
jordan menatap mayat yang tergeletak di depannya dengan tatapan tak percaya mungkin jika ia lengah maka peluru dan tikaman akan merengut nyawanya , ia tersentak ketika sebuah uluran tangan seseorang yang kini setengah membukuk di hadapannya .
"kau tak apa kak jordan ?" tanya nya sembari melepas topeng dan tersenyum saat melihat rupa terkejut milik jordan
"kau..... yuan kapan kau bangun ?"ucapnya tak percaya ia memeluk erat adik kesayangannya ini, ia pikir lexsa akan lama tertidur seperti apa yang di katakan dokter , ia senang hingga terharu ,lexsa yang merasaakan bahunya basah hanya menepuk - nepuk pundak tegap milik lexsa .
"belum lama ini ayo kak sebelum musuh menyadari bahwa mereka gagal membunuh mu " ucap lexsa yang kini bergegas menuju lab milik liong yang hanya di angguki oleh jordan
"hati - hati di sini banyak penembak jitu milik liong tetaplah merunduk " peringat jordan saat melihat lexsa dengan santainya berjalan di lorong tersebut
"oh maksud mu mereka " tunjuk lexsa mengunakan dagu nya , sejenak jordan menyipitkan pandangannya dan matanya membualat tak percaya saat melihat lambang golden flower dengan nametag khas milik black jade terpapang di setiap dada dari prajurit yang mengegam senapan itu .
"what the.... sejak kapan black jade disini " kata jordan sembari menatap lexsa tak percaya , ia tak habis fikir lexsa menjalankan ini begitu rapi dan teliti , sunguh anak yang mengerikan .
"menurut mu ....sudahlah tak perlu di fikirkan palli atau kita dalam masalah yang lebih besar " ucap lexsa sembari berjalan mendahului jordan , mereka berjalan menghindari dan meleyapkan para penjaga milik liong dengan kecerdasan milik lexsa dan ketangkasan milik jordan mereka sampai pada sebuah laboratorium .
di sana nampak bersih dan peralatan laboratorium nampak normal dan tidak ada yang jangal ,
"sepertinya kita salah masuk "ucap jordan frustasi pasalnya saat dia memeriksa seluruh tempat ini sangatlah bersih dan tidak ada cela sama sekali.
"oh benarkah ?" tanya lexsa ia memperhatikan sekitar dan matanya tertuju pada sebuah lukisan konten porer pada abad 19 tersebut ia memperhatikan dengan seksama lukisan tersebut .
"yup kurasa ini akan sia - sia saja tidak ada yang jangal di sini mungkin dia memindahkan laboratorium dan memusnahkan barang bukti " ucap jordan kecewa , mungkin dia bakal keluar dengan tangan kosong lagi kali ini .
"justru yang tidak jangal adalah hal yang mencurigakan " ucap lexsa sembari meneliti satu persatu benda di depannya hingga ia berdiri tepat di depan sebuah lukisan tua yang nampak seperti hologram untunglah ia berhasil mengecoh dan merentas cctv yang terpasang di sini , ia mengambil belati kecilnya dan ...
ctak !
prak !
zhung!
suara benda terbuka membuat jordan mundur seketika di sana nampak beberapa orang ilmuan tengah bekerja dengan suatu cairan di tangan mereka layar itu menampilkan semua hal yang terjadi , nampak di layar seorang anak kecil di seret dengan paksa walaupun dia memberontak dengan hebat
"TIDAK MAU LEPASKAN AKU "
setelah layar menyala sebuah teriakan anak kecil lah yang menyambut mereka ,jordan mematung melihat apa yang di depannya ini , jadi selama ini liong memantau setiap detail kejadian di laboratorium tersebut.
"tutup mulut mu kau hanya kelinci percobaan disini " ucap petugas tersebut sembari menjejalkan dengan sadis pil yang ia pegang kedalam mulut anak kecil tersebut .
"ahk sak....umbp....uhuk...uhuk...!!!" , anak kecil tersebut nampak di paksa minum oleh pil yang membuatnya tenang seketika .
"cih hanya kelinci percobaan saja berani melawan bawa para kelinci itu kemari " perintah salah seorang dengan nametag dengan jabatan kepala laboratorium ,jordan yang melihat itu hanya megeraskan rahang bawahnya menahan amarah .
"bajingan itu benar - benar membuat ku muak !!!" geramnya , bukan hanya jordan lexsa juga sama geramnya ia mengutuk orang yang membuat anak - anak tak berdosa itu menagung beban fisik yang bahkan tidak layak untuk mereka , di sana ia dapat melihat tria yang terikat sebuah tali di kursi yang telah di seting sedemikian rupa , muka anak itu nampak pucat pasi nampak menahan rasa sakit yang di deranya .
"dok kelinci no 132 ini mengalami penurunan kondisi fisik " lapor salah satu petugas di sana .
"tambah dosisnya kita lihat apakah ini akan membuatnya makin kuat atau melemah " perintahnya sembari membaca setiap laporan yang di berikan oleh bawahannya untuk di tanda tangani .
"tapi dok bukankah kalau di tambah ia akan ..." ucapnya dengan sangsi , ia menatap kasian pada anak kecil tersebut , jika ia menolong subyek tes tersebut maka kematian yang akan menunggunya .
__ADS_1
"jika dia mati mutilasi dia jual organ dalamnya dan jual dagingnya di kebun binatang !" perintahnya yang hanya di angguki oleh bawahannya , mereka yang menyaksikan ini hanya menahan amarahnya , lexsa dengan cekatan memasukan kode dan mengambil segala track record di sana sedangkan jordan memantau dan mengawasi segala pergerakan yang mencurigakan .
setelah menyalin mereka bergegas menuju tempat laboratorium bawah tanah belum sempat mereka masuk nampak para bodyguard dan prajurit milik liong dan jerad datang dan tengah berjalan menjaga laboratorium itu .
para prajurit milik jordan dan black shadow milik lexsa sudah bersiapa mereka dengan cepat melumpuhkan para penjaga itu dengan cepat dan tampa menimbulkan suara sedangkan black shadow berganti menjaga dan menyamar menjadi para bodyguard milik liong dan jerad .
mereka berhasil menyusup keruang di mana liong dan jerad berada , nampak mereka mengawasi dari ruang cctv yang berada di balik diding tersebut .
"bagaimana apa kau sudah menemukan anak itu ?" ucap pria dengan usia masih di antara 22 an yang kini duduk dengan santai memengang
segelas wine nya
"tentu anak itu sedang perjalanan kemari " sahut liong dengan santainya
"aku ingin melihat bagaimana ekpresinya saat mengetahui bahwa keluarga nya binasa karena tidak menyerahkan anak itu " ucap jerad sembari menyeringai ia tahu lexsa sudah sampai di sini ia hanya perlu memancing emosinya lalu menyiksanya sama seperti ayahnya , ia tahu bahwa emosi lexsa sama seperti ayahnya , tapi jerad tidak tahu dengan kematian sang ibu lexsa berubah menjadi dinggin dan tidak memiliki emosi sedikit pun makanya ia bisa menghabisi mereka semua dengan sekali serang .
"sa ,aku akan mengirim bantuan untuk menyelamatkan zhara dan melindungi keluarga " panikan jordan
"jangan terpacing kak , jangan gegabah " balas lexsa yang masih dengan ketenangannya ia tahu pancingan itu tak akan berhasil dan tak akan mempan untuk nya .
"tapi bagaimana jika mereka menyakiti zhara aku merasa tidak tenang !" balas jordan khawatir bagaimana pun zhara adalah keponakannya yang manis .
"itulah tujuan mereka agar kau membuat semua fokus mu keluar dan memancing emosi mu dengan beberapa kalimat saja " jelas lexsa membuat jordan tertegung sesaat ia menatap lexsa ragu .
"tapi ibu ,ayah ,zhara...."
"kau meragukan insting dan kemampuan kak jeffry dan anak buah ku kak ?" pertanyaan tersebut mematahkan semua rasa khawatir nya .
"..."
"jika tidak maka tenang lah mereka bukan orang yang lemah dan zhara tidak lah sebodoh itu untuk memahami situasi anak ku jenius dalam hal ini " keterdiaman jordan hanya di balas helaan nafas dari lexsa mereka kembali meperhatikan layar di depan mereka ini dengan seksama kembali .
"kau tahu dengan berhasilnya kita mendapatkan nano zero kita akan untung 2 kali lipat ,kita bisa menjualnya ke negara tetang " perkataan liong membuat mereka berdua mengeraskan rahang nya , ' cih sampah tetaplah sampah ' batin iner lexsa sembari mengepalkan tangannya erat .
"kau benar negara M kemarin datang dan telah membuat kesepakatan dengan kita"
"mereka penghianat negara ternyata ,mengambil keuntungan dengan menghancurkan generasi muda di mana otak mereka !" geraman jordan hanya di hadiahi senyum miring dari lexsa ia membawa nano zero dengan nya hanya untuk berjaga - jaga dengan adanya negosiasi antara dia dan jerad ,tak berapa lama ia mendapat sinyal dari anak buahnya , lexsa hanya berjalan santai keluar ,jordan mengikutinya dari belakang .
nampak beberapa orang bergegas mencari tempat pembakit listrik di tempat tersebut , setelah menemukannya mereka memberi sinyal 1 sama lain dan dengan serempak memadamkan listrik yang ada di sana .
orang - orang di sana terkejut dan panik ,pasalnya banyak sistem komputer yang mendadak mati dan apabila di hidupkan kembali maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk memulai dan meriset datanya .
di luar ruangan kerad dan liong saling bertukar pandangan mereka menyiapkan senjata masing - masing , jerad hanya menyeringai miring .
"cih tak ku sangka jordan akan melakukan ini " ucap jerad sembari melangkah keluar yang dengan sigap para body guard setianya berkeliling melindunginya , dengan senter dan senjata yang ia pegang .
di kejauhan nampak lexsa dengan tenang membidik pintu keluar dengan senapan pengintainya ia berdiri di atas pohon yang tumbuh rindang di tempat itu .
di sisi lain gee dan gion berhasil menumbangkan musuh yang menyerang di kediaman kim untunglah mereka sudah bersiap - siap akan penyerangan itu , jeffy nampak terengah engah karena melawan begitu banyak musuh .
"tuan anda tidak apa - apa ?"
__ADS_1
"ya aku baik - baik saja ,bagaimana keadaan yang lain ?"
"nona muda ,tuan dan nyoya kim berhasil kami evakuasi sekarang ia berada di paviliun milik nona lexsa "
"bagus mari kita bereskan mereka " ucap jeffry yang di angguki oleh 2 orang tangan kanan dari 2 bos berbeda ini .
mata tajam itu madih mengawasi lewat bidik intai tak berapa lama gerombolan orang keluar dan
BANG ! satu tembakan yang mengenai bahu jerad peluru khusus yang di buat lexsa yang berisi racun pelumpuh yang ampung jika terkena Akan menderita secara perlahan .
suara letusan peluru tersebut di susul dengan suara tembakan dari anak buah jordan yang berhasil menewaskan seluruh penjaga yang mengitari jerad maupun liong , tak tinggal diam mereka membalas tembakan tersebut hingga jerad dengan luka nya dan tak jauh beda dengan lion .
"sial kita telah meremehkan anak ingusan itu !" upat liong sembari mengatur nafasnya
"sial seharusnya kita menghabisi anak itu terlebih dahulu " berang nya sembari merasakan nyeri yang luar biasa di bahunya kini , proses penyergapan itu berhasil tapi sayang saat akan menagkap jerad terdapat bom asap yang di lemparkan kearah para petugas sehingga mereka kelolosan untuk menakap jerat .
tapi hal itu tidak lepas dari sepasang mata tajam yang sendari tadi menatap kejadian itu dari atas pohon ia menatap datar orang yang melempar bom tersebut ia menatap salah satu orang itu dan mengaguk pelan .
setelah kejadian itu liong di bekuk dan di bawa ke kantor polisi sedangkan lexsa ia berjalan turun ke lab untuk membebaskan para tawanan yang ada di sana .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.............................................................. . . ... . . .. .. . ... . . . . . . . . ...。...
...ん...
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
__ADS_1
...BY .BLACK ICE _B.I...