
hawa dingin menerpa sore itu banyak orang yang berlalu lalang untuk pulang atau pergi kesuatu tempat , hembusan angin dingin yang kencang membuat beberapa orang merapatkan mantelnya , orang berjalan berpasangan , sendirian , pria , wanita , tua maupun muda tidak begitu ia hiraukan di mata gadis itu , gadis yang sendari tadi mengaduk late yang tampa ia sadari mendingin tak berapa lama lonceng kaffe pun berbunyi tanda ada pelanggan yang masuk ,sambutan hangat mereka dapatkan dari pramusaji yang bekerja di kaffe tersebut .
"silahkan tuan mau pesan apa ?"tanya sang pelayan ramah
"caffe late tampa gula satu dan ice americano satu ah tolong kurangi juga gula di kopinya juga " pesannya dan di beri senyum ramah pada pelayan tersebut pria yang kini mengijak usia kepala 3 itu pun masih terlihat tampan dan modis banyak wanita yang melihatnya sebagai seorang pria yang lajang dan belum memiliki istri tapi siapa sangka kalau dia adalah tangan kanan dari seorang yakuza dan seorang bos besar dari mafia besar yang bengis.
"baik ,latte satu dan ice americano satu tampa gula semua benar ?, apakah anda ingin minum disini atau bawa pulang tuan ?" tanyanya lagi sembari mengulang pesanan yang ia pesan.
"ya , aku akan bawa pulang " ucapnya dan di angguki oleh sang pelayan.
" baik mohon di tunggu pesanan nya " ucapnya sopan setelah pelayan itu pergi pria itu mengedarkan pandangannya dan tidak sengaja melihat seseorang yang ia kenal tengah melamun sendiri di pojok kaffe , raut muka itu nampak murung dan seperti ada beban yang melingkupinya .
"sendirian ?" tanyanya , membuat wanita itu menoleh seketika membuat nya terkejut bukan kepalang , ia mengerjapkan matanya antara terkejut dan mencoba menguasai raut mukanya .
"ada apa ? kau lupa dengan ku ?" tanya pria itu lagi sembari duduk di depan gadis tersebut, sedangkan lawan bicara masih belum mampu menguasai rasa keterkejutan nya, sadar jika pria itu menunggu respon nya dia dengan gagap pun mulai menjawab.
"hmhm ! bu...bukan hanya sedikit terkejut anda bisa di kota ini tuan " katanya, wth yeah ini adalah kejutan terburuk yang pernah ia dapat hari ini , pria yang ada di depannya adalah atasannya sang bos besar dari tangan kanan baba cleo selain tuan ale, dia calon ayah mertua sang nona muda, anarta yigaz orang yang paling ia hindari belakangan ini akibat insiden sang nona muda, jika dia tahu sang nona masihlah hidup maka matilah dia.... 'oh shut kenapa tuan yigaz bisa sampai sini ' batinnya frustasi
"perjalanan bisnis , kenapa kau bisa ada di sini ?" jawabnya dengan santai sembari menilai perubahan dari mimik muka sang lawan bicara
"sa...saya ...saya tengah liburan menenangkan diri "ucapnya sembari menunduk melihat kopi nya dengan gugup dia meminum kopi itu sedikit, hal tersebut tidak lepas dari tatapan tajam pria di depannya ini, seringai tipis muncul di bibirnya mungkin tebakannya tepat kali ini, wanita ini tahu di mana keberadaan calon menantunya.
"kau masih percaya yuan masih hidup ?" pertanyaan itu langsung membuat gendis terkejut tapi ia mampu menguasainya
"kenapa anda bertanya seperti itu? " tanya balik gendis sembari menatap sang tuan besar yang kini menatapnya dengan serius itu. tak ada jawaban seolah dia menanyakan sesuatu yang tidak terlalu sensitif baginya kerutan semakin dalam dan muka kurang nyaman lah sebagai jawaban dari pertanyaan yigaz, pria itu menghela nafasnya pelan .
"kau tahu banyak orang yang tidak bisa merelakan kepergian seseorang karena ia terlalu menyayangi nya, begitu pun dengan ku, yuan sudah aku anggap anak sendiri dan rasanya sakit ketika menerima berita tersebut " jelas yigaz sembari menerawang ke depan membuat gendis merasa bersalah tak seharusnya ia mencurigai tuannya ini.
"ya , saya masih belum terima nona di nyatakan meninggal begitu saja "akhirnya kata -kata itu keluar begitu saja membuat yigaz menatap gendis sekali lagi
"kenapa kenyataannya dia sudah tewas terbunuh bukan " pancing nya, ia dapat melihat raut kesal yang amat jelas terletak di sana
"tuan tidak mengerti ... saya dan jenny adalah pelindung nona muda semejak kami masih kecil ! dan nona muda masih ....." sadar akan sesuatu gendis langsung menggigit lidahnya untuk menghentikan perkataannya itu , ia dapat melihat sang tuan menyeringai licik ini lah tujuannya sebenarnya, ia tahu gadis di depannya memang pintar tapi ceroboh
"masih apa ?" ucapan yigaz membuat gendis makin panik .
"masih akan tetap hidup di hati kami "ucapnya lirih membuat yigaz menaikan alisnya tanda ia tidak puas akan jawaban gadis di depannya , dengan gugup gendis meminum kopi
'shit aku hampir terpancing '
"baiklah aku harap kau tidak menutupi apapun tentang keberadaan calon menantu ku aku juga sama aku masih tak percaya kalau itu yuan "ucapnya sembari menatap keluar jendela kafe tersebut, ia melihat banyak orang lalu lalang di jalan berbeda dengan gadis di depannya ini, gendis menatap pria paruh baya itu sangsi, ia tahu ia tak akan pernah bisa membohongi sang tuan besar apalagi dia dan Jenny di asuh dan di latih di bawah tuan anarta dan kim, ia melihat seksama raut yang nampak sedikit lelah itu, wajah yang tidak pernah berubah sama seperti terakhir ia lihat sebelum masuk ke kim mansion.
"apakah anda datang kesini karena tuan muda ?" tanya gendis setelah sekian lama keheningan menyambangi mereka , membuat pria itu menoleh kearahnya dengan sedikit senyum ia menjawab.
"kau memang pintar pantas kau dan jenny menjadi pengawal keluarga kim " pujinya tapi itu bukan pujian bagi gendis itu sebuah celaan karena terlalu pintar mengalihkan topik.
"jika bukan, saya yakin anda kasini bukan hanya urusan bisnis bukan " ucapnya sembari memberanikan diri menatap mata tajam dan dingin itu, siapa pun yang pertama kali melihatnya pasti langsung ketakutan di buat nya.
"ya anak ku itu beberapa bulan selalu mampir kekota ini , aku masih penasaran kenapa dia selalu kesini ,apa kau tahu sesuatau ?" tanya yigaz sembari mencondongkan tubuhnya kearah gendis yang membuat sang gadis memundurkan tubuhnya untuk menghindari kontak langsung dengan bos besar nya itu.
"ten...tentu saja tidak tuan yang saya tahu tuan muda berada di negara N selama ini " dengan nada gugup ia menjawab pertanyaan tersebut sebuah anggukan lalu menjauhkan tubuhnya ke belakang, membuat gendis bernafas dengan lega .
"ah ...kalau...." belum sempat ia melajutkan kalimatnya seorang pelayan menghampiri mereka dengan membawa 2 cup coffe yang terbungkus rapi.
"permisi tuan pesanan anda silahkan " ucapnya sopan sembari menyodorkan pesanan nya setelah menerimanya pelayan tersebut undur diri, yigaz berdiri sembari melempar senyum yang menurut orang awam biasa saja, tapi ancaman besar bagi gendis ia tahu jenis senyum apa yang tuan nya ini lemparkan kepadanya ini.
"ah pesanan ku sudah datang kalau kau punya waktu datanglah tempat ku ,kita akan membahas banyak hal disana dan aku akan menunggu mu " kata pria itu sembari pergi meninggalkan caffe tersebut
'astaga sekarang apa yang harus aku katakan dengan nona muda ...' batinnya kalut untunglah sang nyonya muda kini tengah di negara sebelah tepatnya di gurun S untuk beberapa bulan kedepan dan tentu saja di temani sang calon suaminya chadies zhu anarta.
gurun S 06.00 pagi
matahari baru menampak kan sinarnya membuat sebagian gurun di banjiri cahaya , nampak segerombolan mobil berjalan di atas hamparan pasir yang luas tersebut , mereka terus memacu kendaraan merek Hingga sebuah terowongan otomatis terbuka dan mobil tersebut masuk kedalamnya tak selang beberapa menit terowongan itu menutup begitu saja hilang tak membekas seperti tak pernah terjadi apa pun di terowongan tersebut .
tak berapa lama mobil itu berhenti pada sebuah altar bawah tanah yang megah namun suram tersebut seperti tempat yang sudah lama terbengkalai tetapi masih kokoh hingga sekarang , mereka turun dengan tenang dan mulai melangkah masuk dengan pelan .
sampai di dalam ruang megah tersebut mereka di sambut lorong - lorong yang gelap dan tidak ada cahaya sekalipun ,mereka bergantung pada senter yang ada di tangan masing masing .
"i can't see anything at here "ucap zuto sembari menyorotkan senternya ke dalam gedung tersebut.
" i know an everyone don't move at your position !" perintah niel yang kini berjalan di belakang ke 2 tuannya tampak cadhies tengah menilik sesuatu saklar atau apa pun itu agar mereka tidak terjerambat lab di dalam gurun sangat lah berbahaya apalagi lab ini sudah 2 tahun tidak di gunakan lagi.
"we need light at her but frist we must know where the engenering at here " kata zuto mereka menelusuri ruang tersebut berharap mereka menemukan gradu listrik yang masih berguna ,lexsa yang sendari tadi diam pun mengarahkan santer kearah lantai ' bingo' batinnya , ia tahu bahwa ada mekanisme tersembunyi di bawah lantai ini .
"zuto ,niel stay back at me and look this " ucapan lexsa hanya di angguki oleh ke dua anak buah lexsa tersebut mereka mendekat dan melihat ke arah senter milik lexsa .
"this.... oh my godnes we save...." perkataan mendadak dari zuto membuat cadhies mengerutkan kening nya ia mengalihkan pandangannya ke lantai lab, ia terkejut ternyata lantai ini memakai mekanisme lantai bayangan, dimana ketika kamu salah berpijak maka kamu akan mati dengan mengenaskan Karena banyak jebakan yang di tanam, hanya orang yang mengetahui sistem operasi atau orang yang mengerti mekanisme inilah yang dapat selamat.
"untunglah kita tidak sembarangan menginjak lantai itu "ucap niel penuh kelegaan ia tidak menyaka jika dewi keberuntungan masih mesnyertainya.
"yeah dan saklar nya ada disana " tunjuk lexsa sembari menyinari gardu listrik yang ada di seberang
"bagaimana cara kita menyebrang ?" tanya cadhies sembari berfikir dengan cara apa mereka melewati rintangan ini.
"coba cari petunjuk siapa tahu ada yang bisa membuat lantai ini tidak membunuh kita " usul niel, mereka sontak mencari tombol atau apa pun untuk membuka jalan ke dalam lab.
"oh lexsa lihat di sini ada pindai sidik jari dan keliatannya belum rusak " kata cadhies, mereka mendekat dan melihat alat tersebut dengan seksama.
__ADS_1
"ini masih hidup? apa mungkin ada saklar yang lain? " tanya lexsa heran, jika memang ada 1 kota pembalut listrik kenapa ini bisa menyala, 'ada yang tidak beres disini' batin lexsa ia melihat 3 pria di depannya ini lalu tersenyum miring.
"apakah berhasil ?" tanya lexsa ragu - ragu
"tidak tahu kalau belum mencoba " kata cadhies,setelahnya lexsa mendekat dan merekam sidik jari dari lexsa dan bunyi seperti peralatan listrik pun terdengar nyaring tak lama sebuah hologram muncul di hadapan mereka .
"wellcome to server 01 mrs.kim please keep clean your area , whas your hands and keep wear your mask , please inser your pasword " mereka diam dan menatap lexsa lama
"so... what The pasword miss your blood or your hair ...?" tanya niel sembari menatap lexsa
"not at all we must have some thing clue " balas kexsa santai
"how about binner code "usul cadhies
"ah right ! binner code my master always take me at next mission whit binner code " terang zuto yang membuat lexsa mengagah tak percaya .
"what the.... ayah memang sesuatu " guma lexsa antara kagum dan tidak habis fikir dengan rencana sang papa ini.
"can I try ?" tanya niel, yang menawarkan diri yang hanya di angguki lexsa.
"sure" ia memasukan beberapa kata sandi dan ketika di enter
TENG!! TENG!! TENG!! zrat....zrat.... zrat... zrat... .
sebuah alaram yang di iringi dengan hujatan anak panah pun muncul membuat mereka harus menghindarinya atau mereka akan mati
"NIEL MERUNDUK !!!" teriakan zuto membuat niel terdapat dan dengan cepat menghindari nya.
ZRAT....ZRAT..ZRAT....PRANG PRANG PRANG !!! beberapa anak buah melesat kearah mereka dan dengan cekatan berhasil mereka hindari ,kini mereka terbagi menjadi kedua kubu ,niel dan zuto di pintu depan sedangkan cadhies dan lexsa berada di tengah ruangan tersebut tempat yang riskan bagi mereka ,hologram itu mengukuti lexsa dan cadhies , mereka nampak memikirkan kemungkinan apa yang bisa menjadi petunjuk tak lama ia melihat sebuah lambang yang baru ia sadari menghiasi setiap sisi di tempat ini.
ia mencoba memasukan sandi nya sekali lagi ,dan
TET!!!!! bunyi nyaring di sertai sirene mulai berbunyi kembali, kali ini tembakan timah panas yang berhasil melukai bahu lexsa.
BANG! BANG! BANG! CLANG!
suara tembakan beruntun membuat 2 orang itu tiarap di lantai tak selang 1 menit tembakan itupun terhenti.
"NONA, TUAN APA KALIAN BAIK - BAIK SAJA? " teriak zuto dari luar saat melihat ke 2 tuannya tengkurap di lantai.
"jangan khawatir kan kami ! selamatkan diri kalian dulu! " balas cadhies, tampak ia bangkit dari jatuhnya ia dapat melihat luka tembak di bahu kiri lexsa.
"sa! kamu terluka " kata cadhies sembari melihat luka itu tak lama ia mengeluarkan peluru yang tidak terlalu dalam menacap di bahu lexsa dan membalutnya mengunakan perban.
"hebat! sejak kapan kamu bisa mengunakan peralatan medis? "
"biar aku tebak gelar doktoral sudah kamu dapatkan bukan dan bulan lalu adalah hari wisuda mu bukan lah begitu chadies zhu anarta " ucap lexsa, setelah selesai membebat lukanya ia kembali berdiri dan jongkok di depan lexsa
"aku akan menjelaskan semuanya pada mu setelah kita menyelesaikan misi ini " ucapnya sembari mengelus pipi lexsa
"baiklah sepertinya kita harus memecahkan kode ini sebelum bom yang terpasang di sini meledak " balas lexsa sembari melihat benda kubus seperti halnya jam digital yang terus berjalan mundur, cadhies membulatkan matanya.
"biar aku coba sekali lagi " kata lexsa ,cadhies hanya mengaguk saja ia tahu bahwa gadisnya tidaklah bodoh paman ale tahu jika lexsa juga belajar sandi ini secara diam - diam bersamanya, aawalnya lexsa ragu untuk menulisnya tapi dia yakin jebakan ini tak akan membunuhnya, dia memasukan lagi kode yang selama ini di benaknya kode tersebut adalah
...01010111 01101000 011010001 01110100 01100101 littel tief 01000011 01101000 01110010 01111000 01110011 01100001 01101110...
setelah menekan eter lexsa kira akan ada jebakan lain tapi ternyata itu benar sandinya.
dan klik..... seng.... zhung.... zhung.....
"welcome To elite white horse lab " sambut hologram tersebut yang di iringi dengan menyalanya lampu di setiap lorong nya membuat zuto dan niel saling pandang.
"zuto, niel kalian berjaga di luar dengan prajurit yang lain " perintah lexsa karena mereka tahu jika ke 2 orang itu terlibat mereka bisa terbunuh. perintah lexsa hanya di angguki oleh keduanya sebagai jawaban, mereka menyusuri lorong tersebut hingga mereka menemuka sebuah ruangan yang ia yakini bekas ruang kerja sang ibu, mereka membobol pas kode tampa hambatan dan memasuki ruangan tersebut.
hal pertama yang mereka lihat bukanlah didong putih melainkan kan bingkai foto besar bergambarkan ia yang masih berumur 5 tahun , ale dan hyunji mereka tampak bahagia dalam potret tersebut .
"ma.. pa....." gumam lexsa pelan ia begitu merindukan sosok yang terpasang di diding tersebut. cadhies yang mengetahuinya pun langsung memeluk lexsa erat dari belakang.
"sssttthhhh..... sudah jangan bersedih mari kita cari tahu misteri dan teka teki yang belum terpecahkan ini "ajak nya sembari mengelus pelan lengan lexsa
"ah maaf aku tidak terlalu fokus " katanya sembari berbalik menghadap cadhies dan memeluknya.
"setelah semua ini Berakhiraku akan membawa mu ke tempat mereka ok.... jangan sedih lagi " hibur nya sembari mengecup lama kening gadisnya ini.
"ya "jawab lexsa singkat tampa ia sadari matanya menangkap sebuah dokumen yang tergeletak di meja kerja sang ibu , ia melepaskan pelukannya dan berjalan kerah meja tersebut.
"zhu look what I found " kata lexsa membuat pria itu menoleh dan melihat sebuah buku catatan yang di tangan sang gadis , ia mendekat dan melihat dengan seksama .
"buku harian? " tanyanya heran ia dapat melihat nama yang tertera di sana, pertanyaan itu di tanggapi dengan anggukan sang gadis.
"apa kamu ingin membacanya? "
"tidak waktu kita terbatas kita hanya punya waktu 1 bulan di sini " terang nya mereka menelusuri setiap ruangan hinga tampa sengaja cadhies menekan tombol yang menghubungkan lantai atas dengan ruang bawah tanah.
"beby look what I found "kata cadhies sembari menujuk ke tangga bawah tanah tersebut.
"oh.... great zhu you are best " pujinya mereka menuruni tangga dengan hati - hati setiap mereka memijakkan kaki di anak tangga maka setiap lampu akan menyala menerangi mereka hingga di dasar tangga mereka menemukan sebuah lab besar dengan berbagai peralatan yang sudah lama tidak terpakai, ditengah ruangan terdapat satu kotak kaca yang tengah di tutupi oleh kain putih lexsa mendekat dan menyikap kain tersebut, di sana mereka dapat melihat sebuah tabung kecil beukuran kecil dengan 1 jarum suntik warna cantik dari tabung tersebut sangatlah cantik, perpaduan antara biru, unggu dan topaz yang mengkilap.
__ADS_1
"ini.... "ucap cadhies tak percaya.
"NANO ZERO yang di kembangkan oleh mama " sahut lexsa dengan raut datar, cairan sialan yang berhasil merengut nyawa ke 2 orang tuanya.
"apa yang harus kita lakukan dengan ini? " tanya cadhies penasaran.
"Hei zu look " kata lexsa, mereka mendekati komputer dalam ruang tersebut menyalakan dan memasukan data dan sandi yang mereka ketahui, di dalamnya adalah cara mengunakan dan cara membuat NANO ZERO, mereka membaca dengan teliti lexsa mempelajari lewat komputernya sedangkan cadhies mempelajari data dan dokumen yang tertinggal.
"apa kau menemukan sesuatu yang aneh sayang? "
"ya, kau lihat saat ibu mengujinya dengan kelinci percobaan banyak yang tewas dengan keadaan jaringan darah yang membeku "
"ah kau benar tapi di dokumen ini ibu mu tampa sengaja menyanyikan NANO ZERO kenalan tubuh seorang anak yang ber Rh negatif yang langka dan percobaan itu sukses dan ia hidup sampai saat ini "jelas cadhies ketika membaca dokumen tersebut.
"apa? benarkah dia masih hidup "tanya lexsa antusias.
"ya... eh dia seumuran dengan kita ternyata "
gumam cadhies ,dia meneliti nama - nama tersebut dengan hati - hati , di antara mereka tetnyata ada tidak ada yang ia kenal.
"great..... untuk itu kita akan bahas nanti sekarang kita harus mengaman kan benda ini sebelum liong mendahului kita " ucap lexsa santai.
"yeah tapi ibu sangat pintar lihat bahkan dia menguncinya dengan sandi binner yaish " kesal cadhies frustasi membuat lexsa tersenyum melihatnya
"dasar bodoh " ucapnya sembari memukul pelan kepala cadhies
at kim mansion
mereka duduk dengan suasana tegang saat menghadapi tamu yang datang tampa di undang ini, mereka tidak menyala jika 2 pria ini akan berkunjung ke sini, mereka tahu tujuan apa yang membuat ke dua pria tersebut berkunjung ke kim mansion, untunglah zharah sudah tertidur jadi mereka tidak dapat menemukan keberadaan anak itu.
nerka semua hanya duduk diam saja. membuat sang pemilik rumah tidak tenang .
"di Mana dia " pertanyaan yang membuat semua orang terdiam , jeffry menghela nafas berat nya ,ia tahu jika mereka tidak menjawab maka sang paman akan melakukan tindakan di luar bakar apalagi dia membawa asisten kepercayaannya tangan kanan nya selain paman ale tentu saja.
"kalianmasih mau bukan baiklah... aku akan... "
"paman mereka.... "
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
........
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU ......
__ADS_1
...BY .BLACK ICE _B.I...