
langit gelap dengan angin yang sedikit kecang hari itu ,rintik hujan membasahi bumi membasahi tanah tenang yang kini menjadi saksi bisu tertidurnya para malaikat kecil yang tidak berdosa itu ,nampak para wartawan dan keluarga terdekat yang menyasikan tersebut menangis , menangisi berpasang - pasang malaikat kecil yang blm melihat indahnya dunia harus pergi untuk selamanya .
nampak di kerumunan tersebut berdiri kaku tampa perlindungan apapun menatap kosong prosesi pemakaman mereka , ia menatap kosong saat tanah itu menutupi tempat beristirahat gadis mungil yang tertidur dengan damai di dalamnya , hujan deras membasahi tubuhnya tapi ia tidak memperdulikannya .
tak berapa lama para pelayat tersebut perlahan meninggalkan area pemakaman dengan berpayung kesedihan , ia masih berdiri di depan makam gadis tersebut , makam yang menjadi saksi bisu betapa kejamnya dunia yang ia jalanin andai ia tepat waktu ,mungkinkah ia bisa menyelamatkan gadis tersebut .
ia melihat kedua tangannya dan menakup wajahnya menyesali karena ia gagal menyelamatkannya ,hingga ia tersadar bahwa hujan tidak lagi membasahi tubuhnya , dia berbalik dan dekapan hangatlah yang ia terima , sebuah dekapan penuh perlindungan setelah pelukan sang ayah ,dekapan milik prianya yang sendari tadi melihatnya dari kejauhan ,membiarkan wanitanya .menyendiri disana karena ia tau wanita itu butuh tempat tersendiri untuk tenang .
"aku...gagal.....cadhies ah....aku....gagal ...."rintihnya dengan suara parau yang cadhies dengar ia diam dan membiarkan wanitanya menumpahkan segala hal yang mengajal di hatinya , ia mengakat bridal tubuh lexsa dan membawanya kembali ke kondominium miliknya .
di tempat lain nampak zutto tengah memeluk tubuh ringkih sang adik setelah insiden penyelamatannya kemarin ia sangat lega dan juga khawatir lega sang adik baik - baik saja dan khawatir akan nasib nya kedepanya bagaimana pun penghianat harus mendapat hukuman mati dan itu sudah tertera secara lisan saat ia melihat kearah pintu nampak niel berdiri dengan santainya .
"kau di cari nona besar " ucapnya datar enggan menatap mantan sahabatnya ini , ia salah menduga ia kira orang yang ia beri titel sahabat itu berani menghianati kepercayaannya dan juga tuannya , ia tahu kalau zutto terpaksa melakukan ini tapi hatinya sudah mengeras untuk mendengarkan apalagi menerima alasan yang terlontar , dengan hela nafas singkat dia hanya mengaguk , saat akan beranjak sebuah tangan ringkih mengegam erat bajunya .
"kakak mau kemana ?"
"kamu di sini lah dulu aku tidak akan pergi jauh "
"tidak mau .... tidak mau...jangan tinggalkan aku ... "
"hey be good boy ok , you will be save at here "
"uh...baiklah aku percaya kakak akan kembali " ucapnya sembari melepaskan tautan tangan nya tersebut .
zutto berjalan di lorong menuju tempat di mana sang nona tengah berdiri dengan tegak nampak raut cemas menghiasinya , di sana ia juga bisa melihat baba cleo dan tuan besar anarta yang menatapnya tajam ,ia tahu sekalipun sang nona memohon maka hukuman tetaplah hukuman itu yang di terapkan di black jade siapa pun yang melangar akan terkena hukuman apalagi yang ia lakukan adalah penghianatan .
"kau tahu bukan kenapa kau di pangil di sini !?" ucapan tegas baba cleo merupakan alaram kematian baginya .
"ya saya tahu dan saya siap menerima kosekwensi nya" ucapnya tegas terselip nada takut yang ketaran di sana , niel yang berada di sana hanya bisa menatap datar mantan sahabatnya ini ,jujur ia tidak akan pernah sanggup melayangkan senjata hukuman yang ia pengang kini ia meremat keras cambuk tersebut .
"jika kau tahu kenapa kau berhianat !" geraman tersebut membuat para bawahannya mengkeret takut amukan baba cleo jauh lebih menyeramkan dari pada hukuman yang di terima , para assasing yang berdiri di sana hanya mengkeret ketakutan , baba cleo walau terlihat seperti orang yang lembut ia adalah orang yang tegas dan kejam dalam hal peraturan .
"dengar ! dia adalah penghianat dalam black jade aku disini untuk memperingatkan kalian jika kalian masih berani menghianati black jade maka berfikirlah 2 kali !" seru yigaz , mereka hanya menunduk takut .
"beri dia 1000 cambukan perhari jika ia bisa bicara jujur maka kurangi 1 cambukan jika ia berbohong tambah 100 cambukan " ucapan baba cleo menjadi perintah mutlak dan tidak terbantahkan lagi , lexsa hanya bisa memejamkan matanya , ketika cambukan itu di mulai ia memilih keluar dari ruangan tersebut tampa mengindahkan tatapan nanar yang menatap punggung nya 'bahkan nona besar begitu kecewa terhadap ku ' batin zutto miris , niel hanya menatap kepergian lexsa dengan kecewa dan melanjutkan tugasnya kembali .
ia menatap kosong pada pemandangan di luar jendela mansion kim , ia memejamkan mata saat ingatannya kembali ke tempat mereka masihlah anak - anak masih belum mengerti betapa mengerikan dan kerasnya kehidupan yang akan mereka lalui .
FLASHBACK ON
langkah kaki kecil itu nampak antusias menuju ke tempat gedung yang banyak di huni oleh anak - anak kecil seumurannya , ia senang dan berharap mendapat teman baru .
"sayang jangan berlari tenanglah sedikit " peringat seorang wanita cantik yang di belakang putrinya ini ,wanita yang menyadang gelar dokter dan istri dari ceo kim corp ,siapa lagi kalau bukan hyunji jung ,wanita ini mengunjungi panti asuhan yang ia dirikan bersama sang suami hari ini adalah hari di mana mereka berkunjung untuk melihat dan menambah beberapa fasilitas yang ada di panti tersebut .
"ayo mama ,yuan sudah tidak sabar ...." ucap gadis mungil tersebut dengan wajah antusias membuat hyunji tertawa pelan melihat tingkah putri semata wayang nya ini .
"sayang turuti mama mu jangan sampai terluka arra " suara berat yang sendari tadi diam kini mulai angkat bicara melihat kelakuan sang anak yang hyperaktif tersebut , sang ayah yang dingin dan tidak banyak bicara pemilik kim corp dan juga mantan seorang jendral tingkat atas itu yang mampu di taklukan dan bertekuk lutut oleh ketanguhan dan kecerdasan seorang hyunji , siapa lagi kalau bukan alexsander kim
"humb....baik lah ...." kata yuan setengah mengerutu tersebut , hyunji hanya terkekeh pelan melihat tingkah merajuk sang anak .
"yuan..." ucapan tegas sang papa membuat yuan menatap malas pria yang nenyadang status sebagai ayah kandungnya ini .
"ish iya yuan dengar papa " ucapnya kesal sembari cemberut di sana mereka tidak lah sendiri ,mereka melihat mobil milik keluarga anarta yang terparkir begitu juga keluarga lim juga hadir ouh tak lupa sang ayah mertua juga hadir ternyata .
"ayah jadi datang ?" tanya ale kepada hyunji wanita itu memandang ale sebentar lalu mengaguk
"ya , yigaz sudah memberitahu mu semalam kau lupa ?" heran hyunji ,merasa bodoh karena melupakan sesuatu ia menepuk jidat nya sendiri .
"ouh shit aku lupa !" serunya ia mengusak wajah nya dengan kasar
"sudahlah kita kesini untuk mengunjungi dan memberi beberapa fasilitas bukan "ucap hyunji menenangkan sang suami yang hanya di angguki olehnya .
yuan yang sendari tadi diam di gendongan sang ayah kini nampak memperhatikan sekitar ia dapat melihat chatarina jiejie ,kakak tertua yang mengajarinya bernyayi kemarin gadis berusia 17 tahun itu nampak tersenyum padanya ,yuan pun tersenyum senang dia juga melihat sang kakek dan juga cadhies disana .
"mama apakah kita akan bermain bersama ?" tanya yuan dengan nada polos dan mata yang berbinar cerah membuat sepasang insan itu hanya terkekeh geli mendengarnya .
"kkk... anak manis kamu tenang saja ne .... kita harus menemui ibu panti dulu " ucap sang ibu sembari mengelus rambut yuan dengan sayang ,gembungan di pipi sebagai jawaban dan kecupan dari sang ibu yang ia terima , mata cantik itu mengalihkan pandangannya dan mengarah ke halaman luas di sana yang penuh dengan mainan membuatnya semakin antusias.
__ADS_1
"mama bolehkah aku bermain di sana ?" tanya yuan penuh semangat bahkan ia mengerak kan tubuhnya yang di tahan dengan apik oleh sang ayah .
"tanya papa mu " goda hyunji dan mengedipkan sebelah matanya kearah ale yang nampak memutar bolamatanya tersebut 'dasar nakal' batin ale yang kini menatap hyunji yang mengedikan bahunya .
"papa boleh kan ....ya...ya...yuan janji akan jadi anak yang baik ...." pinta yuan dengan mata yang berbinar - binar dengan tampang raut memelas membuat ale memejamkan matanya untuk tidak luluh akan permintaan sang anak .
merasa di abaikan tangan mungil itu mengapai pipi sang ayah dan menarik nya dengan pelan .
"ish papa .... boleh ..." rengeknya dan hanya gelengan yang yuan dapat sontak penolakan itu membuat mata yuan berkaca - kaca ,sadar yuan akan menangis hyunji mencubit pingang sang suami dan mendelik kearahnya ,ale yang meliahat sang putri hampir menangis pun luluh seketika .
"aish anak ini .... baiklah tapi ingat tidak boleh menjahili atau memukul mereka apa kamu paham ?" ucap ale sembari menurunkan yuan dari gendongannya .
"aye ! captain !" ucap gadis kecil itu sembari berlari menuju tempat yang sendari tadi menjadi pusat perhatiannya .
gadis itu mendekati 2 anak laki - laki yang berada di kotak pasir tersebut ,
"hai boleh aku bergabung dengan kalian ?" pertanyaan tersebut membuat kedua anak tersebut menoleh kearah yuan kecil yang kini tengah berdiri di samping mereka , 2 orang tersebut bereaksi berbeda yang satu tetap bertampang datar dan yang satu lagi seperti bunga matahari penuh senyum dan ramah .
"tentu saja semakin banyak orang semakin bagus " ucapnya penuh dengan semangat ,sedangkan yang satunya menatap yuan datar tapi di hiraukannya ,
"wah... terimakasih ..ouh ya aku yuan yu kim pangil saja yuan !"ucapnya antusias
"siapa nama kalian ?" tanya yuan sembari berjongkok di depan pasir yang di buat menjadi benteng tersebut .
"aku hikaru zutto pangil saja zutto salam kenal yuan " ucap anak dengan wajah blasteran westren asia tersebut dengan senyum sumringah .
"ouh zutto ,dan kamu ?" tanya yuan sembari menoleh kearah anak lelaki yang sendari tadi diam tidak menimpali pembicaraan mereka ,merasa di tanyai anak itu menoleh kearah mereka .
"daniel smith " singkat ,padat dan dingin membuat zutto memukul pelan bahu niel untuk memberi tahu bahwa itu kurang sopan .
"huh ? niel " cetus yuan begitu saja m.embuat satu perempatan kecil mampir di dahinya ,hell yah itu nama yang di beri oleh ibu pengasuh kenapa gadis ini seenak jidat nya menganti 'wth yeah ....' teriak iner daniel.
"hey jangan mengantinya dengan seenak nya " serunya tidak terima oh ayolah nama itu terdengar konyol baginya .
"kenapa nama itu cocok untuk mu " ngotot yuan yang tidak mau kalah argumen dari niel .
"tidak mau suka - suka aku :p" ucapnya dengan nada bossy yang sangat kental membuat daniel semakin kesal .
"kau...." belum sempat daniel mengeluarkan argumennya sebuah tangan lain menariknya dan mendekatkan keduanya .
"aish niel kan bagus sudahlah jangan bertengkar lagi kita kan teman ...." ucapan zutto membuat niel terdiam apa yang di katakan temannya ini ada benarnya dari pada adu argument yang nggak jelas lebih baik dia simpan tenaganya untuk nanti .
"cih aku tidak berteman dengan anak manja " sahut niel yang ternyata masih kesal tapi gumaman itu terdengar jelas oleh yuan yang membuatnya mendelik pada daniel seolah tidak terima akan perkataannya tersebut .
"cih jika kau tak mau biar zutto saja yang berteman dengan ku " balas yuan tak kalah sengit membuat zutto menepuk kening nya ,jika di biarkan mereka akan terus membalas satu sama lain .
"kau..." belum sempat niel membalas lonceng panti pertanda bahwa makan siang sudah siap pun berbunyi .
"ayo kita makan " seru zutto sembari menyeret 2 temannya ini , didalam nampak orang - orang berkumpul ia duduk di sebelah kedua orangtuanya, yuan dapat melihat disana ada putri pertama dari tuan liong chatarina dan juga cadhies bersama ayah dan juga kakeknya cleo .
seusai makan yuan ijin untuk main kembali di sana ia dapat melihat cadhies,zutto dan niel tengah bermain bersama .
"hai bolehkah aku bergabung ?!" tanya yuan antusias nampak cadhies menujukan wajah kesalnya pada gadis ini , hey yuan miliknya kenapa ia harus ingin ikut bergabung sih .
"ho...yuan kau anak perempuan kenapa tidak bermain dengan mereka saja " ucap cadhies dengan nada datar dan dinginnya membuat yuan mengerutkan keningnya tanda tidak suka dan tidak setuju dengan ucapan anak lelaki di depannya ini.
"hey mereka juga teman ku !" serunya tak kalah sengit menatap cadhies.
"ck yuan kita mau bermain ini apa kau sangup mengalahkan kami ?" ucap niel sembari mengoyangkan plastik berisi kelereng di tangannya.
"jika kau kalah jangan menangis ok " ejek cadhies sembari menyeringai ,ia sudah dengan percaya diri bahwa yuan akan menolaknya tapi ia salah yuan adalah gadis yang suka menaklukan tantangan hal seperti ini ,ia pernah melihat taktik ini di markas sang kakek dia akan menang dengan mudah .
"kau....jika kalian kalah maka kalian harus menuruti semua permintaan ku semua !" tantang yuan sembari meletakan tangannya di pingang dengan gaya big bos nya .
"hu ? siapa takut " ucap niel remeh ,melihat itu zutto yang sendari tadi diam pun kini merasa gelisah berada di tengah - tengah temannya yang tengah bersitegang ini .
"ano....teman - teman kata ibu panti taruhan itu tidak...."
__ADS_1
"ZUTTO DIAM !"
"...baik...." zutto seketika diam ketika mendapat bentakan dari teman - temannya ia langsung bersembunyi di belakang cadhies
"mereka menakutkan !" seru zutto yang membuat cadhies menghela nafas lelah dengan perdebatan konyol.ini .
tak lama permainan pun di mulai awalnya cadhies, zutto dan daniel mendapatkan banyak ketika giliran yuan mereka tersenyum remeh ,
"sekarang giliran mu yuan" ucap cadhies dengan nada sing song nya membuat yuan kecil gemas sendiri .
"siapa takut hiya !!!!!"
CTAK PRAK !!!! satu sentilan yang mampu mengeluarkan seluruh kelereng dari lingkarannya membuat ke 3 anak lelaki yang di depannya kini mengagah tidak percaya .
"hell yeah kau curang !!!" seru daniel tak terima yang membuat satu perempatan kecil mendarat di dahinya .
"hey ! mana ada aku curang !kalian lihat aku menang dan kalian harus menuruti semua permintaan ku!" seru yuan tak terima sedangkan ke 3 bocah itu hanya pasrah dan mengaguk mengiyakan apa yang di mau lexsa .
"jadi apa keinginan mu ?" tanya zutto penasaran .
"aku mau kalian menjadi sahabat ku tidak menghianati dan menyakiti ku ,selalu melindungi ku dan selaluberada di sisi ku dan ingat ini berlaku selamanya " ucap yuan lantang zutto menatap yuan dengan antusias ia kira yuan akan menyuruhnya melakukan hal yang aneh ternyata tidak seperti yang di bayangkan .
"ok aku zutto bersedia menerima syarat dari nona untuk setia dan melindungi nya dari orang - orang jahat " ucapnya dengan penuh keyakinan
"aku juga ,aku daniel smit juga berjanji untuk melakukan hal yang sama untuk mu " sambung daniel dengan nada datarnya
" aku tidak ingin menjadi pelindung mu saja !" ucap cadhies tak terima membuat yuan melunturkan senyumnya seketika .
"kenapa kamu bicara begitu ?" tanya yuan sembari menahan tangis nya .
"aku ingin menjadi suami mu seperti ayah dan ibu selalu bersama dan tidak terpisah " ucap cadhies tegas yang mendapat tatapan bingung dari yuan
"hu ? seperti ayah dan ibu ?" tanya yuan sembari memeringkan kepalanya tak mengerti dia melihat cadhies lalu melihat ke dua orangtuanya yang selalu bergandengan tangan ,dan itulah yang di tangkap yuan saat ini bahwa bergandengan tangan seperti ayah dan ibunya selamanya ,dengan polosnya ia mengaguk dan di sambut senyum sumringah dari cadhies
"janji ?!" tanya yuan sembari mengajukan jari kelingkingnya .
"ya kami janji " ucap mereka serempak sembari menautkan jari kelingking mereka ,tampa mereka tahu takdir seperti apa yang akan mereka jalani , janji kecil yang menautkan benang merah di antara mereka .
FALSHBACK OFF
benang merah yang akan mengantarkan ke dalam kesusahan atau kesenangan hanya mereka yang tanguh dan mampu melewati kerasnya rida kehidupan , tampa mereka sadari takdir yang mengerikan lah yang bermain terlebih dahulu di bandingkan perasaan bahagia yang sesaat .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
__ADS_1
...BY .BLACK ICE _B.I...