
suara gemerisik angin lembut membelai permukaan wajah cantik nya , dengan sebuah buku dan di temani secangkir kopi yang tersedia wanita itu tampak fokus akan bahan bacaan nya .
"kau masih belum mengantuk ? " pertanyaan itu mampu mengalihkan atensinya , ia menoleh dan mendapati seorang pria tengah mebawa sebuah nampan berisikan obat untuk nya .
melihat sang lawan bicara masih diam pria itu mendekat dan duduk di depan wanita tersebut
"belum aku belum mengantuk" sahutnya sembari menutup buku tersebut
"bukankah kamu bilang kamu lelah ?" heran pria di depannya ini ,
"ya aku memang lelah kadang ...." jujur wanita yang kini tengah duduk dengan nyaman di sofanya itu , melihat gurat cemas itu , ia mendekat dan meletakan obat itu di meja .
"apa ini masalah ayah mu lagi ?" tanya sang pria membuat wanita yang baru saja meminum obatnya itu mesnoleh dan mengaguk pelan sebagai jawabanya .
"ya , ayah masih ingin mengembangkan nano zero" terang nya sembari meletakan gelas yang kosong ke meja di hadapannya itu .
"tapi kenapa ayah mu begitu terobsesi dengan nano zero ? bukanya kamu yang jadi bukti mampu membukam pemerintah ?"herannya , pertanyaan beruntun itu hanya di hadiahi kekehan kecil dan di balas raut wajah yang seolah mengatakan 'is a joke for you' dari pria di depannya ini , dengan senyum tipis ia menatap pria itu .
"ya awalnya aku berpikir begitu tapi ayah punya tujuan lain dan itu di luar kendalinya " jelasnya lagi .
"wait maksud mu baba ingin melakukan kudeta ?"tanyanya lagi , ia tidak tahu akan jalan pikiran calon mertuanya itu .
"ya , aku menetang habis pikiran ayah begitu pula bibi hyujin dia juga terkena imbasnya " katanya sembari mengelus bulu kucing yang entah sejak kapan kini tengah bergelung di pangkuannya itu .
"jadi apakah kamu akan keluar?,sepertinya putri bibi hyujin sudah mengetahui dari jejak yang kamu tinggalkan di lab tersebut " ucapan pria itu membuat wanita itu berhenti akan kegiatannya dan melihat pria di depannya dengan serius.
"aku berharap begitu zuan " harapnya sembari menerawa kedepan berharap lexsa dapat menemukannya dengan cepat atau mereka akan terlambat . melihat itu pria yang di pangil zuan tadi mendekat dan memeluk wanitanya dengan erat serta mengusak bagian kepala belakang nya dengan lembut .
"haiz sabar lah yuan bukanlah gadis bodoh dia pasti menyadari ada pesan tersembunyi di dalam dokumen dokumen yang di temukan cadhies" hiburnya agar wanita dalam pelukannya ini bjsa tenang dan merasa aman .
"ya , aku pun berharap demikian ...." ucapnya lirih sembari menengelamkan kepalanya di perpotongan leher zuhat , menghirupnya pelan mencoba mencari ketenangan dan rasa aman dari pria yang berstatus sebagai calon suaminya ini .
tengah malam di markas pusat kota x
gelas- berisi wine itu tengah berdiri anggun di atas meja panjang yang ada di ruangan tersebut ,kursi yang beberapa saat yang lalu kosong kini terisi dengan beberapa orang dewasa yang tengah mendiskusikan masalah serius .
"kau yakin itu yuan ?" tanya seseorang memastikan, membuat seluruh atensi orang - orang di sana mengarah pada pria yang baru saja mengajukan pertanyaan , sedang kan reaksi ke2 pria itu sangatlah berbeda yang satu heran dan yang satu lagi nampak tenang karena tahu apa maksud pertanyaan itu.
"apa maksud mu tuan zo ?"tanya yigaz heran yang kini tengah duduk di samping sang ketuan dan menatap tajam pria yang ia pangil tuan zo tersebut.
"aku dengar bahwa cucu mu masih hidup apa itu yuan ?" tanya nya sekali lagi , ia memastikan bahwa rumor itu benar atau tidak , ia sudah lama ingin menumbangkan kepemimpinan dari cleo dengan menghilangnya jhonatan dan terbunuhnya cucu kesayangannya cleo maka ia mau tak mau harus mengakat ketua yang baru untuk memimpin black jade dan black market mereka rissing hell , jika dia mampu menumbangkan cleo maka ia dengan mudah menguasai seluruh jaringan hitam maupun putih dengan mudah .
"ho... jadi kau membututi tuan cleo selama ini tuan zo " kata yigaz sembari memandang remeh pada kepala keluarga zo tersebut , tebakan yuan selama ini tepat banyak penghianat dan mata - mata dari kubu musuh , ia mengatakan jauh sebelum tragedi itu terjadi . awalnya mereka tidak percaya tapi lama - kelamaan rissing hell menjadi tidak terkendali dan banyak serangan terjadi melalui internet crak maupun hack , mereka sudah membereskan beberapa orang yang terbukti menhianati rissing hell dan black jade . mengetahui bahwa ia terlalu gegabah akan pertanyaannya.
"bu...bukan begitu banyak bawahan yang mengatakan bahwa yuan telah di temukan " elaknya , lalu ia meminum sedikit wine nya untuk menekan rasa cemas yang mendadak menderanya itu, cleo menyeringai sedikit ia tahu ada seseorang lagi selain tuan zo yang menjadi mata - mata di dalam kubunya , ia dengan santai menakupkan tangannya di depan bibirnya , dengan rupa datar dengan penuh arogansinya ia melihat yigaz sekilas , dan di tangkap baik oleh sang tangan kanan nya ini.
"ho.... kau yakin bawahan mu atau ...." ucap yigaz menyeringai ketika melihat tuan zo semakin berkeringat dingin .
ctik
srak....bruk!!!! , satu jentikan jari dari yigaz dari atas atap jatuh seorang pria dan wanita yang masih hidup dan sekarat akibat siksaan yang mereka terima
"ampun tuan ... saya sudah mengatakan yang sebenarnya " rintih seorang wanita yang di patahkan kedua kaki dan sebelah tangannya .
"katakan pada ku siapa yang menyuruh kalian ?" tanya cleo dengan nada datar nan dinginnya seketika membuat seluruh isi ruangan yang tadi penuh dengan bisikan kini menjadi hening seketika .
"kami di suruh oleh tuan zo .... kami di suruh mengikuti anda berdua dengan imbalan yang besar tuan " jelas pria yang kini merintih kesakitan karena kehilangan 10 jemarinya .mendengar itu mereka semua terkejut bukan main atas apa yang mereka dengar .
"ka...kau ...." tuan zo yang sendari tadi pucat semakin memucat saat pandangan mereka bertemu satu sama lain .
"terkejut tuan ? jangan kira kami tidak tahu pada siapa kamu berkolusi dan bekerjasama ?!" ejek yigaz membuat amarah tuan zo tersulut dengan cepat , belum sempat ia memaki yigaz sebuah tembakan di udara begitu nyaring terdengar
"aku kecewa terhadap mu kau dengan berani menetang black jade dan menjadikan yuan sebagai umpan ! lancang !" ucap cleo dingin , ia benar - benar marah akan apa yang ia buktikan ini , seharusnya ia memperketat lagi aturan di rissing hell maupun black jade . ia benci penghianatan .sedang kan tuan zo yang sudah ketahuan pun segera bangkit berdiri .
brak !!!!
"sialan aku hanya bertanya tentang hal itu kenapa kamu keterlaluan cleo !" tuding tuan zo yang hanya di hadiahi muka marah oleh sang tertuding .
"kau masih mengelak dengan barang bukti yang di depan mata ?!" ucap cleo dengan amarah yang sudah di ujung kepala .
ia berjalan mendekati 2 bawahan tuan zo tersebut dengan sebilah pedang yang ada di tangan nya .
"ampuni kami tuan tolong bebaskan kami ..."
"bebas baik lah akan aku beri kebebasan "
syut....syut...cras....cras...bruk...bruk
suara ayunan pedang yang cepat membuat 2 orang itu diam seketika orang- orang yang di sana menjadi pucat dan ketakutan , dalam hal ini mereka berasumsi ' mengagu cleo sama halnya cari mati' ucap iner mereka serepak.
melihat itu semua tuan zo hanya berdecih ia bangkit berdiri dari kursinya untuk beranjak pergi.
__ADS_1
"pih kalian akan menyesal akan hal ini !" ucapnya lalu berjalan menuju pintu keluar ,belum sempat dia keluar ia telah di hadang oleh para bodyguard yang berjaga di depan pintu .
"minggir kalian aku maulewat !" bentak tuan zo dengan nada penuh akan rasa marah yang kental , tidak ada yang beranjak semua bodyguard itu masih berdiri menahan tuan zo di tempat .
"APA KAU TULI HAH MINGGIR !!!!!" bentaknya lagi dan masih sama tidak bergeming takut maupun mundur .
"wow kenapa buru - buru tuan apakah kau bisa dengan mudah keluar dari sini ?" tanya yigaz remeh , menyigung baba cleo sama saja dengan penghianatan dan penghianat tak akan pernah di ampuni .
"takap dan cari tahu siapa orang di balik penghianat ini " perintah cleo sembari duduk dan mengelap tangan yang berlumuran darah tersebut ,.
tampa perintah dua kali para bodyguard tersebut mencekal dan menyeret tuan zo keluar ruangan dan membawanya ke tempat introgasi sesuai araha sang ketua .
"APA AKU BUKAN PENGHIAT .... AKU BUKAN HEY KALIAN TIDAK MENDENGARKAN KU AKU TUAN KALIAN SEHARUS NYA KALIAN PATUH PADA KU !!!!!" teriakan tuan zo mengema memantul di sepanjang diding lorong dan menghilang saat pintu ganda nan berat tersebut tertutup rapat .
mereka yang melihat dan mendengar apa yang terjadi membukam bibir mereka rapat - rapat .
"ingat jika hal ini tersebar keluar maka hukuman paling ringan adalah pemotongan lidah dan pemusnahan seluruh keturunan " kata cleo dingin yang hanya di angguki oleh mereka semua dalam satu gerakan 'baba cleo memang menakutkan aku akan melaporkan kejadian ini pada tuan ' batin pria yang sendari tadi diam tersebut , ia mengirim sebuah pesan ke tuannya dengan cepat ,tampa ia sadari sepasang mata meliriknya tajam .
yigaz yang menyadarinya hanya diam ia menunggu intruksi dari boss besarnya itu , cleo menatap sekilas yigaz seolah berkata 'buntuti dia cari tau tuan yang ia ikuti' ,dan hanya di angguki oleh yigaz, dan rapat itu di tutup dengan ketegangan yang terjadi di antaramereka .
dilain tempat tepatnya di gedung kelas A2 ,nampak semua siswa nampak fokus mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru mereka , kecuali seorang gadis manis yang memandang keluar jendela dengan pandangan kosong nya itu .
"hey nunna kau ok ?" pertanyaan dari key menyadarkan ia dalam dunia nyata menarik dan membuyarkan segala pikiran yang tadi bersliweran secara random di kepalanya .
"ah ...ha ?" balasnya ketika sebuah tarikan pada lengan bajunya dan membuyarkan seluruh lamunannya .
"aku tanya kau ok ada apa dengan mu hari ini tak biasanya ?" tanya key ulang sembari menatap penuh kepada sang nunna .
"ntahlah key ... " jawabnya ambigu , membuat key mengerutkan kening nya dalam , tak biasanya sang nunna melamun karena percuma juga membujuknya . tak berapa lama bel berbunyi menyadarkan lexsa , ia berjalan dengan santai memasuki taman belakang baru beberapa langkah ia menghentikan langkah kakinya saat ia merasakan sebuah tepukan lembut mendarat di bahunya , gadis itu menoleh dan melihat wanita yang diam - diam menyukai key tersebut .
"ya ? ada apa ?" tanya lexsa to the point ketika jalannya di halangi oleh seorang gadis yang malu - malu berdiri di hadapannya ini .
"ani...aku mau minta tolong pada mu apa boleh ?" pintanya lalu menatap lexsa melas , ia tidak tahu jika lexsa amat teramat malas tentang apa yang akan terjadi selanjutnya .
"langsung saja to the point " ucapnya dingin
srak ....
satu buah amplop berwarna biru dan pink tersodorkan di hadapannya sembari membukuk ia berkata .
"tolong berikan ini ke key " pintanya sembari menahan getar rasa takut bercampur malu saat mengatakan itu , ia tidak berani menatap lexsa lagi .
"kenapa tidak memberikan nya sendiri ?" tanya lexsa heran , ia menyandarkan tubuhnya ke tembok kelas yang ada di belakannya .
"malu ? kenapa musti malu kan kamu berpakaian rapi selayaknya orang pada umum nya ... "ucap lexsas sedikit kesal ia melihat lagi gadis di depannya ini .
"takut ? apa key akan memukul mu ketika kamu akan menyerahkan ini ?" tanya lexsa lagi dan hanya di hadiahi gelengan kecil dari gadis itu , membuat lexsa menghela nafas malas .
"kalau begitu berikan sendiri kepada orang nya ... yakin lah key bukan orang sepicik itu hingga dia melukai mu kok " sambung lexsa sembari menyandarkan tubuh nya di tembok lorong sembari memperhatikan gadis yang kini tengah menuduk takut dan memeras pelan jemarinya .
"ehm.... etto.... maaf kak kalau permintaan ku membuat mu tergangu " katanya gugup lexsa memandang sekilas lalu mengaguk sebagai jawaban .
"tak perlu minta maaf kamu tidak bersalah , aku hanya malas menjadi cupit , kalau begitu aku pergi dulu good luck for your love " ucap lexsa sembari meningalkan gadis itu sendiri .
ia sampai di taman dengan tenang ia duduk dan menyerupit susu kotak yang ia bawa tadi sembari memikirkan dokumen yang ia baca semalam , di dokumen itu seperti terdapat pesan yang di sembunyikan oleh seseorang , lexsa masih melamun tampa menyadari jika gendis berada di samping nya .
"nona "
"apa kamu sudah mendapatkan alamat yang aku minta ?" tanya lexsa sembari memejamkan matanya , ia lelah banyak kejadian yang tidak terduga belakangan hari ini .
"ya , dan saya telah memastikan bahwa dia tinggal di daerah tersebut " balas gendis sembari menyodor kan kertas yang di minta lexsa .
"hg.... baiklah kirim no itu ke ponsel ku , nanti akan aku hubungi sendiri " ucapnya sembari membaca laporan yang ada di tanggan nya kini .
well ternyata bukan liong saja yang ingin merebut nano zero ternyata , banyak pihak yang mengiginkan nya .
"baik nona " ucapnya setelah gendis pergi nampak niel mendekati lexsa sembari membawa kotak berwarna hitam yang ia minta untuk di bawa .
"nona ini kotak yang anda minta " ucapnya sebari memberikan kota hitam dengan ukiran rumit yang kini di bawa niel tersebut .
"apa kau di buntuti seseorang ketika kemari niel ?" tanya lexsa sembari melirik sekilas siluet yang mengintip di balik jendela ruang kelas , 'ku pastikan kau akan sekarat kali ini ' batin lexsa sadis lalu beralih kearah niel yang tengah mengelengkan kepalanya tersebut .
" kau yakin ?" tanyanya meyakinkan
"tidak saya kesini sendiri dan tidak ada orang yang tahu" ucap niel tegas membuat lexsa mengaguk kan kepalanya saja .
"bagus bawa kemari " ucapnya ,niel mendekat ekor matanya melihat 1 lensa kamera tengah membidik ke arah mereka seringai tipis tercetak jelas di bibir lexsa .
"untuk apa nona membutuhkan kota yang berisi virus es itu nona ?" tanya niel penasaran , ia yakin tuannya ini memiliki maksud lain yang tidak terduga.
"menangkap pencuri " jawabnya singkat dan hanya di hadiahi kerutan di kening niel yang nampak kebingungan
__ADS_1
"ingat pesan ku niel jangan biarkan orang lain tahu masalah ini tampa terkecuali cukup kamu dan aku saja" kata lexsa penuh dengan nada serius , me.buat niel yang tadi kebingungan kini hanya diam dan patuh mendengarnya .
"baik nona "
"pergilah aku masih ingin disini " perintah nya setelah niel pergi lexsa masih menikmati udara siang yang sejuk , " ah sayang sekali hari yang tenang ini akan berahir " gumanya pada diri sendiri .
tak berapa lama ponselnya pun berdering tanda pangilan masuk , ia menyerigai saat tahu siapa yang menghubunginya .
"thank you for calling lexsa speaking " sapanya ketika memberi sambutan
"yuan...is me ..."
"well i know is you , chatarina wilson liong "
"...." gadis yang di sebrang pun tersentak saat lexsa menebak dengan tepat namanya , gadis itu tersenyum puas saat mendengar itu ' memang gen bibi hyujin sangat lah mengerikan ' batinnya .
" why im suppersing you " lanjut lexsa saat dia rasa tidak ada sahutan dari seberang sana .
"not to much lexsa , not bad your vision is very sharp as always " pujinya lagi , seringai di bibi r lexsa makin melebar .
"well, apa yang membuat mu memutuskan menghubungi ku terlebih dahulu ?"
"kerja sama "
"ho.... menarik mari kita bertemu dan saling mengenal "
"fine , we are meet in riot hottel no 1235 at 20.00 pm , i'll waiting for your come "
"sure see you " ucapnya setelah menutup telphone nya ia bergegas ke kelas saat ia melewati lorong kelas tingkat 1 ia merasakan pungungnya di tatap dengan tajam oleh seseorang ia menoleh dan melihat sepasang manik mata bersoflanse merah menatapnya , ia memalingkan wajah nya lagi kedepan tampa sadar seringai tipis tercetak di bibir nya 'ho... jadi mereka sudah berani masuk eoh ' batin lexsa .
waktu menujuk kan pukul 4 sore para siswa dan siswi bersiap untuk pulang ,bel yang mereka tunggu pun berbunyi nyaring membuat para murid pun berhamburan keluar . nampak di meja lexsa masih menunggu key yang sedang ke toilet , ia menunggu sembari mendengarkan musik lewat aerphone nya , tak lama seseorang masuk membuat lexsa membuka matanya ia melihat orang tang tadi menatapnya .
"ada apa ?" tanya to the point milik lexsa hanya di balas delikan tajam daro sang lawan bicara.
"kau tidak mengenali ku ?" bukanya menjawab malah bertanya balik , ' yaish kenapa hari ini aku bertemu begitu banyak orang menyebalkan sih !!!' batin lexsa dongkol.
"what do you mean ?"
"you really dont know me ?"
"jika kamu berbicara ngelantur lebih baik kau pergi " belum sempat lawan bicaranya bersuara key datang dengan wajah sumringah nya masuk ke kelas dan merebut atensi dari lexsa .
"yo kau lama sekali " protesnya sembari bangkit dan membereskan meja nya .
"ahhahaha maaf nunna , oh hai kamu siapa ? apa kamu bukan anak baru ?" ucapnya cagung sadar akan sesuatu lexsa menatap datar key
"bukan siapa - siapa " ucapnya lalu pergi dari kelas tersebut menyisahkan tanda tanya besar di benak key .
"ayolah aku sudah lapar ... dan ingin pulang " ucap lexsa sembari meninggalkan kelas dan key yang masih kebingungan sadar dirinya di tinggal ia bergegas menyusul jejak lexsa untuk keluar kelas .
melihat lexsa yang berlalu begitu saja membuat dia marah dan mengepalkan tangannya erat
"sial akan aku buat kau mengigat ku kembali yuan !!!"
.............
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
__ADS_1
...BY .BLACK ICE _B.I...