Black Butterfly

Black Butterfly
LOST 0.1


__ADS_3

Nafas itu terengah-engah tampak di belakang nya beberapa orang masih mengejarnya, ya ia di kejar akibat disket yang ia bawa ,disket dengan isi data jalur perdagangan yang berada di organisasi Black Jade, data itu sempat di curi dan ini adalah tugas nya bersama tim nya.


Entah memang takdir atau ada penghianat di antara mereka tapi seluruh anggota yang ia bawa terbunuh hingga ia terpojok di tebing curam ia menghentikan langkah kaki nya dan melihat keadaan yang terjepit ia melakukan kuda - kuda untuk menyerang jika tidak memungkinkan maka dia harus lompat dari tebing tersebut.


"Ckck siapa yang terjebak disini huh? " Tanyanya dengan nada cemooh yang ketaran pria tadi hanya berdecih pelan sembari memandang mantan rekan setimnya itu.


"Hebat juga kau masuk ke Black Jade hanya untuk mencuri " Katanya dengan nada dingin yang kental .


"KKK kenapa kau saja bisa melakukannya kenapa aku tidak bisa Hm... Zutto... " Ejek nya, pria yang di panggil Zutto tadi terhenyak sejenak, memang dia penghianat dulu tapi dia di beri kesempatan bebas atas permohonan sang nona besar dan ini adalah misi terakhir yang di berikan oleh baba liong sebelum dia mengundurkan diri dari Black Jade.


"Merasa bersalah huh? Dulu kau sombong dan di takuti di Black Jade sekarang kamu pun tak lebih dari sampah " Ucapnya lagi angin yang berembus semakin terasa dingin ia masih mempertahankan posisinya kini.


"Memang aku dulu yang salah tapi kamu tak berhak tahu apa yang akan aku lakukan, ini adalah hal terakhir yang bisa aku lakukan untuk terakhir kali " Ucap Zutto sembari memandang sengit orang di depannya kini.


"Well see you in hell Zutto commander " Ucapnya , tak lama kawanan itu menyerang dan Zutto pun tak tinggal diam ia bergerak maju menyerang dengan sisa tenaganya yang terakhir.


5 menit berlalu dan kini hanya menyisakan 1orang Zutto dan penghianat tim nya kini, mereka saling beradu kekuatan dalam beladiri.


"Uhuk Ah... Cih " Desih Zutto saat ia merasakan bahwa kesadarannya mulai tergerus.


"Look . .. Dengan keadaan begini saja kau mau melawan ku bermimpi! "


Pip.. Pip.. Pip..


Zung!!!!!


Ia memanfaatkan hal tersebut untuk mengirim cip tersebut dengan menggunakan drone kecil yang sudah di pasang chip untuk langsung menuju pusat markas milik Lexsa yang hanya 4 orang yang tahu tempat tersebut selain dia, ada niel, chadies dan Jhonathan lah yang mengetahui tempat tersebut.


Sadar akan hal tersebut ia berang dengan ganas ia mencoba menggagal kan drone tersebut lewat tembakan tapi dengan tubrukan keras dan tikaman dari belati milik Zutto membuat mereka berdua tergelincir ke bawah jurang bersama .


Ia melihat ke atas saat tubuh itu makin melemah dan


BRUAK!


Jlebb!


2 tubuh yang terjatuh bersama satu tubuh mantan setimnya menghantam ke tanah dengan kepala terlebih dahulu sedangkan Zutto perutnya tertembus stalaktit tajam yang mengarah ke atas, darah memuncak keluar dari mulut dan perut nya.


"Ah ... Apa ini akhirnya.... Nona besar, niel, Tria... Maaf... Ayun... Maafkan ayah yang tidak bisa menemanimu sampai dewasa... Selamat tinggal " Lirihnya pada angin dingin yang kini berembus pelan, cahaya pagi menyinari tebing tersebut, tebing yang menjadi saksi gugurnya Zutto dalam menyelesaikan misi terakhirnya.


****


Di dalam rumah sederhana nan asri tersebut tampak seorang wanita cantik tengah menimang putrinya karena menangis terus sendiri tadi, perasaan nya berubah menjadi semakin tak enak ketika melihat bingkai foto ia dan suaminya pecah dan terbelah menjadi dua.


"Zutto Ah... Aku harap kau pulang.. " Lirihnya yang masih menimang sang buah hati.


"Ayun... Jangan menangis sebentar lagi ayah pulang.. Sssttt... " Entah mengapa air mata itu turun begitu saja tampa ia ingin, membuat nya semakin bingung.


Setelah di rasa putrinya tertidur kembali ia melihat jam dan mengecek HP milik nya pesan terakhir yang Zutto kirim yang ia balas pun belum menujukan tanda akan di balas sang suami.


Semenjak penyelamatan dirinya dan sang buah hati 1 tahun yang lalu mungkin dia dan putrinya akan hidup di penjara milik jerad, untunglah sang nona besar mau membantunya dan mengeluarkan Zutto dari hukuman mati walau pun begitu hukum cambuk juga sangat mengerikan untuknya.


Ia menatap keluar jendela berpapasan dengan matahari menyingsing dan menampakkan sinar nya.


"Zutto.... Aku harap kau baik - baik saja... " Lirihnya dengan penuh harapan sembari mengegam erat liontin pemberian Zutto saat ia ulang tahun dulu.


****


Di lain tempat tampak niel sedang membuat kopi paginya perasaan tak tenang bercampur aduk menjadi satu sejak semalam rasanya dadanya sakit .


"Ada apa dengan ku " Gumamnya sembari menyeruput kopi nya , suara pintu terbuka mampu sedikit mengalihkan perhatiannya dari rasa gelisah yang sendiri ia melihat Tria dengan setelan pajamasnya memasuki area dapur.


"Paman.... Apa kakak sudah kembali? " Tanya nya sembari mengucek matanya .


"Belum sepertinya sebentar lagi "ucapnya lirih, membuat Tria menatap niel lama tak biasanya paman nya ini ragu dalam hal memastikan tentang kepulangan sang kakak.


" Kemarilah... Mari kita sarapan " Ajak nya mereka sarapan dalam hening, tak lama HP milik nya berbunyi tanda panggilan masuk dan no. itu milik pusat misi dari baba cleo ia bergegas mengakatnya.


"Selamat pagi niel, kami hanya memberitahukan kabar duka bahwa komandan Zutto dari pasukan Black Tulip telah gugur dalam misi nya mayat tuan Zutto di temukan pada dasar jurang dan akan di antar ke rumah duka hari ini " Ucapnya dengan nada tegas, terdiam niel membeku mendengar kabar mengejutkan itu.


"Kau.... Berbohong bukan.... Apakah....a..apakah nona besar tahu..." Lirihnya tak percaya dengan suara bergetar ia meneruskan kalimatnya.


"Ya dia sudah mengetahui hanya itu yang ingin aku informasikan kami turut berduka dan selamat pagi tuan niel " Ucapnya lalu sambungan itu terputus.


Bruk!


Niel jatuh terduduk akibat kakinya yang lemas ia tak percaya itu ia lalu menghubungi ponsel milik Zutto berharap sahabatnya itu menjawabnya namun nihil.


"Paman kamu kenapa duduk di lantai? " Pertanyaan itu membuat niel berbalik lalu mendekap erat Tria sembari mengucapkan kata maaf membuat bocah kecil itu tampak bingung.


"Paman apa yang terjadi dengan kakak? Kenapa paman menangis? " Pertanyaan itu membuat niel semakin merasa bersalah.


"Bersiaplah... Kita... Akan... 'Menjemput' kakak mu " Ucapnya dengan suara parau ia memerintah Tria dan hanya di angguki oleh nya


.


Setelah Tria pergi ia menyandarkan tubuhnya di tembok di belakangnya.


"Kau idiot zu... Kau bodoh " Maki nya dalam lirihan sendu dan detik jam menjadi saksi bisu akan isak lirih yang keluar begitu saja dari bibir pria berwajah dingin itu .


*****


Siang menampakkan kan teriknya angin berembus pelan menemani gema tangis di salah satu rumah duka, di sana banyak pelayat yang datang mengucapkan turut bela sungkawa, tampak di depan ia dapat melihat Tria yang dengan mata kosong nya menatap datar ke depan , Juli yang menggendong buah hatinya tengah sesenggukan di samping peti sang suami.


Dari arah luar tampak Lexsa berlari ke dalam, lalu langkahnya terhenti di depan peti orang yang mendapat titel keluarga darinya ia menatap tak percaya lalu menjatuhkan tubuhnya karena lemas, ia begitu terkejut mendengar kabar tersebut.


Ia mengedarkan pandangannya dan menatap Tria yang kini tengah menatap kosong ke arah depan, ia menghampirinya dan berjongkok di depannya.

__ADS_1


"Tria.... " Lirih Lexsa saat menatap mata itu ia merasakan sesak saat tidak mendapati cahaya yang berbinar di mata anak itu.


"Mama nakim... Kenapa nii - san mengingkari janji nya... Apa aku nakal atau apa aku melakukan kesalahan hingga nii - san meninggal kan kami? " Pertanyaan yang mampu membuat Lexsa tertohok sakit bagaimana pun Tria masih lah anak kecil yang polos ia menunduk dan menenangkan hatinya.


"Kids listen to me.. "Ucap Lexsa dengan nada yang bergetar terdengar kental ia lalu di tarik dan menangis di pelukan Chadies yang sendiri tadi berdiri di belakang Lexsa, Tria menatap mereka bingung.


"Kakak mu bukan mengingkari janji nya ia hanya pergi ke tempat yang jauh , tempat di mana dia bisa menunggu kalian untuk berkumpul " Ucap niel yang kini berjongkok di depan Tria, membuat Tria menatap niel dengan penuh dengan harapan yang tercetak jelas di matanya kini.


"Benarkah? Kalau begitu bolehkah kami menyusul nii - san? " Tanya nya antusias membuat niel memaksakan senyum pahit nya dan menahan air matanya agar tidak mengalir begitu saja.


"Boleh but not now... Jika kalian menyusulnya sekarang dia akan merasa sedih bukanya kau berjanji untuk melindungi ayun dan Juni nee-san? " Jawaban niel membuat harapan Tria sirna begitu saja tapi bersemangat kembali setelah mendengar pertanyaan dari niel tersebut.


"Ah ya! Aku sudah berjanji kepada nii-san untuk melindungi mereka " Ucap Tria penuh dengan semangat yang membara membuat niel tersenyum tipis mendengarnya.


"Good boy, kalau begitu jangan bersedih lagi ok " Ucap niel sembari menepuk pelan kepala Tria yang hanya di angguki oleh Tria , bocah mungil itu berjalan ke arah Juli yang masih mengendong ayun.


"Nee-Chan... Jangan bersedih... Ada aku yang akan menjaga ayun dan nee-Chan dengan baik " Ucap Tria sembari menarik sedikit gaun hitam yang di kenakan kakak iparnya tersebut entah ia harus senang atau bersedih ia berjongkok di depan Tria lalu mengelus pipi Tria pelan dengan tangan yang satunya yang bebas.


"Hai . Tria akan melindungi kami.. Ne... Ayun-Chan.. " Ucapnya sembari menorehkan senyum tipis.


"Kau dengar ayun jangan khawatir ada aku jangan menangis lagi ok " Ucapnya penuh dengan percaya diri.


Lexsa yang sudah tenang pun mendengar seluruh percakapan mereka ia menatap bayi yang ada di dekapan Juli dulu bayi itu lahir dengan kondisi memprihatinkan tapi sekarang tampak sehat dan cantik seperti sang ibu, Lexsa berdiri di depan peti milik sahabat sekaligus orang kepercayaannya ini.


"Tidur lah dengan tenang aku akan melindungi mereka, aku berjanji akan menghabisi mereka dengan tangan ku sendiri Zutto.... Maaf aku tak bisa melindungi mu " Ucapnya lalu meletakan bunga mawar putih ke dalam peti tersebut ia menyelipkan mawar putih tersebut ke tangan dingin milik Zutto.


Yang hal tersebut di ikuti oleh Chadies, niel dan atasan dari Black Jade yang hadir di rumah duka tersebut.


****


Setelah prosesi pemakaman berakhir mereka meninggalkan tempat pemakaman tersebut setelah tempat itu sepi tampak seorang pria dengan di dampingi pria yang seumuran dengannya datang dengan membawa bunga Tulip berwarna hitam dan putih serta tak lupa sebuah lencana penghormatan yang di bawa oleh pria satunya lagi, kepergiannya adalah pukulan terbesar lainnya bagi keluarga dan juga tim nya.


2 pria itu meletakan buket bunga tersebut lalu berdoa untuk ketenangannya,


"Terima kasih atas jasa mu menjaga dan melindungi putri ku selama ini, tidurlah dengan tenang dan serahkan sisanya pada kami " Ucap ale pria tadi dengan tenang yaer yang berada di sisi nya hanya menepuk bahu sang sahabat lalu mengisyaratkan untuk kembali.


Mereka pun berjalan keluar dari area pemakaman yang kini tampak lengang dan hanya menyisakan jejak rasa sedih di sana.


*****


4 bulan setelah kepergian Zutto tampak seperti biasa namun sanggatlah berbeda untuk niel bayangan itu masih lah belum pergi, di saat terpuruknya Lexsa datang dan menamparnya dengan keras, tamparan dari sang nona besar mampu menyadarkannya bahwa hidupnya masihlah harus berlanjut , bukan berlarut-larut dalam kesedihan.


Ia berdiri di atap gedung dengan sniper yang telah di set sedemikian rupa untuk menembak jarak jauh ini adalah misi nya, setelah kepergian sang sahabat hatinya benar-benar menjadi dingin dan sekarang semakin tidak bisa di tebak apa mau pria ini.


"Fox 65° dari arah mu berdiri, gedung v lantai 6,6-9 right For sun "


" Roger, Fox Ready to shoot " Ucapnya ia memfokuskan bidikannya yang ia lihat adalah anak lelaki keluarga lim yang tampak tengah bercinta dengan wanita ****** di ranjang .


BANG!!!!


"Fox done For job, need pick up " Ucapnya setelah mendapat jawaban ia turun dari gedung tersebut dan membaur dengan warga kota mengabaikan keributan antara sirene polisi dan ambulans yang saling beriringan.


****


Di tempat lain tampak Lexsa tengah bermandi keringat dan memulai gerakan baru di tempat latihannya di dampingi 8 mentor nya ia mulai melatih kelenturan gerakannya.


Tak selang berapa jam sang mentor mengisyaratkan untuk berhenti sejenak ia menenggak minumannya dengan rakus , tak lama seorang wanita dengan setelan formalnya datang menghampirinya.


"Nona tuan Chadies ingin bertemu dengan Anda " Ucap gendis sembari membukuk hormat padanya.


"Biarkan dia masuk " Perintahnya lalu berdiri menyambar handuk dan berjalan keluar menuju ruang khusus ganti yang ada di sana.


Setelah membersihkan diri Lexsa bergegas menemui prianya itu di ruang tamu tempat ini.


"Apa yang membuat mu hingga datang jauh-jauh menemui ku " Ucap Lexsa sembari berjalan masuk ia mengambil segelas air yang tadi di sodorkan di hadapannya oleh Chadies.


"Hanya ingin melihat seberapa jauh nyonya muda anarta menyiksa dirinya sendiri " Ucap Chadies sembari menarik Lexsa di pangkuannya, yang di tarik pun hanya bisa pasrah ia menyadarkan kepalanya di bahu tegas milik sang kekasih.


"Masih menyesal atas kepergiannya " Ucap Chadies sembari mengelus kepala milik Lexsa pelan yang hanya di angguki gadis tersebut.


"Ha.... Sampai kapan kau akan menyiksa diri mu sendiri Hm... "Ucap nya yang hanya di tanggapi diselamatkan pelan.


Tak berapa lama seorang pelayan mendekati mereka dan membawa sebuah drone yang terakhir di kirim Zutto sebelum tewas terbunuh,


" Maaf menggagu saya hanya ingin mengatur barang kiriman tuan Jhonathan kepada Anda " Ucapnya membuat mereka saling menatap heran sebentar .


"Letakan di situ " Titahnya setelah pelayan itu pergi Lexsa melihat apa yang di kirimkan Jhonathan kepadanya.


"Ini..... " Belum sempat Chadies menjawab tampak Lexsa mengetatkan rahangnya saat tahu benda apa yang di kirim, ia mendekat dan mengambil drone tersebut, mereka membawa nya ke meja kerja nya.


Lexsa dengan cekatan membuka drone tersebut dan melihat 3 chip set yang terpasang di dalamnya, Chadies mengambil dan memasukkan chip tersebut ke dalam komputer dan melihat data apa yang di kirim oleh Zutto sebelum kematiannya.


Disket pertama adalah disket daftar perdagangan milik Black Jade yang sempat tercuri kemarin malam dan satu disket lagi berisikan daftar penghianat yang masuk dan bergabung di Black Jade.


Lexsa menyambar ponselnya dan menghubungi niel, tak lama sambungan pun terhubung.


"Halo... " Sapa nya malas.


"Jika kamu ingin tahu siapa pembunuh sahabat mu maka kemarilah " Ucapan Lexsa mampu membuat niel mematung sesaat, tak lama Lexsa mendengar suara gaduh dan suara mesin mobil di nyalakan.


"Fine where are you now? " Tanya niel sembari memacu mobilnya.


"Lembah bukit tangan kiri aku dan Chadies menunggu mu di sini " Ucapnya lalu memutuskan sambungannya.


"Cih aku kira mereka akan setia ternyata hanya sampah " Desih Chadies sembari melihat daftar yang di kirimkan oleh Zutto tersebut.


Tak lama seorang pria muda dengan wajah datar nya memasuki ruangan tersebut.

__ADS_1


"Read this " Ucap Lexsa sembari menyodorkan iPad yang sendiri tadi ia pegang, rahang itu tampak mengeras setelah mengetahui siapa dalang di balik insiden ini.


"Ck tak heran banyak yang kelolosan ada petinggi assasing milik baba cleo di sini " Desih niel dan melemparkan iPad itu ke meja tepat di depannya kini.


"Yeah kau benar ,kaburnya Aretzy dari penjara living hell ada kaitannya dengan Jason kim "ucap Lexsa santai sembari duduk di samping kekasih nya.


" Kenapa singa tua itu masih mempercayakan jabatan komandan ke dia " Protes niel, Lexsa hanya terkekeh saat menyebut ayah nya sebagai singa tua.


"Kau tahu ayah ku seperti apa bukan niel, dia pasti memiliki rencana tersendiri " Ucapnya


"Yeah planing yang bisa membunuh mu sewaktu-waktu" Ucap niel dengan pedasnya, setelah kepergian Zutto niel menjadi lebih pendiam dan bermulut lebih tajam akhir - akhir ini.


"Ayo lah... Kita susun rencana kita sendiri seperti biasa " Ucap Chadies, niel tampak terdiam lalu mengaguk mengiyakan.


"So... What we plan now? " Tanya niel sembari menyandarkan bahunya di sandaran kursi di sana.


"Kita akan melakukan penyerangan besar-besaran " Ucap Lexsa yang kini berdiri dan berjalan kearah meja tempat di ruang tersebut, ia menyalakan komputer yang berada di meja dan muncilah gambar 3D dari skema tempat yang menjadi target mereka, skema yang di dapat kan Zutto secara lengkap.


"Apa kau sudah gila! Dengar rencana mu seperti itu bukanya kita akan gegabah dan malah terjebak oleh musuh " Ucap Chadies tak Terima yang kini ikut menyusul langkah Lexsa begitu juga niel.


"Binggo, itulah rencananya " Katanya dengan santai 2 pria itu saling bertukar pandang dan mencoba mencerna maksud dari gadis di depannya ini apa.


"Huh? " Kebingungan niel menjadi hiburan tersendiri, ia meletakan chip di atas meja tersebut dan meja tersebut menyorotkan sebuah dokumen yang bisa di baca oleh semua orang dengan meletakan tangannya di meja ia menyeringai kecil.


"Aretzy begitu terobsesi untuk membunuh mu apa lagi aku 3 bulan lalu mencuri penawar racun dari Black mamba " Kata Lexsa dengan santai membuat 2 pria itu mengagah tak percaya.


"WHAT THE.... KAU GILA!!! " Kaget mereka berdua dengan kompak mengubah serapahi Lexsa , sang tersangka utama memantulkan bibirnya dan satu percepatan kecil mampir di dahinya.


"Aish kalian berisik! Aku belum selesai bicara! " Bentak Lexsa karena kesal membuat 2 orang itu terdiam seketika.


"Wait a minute jangan bilang kau akan dengan sengaja masuk ke dalam perangkat yang mereka buat " Ucap Chadies saat menyadari maksud dari penjelasan dari Lexsa tadi.


"Huum kau pintar sekali sayang ku "punya lalu menghampiri Chadies lalu mengecup pipinya, ia kembali ke tempat nya semula , membuat niel memutar bola matanya malas.


"Nonono...... Tidak aku tidak setuju apa kau tak tahu apa yang akan terjadi jika kau sampai tertangkap mereka Ha? " Protes Chadies yang menolak ide gila dari Lexsa niel hanya mengaguk mengiyakan protesan Chadies, membuat Lexsa menggeleng pelan sembari tersenyum.


"Itu lah point penting nya, ketika Jason menangkap ku ia akan membawa ku ke markas utama Aretzy tempat dimana dia akan mengembangkan Black mamba dan Nano zero "terangnya kemudian niel terdiam sejenak, ia berpikir sejauh mana Nano zero telah berkembang? Dan apa tujuannya.... Banyak pertanyaan yang bercokol di benak niel tapi ia masih bisa menahannya untuk bertanya.


"Apa ? Tapi bukanya benda itu sudah di amankan? "Tanya Chadies yang sedikit terkejut bagaimana pun benda tersebut sudah di musnahkan oleh timnya dulu.


" Ya benda itu memang sudah di amankan tapi jika Aretzy membuatnya dan memasangnya di satelit lalu di tembakan ke arah bumi...kau akan tahu bukan apa yang terjadi selanjutnya "kata Lexsa sembari memperlihatkan kerangka satelit yang di rancang khusus untuk melakukan tembakan mematikan dari atas atmosfer tersebut.


"Wanita gila itu apa yang menjadi tujuan utamanya! "Geram niel, ia tak habis fikir kenapa ada manusia kejam seperti Aretzy lim yang melakukan segala cara untuk mencapai ketenaran.


"Dia tidak lagi mengincar keluarga kim dia ingin dunia mengakui bahwa keluarga lim adalah malaikat pelindung, mereka akan menjual vaksin dengan harga tinggi pada setiap negara "perkataan tersebut membuat niel semakin panas, jika memang tujuannya untuk kemanusiaan kenapa harus memusnahkan.


"Biadab mereka bukan dewa tapi binatang yang menyebut dirinya sendiri adalah dewa ****! "Makinya lagi lalu menggebrak meja yang ada di depannya ini.


"Percuma memaki juga tidak ada gunanya niel "kata Lexsa dengan santai ia masih lah berdiri di sana sembari memikirkan cara apa yang cocok untuk menghabisi keluarga kim yang memberontak ini.


"So apa yang akan kamu lakukan selanjutnya "tanya Chadies yang sendiri tadi diam menatap Lexsa, tak lama senyum licik nan kejam muncul di bibir merah sewarna Cherry tersebut.


"Hm.... Big planing Big Wive and Big move "ucap Lexsa santai yang hanya di beri anggukan oleh niel sedangkan Chadies hanya menggeleng kan kepalanya pelan, wanitanya ini sanggatlah pintar.


"Anything For you Love "ucap Chadies sembari mengambil seret plan dan mulai mengatur rencana secara matang.


Well benar kata orang darah di balas darah, mata di balas mata dan nyawa di balas dengan nyawa adalah hal setimpal yang terjadi di organisasi ini., perang baru di mulai Lexsa harap ini tidak lah bisa masuk.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.............................................................. . . ... . . .. .. . ... . . . . . . . . ...。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。ん。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。 ...


... ...


.......


... ...


... ...


.......


.......


.......


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU ...


...BY .BLACK ICE _B.I


...

__ADS_1


__ADS_2