Black Butterfly

Black Butterfly
BACK TO SCHOOL


__ADS_3

10 bulan berlalu begitu saja lexsandra harus kembali ke rutinitas biasa , dengan identitas baru. sekolah baru dan juga lingkungan baru . dengan raut datar nya gadis berusia 17 tahun itu memantau dirinya di hadapan cermin besar yang tetletak di kamarnya , kini di hadapannya bukan lah yuan yu kim yang dulu kini di hadapanya adalah lexsandra kim dulu mungkin dia akan diam saja tapi kali ini dendam yang ia simpan satu persatu akan ia laksanakan, ia melihat bayangan dirinya dengan mengunakan jas almamater berwarna hitam dan dalaman kemeja berwarna putih yang memiliki motif bunga easter pada dada sebelah kanan yang merupakan lambang sekolah barunya , rok pendek berwarna hitam dengan motif kotak" ,rambut di kucir kuda tak lupa sepatu sniker berwarna hitam dengan garis putih yang mempertegas kaki jejang nya serta bibir yang di poles sedikit liblam dan di padukan dengan liptin berwarna merah membuat ia tampil cantik dan segar ,tapi sayang kurang satu dari gadis itu ...dia hanya tidak bisa tersenyum, senyum manis seperti dulu .


tak berapa lama ia mendengar pintu terbuka tak perlu menoleh ia hanya menatap dari pantulan kaca di depannya untuk mengetahui siapa yang lancang membuka pintu tampa mengetuk terlebih dahulu .


"morning littel lady " sapanya santai sembari bersandar di depan pintu


"ada apa kak jordan ?" tanyanya dia berbalik dan mengambil tas yang sudah di siapkan


"kau siap untuk masuk ke sekolah baru mu sandra "


" ya aku tidak sabar "


"ok mari turun kita sarapan bersama " ajaknya mereka turun dari lantai dua menuju meja makan ,sudah banyak orang di sana dan mereka menunggunya untuk turun ,mereka melewati sarapan dengan hening .


"lexsa nunna hari ini hari pertama mu masuk sekolah jadi aku berinisiatif membuatkan bekal untuk mu " ucap key yang memecah keheningan di ruangan itu


"ya terimakasih aku senang atas perhatian mu key " ucap leksandra dengan nada datar nya


"sayang apa kamu sudah menyiapkan segala yang akan kamu bawa ?" tanya sang ibu lembut


"ya semua sudah aku kemas bu " jawabnya singkat


"kalau begitu habiskan sarapan mu lalu kita berangkat " ucap sang kepala keluarga ia hanya mengaguk sebagai jawaban ,tampa sadar mata lexsa menatap satu kursi kosong di depannya


"kak jeffry belum pulang ?" tanya nya sembari menoleh kearah sang ibu


"ya tadi malam markas nya sedang ada sedikit masalah dan sepertinya kakak mu itu akan pulang dalam jangka waktu yang lama " jelas hyonji sembari memperhatikan mimik wajah lexsandra


"masalah serius kah ?" tanyanya lagi


"mungkin ada apa ?"


" tidak aku hanya bertanya " sahutnya ,ia sempat berfikir bahwa jeffry masih belum menyerah dengan kasusus ini maka dari itu lebih baik dia diam dulu untuk saat ini .


at easter hing school


hiruk pikuk pagi ini terlihat ramai saat mobil lamborgini keluaran terbaru memasuki perkarangan halaman sekolah apalagi saat para wanita itu tahu bahwa sang pangeran sekolah tiba membuat suasana makin riuh


"kyyaaa liat itu kak key "


"wow itu mobil keluaran terbaru bukan astaga ...."


suasana yang tadinya riuh pun seketika jadi hening dan banyak menjadi berbisik- bisik saat lexsandra turun dari mobil key,ia hanya memandang datar orng" yang berkerumun di sekitar nya


"siapa dia cantik sekali"


"apa dia murid baru astaga pasti sang ratu sekolah merasa tersaingi lagi "


"astaga dia memang cantik tapi tatapannya membuat ku merinding "


"apa dia pacar baru kak key ...astaga ...aku tak bisa menerima ini" dan masih banyak lagi membuat lexsa jengah mendengarnya ...ayolah .... di sekolahnya dulu tak akan ada yang memperhatikanya.


tak lama key juga turun ,menyerahkan kunci ke tukang parkir dan menghampiri lexsa


"well welcome back to school lexsa " ucapnya di tambah senyum menawan suasana yang penuh dengan bisikan tadi seketika jadi jerita para wanita yang ngagumi key ,dan membuat telinga lexsa pengan


"shit shut fucking up you mount " ucapan lexsa sontak membuat mereka semua diam


"mingir.kalian.mengagu.jalan.ku!" sarkahnya lagi dengan penuh penekanan di setiap kata membuat para wanita itu mundur dan membuka jalan untuknya ,key yang melihat itu hanya tersenyum puas ' sepertinya aku tak perlu susah" mengusir mereka' batin key senang


"ayo kita bertemu kepala sekolah terlebih dahulu " ucap key sembari menarik tangan lexsa masuk kedalam gedung dan mencari ruang kepala sekolah .


skip


setelah selesai dengan segala adminitrasinya dia masuk ke kelas 2A dimana ia dan key 1 kelas ,mereka berjalan beriringan menuju ke ruang kelas bersama .


"errr untuk di parkiran tadi aku minta maaf " ucap key yang merasa bersalah karena merusak mood lexsa


"bukan salah mu lagi pula kenapa kamu menjadi sepopuler ini sih " sungut lexsa sedikit sebal


"kkk kau tau sepupu mu ini sangat tampan melebihi idol " ucapnya penuh dengan kenarsisan yang membuat lexsa memutar matanya jengah dalam perjalanan kekelas mood lexsandra yang tengah down gara" kejadian tadi pagi kini harus di tambah dengan seorang gadis yang seenak jidat nya mendorong nya dan membuat nya hampir terjatuh


"kak key selamat pagi aku dengar kamu berangkat dengan seorang wanita siapa dia kak ?" tanya gadis yang mendorong nya tadi, key yang merasa tidak nyaman pun mencoba melepaskan tautan tangan tersebut ,lexsa melirik key tajam membuat nya hanya meringis ngeri


"bukan urusan mu dan segera lepas kan tangan mu itu " sergahnya


"ish bukan kah kita ini sepasang kekasih bahkan bibi kim sangat menyayagi ku ,jadi wajar aku menanyakan hal itu " ucapnya dengan penuh percaya diri membuat lexsa mengerutkan dahinya bingung .


"apa yang kamu bicara kan kita bukan sepasang kekasih " ucap key dengan nada dingin nya


"ish kenapa kak key begitu jahat akan aku adukan ke bibi kim kalau kak key selingkuh dari ku "


"cih adukan saja kita hanya teman bisakah kau menghargai itu !" ucap key berang


"tap.."BRUAK !!!!!


belum sempat gadis itu melanjutkan perkataannya mereka di kejutkan dengan lexsa yang menedang pintu pagar yang ada di lorong dengan keras.


"sudah dramanya ? jika belum enyahlah kau mengagu jalan ku !" ucapannya sembari pergi begitu saja dan menuju kekelas meningalkan rasa syok pada orang" di sekitarnya atas tindakanya barusan .


"ini semua salah mu dasar gadis sombong " ucap key sembari berlalu mengejar alexsandra


sesampainya di kelas yang ternyata ada seorang guru yang sudah masuk dan akan memulai pelajarannya .


"maaf miss kami terlambat " ucap key yang berada di belakang lexsa


"baik kali ini kamu aku maaf kan key kembali ketempat duduk mu dan kamu nona silahkan perkenalkan diri mu ke teman sekelas mu " katanya dengan tegas


"halo nama saya lexsandra kim murid baru pindahan dari kota x senang berkenalan dengan kalian " ucapnya datar sembari menatap teman barunya satu persatu


"baik nona lexsa silahkan duduk di samping juli ,juli angkat tangan mu "


"terimakasih miss permisi " ucap lexsa sopan dia berjalan kearah bangkunya , dia melihat seorang melintangkan kakinya sengaja untuk menjatuhkanya .


KRAK


."OUCH KAKI KU..." terikan itu sontak membuat seluruh kelas menoleh begitu pun juga sang guru


"roxie ada apa dengan mu ?" tanya miss betty


"dia mengijak kaki ku bu !" tudingnya ,mereka melihat lexsa yang memasang wajah datar


"ah itu kaki aku kira ranting makanya aku injak " balasnya datar membuat seisi kelas tertawa terbahak - bahak


"DIAM SEMUA !"seketika kelas yang ramai menjadi hening akibat bentakan miss betty


" roxie cepat minta maaf ,dan kamu lexsa sebaiknya jangan membuat kegaduhan dipelajaran saya ,saya sangat membeci orang yang berbuat gaduh di kelas saya kalian mengerti " tambahnya dan di angguki oleh keduanya ,setelah lexsa duduk dia mengeluarkan alat tulisnya untuk mengikuti pelajaran .


"hey .... tadi kau keren sekali .... tapi kamu harus hati - hati dengan roxie nenek lampir itu berbahaya " ucap juni yang membuat lexsa berhenti akan kegiatanya

__ADS_1


"kenapa harus takut memang siapa dia ?" tanya lexsa datar


"dia si permaisuri sekolah "


"permaisuri? sejak kapan sekolah menerapkan peraturan kerajaan kl dia selir trus aku apa kaisar ? trus kamu jendral gitu ?" tanya lexsa skaraktik sembari meandang juni yang memasang rupa sweepdrop.


"bukan ... dia adalah primadona seangkatan kita banyak orang yang memuji kecantikan nya lagi pula dia adalah anak penyumbang terbesar di sekolah ini " ujarnya sembari membenarkan kacamatanya


"penyumbang ? bukanya keluarga kim yang memiliki tempat ini ?" tanyanya penasaran


"kau belum mendengar desas desus bahwa sekolah ini akan diambil alih oleh keluarga lei ?"


"diambil alih ?" tanya lexsa penasaran


"yeah sepertinya begitu tapi aku kurang tau " ucap juni yang membuat lexsa mengernyitkan dahinya 'ada yang aneh ,ini seperti jebakan yang sengaja di siapkan ' batin lexsa dengan rasa penasaran yang masih bercokol di dadanya dia mulai mengikuti pelajaran seperti biasa .


skip


tak terasa jam menujuk kan makan siang semua siswa tampak senang mendengar bel penyelamat itu ,lexsa yang memang membawa bekal pin keluar bersama key


"ayo aku ajak kamu kesuatu tempat " ajak key


"aku kekantin dulu mau beli minum " ucap lexsa datar


"baiklah ... ayo kekantin bersama " ucap key semangat saat melewati lorong tempat kelas satu dia melihat seseorang yang familiar mungkin dia tidak menyadarinya tapi lexsa menyadari itu


"ada Apa nun ?"


"bukan apa- apa ayo " ajaknya mereka berlalu begitu saja


di tempat lain


tampak siswa dengan seragam yang sama tengah menunggu seseorang untuk datang


"bagaimana ?" tanya orang yang baru datang tersebut


"aku tidak tahu tapi sepertinya dia sangat berhati - hati "


"kau tau itu tugas terahir untuk melindungi dia sebelum tuan dan nyonya meninggal"


"aku tau niel ,aku tak menyangka nona berubah menjadi seperti ini " ucapnya pada seseorang yang di pangil niel tadi


"kematian mereka yang membuat nona menjadi seperti ini ,kita hanya mebgawasi mereka dari jauh "


"aku tau kau kembali lah mereka akan sampai disini untuk makan siang " ucapnya ,tak selang berapa lama ia melihat key dan lexsa berada di bangku taman ,siswa tersebut hanya memperhatikan sang nona muda dan langsung pergi dari tempat itu


at taman belakang easter


setelah menebus kerumunan siswa yang ada di kantin ahirnya mereka sampai di tempat favirit key selama ia bersekolah di sini


"ah ahirnya sampai juga "keluhnya


"itu salah mu kenapa juga main serobot antrian orang " ucap lexsa datar sembari membuka bekal yang ia bawa


"yue ...kl tidak begitu kita akan tertahan lama dan aku mulai lapar ..... aku akan minta ke ayah untuk membuat token khusus "gumamnya


PLETAK!! satu jitakan mendarat di kening key yang meningalkan bekas merah


"ouch ya nunna ini sakit kenapa tiba - tiba memukul ku ...." rengeknya karena dia tidak merasa bersalah


"kau terlalu manja ... kau juga harus mengikuti budaya antri jika ingin di hargai orang jangan mentang" kamu anak pemilik sekolah kamu bisa semau mu" terang lexsa dengan santainya sembari memakan bekalnya yang kurang separuh itu .


"ha.... kau dan kak jordan sama saja sama" terlalu banyak aturan " gumamnya


"kau tahu di militer juga ada dokter khusu kenapa kamu tidak mendaftar kesana saja " ucap lexsa


"hm.... mungkin bisa kesana tapi aku hanya ingin jadi dokter umum biasa biar bisa menemani mama di rumah "


"ah jadi itu alasnya ...tapi aku pikir kau memiliki alasan lain " pancing lexsa,seulas senyum terpampang di wajah rupawan key .


"suatu saat nunna bakal tau tapi itu akan jadi kejutan" ucapnya membuag lexsa menaikan sebelah alis bingung ,tak mau ambil pusing lexsa hanya mengakat bahu nya masa bodoh toh juga bukan urusan dia .


tak selang berapa lama bel berbunyi ,mereka bergegas untuk masuk kekelas


"key kamu duluan aku akan ke toilet perut ku sakit " kata lexsa


"ok nun " setelah key pergi iya memasuki toilet perempuan ,saat dia di dalam bilik toilet ia mendengar segerombolan gadis datang ,tak selang berapa lama dia mampu mencium bau tembakau yang di bakar 'mereka merokok ?' batinya


BRAK !!!! salah satu dari mereka mengebrakb wastafel dengan kencang


"lexsa sialan gara - gara dia aku jadi di permalukan tadi" geram suara yang ia kenali sebagai roxie


"tenanglah xie dia anak baru mungkin dia butuh 'berkenalan' dengan mu" ucap salah satu dari mereka


"benar aku adalah permasuri dan primadona di sekolah ini akan kubuat anak sialan itu tunduk dan memohon ampun pada ku " ucapnya


"kkk tapi kita harus punya rencana matang "


"iya apa lagi kak key di pihak dia "


"oh aku tau " ucap salah satu dari mereka ,mereka menyusun strategi untuk membuat malu lexsa ,dan setelah selesai merencanakan mereka buru" keluar dari toilet ,tak selang berapa lama lexsa keluar dari salah satu bilik dia ke washtafel untuk mencuci tanganya dan matanya menangkap sebuah gelang yang tertinggal


"well dasar para gadis bodoh kita lihat apakah pertujukan kalian bagus atau malah membosan kan " ucapnya sembari memasukkan gelang ke saku roknya .


skip


tak terasa waktu cepat berlalu sekarang para siswa dan siswi bersiap untuk pulang ,begitu pun lexsa dan key mereka berjalan beriringan keluar dari kelas,saat di parkiran dia berpapasan dengan roxie dan geng nya .


"her we go ... your majesty is come back " cemoh nya membuat key mengernyit heran


"siapa maksud mu...." belum sempat key menyelesaikan perkataannya dia merasakan tubuh bagian depannya tertubruk dan jatuh kejengkang ke belakang ,


"ouch sakit"adunya pelan "HEY" BENTAK KEY


"kak key kenapa ... " ucapnya manja dengan posisi tumpang tindah seperti itu membuat key tak nyaman ,


"menyikir dari tubuh ku kau berat " ujarnya tapi bukan terlepas malah makin erat yang ia terima ,melihat itu lexsa hanya menatap datar dan dingin malas berurusan dengan mereka dia berlalu pergi tapi tanganya di cekal oleh salah satu dari geng roxie


"kau mau pergi tidak semudah itu sayang " ucapnya penuh senyum licik


"what do you want ?"


" I want to know you baby "


"ah i see" dengan gerak cepat dan keras lexsa membanting pemilik tangan yang mencengkeram erat tangannya


brak brak bruk


"uhuk kau....." satu kali banting dan satu kali tendangan mampu membuat gebby tersungkur tidak berdaya ,mereka menatap ngeri kejadian itu lexsa mendekat dan menginjak kepala gebby dengan sadis

__ADS_1


"dengar ini baik - baik jika kamu berani menindas ku hanya karena status mu di sekolah ini maka kau akan merasakan neraka yang sesunguhnya " ucapnya penuh dengan tekanan dan juga ancaman membuat orng - orang yang mendengarnya bergidik ketakutan .


di sisi lain 4 pria dengan umur yang berbeda menyaksikan kejadian tersebut hanya diam awalnya mereka akan membantu tapi hanya membeku di tempat


"dan kau melihatnya bukan ?" tanya jeffry salah satu dari pria itu


"ya aku tahu itu ...aku tak percaya lexsa begitu kejam " lirihnya,tampa mereka sadari 2 pria di belakang meraka hanya tersenyum ,lalu berlalu begitu saja .


skip at kim mansion


dengan muka datar dan hawa hitam yang mengelilingi nya lexsa turun dari mobli key ,dia berjalan cepat menuju kamarnya ,


ckelek.....BRUAK !!!.suara bantingan pintu membuat seluruh mansion kaget dan bertanya tanya ada apa dengan nona besar mereka ini ,dan mampu membuat hyonji agak terkejut melihatnya ,dia buru - buru menghampiri lexsa belum sempat dia mengetuk pintu suara berat dari belakangnya membuat dia menoleh.


"ma jangan gangu lexsa dulu ..." ucapnya sembari melihat sang ibu yang nampak kebingungan


"jordan ada apa dengan lexsa ?"


"ini..."


"key bisa menjelaskan bu tapi tidak disini " ucap key mereka menuju ruang keluarga untuk mendengar penjelasan key , sesampainya di ruang tengah tampak sang tuan besar baru saja masuk dia hanya mengernyit heran ,


"kenapa muka mu keliatan khawatir sekali ?" tanyanya ketika melihat raut muka sang istri


"ano.... ayah .....ini...." lirihan key membuat semua orang menoleh ke arahnya .


di sisi lain di dalam kamar tampak lexsa tengah keluar dari kamar mandi untuk meredam emosinya .


"hah.... sial seharusnya tidak perlu terpancing tak ku sangka hanya ucapan seperti itu mampu memprovokasi ku " gumam lexsa sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk ,dia masih ingat betul bagaimana orang tuanya mati dengan mengenaskan dan dia dengan pengecutnya malah lari ,kejadian itu sangatlah rapi dan ia tidak menyangka bahwa orang - orang kepercayaaan ke 2 orangtuanya malah berbalik mebyerang mereka .


Bing ! suara dering ponsel menarik kembali kesadaran lexsa ia melihat 1 email masuk ia membuka email tersebut tak berapa lama seringai tipis muncul di wajah cantiknya ,


'ho...permainan ini makin lama makin menarik ' pikirnya.


sedangkan di ruang tengah napak sang kepala keluarga memijit kening nya dan sang nyonya tengah bermuka masam itu mengerti kenapa putri mereka sangat lah marah


"well... begitulah ceritanya ma ,pa "


"astaga ... apa kamu belum menceritakan tentang roxsie ke lexsa key ?" tanya sang ibu


gelengan kepala lah yang menjadi jawabannya


"hah... sudah lah aku harap kedepannya dia tidak menimbulkan masalah dengan lexsa " ujar ayah dari 4 anak itu . tak selang berapa lama mereka melihat lexsa turun dengan stelan santai setelan soft jeans biru pudar di padukan dengan t - shirt berwarna putih tak lupa jaket jeans yang melengkapinya di tambah sepatu kets berwarna putih membuatnya semakin cantik,


"lexsa kamu mau kemana ?" tanya sang ibu yang pertama kali membuka suara


"aku ingin mencari udara segar "


"ah ...boleh aku temani ?" usulan key mendapat tatapan tajam dari lexsa membuat ia mengkeret takut .


"tidak perlu aku terlalu malas berurusan dengan wanita mu " ucapnya datar lalu berlalu begitu saja .


malam begitu dingin pada bulan ini tapi tidak sedingin raut muka gadis yang mengendarai mobil sporty nya , dia dengan tenang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah tempat dimana dia dapat menemukan informasi mengenai 'orang itu' tak selang 2 jam dia sampai di perbatasan kota tepatnya di pinggir hutan lebat yang jarang di masuki oleh orang di sana lexsa memiliki markas tersembunyi hanya dia yang tau tempat itu .


setelah memasuki area pekarangan ia dengan anggunnya keluar dengan memakai masker yang menutupi area hidung ke bawah ,


"diamana dia ?" ucap nya datar


"di bawah tanah nonna "


"apa dia mengatakan sesuatu ?"


"dia belum mengatakan apa pun nonna "


"hoo...dia tangguh juga bawa aku kesana " ucap nya ,dia mengikuti penjaga tersebut dan sampailah dia di bawah tanah yang pengab dan lembab hanya bau anyir dan debu lah yang ia dapat cium saat ini .


"BAJINGAN SIAPA KAU KENAPA KAMU MELAKUKAN INI PADA KU HAH !!!" teriakan lah yang menyambutnya


"jinardan sena seorang bussnismen terkenal akan kelicikannya dalam menaklukan tender dengan jumlah besar, seorang yang dengan tega membunuh istri dan anaknya hanya untuk mengejar harta warisannya , bekerja untuk keluarga kim kurang lebih 10 tahun , apa itu kau tuan pelayan kim "kata - kata ifu mampu membukam mulut dan melotot tajam kearahnya


"BUKAN URUSAN KU CEPAT BUKA IKATAN KU ATAU KAU MATI DI TANGAN KU !!"


"mati di tangan mu huh ?kkkkk" tawa mengejek keluar dari mulutnya membuat semua orang di ruang itu bergidik ngeri .


"SEBENARNYA SIAPA KAMU HAH ? APA MAU MU ?!"


"mau ku ...hanya satu .... siapa otak dari kejadian di keluarga kim beberapa bulan yang lalu jika jujur maka aku memberi mu kebebabasan " ucap lexsa sembari berdiri dan mendekat kerahnya mengakat dagu pria tua itu dengan belatinya


"tapi jika kau berbohong maka dia yang akan mencabik mu sampai habis " tambah lexsa sembari melirik kearah haraimau yang ada di kandang di ruangan tersebut . ia dapat merasakan tubuh pria tua itu sedikit bergetar .


"bagaimana pilihan ada di tangan mu tuan "


"ampuni aku .... ampuni aku baiklah akan aku ceritakan semua tapi aku mohon jangan membunuh ku " mohon pria itu sembari mengaguk lexsa mundur untuk mendengarkan setiap ditail cerita skenario dan siapa saja yang terlibat didalam nya .


"itulah ...itulah yang terjadi aku bersumpah aku tidaklah berbohong " ungkapnya ,dengan senyum manis tapi mematikan itu ia medekat kearahnya memeluk tubuh pria itu


"seharusnya kamu belajar jangan percaya janji manis apalagi itu dari musuh mu " bisiknya penuh dengan kebencian ,membuat tubuh itu makin bergetar ketakutan


"siapa kamu sebenarnya kenapa ....."blm sempat dia melanjutkan kata - katanya ia terbungkam takut saat mengetahui siapa yang ada di hadapannya .


"sssshhhhtttt..... tolong jaga rahasia ini ok tapi.... "ucapnya kemudian . ..


BANG BANG BANG


tiga kali tembakan membuat tubuh pria itu lemas seketika


"maaf paman tapi hanya orang mati saja yang mampu menjaga rahasia dengan baik " lanjutnya sembari melihat mayat yang sekarang terbujur kaku .


dia berjalan dalam lorong yang gelap dan hanya ada 5 pijar lampu yang meneranginya ,dengan angun dia berjalan menuju tempat yang lebih terang dan duduk di atas sofa empuk yang tersedia .


"nona mayat itu akan di apakan ?"tanya sang ajudan yang setia mendapinginya .


"buang mayat itu di pinggir jalan biarkan mereka menemukannya kita akan melihat bagaimana reaksi mereka " titahnya


"baik nona "ucapnya lalu meningalkan lexsandra sendiri.


' tinggal menunggu ikan terpancing ya .... hm...' Batinnya dia menatap luar jendela menatap langit malam seolah dia akan menaklukannya ,ini masih awal permainan akan terus bergulir entah cepat atau lambat waktu yang akan menjawab .


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


...TBC...


__ADS_2