Black Butterfly

Black Butterfly
NEXT STEP IS NOTHING !!!!


__ADS_3

catherina nampak berdiri gelisah ia merasa tidak tenang ia menunggu kabar dari zuhat mengenai nasip sang ayah , saking khawatirnya ia tidak menyadari bahwa lexsa tengah berdiri di depan pintu ruang tersebut .


"kak zuhat belum memberi kabar ?" pertanyaan itu mampu membuat chatarina menoleh kearah lexsa , dan hanya mengaguki pertanyaan tersebut .


"aku kira dia masih berbicara dengan ayah mu jadi sabar lah " lanjutnya sembari masuk dan duduk di sofa ruang tersebut. chatarina yang melihat hal tersebut pun mengikuti jejak lexsa mereka duduk berhadapan .


"kenapa kau masih nampak tenang bukan kah jerad masih bebas di luara ?" tanyanya sembari menatap lexsa , dan hanya sebuah seringai tipis yang menghiasi bibir cantik itu ia tahu jika chatarina akan menanyakan ini .


"so ..."tanya chaterina penasaran lexsa hanya terkekeh geli melihat wajah penasaran itu ,ia meminum teh yang di seduh oleh pelayan tadi dengan tenang ia meminumnya .


"do you have any plan young master ?" tanya chaterina kembali ,dan lexsa hanya tersenyum simpul 'seriusan aku penasaran kenapa aku jadi tidak tenang ' ucap iner chaterina bimbang ,ia masih menunggu jawaban dari lexsa atas pertanyaanya itu .


" yes i have " jawab lexsa pada ahirnya membuat chatarina menjadi semangat kembali .


"really what ?" tanyanya dengan antusias dan kini ia lebih dekat dengan nya .


"nothing " jawaban lexsa membuat chatarina memandangnya heran , ia tak habis fikir apa yang di lakukannya kedepan , ternyata benar kata bawahan lexsa jika tuannya ini sulit di prediksi .


"hu ?kau bercanda ..."


"no . we are do nothing just stay like that " tandas lexsa sembari berdiri dan bergegas menuju keluar ruangan tersebut ia berhenti sebentar dan menoleh menatap chatarina yang membuat gadis itu bingung akan senyum misterius yang terpapang di depannya ini .


"pick up your phone zuhat calling you ,see you next time chatarina jiejie " ucap lexsa sembari berlalu tepat saat lexsa keluar hp miliknya berdering dan benar saja zuhat lah yang menelphone nya ,ia menatap pintu itu dengan tercengan tersadar akan sesuatu ia pun mengangkat telphone nya .


di lain tempat tepatnya di distrik kota negara x nampak ramai seperti biasa nampak di sebuah mansion elit dengan interior gaya victory nya berdiri gagah dengan pilar - pilar besar yang menyanga nya ,banyak penjaga yang berjaga dengan senjata laras panjang nya .


di ruang baca mansion tersebut nampak sang tuan rumah tengah membaca dokument yang telah dia minta beberapa waktu yang lalu , tak berapa lama pintu itu di ketuk oleh seseorang yang membuat pria itu mengalihkan pandangannya .


"masuk " perintah nya dengan suara beratnya itu , tak lama seorang pria muda dengan setelan jas formalnya memasuki ruangan tersebut .


"cadhies... ada apa kau kemari duduklah dulu " ucapnya sembari mempersilahkan dia duduk,pria muda dengan wajah dingin itu hanya diam dan duduk di sofa ruang kerja tersebut .


"apa yang membawa mu kesini tidak mungkin ini masalah kecil bukan " tebak pria tersebut ia sangat mengerti perigai putra semata wayangnya ini , putranya ini berubah menjadi dingin dan tak berperasaan saat ibunya meningal dalam kecelakaan pesawat saat ia masih kecil mengasuh dan melatih cadhies membuat ia hapal betul apa keinginan dang anak .


"aku kesini untuk meminta mu suatu hal " tebak pria itu sedangkan cadhies hanya diam saja ,


"apa itu ?" tanyanya kembali setelah beberapa saat hening dan cadhies menyodorkan 2 dokumen pribadi milik putri angkatnya dan temannya yang bernama tria .


"aku ingin kau melatih zharah dan tria " ucap cadhies to the point membuat yigaz pria tadi menatap putranya lama ,menilai bahwa permintaannya bukan lah lelucon semata .


"kau yakin nak ...apa kau sudah mendiskusikan masalah ini dengan yuan ? kau tahu bukan yuan seperti apa ?" tanya yigaz sangsi bagaimana pun jika yuan belum mengetahui planing dari cadhies maka ia tidak berani mengambil keputusan , amukan lexsa adalah hal yang paling ia hindari selama ini .


"ya aku tahu tapi jika mereka tidak dilatih maka mereka menjadi tidak terkendali " jelas cadhies yang membuat yigaz semakin binggung atas penjelasan anak semata wayangnya ini .


"apa maksud mu ?" ucap yigaz sembari menatap binggung cadhies ,sesaat ia menghela nafas sejenak dan memulai menceritakan segalanya ke ayahnya ini .


FLASHBACK ON


setelah mengetahui adanya penyerangan yang akan terjadi cadhies dan chatarina bergegas ke mansion kim tepat sampai di sana ia melihat banyak bawahan liong yang mengepung gendis dan gion mereka nampak kewalahan tampa babibu lagi cadhies membantu mereka dan membereskan anak buah lainnya , baku hantam pun tak terelakan setelah berhasil melumpuhkan anak buah liong ia dapat melihat jeffry yang nampak mengambil nafas nya 80 orang melawan 5 orang beruntunglah bagi mereka saat cadhies datang dan dengan ganasnya membabat habis mereka .


"kak dimana mama,papa dan zharah ?"tanya cadhies sesaat setelah mereka menghabisi anak buah liong .


"mereka..." belum sempat jeffry menjawab sebuah debuman keras terdengar di dalam mansion membuat mereka semua terkejut ,


"gendis, gion aku serahkan sisanya kekalian ayo kak ikut aku " ajak cadhies masuk kedalam ,mereka memasuki mansion tersebut nampak mayat bergeletakan dengan luka robek rapi yang menyayat di sekitar leher anak buah liong tersebut di tengah ruangan nampak zharah mengegam katana yang entah ia dapat dari mana tengah berdiri tegag melindungi hyonji dan yaer yang berdiri di belakang punggung mungilnya .


"zharah....kau..." ucapan jeffry terpotong saat zharah dengan tegasnya menodongkan katananya kearah mereka berdua ,sontak membuat jeffry mengakat tangannya keatas , agar zharah tidak melakukan tindakan yang lebih gila lagi .


"berhenti !!! atau kau juga bernasip sama dasar orang jahat!!!! " teriaknya kalap sembari mengayunkan katana tersebut kesembarang arah ,melihat hal tersebut cadhies memahami bahwa yang mereka hadapi kini bukan zharah melainkan sisi lain dari gadis mungil itu yang selama ini ia pendam .

__ADS_1


"wait kak biar aku yang mengurus putri ku " ucap cadhies sembari menepuk pundak milik jeffry , melihat hal itu jeffry mengaguk lalu mundur perlahan membiarkan cadhies berjongkok di depan zharah .


"baby .... sayang ...ini papa apa kau ingat .... turunkan senjata mu ok " ucapnya perlahan namun pasti kesadaran zharah kembali dan dia segera melempar katana tersebut kesembarang arah dan berlari memeluk cadhies.


"huaaa......papa kenapa lama sekali hiks ...hiks...hiks....hua...." tangisan itu pecah seketika nampak raut lega menghiasi raut wajah 3 orang dewasa di sana .


setelah tenang zharah nampak tertidur akibat kelelahan cadhies mengendong zharah yang tertidur dengan pelan ,


"ma pa kalian tak apa ?" tanya jeffry sembari mendekati.ke 2 orangtuanya


"kami tak apa hanya sedikit syok atas penyerangan ini "


"lebih baik kita pergi dari sini , takutnya anak buah liong masih berdatangan untuk menyerang "


" baiklah nak ayo aku harap lexsa dan jordan baik - baik saja "


"mama tenang saja mereka pasti bisa menangkap liong " ucap jeffry penuh percaya diri ,mereka berjalan keluar dan menaiki mobil yang sudah di siapkan nya mereka keluar dengan iringan para bodyguard yang terlatih untuk menuju villa yang sudah di siapkan lexsa untuk mengamankan mereka .


FLASHBACK OFF


setelah mengetahui hal tersebut nampak raut tak percaya dari yigaz , ia mencerna apa yang baru saja ia dengar ,kejadian itu sama persis dengan kejadian di mana lexsa tampa sengaja membantai maid yang bekerja di mansion kim dulu , orang yang selamat akan insiden tersebut bahkan tidak berani membocorkannya keluar .


"untuk masalah ini aku akan mendiskusikannya dengan baba cleo terlebih dahulu tapi kamu tak perlu khawatir akan hal itu "


"baik terimakasih ayah kalau begitu aku pamit permisi dulu selamat siang " ucap cadhies yang hanya di angguki oleh yigaz , pria itu bersandar di kursi meja kerjanya dan menatap sebuah bingkai foto kecil keluarga bahagia yang terbingkai apik di meja tersebut ,ia menatap sosok wanita cantik dengan rambut hitam panjang dan kulit sawo matang tak lupa mata cantik yang berbinar yang menatap kearah kamera tersebut .


ia mengelus foto tersebut dengan pelan ,


"sayang anak kita sudah dewasa andai saja kamu di sini " gumam yigaz sembari tersenyum pahit .


sedangkan disisi lain nampak cozi dan kun tengah sibuk dengan nano zero dengan teliti dan hati - hati mereka melakukan uji coba waktu menujukan pukul 3 dini hari mereka terus bergelut dengan pekerjaan tersebut .


"apa sudah membuahkan hasil ?" pertanyaan tersebut sontak membuat 2 dokter muda tersebut menoleh kearahnya ,mereka nampak lelah dengan pertanyaan dari sang kepala lab tersebut 'aish wanita tua ini mengagu sekali ' batin mereka kesal , mereka heran sejak kapan lexsa memperkerjakan wanita dengan pakaian kurang bahan ini awalnya mereka tidak curiga namun makin kesini gelagat wanita ini aneh mereka serempak bukam tidak menjawab maupun menangapi wanita di depannya kini .


"apa kalian tuli ! aku bicara kekalian !" bentaknya sontak membuat kun hampir tersulut emosi tapi ia hanya menyeringai saat seseorang menodongkan senjatanya kearah kepala wanita tersebut .


"kau yang buta tidak bisa melihat kerja keras mereka !" balasan sarka itu membuat wanita tersebut berdiri kaku dan tidak bergerak sama sekali .


"nyo..." BANG ! belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya satu buah peluru menembus kepalanya lexsa ,orang yang melakukan hal tersebut dengan santai mengelap tangannya yang terciprat oleh darah milik wanita tersebut semua orang menghela nafas lega atas apa yang di lakukan lexsa mereka seolah berterimakasih atas kejadian ini .


"ada apa dengan kalian ,kenapa tidak melapor terhadap ku ?" tanya lexsa dengan tegas membuat semua orang di sana menunduk takut .


"kami tidak berani nona ...kami di ancam " ucap seorang pria yang entah kapan sudah berada di sisinya kini .


"kun , cozi kenapa kalian diam saja ?" tanya lexsa dan menatap tajam mereka berdua ,cozi hanya mendegus kesal saat menerima tatapan tersebut .


"aku malas berdebat dengannya dia selalu beralasan bahwa kamu lah yang menyuruh kami untuk kerja terus menerus lexsa kami juga punya batas maksimum " terang cozi yang hanya di angguki oleh kun dan yang lain .


"he ? dan kau percaya dengan apa yang ia katakan ?" tanya lexsa sembari menyeringai kecil yang tak luput dari mata ke 2 dokter muda tersebut .


"tentu saja tidak kami menjaga nano zero agar tidak tercuri ,dan dia adalah salah anak buah liong "ucap kun kembali


"ho...kalau begitu tangkap dia " perintah lexsa para bodyguard menagkap pria tadi , dan pria itu mulai berontak saat akan hendak di bawa para pengawal .


"apa hey lepaskan aku , nona apa salah ku kenapa aku di tangkap "protes tak terima dari pria tersebut .


"jika kau jujur maka kebebasan menanti mu " ucap lexsa santai sembari melipat tangannya di depan dada.


"introgasi dia jangan.biarkan ia kabur kuras semua informasi tentang keberadaan jerat darinya "tandas lexsa ,membuat pria tersebut terkejut apakah dia sudah ketahuan , setelah mereka pergi barulah lexsa menyuruh para peneliti di lab untuk pulang dan beristirahat selama 1 bulan untuk dispensasi kerja yang over tersebut .

__ADS_1


setelah mereka bubar tinggal kun ,cozi dan.lexsa yang ada di dalam lab tersebut ,


"terimakasih atas bantuan kalian " ucap lexsa membuat cozi dan kun tersenyum senang


"is ok lexsa senang bisa membantu mu setidaknya lebih waspadalah sedikit anak buah jerad sangatlah sulit terdeteksi keberadaannya " peringatan dari kun hanya di angguki oleh lexsa .


"ya kamu benar aku akan lebih berhati - hati lagi untuk kedepannya " balasnya ia memang harus waspada agar kejadian ini tidak terulang kembali .


"nano zero yang di kembangkan dengan tanaman herbal ini sangatlah efektif mereka tidak akan merasakan efek sakit maupun panas , tidak merubah gen maupun merusak jaringan "ucap kun sembari menyerahkan sebuah dokumwn hasil riset yang di terima apik oleh lexsa , ia melihat dokumen tersebut dan melihat perkembangan pengembangan nano zero yang menigkat drastis dari waktu ke waktu .


"well kita bisa menyelamatkan anak - anak itu dan menyadarkan sebagian yang masih kritis " ucapan cozi membuat lexsa berharap demikian .


"baiklah aku percaya pada kalian " ucap lexsa sembari menatap cairan yang berada di tabung reaksi di depannya kini .


di negara K tepatnya di bukit terpencil terdapat satu gubuk kecil yang masih terlihat bagus nampak di sana pria dengan kondisi tubuh yang sedikit membusuk akibat tembakan yang ia dapat kemarin malam membuatnya sangat tertekan .


"bajingan kau anak sial .... ini belum berahir begitu saja !" ucapnya penuh dengan dedam tak berapa lama seseorang dengan pakaian sexy masuk dengan.membawa penawar yang bisa menekan racun milik tuannya .


"ckckck liat diri mu sekarang bukankah kau tak lebih dari sampah jerad " cemoh orang tersebut membuatnya tertawa sinis .


"jika kau kesini untuk menghina ku maka enyahlah " ucap jerad jengah ,tetapi hanya di tangapi dengan tawanya saja .


"jika kau mau bekerjasama dengan.ku.maka aku akan memberikan mu obat ini ,kau tahu ini adalah obat penawar dari racun yang berada di bahu mu jadi bagaimana " tawar wanita tersebut jerad menatap mata wanita tersebut untuk mencari kebohongan dan dapat ia lihat mata yang penuh ambisi tersebut ,


"deal aku harap ini tidak merugikan ku lim !" kata jerad sembari menerima obat tersebut ,satu seringai tipis terpampang jelas di bibir nya


'well setidaknya sekarang aku harus menghancurkan mereka semua dalam 1 kali serang ' ucap wanita yang di pangil lim tadi ,


banyak hal yang akan terjadi ,jika dia mau menang maka dengan cara apapun akan ia lakukan walaupun itu harus mengotori tangannya sendiri dengan darah orang lain , meminjam pisau untuk membunuh orang bukannya sangat menyenanhkan bukan .


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...


...BY .BLACK ICE _B.I...

__ADS_1


__ADS_2