius sembari menatap zutto .
twich..... satu perempatan kecil muncul di dahi zutto
ctak !!!!
"ouch hey ! itu sakit " protes niel ketika mendapat satu timpukan di kepalanya yang sekarang berdenyut sakit itu , hey dia mengunakan tenaga dan itu menyakitkan .
"oh comeon ... niel semua orang di divisi bagian juga tahu kau seumur hidup jomblo " ucap zutto yang mengabaikan protesan niel , ia menyilangkan tangan di depan dadanya dan menyandarkan bahunya ke sandaran kursi sembari melemparkan senyum sinis ke arah teman nya ini.
"sialan kau " upat nya
"kau tak menjawab pertanyaan ku bodoh " sahut zutto sengit
"tentu jika ini penghianatan dalam pekerjaan aku tidak ingin ambli resiko, kenapa kamu mendadak mengatakan itu ?"tanya niel heran melihat tingkah laku sang sahabat belakangan ini .
"well aku hanya bertanya saja " balasan zutto membuat niel naik pitam ia tahu zutto tengah menyembunyikan sesuatu .
PLETAK !!!!!!
satu jitakan kuat niel sematkan di kepala zutto yang sendari tadi membuat nya gemas akan pertanyaan yang tak masuk di akal tersebut .
"OUCH HEY INI SAKIT !"
"kau kira aku bodoh hah !, zutto kita sudah sendari kecil di asuh dan di besarkan oleh tuan kim seperti anak sendiri , kau dan aku sering bersama jadi aku tahu bahwa itu adalah sebuah kebohongan mu saja !" jelas niel dengan nada penuh dengan penekanan di setiap kalimatnya .
zutto yang mendengar itu pun hanya menghela nafas , berang akan reaksi zutto ,niel pun mencengkeram kerah baju zutto dan menyeretnya keluar dari caffe dan melemparkan badan zutto ke dalam mobil dan membawa ia pergi .
niel memacu mobil nya kearah pantai yang hanya dia ,zutto dan lexsa yang tahu tempat ini , zutto yang tahu kemana mereka akan pergi hanya menghela nafas pasrah 'ini tak akan berahir dengan mudah ...' batinya sembari tersenyum miris .
pagi hari di manshion kim yang biasanya tenang kini nampak ramai dengan ada nya cuitan zhara yang semangat menyambut pagi karena ini hari pertamannya masuk sekolah .
"baby habiskan sarapan mu ok mama sebentar lagi mau berangkat "ucap lexsa sembari mengelus pelan kepala zhara dengan lembut .
"huum" sahutnya dengan masih menyunyah roti selai nya yang memenuhi mulutnya .
"biarkan aku yang mengantarkan nya kau berangkatlah dulu " kata yaer yang sendari tadi melihat tingkah mengemaskan dari cucu nya ini , lexsa menatap sang ayah sangsi .
"tapi bukannya anda ada rapat penting dengan pemegang saham hari ini ?" tanya lexsa memastikan .
"rapat itu di undur besok lagi pula sesekali mengantar cucu ke sekolah bukan masalah bukan " ucapnya sembari menyeruput kopi paginya , lexsa menghela nafas pelan apa yang di katakan ayah nya benar , semenjak jhonatan pergi maka mau tak mau sang ayah yang turun tangan .
"bagaimana dengan mu sayang kau mau berangkat dengan kakek atau mama ?"
"hum....mau di antar kakek saja boleh kan ...." ucap zhara sembari menatap lexsa memelas , gemas ia mencium pipi gembul sang anak .
"baiklah ...mama berangkat dulu di sekolah jangan nakal kau mengerti ?"
"huum zharah mengerti "
"anak baik nanti mama akan menjeput mu "
"benarkah mama ? woah ....mama... apakah papa nanti juga akan menjeput ku ?" ucap zhara polos membuat jeffry tersedak dan jordan mendelik galak ke arah lexsa yang hanya di pandang malas oleh nya ' oh ayolah ... kenapa masih saja tidak bisa menerimanya ' batin lexsa kesal
"well mama tidak janji ok " pernyataan lexsa membuat zhara murung seketika membuat lexsa tidak tega .
"ok ok ok kamu menang nanti mama kabari papa mu ok "
"ok siip..."
"dasar anak ini ....kalau begitu aku berangkat" ucapnya pergi setelah mencubit gemas pipi zhara .
saat di perjalanan lexsa mencoba menghubungi niel tapi tidak diangkat begitu juga zutto
"kemana perginya ke2 anak ini " geram lexsa, ia memacukan mobilnya berbelok kearah berlawanan menuju ke tempat 2 pemuda yang ia cari sendari semalam , ia hanya ingin memastikan bahwa mereka berdua tidak terlibat dalam perkelahian sengit .
sesampainya di tempat tujuan ia melihat mobil milik niel yang terparkir tak jauh di depan , ia turun dari mobil nya dan berjalan dengan santai kaki yang di balut sepatu berwarna abu" sporty itu menapaki pasir pantai yang putih ia menyusuri jejak di bibir pantai sampai menemukan 2 tubuh pria yang terkapar pingsan akibat kelelahan dan kehabisan tenaga itu ,ia memandang malas mereka ,tak berapa lama ia mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi anak buahnya .
"bawa beberapa orang kemari dan tolong hubungi cozi untuk ke markas sekarang " ucap nya tegas .
ia menatap miris 2 orang di depannya ini
" hah .... hari ini akan jadi hari yang melelahkan bagi mereka " gumam lexsa tak berapa lama hp lexsa kembali bergetar ia melihat id caller nya ia segera mengakat nya.
"hal-"
"NUNNA KAU KEMANA ????!!!! KENAPA DI KELAS TIDAK ADA ?" teriakan key di seberang telphone membuat lexsa sedikit menjauhkan. hp nya ia tak mau tuli mendadak akibat teriakan key .
"berisik aku membolos hari ini jangan cari aku dulu ada urusan yang harus aku urus" ucapnya
"baik lah baik lah aku akan mengurus ijin mu ,tapi setidaknya beri kabar ke mama atau tidak kak jeffry atau kak jordan " kata key sembari mengerutu tak terima , jika ia ikutan bolos maka dengan senang hati jordan akan mengebiri dia , 'hell yeah no thanks' gidik iner key .
"baik setelah ini aku akan kabari mereka bye " ucap lexsa lalu memutus sambungan telphone nya , tak berapa lama 2 mobil datang dan menghampiri mereka .
"nona , apa yang akan kami kerjakan ?"
"bawa mereka berdua ke markas sekarang dan awasi daerah ini aku tak ingin ada orang yang memasuki daerah ini untuk sementara waktu "
"baik nona " ucap patuh sang bodyguard , setelah itu lexsa kembali kemobilnya dan memacu mobil tersebut menuju markas yang berada di pinggir kota tersebut , ia memasuki area hutan lindung tak jauh dari sana ia memasuki kepekarangan mansion yang luas nan megah di atas , ia memarkirkan mobil nya ke garasi nya dan langsung mengarah kebawah tanah , ia turun dari mobil dan di sambut para penjaga yang berbaris di sana , ia dapat melihat gendis dengan pakaian rapinya tengah berdiri menyambutnya .
"selamat datang kembali nona besar "
"hn. apa sudah ada perkembangan ?" tanya lexsa sembari berjalan dan menerima dokumen yang di sodor kan gendis dan mulai membaca isi nya
"untuk saat ini belum bereaksi apa pun nona tuan kun tengah mengembangkannya dan memakan waktu 2 sampai 4 bulan untuk mengetahui hasilnya nona "
" bawa aku ke dokter kun berada ah ya apa cozi sudah kesini ?" tanya lexsa sembari berjalan kearah tempat lap penelitian di tempat itu
"tuan cozi baru saja sampai dan sekarang tengah memeriksa zutto dan niel nona "
"ah ya ingat kan aku bahwa nanti jam 12 siang aku harus menjeputnya ingatkan aku lebih awal ok " pinta lexsa sembari menatap gendis sejenak
"baik nona besar " ucap gendis yang hanya di angguki oleh lexsa saja .
mereka telah sampai di depan pintu lab yang berada di markas tersebut , dengan memasukan id nya lexsa memasuki ruang tersebut dan nampak seorang pria dengan usia 26tahunan nampak serius membaca sebuah dokumen di tangannya .
"apa aku menggagu mu kun ?" pertanyaan lexsa membuat pria yang di pangil kun tadi mendongak kan kepalanya ,
"ah ,kau sudah datang duduk lah " katanya sembari menyilahkan dia untuk duduk mereka duduk di sofa panjang dan nampak banyak sekali kertas yang berhamburan di atas meja tersebut .
"well seperti yang kau lihat di sini mungkin agak lambat dalam pengembangannya apa lagi ini blm sepenuh nya selesai jadi zat ini masih lah sangat reaktif terhadap tubuh terutama bagian otot jantung dan sel otak " jelas dr.kun sembari melihatkan slide yang berada di komputernya lexsa .menyimaknya dengan seksama hasil yang dr.kun sampaikan .
"jadi komposisi ini masih mentah ? apa yang terjadi pada kelinci percobaan nya ?"tanya lexsa sembari melihat beberapa vidio ekperimen yang terjadi .
"ha... ini cukup mengerikan aku mencoba pada kelinci percobaan tapi mereka semua mati mengenaskan dengan bagian organ dalam yang lebur menjadi satu dengan darah mereka " terang nya membuat lexsa menghentikan gerakannya dan menoleh kearah dr.kun untuk meminta penjelasnnya yang lebih signifikan lagi
__ADS_1
"hm... kau tau ini sangat lah aneh jika itu
terjadi seharusnya aku juga mengalami hal yang sama bukan ?"ucap lexsa masih tidak percaya
"ya mungkin anda benar tapi proposi dan dosis yang di lakukan nyonya besar ke tubuh anda sudah di perhitungkan secara signifika. dan yeah nyonya besar memang hebat terhadap obat - obatan seperti ini " terangnya lagi membuat lexsa berfikir keras tentang apa yang menyebabkan nano zero menjadi seperti ini .
"i see tetapi bukanya kamu memiliki bahan pengembang nya ?"
"aku kira itu akan bereaksi sama ternyata itu jauh lebih berbahaya dari yang aku kira "
"oh benarkah ?"
"ya jika aku memasukan senyawa kimiawi di sana maka dia akan menjadi racun yang kuat melebih virus berbahaya sekalipun "
"paman kenapa kau tak menambahkan tanaman herbal saja di dalam nano zero "
"tanaman herbal ?"
"yup tanaman herbal seperti rempah atau gingseng atau semacamnya "
"kenapa anda begitu yakin ?"
"seingat ku dulu mama pernah menyingkirkan cairan berwarna biru glaster kewadah dan samar aku dapat mencium aroma seperti archa bery , anggur lotus , dan beberapa rempah tradisional itu "
"ah aku tahu tanaman apa itu kau jenius lexsa kau bisa memberi ku pencerahan "ucap dikter kun sembari menepuk pundaknya .
di tempat lain di jam yang sama nampak seorang pria muda tengah bergelut dengan dokumen yang harus ia tanda tanggani sebuah ketukan pintu membuat atensi pemuda itu teralihkan ,
"masuk lah " ucapnya dengan nada tegas tak lama sang sekertaris luar muncul dengan membawa beberapa dokumen nya .
"permisi tuan saya mendapat pesan dari nona besar kim agar tuan mengecek handphonenya " ucap sang sekretaris menyampaikan apa yang gendis ucapkan pagi tadi .
"hm" sahutnya ,setelah sekertaris itu pergi ia mulai mengecek hp nya dan mendapatkan begitu banyak panggilan tak terjawab dari sang pujaan hati belum sempat ia akan menghubungi balik nampak layar menyala dengan pangilan masuk dari lexsa , ia mengakat nya dan meloadspeker nya ia tak mau menjadi tuli akibat ledakan amarah dari lexsa .
"KENAPA KAU SULIT DI HUBUNGI HAH !!!!"
"wow clam down baby dont be mad ok whats going on "
"trun off your loud speaker you littel shit " kata lexsa dingin saat mengetahui kebiasaan sang calon suaminya ini .ia tertawa lalu mematikan loadspeaker dan mulai menempelkan hp ke telinganya dengan nada santai ia menjawab
"kkk alright alrihgt what happen baby " ucapnya sembari merebahkan tubuhnya ke sandaran kursi empuk di ruang kerjanya , ia dapat mendengar degusan keras dari seberang telphone .
" apa kau ada waktu untuk menjemput anak kita ? she miss you so much dady " ucap lexsa to the point terlalu malas untuk berbasa basi .
"kkk ... kenapa tidak biasanya tapi akan aku usahakan "
" aku harap kau tidak datang terlambat zhara merindukan mu " kata lexsa sembari menghela nafas gusar nya membuat cadhies menyeringai licik tampa ia sadari , ia tahu gadis nya ini menuruti permintaan zhara tapi ia juga merindukannya juga .
"kau yakin hanya zhara yang merindukan ku ?"
godanya ia tahu gadis di sebrang sana sudah tersipu malu akibat pertanyaan nya .
"...." di seberang lexsa yang mendengarnya hanya bisa tersipu malu lalu mempoutkan bibir nya bagai mana juga pria ini tidak mudah di tebak.
"berhenti menpoutkan bibir mu atau ketika kita bertemu aku tak ragu lagi untuk ********** "ucapan cadhies membuat muka lexsa yang makin merah tambah memerah sadar akan perkataan prianya terdapat perempatan kecil di dahinya .
"DASAR PREVET !!! " teriak lexsa yang di sambut ledakan tawa dari cadhies,membuat lexsa mendegus kesal di seberang sana .
"kkkk okok sorry ok nanti kita akan menjeputnya setelah aku menjeput mu di sekolah "
"aku bolos hari ini " balasan spontan dari lexsa membuat cadhies menghentikan gerakannya
"MWO !? beb.where.are.you.now!!!" bentak cadhies dengan nada penuh penekanan di setiap kalimatnya , sadar kalau ia melangar janjinya membuat lexsa meruntuki kebodohannya 'sial ... kenapa bisa keceplosan' inernya berteriak dengan gugup ia menjawab .
"err...ak...aku ada di markas black jade "
"tunggu di sana aku akan datang kita lihat dengan cara apa kau akan menjelaskannya " ucap cadhies lalu mematikan telphone nya ia amat kesal dengan kekasihnya ini , baru kemarin dia bilang untuk tidak mencapuri masalah organisasi dulu sekarang malah melangar nya sepertinya ia akan memberi hukuman yang setimpal untuk wanitanya ini .
cadhies melihat jam yang melingkar apik di pergelangan tanggan nya itu waktu menujuk kan pukul 8.00 , ia memangil sekertarisnya untuk masuk kedalam .
"ada yang bisa saya bantu tuan ?"
"kosongkan jadwalku hari ini untuk rapat penting dan rapat devisi aku serah kan ke kamu ,aku akan pergi menemui teman ku dulu "
"baik tuan " ucap sang sekertaris patuh setelah nya ia pergi untuk turun menuju bestmen untuk mengambil mobilnya , tampa membuang waktu lagi cadhies memacu mobilnya menuju markas milik black jade .
di lain tempat lexsa nampak gugup dan menghindar dari tatapan tajam yang di layang kan oleh pria di depannya kini gelisah karena posisi mereka sangat lah berbahaya bagi lexsa bukan kenapa ia di paksa duduk di atas pangkuan sang pria dengan tangan yang di ikat erat kebelakang .
"kau tahu aku tidak suka wanita pembakang sayang " ucapnya ia menelusuri setiap lekuk wajah dan tubub ramping gadisnya , ia mengeloat tak tenang di pangkuannya .
"cha...ha....wait...hm....." lexsa mendongakkan wajahnya menjauhi bibir cadhies jika sampai pria ini menguncinya maka ia akan terlambat menjeput buah hatinya cadhies sangat ganas dalam hal ini ia tidak akan berhenti sampai dia puas. 'ouh sial !!! jika begini zhara akan marah pada ku ...' ia melirik jam diding yang berada tepat di belakang mereka waktu menujukan pukul 12.00 matanya membulat sempurna
"ouch hah ! kau !!" ucap cadhies tak terima yang hanya di hadiahi sebuah delikan tajam dari lexsa
"ini sudah jam 12 siang dady kau tahu anak kita tengah menunggu "
"persetan aku akan menghukum mu lalu biarkan gee dan gion yang menjeput dia " ucap cadhies sembari mengecup ganas leher lexsa membuat lexsa kalang kabut sendiri .
"wait...ah.... aku sudah berjanji ...uh...dia akan kecewa ...ah..." ucap lexsa susah payah di tengah gempuran cadhies di lehernya , perkataan tersebut membuat cadhies menghentikan aksinya .
"hah.... kita akan menjemputnya terlebih dahulu setelah pulang aku akan menerima hukuman ku " janji nya pada cadhies , pria itu menghela nafas sejenak lalu beranjak dari tubub gadis nya
"baiklah aku tunggu kau bersiap " ucapnya lalu pergi keluar menunggu lexsa ,setelah selesai bersiap mereka menuju mobil yang sudah menunggu mereka di depan mansion , lexsa merasakan sesuatu yang tidak beres dengan keadaan ini .
"sayang kenapa kau nampak gelisah hn ?"tanya nya karena melihat tingkah laku sang calon istri begitu gelisah
" i dont know i fell is something wrong " terang lexsa cemas , gegaman lembut lexsa dapatkan dari pria di sampingnya ini .
"semua akan baik - baik saja aku akan melindungi kalian dengan sekuat tenaga " ucapan cadhies sedikit banyak menenangkan hati nya , ia tersenyum dan mengecup pipi prianya ini .
"ya aku percaya itu " tegasnya yang hanya di balas senyum senang dari cadhies, well tidak buruk bukan setelah ini mereka bakal berkencan sesekali lari dari masalah bukan suatu kejahatan bukan .
di tempat lain , nampak anak dengan pakaian tk nya tengah menunggu jeputannya datang ia duduk dengan mengerucutkan bibir nya .
"ish ....mama lama ..." keluh gadis manis itu , bosan ia menuju ke tempat kotak pasir di sekolah nya itu , ia melihat seorang gadis kecil yang sebaya dengannya itu tengah asik bermain dengan pasir di sana .
"hey boleh kah aku ikut bermain ?" tanyanya dengan polos , merasa di sapa ia mendongakkan kepalanya. ia memiring kan kepelanya saat melihat seorang anak lelaki seumuran dengannya yang tengah berdiri di depannya .
"huh ? kau siapa ?" ucapnya dengan ekpresi datar nya .
"ah nama ku tria paman jas itu selalu memangil ku seperti itu " ucapnya ,kerutan semakin dalam paman berjas mungkin itu papa nya.
"ouh hallo nama ku zha....um.....nona muda kim" ucapnya saat mengigat pesan sang mama sebelum mereka berangkat tadi pagi .
"nona muda kim ? kenapa harus ?"tanya tria dengan alis yang berkerut lucu tanda ia tidak setuju .
"tentu saja para bibi dan paman di tempat ku sering memangil ku seperti itu !"seru gadis itu , mau tak mau ia hanya mengaguk saja dari pada gadis ini menangis . ia memandang gadis didepannya dan memiringkan kepalanya .
"itu terlalu panjang ....." protesan itu sontak keluar dari bibir nya membuat zhara mempoutkan bibirnya
"ish tidak ... itu tidak panjang " sangah nya sembari menatap lawan bicaranya dengan mata berkaca - kaca ,sadar kl anak itu akan menangis tria dengan kalang kabut mencari cara agar gadis di depannya ini tidak menangis .
"oh aku tau bagaimana kalau nakim !?" serunya seketika membuat zhara berkerut bingung ,
"huh ? nakim ?"
"huum itu kependekan dari nona muda kim ok ?" jelasnya kemudian ,membuat binar mata zhara semakin berkilau senang
"woah ... cooll.....baik lah mulai sekarang kita berteman ok " ucap zhara sembari mengacungkan kelingkingan nya dan di sambut senyum senang dari tria
"huum "ucapnya sembari mengaitkan kelingking mungilnya satu sama lain , mereka tersenyum sembari bermain dengan mainan di sekitar mereka , saat asik bermain 4 orang bodyguard datang menghampiri mereka .
tria yang mengetahui siapa mereka sontak mengigil ketakutan . salah satu di antara mereka menatap tajam tria membuat nya semakin ketakutan , zhara bukannya tidak tahu perubahan sikap tria yang begitu cepat , membuat zhara semakin curiga .
"tria apa itu paman mu ?"
"ah ... nakim aku duluan bye " ucap tria lalu berlalu menghampiri para bodyguard tersebut .
zharah yang di tinggal pun hanya melambaikan tangannya , tak berapa lama tria pergi dengan orang" itu mobil yang ia kenali muncul, sontak raut wajah binggung tergantikan dengan senyum merekah .
nampak seorang gadis muda dengan mengunakan pakaian sma nya turun dan melambai kearah zhara , mata gadis itu berbinar senang ketika melihat sosok pria yang ia klaim sebagai papa nya itu berdiri di samping sang mama .
"mama...... " sebuah terjangan dan pelukan ia rasakan , tak lama ia merasakan tubuhnya diangkat dan di gendong oleh sepasang lengan kekar dengan lembut .
"apa kamu menunggu lama sayang ?"tanya nya
"sangggaaattt.....lama .... kenapa telat menjeput zhara " jelas nya sembari mempoutkan bibir nya , kecupan di pipi kanan nya ia dapat saat melakukan itu .
"salah kan papa mu yang menahan mama terlalu lama " ucap lexsa dingin membuat cadhies meringis tampa dosa kearahnya yang membuatnya makin kesal.
__ADS_1
"huh ? apa mama dan papa membuat adik untuk zhara ?" pertanyaan polos dari zhara membuat muka 2 sejoli itu merah padam
PPSSSTTTTTTT
"sa...sayang kamu bicara apa hm...." ucap lexsa gagap sembari menyembunyika pipi nya yang memerah , malu akibat pertanyaan dari putrinya ini .
"siapa yang mengajari zhara seperti itu ?" tanya cadhies dengan nada datarnya
"paman jordan " jawaban polos zhara membuat lexsa kesal seketika ,melihat itu cadhieshanya mengelengkan kepalanya 'well bersiaplah menerima amukan lexsa kak jo...' batin cadhies miris .
TWICSSSHHH
perempatan siku muncul di dahi lexsa
"pria tua itu..." geram lexsa penuh amarah oh ingatkan ia untuk memberi sebuah hukuman manis untuk kakak keduanya itu .
"beb...sudahlah ayo kita pulang sepertinya putri kita lapar " kata cadhies mencoba menenangkan lexsa yang sudah marah tingkat tinggi itu .
"ne....mama lest go home "
"okok we go home " ucapnya lalu mengambil alih zhara dan masuk mobil di ikuti oleh cadhies .
cadhiesmengendarai mobil nya pelan menuju kearah mansion kim dengan tenang .
di tengah perjalanan zhara sudah merengek karena lapar ahirnya mereka memutuskan untuk mampir di restoran cepat saji di daerah tersebut .
mereka memasuki area pemesanan awalnya lexsa tidak menyadari kejangalan yang terjadi tetapi ia dengan cepat sadar bahwa ada laser yang mengarah ke dahi zhara dan cadhies ,
"CHADHIES, ZHARAH AWAS !!!!" teriakan lexsa membuat cadhies membeku .
sontak ia memndorong kuat cadhies dan zhara dan menerima 2 peluru yang mengenahi bahu dan punggung nya , kejadian itu begitu cepat membuat cadhies membeku sesaat mencerna apa yang terjadi dengan masih mendekap zhara yang berteriak histeris melihat kejadian ini .
melihat lexsa yang tergeletak lemas karena mendapat 2 tembakan tersebut membuat darah cadhies mendidih , sadar bahwa ini bukan hanya sekali dengan gesit ia menarik tubuh lexsa dan berlindung di balik meja .
tembakan demi tembakan menghujami mereka , dengan sisa kekuatan lexsa membalas tembakan mereka dan berhasil membunuh 12 orang yang berada di sisi barat ,
"mama...papa...zhara takut ...."rintihan zhara mampu di dengar oleh mereka ,cadhies mengusap pelan dan membelai pelan rambut putrinya itu .
"sabar ne sayang papa akan membereskan mereka semua dan kita bisa pulang " ucapnya , ia melihat anak buah nya dan lexsa sudah membereskan para penebak jitu di atas gedung sekarang sisanya di sekitar mereka dengan sekali gerak cadhies mampu melumpuhkan 20 orang tersisa dengan mengunakan tangan kosong maupun dengan senjata api .
tak lama tempat itu di kepung oleh segerombolan polisi yang datang akibat insiden tersebut , nampak jeffry dengan tergopoh - gopoh mendekat kearah cadhies yang tengah memangku kepala lexsa dan di dekapannya terdapat ponakan kesayangannya yang napak lemas ,pucat dan masih syok dengan di iringi tangis yang tertahan .
"cadhies apa kau baik - baik saja ...." belum sempat ia menjawab tangisan zhara membuat jeffry dan cadhies bergegas mengalihkan pandangan kearahnya
"HUA!!!!!MAMA!!!! MAMA KENAPA BERDARAH HUA!!!" tangisan zhara mengema dengan sigap jeffry mengedong zhara dan menenangkan zhara dalam dekapannya dan cadhies mengendong lexsa yang sedang tak sadarkan diri walau tenang ada kekalutan dan kepanikan yang tergambar jelas di mata nya .
saat mereka keluar dari tempat itu terdapat ambulan yang sudah menunggu mereka , dengan segera lexsa mendapat pertolongan .
at UGD
para dokter menangani lexsa dengan cepat dan tepat mereka berjuang mati - matian untuk menyelamatkan nyawa sang pasien , operasi pun di lakukan untuk mengakat 2 peluru yang bersarang di bahu dan punggung nya , untung lah peluru tersebut meleset dari organ vital milik sang pasien .
di luar ruangan nampak cadhies bersandar di tembok dan berdoa akan keselamatan calon istrinya itu , tak selang berapa lama nampak jordan , nyonya dan tuan kim , dan zhara yang berada di gendongan ny.kim tentunya .
"cadhies bagaimana keadaan lexsa ? apakah dia selamat ? apa yang sebenarnya terjadi ..." pertanyaan beruntun sang calon ibu hanya di sambut tatapan kosong milik nya , sadar akan hal itu yaer selaku sang kepala keluarga menepuk pelan pundak sang istri .
"sayang .... satu - satu " peringat nya , sontak membuat ny.kim terdiam , zhara yang melihat sang papa begitu down ia mendekat ke arah sang papa , menangkup kedua pipi sang papa membuat atensi cadhies beralih ke arah zhara .
"papa i belived mama is well be ok and she will come back to us " mendengar perkataan itu cadhies langsung memeluk erat putri nya itu , isak tangis pelan terdengar lirih , ini baru pertama kalinya melihat cadhies se down ini .
tak berapa lama dokter yang menangani lexsa pun keluar , mereka nampak harap - harap cemas menanti kabar yang akan di sampaikan oleh sang dokter .
"bagaimana keadaan lexsa, zuhan !?" seru hyojin tidak sabaran
"tenanglah.... putri mu baik - baik saja peluru itu bersarang jauh dari titik vital nya jadi tidak begitu fatal , dan karena dia kehilangan banyak darah dia sekarang masih menjalani masa kritis " ucap dokter yang di pangil zuhan tadi , raut lega bercampur syukur tercetak jelas di wajah mereka , hyojin pun juga lega , cadhies memejamkan matanya wajah nya nampak lega luar biasa karena orang yang ia sayang berhasil selamat .
kejadian penyerangan itu ternyata sampai ke baba cleo ia dan yigaz bergegas menuju rumasakit di kota tersebut dengan otoritasnya ia memerintahkan pasukan khusus untuk menjaga rumah sakit tersebut , saat mereka datang nampak cadhies dengan muka pucat pasi nya tengah duduk lemah sembari mengendong anak kecil yang mirip dengan lexsa dulu hal itu membuat tanda tanya besar di benak 2 tentua mafia tersebut .
"bagaimana dengan keadaan cucu ku ?" pertanyaan cleo membuat mereka semua menoleh kearahnya
"ayah ...lexsa masih kritis peluru yang mengenainya juga sudah dia angkat dan kini dia menjalani masa kritis " jelas hyonji sembari mendekati sang ayah ,cleo melihat sekitar dan menemukan chadies merunduk lemas walau ia mendekap anak kecil itu tapi ia dapat melihat air mata yang mengalir di pipinya .
"papa sudah nanti mama akan bangun ...." ucap zhara lagi yang mampu menyedot perhatian orang di sana , cleo menatap hyonji mununtut penjelasan tentang siapa anak ini .
"aku akan jelaskan nanti saat di rumah " ucapnya yang mengetahui kemauan sang ayah , yigaz menatap putranya dengan seksama baru kali ini ia melihat sang putra menangis ,terahir ia melihat sang putra menangis saat ia kehilangan ibunya dulu .
tepukan lembut membuat cadhies mengakat kepalanya , ia menatap sang ayah dengan pandangan kosong nya , seolah tidak ada cahaya sedikit pun di matanya .
" dengar nak percayalah lexsa pasti baik - baik saja " hibur sang ayah yang kini duduk di sebelah nya , mata polos zhara menatap yigaz lama seolah menilai apakah dia pria yang jahat atau tidak , merasa di tatap ia lalu mengalihkan pandangan kearah anak yang di pangku putranya kini .
"ada apa nak ? apa kah ada sesuatu yang salah dengan ku ?"
"paman siapa ? kenapa paman mirip papa ?" ucapnya yigaz mengerutkan kening nya dan menatap penuh tanya pada sang putra , ia melihat gadis kecil itu memang bentuk wajah mirip lexsa tapi mata itu mengigatkan dia dengan mata milik sang putra , merasa tidak menemukan jawaban ia mendongak menatap saang ayah .
"papa who is this ?" tanyanya sembari menelengkan kepalanya dan menatap cadhies dengan binar ke ingin tahuan yang kental .
"ah ... well ... dia kakek mu " jelas cadhies setelah sekian lama terdiam
"ho... kakek .... zhara punya kakek lain selain kakek dan nenek kim ?" tanya nya sekali lagi dan hanya di angguki oleh chadies ,membuat zhara senang ia menatap sang kakek dengan pandangan berbinar binar , yigaz yang di tatap pun melihat nya .
"kakek ? cadhies dia..."
"anak ku dan lexsa namanya zhara anarta kim dia anak angkat kami " jelas nya . cleo maupun yigaz terdiam lalu memandang satu sama lain , tak lama suster yang memeriksa keadaan lexsa pun keluar .
di tempat lain nampak seseorang dengan setelan jas nya tengah berdiri menyeringai keji , ia meminum sedikit demi sedikit anggur yang berada di gegaman nya itu , ia sudah mendengar kabar tentang lexsa dan itu adalah sebuah keuntung baginya untuk masuk kembali ke dalam keluarga inti kim , ia kira idenya dan liong dengan menyingkirkan lexsa berhasil namun nyatanya gagal , ia sangat puas dengan kinerja anak buah liong kali ini .
di sebuah pulau yang indah nampak pria yang berdiri sangsi menghadap lautan yang luas ia mengegam hpnya dengan keras tak terasa sebuah tangan kini mendekap nya erat .
"kau harus kembali jhon " pinta suara lembut yang memeluknya dari belakang .
"aku tahu tapi aku masih berat meninggalkan kamu dan juga bella kita disini apa lagi ia masih berumur 5 bulan " jelasnya membuat sang wanita termenung sebentar , andai ia tidak terlibat dengan liong dulu mungkin tidak akan terjadi seperti ini pada ahirnya .
sebuah tepukan lembut ia rasakan saat mendongak nampak sang suami tengah mengelus rambutnya ." berhentilah menyalahkan diri mu sendiri lexsa sudah memaafkan mu " hiburnya
"yeah kau benar bagaimana pun dia adik kecil ku juga walau aku pernah mengecewakannya tapi aku tahu perigainya dia seperti apa " ucap yuna sembari menyandarkan kepalanya di dada jhonatan , melihat tingkah manis wanitanya ia hanya tersenyum lalu mengecupi kepala wanitanya dengan gemas membuat kekehan halus terdengar merdu di telinganya .
...well sepertinya akan ada kejuta besar yang akan memporak porandakan markas dari liong atau mungkin sebalik nya yang pasti perang belum lah berahir ....
........
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...
__ADS_1