Black Butterfly

Black Butterfly
LOST POINT 2


__ADS_3

pria itu memijit keningnya karena pusing yang mendadak menyerang kepalanya ,ia duduk dengan komputer dan kertas yang masih berserakan di meja nya kini , tak berapa lama sebuah ketukan pintu mengalihkan atensinya ia berdehem sebentar ,tak lama seorang dengan setelan jas rapi datang memasuki ruangan tersebut .


"bagaimana dengan keadaannya sekarang ?" tanya pria tersebut sembari menatap 2 orang yang ia kenali sebagai bawahannya tersebut .


"nona besar masih tertidur dan sepertinya nyonya kim mencari keberadaannya tuan " jelasnya .


"apa kau sudah menghilangkan jejak keberadaan lexsa ?" tanya pria itu sembari memainkan pena yang sendari tadi terselip di jemarinya .


"sudah tuan ,semuanya sudah aman " balasnya yang hanya di angguki oleh pria tersebut dengan gerakan tangan ia menyuruh orang tersebut pergi , kembali menatap kertas tersebut lalu menghela nafas pendek lalu berdiri melihat pemandangan laut yang luas di belakannya .


BRAK !!!!!


"JHON !! BAGAIMANA DENGAN KEADAAN YUAN !" gebrakan pintu dan teriakan itu sukses membuat sang pemilik ruangan terlonjak kaget lalu menoleh ke arah pelaku pendobrakan pintu tersebut ia meringis kecil melihat kelakuan bar - bar wanitanya ini .


wanita yang menyandang status nyonya muda kim dan memiliki satu anak itu langsung memandang sang suami dengan gemas karena tidak menjawab pertanyaan yang ia tanyakan .


"John ......" ulang wanita itu dengan penuh penekanan, ia merasa cemas dengan kondisi lexsa saat sang suami membawanya ke kediaman mereka ini .


"tenang lah sayang lexsa akan segera bangun ... jangan khawatir ok " hibur Jhonathan sembari mendekap sang istri untuk menenangkannya ,Yuna yang di landa kekalutan pun berangsur tenang .


FLASHBACK ON


wanita itu nampak dengan tenang menimang bayi mungil di dekapannya untuk melelapkannya dalam samudra mimpi yang indah ,di rasa cukup tenang dan lelap wanita tersebut meletakan bayi nya ke dalam ranjang khusus bayi yang di sediakan di sana , saat memandang putri kecilnya ia mendengar suara gaduh dari luar ia melihat sebentar putrinya lalu keluar menuju pintu.


"jaga nona muda baik - baik " pintanya pada Maid yang menjaga buah hatinya .


"baik nyonya " ucapnya setelah itu dia keluar ruangan menuju ke depan ruang keluarga betapa terkejut nya ia melihat suaminya datang dengan membawa adik tersayang nya dengan kondisi yang cukup mengenaskan .


ia bergegas menghampiri mereka dengan panik ia mendekat .


"astaga Jhon lexsa kenapa ?" ucapnya terkejut Jhonathan yang di tanya hanya diam sesaat lalu menghembuskan nafasnya pelan .


"aku akan ceritakan nanti panggil dokter kemari " ucapnya sembari melangkah masuk menuju kamar tamu ,Yuna hanya mengaguk mengiyakan .


setelah dokter datang lexsa langsung di tangani dengan infus dan kantung darah yang kini berjajar apik menghiasi tangannya .


AND FLASHBACK OFF


mereka duduk berhadapan sembari mengatur emosi masing - masing ,Yuna dengan kekalutannya sedangkan Jhonathan dengan kepalanya yang pening ,melihat hal itu Yuna pun tak tega ia menghampiri Jhonathan lalu memijit pelan pundak kokoh itu dan menyalurkan kenyamanan untuknya .


"ha...sepertinya lexsa tahu masalah tentang Nano mamba itu makanya ia tertekan seperti sekarang ini ,apa lagi di lab tersebut aku menemukan ini " jelas Jhonathan sembari menujukan sebuah botol kecil bening yang sendari tadi ia bawa ,Yuna menatap dengan seksama botol tersebut lalu mengambilnya dari tangan sang suami ,ia merasa tidak lah asing dengan cairan ini hingga satu ingatan membuat ia membulatkan matanya tak percaya .


"what the ....ini ....aku kira benda sial ini sudah mati bersama penciptanya ..." ucapan Yuna mampu membuat Jhonathan tertegun sesaat .


"apa kau tahu masalah ini ?" tanya Jhonathan heran setahunya yang mengetahui masalah ini hanya dia ,paman anarta ,tuan besar kim dan baba cleo .


"ya tentu saja karena benda ini yang hampir merengut nyawa lexsa waktu itu " terang Yuna sembari mengingat kejadian di lab yang cukup mengerikan tersebut .


"apa kau tahu kita sedang mencari penawar racun milik lim yang telah di kembangkan ini"


"tapi tunggu dari mana Yuan mendapatkan benda itu, bukanya Black mamba di jaga ketat oleh orang - orang dari lim ?" tanya Yuna sembari berpikir pertanyaan tersebut membuat Jhonathan terdiam apa yang di katakan istrinya ini ada benarnya ,ia menatap Yuna lama hingga ia tersadar sesuatu dan bergegas menuju kamar putrinya mereka terkejut saat mendapati 5 mayat assasing yang tergeletak di samping seorang gadis yang kini tengah menimang seorang balita di dekapannya .


Jhonathan kehilangan kata - katanya untuk sesaat ,Yuna yang tersadar pun langsung menghampiri mereka .


"kalian tidak apa - apa ,lexsa kapan kau terbangun ?"tanya Yuna bertubi - tubi lexsa menyerahkan bayi itu ke Yuna ,dan dengan sigap di gendong oleh Yuna .


"ya aku tak apa sepertinya mereka bukan dari Black Jade maupun Black horse " kata lexsa sembari menatap mayat yang kini di tangani oleh bawahan sang kakak .


"ya bukan mereka datang kesini karena ini " ucap Jhonathan sembari menujukan sebuah botol kaca bening yang ia pegang tadi, lexsa membulatkan matanya dan ingin merebutnya tapi dengan sigap Jhonathan meninggi kan tangannya menghindari gerakan gesit dari gerakan lexsa ,tidak menyerah dengan apa yang ia ingin kan lexsa pun berusaha melawan , hingga mereka berdua terlibat pertarungan yang lumayan sengit dua orang penting dari Black Jade saling beradu bela diri dan menggunakan katana sebagai senjata .


para bodyguard dan pelayan di sana melihatnya dengan takjub sekaligus ngeri melihat 2 orang terkuat itu adu seni beladiri nya ,nampak Yuna sangat cemas dengan mengendong putrinya yang kini nampak menggeliat tak nyaman di dekapannya .


TAK ..TRING ...JLEB


BRUAK !!!!


satu lemparan belati kecil mengenai tangan lexsa dan berhasil menjatuhkan pedang nya keadaan tersebut di memanfaat kan Jhonathan untuk menekan lexsa di bawah pitingannya .


"kak kembalikan itu aku belum selesai dengan itu kak !" teriak lexsa kalap


"astaga sa tenanglah ada apa dengan mu kali ini kau sangat tidak bisa mengontrol emosi mu ha !?" bentak Jhonathan balik ,sadar akan hal itu lexsa pun tercekat dan mulai tenang sembari berpikir jernih kembali .


"ak...aku..." ucapnya linglung 'sial apa yang sebenarnya terjadi pada ku ,kenapa aku begitu saja menyerang kak Jhon ?' lexsa pun bertanya dalam hati ,ia seperti di kendalikan oleh orang lain dari jarak jauh sebenarnya ada apa , sama halnya dengan lexsa Jhonathan pun sama herannya karena saat bertarung tadi ia merasakan bahwa yang telah menyerangnya adalah orang asing bukan lexsa .


ia akan mencari tahu dengan cepat masalah Black Nano mamba kepada profesor jiang sepertinya ia tahu sesuatu ,melihat lexsa yang tenang di bawah pitingannya ia melepaskan nya dan membopongnya dengan bridal Stelly memasuki Villa tersebut dan membaringkan tubuh lemas lexsa di ranjang .


"sa ....kau kenapa Hm..? kamu bisa ceritakan ke kakak apa yang membuat mu bisa lepas kendali seperti ini Hm..." ucap Jhonathan lembut sembari melihat kearah lexsa yang menunduk dan melihat kearah tangannya .


"I don’t know it All just happened" ucap lexsa penuh kebingungan sembari menatap Jhonathan balik membuatnya menghela nafas pelan .


"ok, Can you explain, what did you feel when I pointed that thing" ucapnya sekali lagi sembari mengegam tangan lexsa dengan lembut .


"I don't know, but the anger just overflowed Like someone was ordering me from afar" ucap lexsa kalut membuat Jhonathan menepuk kepala lexsa dengan penuh simpati


"is ok ...sekarang istirahat lah jangan buat beban pikiran ok " saran Jhonathan sembari merapikan selimut milik lexsa kembali ,lexsa hanya mengaguk pelan lalu menatap Jhonathan lama hingga sebuah belaian lembut menyapa pipinya membuat ia nyaman dan merasakan mengantuk yang berat tak lama mata cantik itu terpejam dengan damai .


di luar nampak Yuna merasa khawatir ,setelah menenangkan sang buah hati ia berdiri dan menuju kamar lexsa belum sempat ia membuka nampak sang suami keluar dengan wajah lelahnya .


"bagaimana dengan keadaan nya sayang ?" tanya Yuna yang kini masih mengendong putrinya itu ,sadar jika ayahnya lelah putrinya ini meminta atensi ke dirinya dengan mengulurkan jemari kecilnya seolah mengapai sang ayah ,Jhonathan hanya tersenyum ia mengecup dahi sang istri dan mengambil alih putrinya dan mengendong nya .


"lexsa baik - baik saja, untuk sementara kita akan pindah dari tempat ini dulu " ucap Jhonathan sembari menatap lembut Yuna dan merangkul pinggang ramping itu untuk berjalan bersama menuju kamar utama mereka .


"apakah pihak musuh sudah melacak keberadaan kita ?" tanya Yuna memastikan ,yang hanya di angguki oleh Jhonathan.


"ya ... dan kita akan pindah besok pagi - pagi sekali jadi mari kita istirahat " ucapnya sembari menimang sang anak yang kini nampak senang di dalam dekapannya .


di lain tempat tepatnya di mansion kim nampak tuan besar sangat marah akibat hilangnya sang nona besar mereka .


"APA YANG KALIAN KERJAKAN HAH ! MENJAGA SEORANG YANG PENTING KALIAN TAK BECUS !!" bentakan sang tuan besar membuat mereka semua mengkeret takut , ini sudah masuk 1 bulan saat ia kembali dan mendapat laporan jika lexsa menghilang ,ia sudah mengerahkan seluruh para penjaga bayangan nya tapi tidak satu pun dari mereka yang menemukan jejak di mana sang nona besar berada .


"yaer tenanglah anak ku tidak selemah itu " ucap seorang pria yang sendari tadi duduk terdiam di tempat sembari menganalisis keadaan yang ada .


"aku mana bisa tenang ale ... kau tahu sendiri aku sangat menyayangi lexsa ,dan dia baru saja terluka akibat penyusup yang masuk " ucapnya sembari menatap datar sang sahabat ,yang hanya di tanggapi kendikan bahu darinya .


"kalian! pergi perketat penjagaan jangan sampai kelolosan seperti kemarin jika sampai terjadi lagi aku tak segan akan membunuh kalian semua !" ucap yaer dengan tegas.


"baik pak laksanakan " ucap mereka serempak setelah bawahan yaer keluar ale menatap serius ke arah yaer ,ia juga sama khawatirnya dengan yaer ,saat pulang dari menyelesaikan misi ia mendapat kabar putrinya menghilang entah ke mana dan keberadaannya belum terdeteksi sama seperti putra sulung keluarga ini .


"saat aku mengecek kamar lexsa aku menemukan sedikit cairan dari Black Nano mamba yang tertempel di jaket milik lexsa kemarin " ucap ale sembari berdiri dan berjalan menuju balkon yang menyajikan pemandangan sore hari yang menakjubkan tersebut .


yaer menatap ale dan melihat sebuah kain yang ternoda sedikit dengan cairan yang ale yakini sebagai Black Nano mamba .


"apa ? bagaimana bisa ? bukan kah kita sudah merahasiakan ini dari Yuan ?!" ucapnya tak percaya sejenak ia berpikir apakah ia mengetahui tentang Zety lim ?, begitu banyak hal yang berkecamuk memikirkan ini semua membuat 2 kepala keluarga itu terdiam sejenak .


At Mx City


daerah tersebut di sebut daerah paling berbahaya bagi kaum wanita maupun pria yang lemah dan tidak memiliki kekuasaan di sana ,nampak bar mewah itu di isi dengan para borjuasi dan miliarder yang datang hanya untuk sekedar minum ,menjalankan bisnin,jual beli narkotika dan sabu bahkan beberapa dari mereka juga datang hanya untuk membeli barang lelang yang menarik perhatian mereka.


di lantai VVIP itu nampak seorang gadis dengan pakaian kurang bahan dengan belahan dada rendah dan gaun berwarna merah menyala tersebut nampak menyeringai riang saat mengetahui planing yang ia buat berjalan begitu mulus .


" aku kira kau akan langsung menghancurkan keluarga kim " ucap seorang pria yang baru saja masuk dengan menggunakan kursi roda luka itu tidak bisa di sembuhkan akibat mikro organisme yang ada dalam peluru milik lexsa di desain khusus untuk menguraikan daging dengan cepat .


untunglah lim memiliki obat penangkalnya setidaknya obat tersebut mengurangi rasa nyeri yang ia derita selama ini ,wanita tadi yang mendapat pernyataan seperti itu hanya memutar bola matanya malas menanggapi nya


"bukannya sangat menyenangkan mempermainkan musuh ,lagi pula aku ingin membunuh mereka secara perlahan " ucap wanita tadi sembari meminum Wine yang berada di tangannya dengan anggun .


"apa kamu tidaklah takut dengan kekuatan yang berada di belakang bocah tersebut ?" tanya jerad pria tadi yang kini memandang remeh wanita di depannya kini .


"i don’t fucking care about this jerad.... toh anak ingusan itu baru berusia 17tahun bukan ? jadi bukan masalah besar aku meremehkannya ,sekalipun ia bisa selamat ia haruslah bersujud dulu pada ku " ucap wanita tadi dengan seringai kejam yang menghiasi bibir yang di poles dengan warna senada dengan baju yang ia pakai .


"kau memang iblis yang berkedok malaikat lim" ucapan jerad hanya di balas oleh tawa menggelegar dari wanita tersebut tawa yang sangat menakutkan jika orang lain mendengarnya ,


"well bukan kah permainan makin seru kita lihat siapa yang akan menangis di akhir " kata wanita tersebut sembari berlalu keluar menuju ruang lelang yang telah di sediakan .


sore di markas pusat milik keluarga lim sangat lah sibuk sang master menginginkan penjagaan di perketat lagi karena adanya pertemuan dari para pengusaha yang akan datang ke tempat mereka , tak lama 3 mobil mewah memasuki pekarangan di lab tersebut ,tak lama setelahnya 3 orang dengan masing - masing membawa asisten nya pun memasuki hall di tempat tersebut .


"selamat datang tuan - tuan mari silakan ikut saya master sudah menunggu sendari tadi " ucapnya sembari mempersilahkan yang hanya di angguki oleh mereka saja ,mereka memasuki dan mengarah ke sebuah ruang rapat yang besar yang sudah di sediakan di sana .


di sisi lain tepat nya di dalam kabin pelayan nampak seorang pria bertopi menyusup masuk ke dalam dapur milik tempat tersebut dan memasuki nya dan memakai seragam pelayan khas di mansion tersebut ,pria itu berjalan dengan tenang dan berdiri berjajar di antara para pelayan yang lain ,tak lama seorang dengan setelan formal memasuki ruang tersebut .


"dengar kalian hari ini akan ada tamu khusus yang sangat penting jadi aku harap kalian melayaninya dengan baik ,jika kalian melakukan kesalahan sedikit saja maka aku akan membunuh kalian !" ucapnya dengan nada penuh tekanan di akhir membuat mereka terkejut dan takut ,begitu pula pria tadi .


"baik tuan kami mengerti " ucapnya setelah pria itu pergi mereka mengambil job mereka masing masing tak lama seorang wanita kepala pelayan tempat tersebut memasuki hall tempat para pelayan berkumpul tadi .


ia nampak melihat sekeliling dan melihat pria tadi yang sedang menenteng alat pembersih lantai ia mengaguk sejenak lalu berjalan kearahnya .


"kau !kau ! dan kau ! kalian anak baru ikut dengan ku " perintahnya membuat orang yang di tunjuk merasa kebingungan


"apa yang kalian lamun kan cepat ikut aku !" ucapnya lagi membuat mereka dengan sigap mengikuti jejak sang kepala pelayan yang kini berjalan keluar ,mereka berjalan menuju ruang bawah tanah sontak mereka bergetar ketakutan saat turun ke bawah dengan perasaan waswas mereka turun .


"hey ... apa yang akan kepala pelayan lakukan dengan kita " bisik lirih wanita yang ada di sampingnya penuh dengan rasa kecemasan .

__ADS_1


"aku juga tidak tahu mari kita lihat apa yang ingin dia lakukan " bisik pria tadi ,tak lama mereka menuju dapur yang berada di tempat tersebut ,mereka berhenti saat kepala pelayan berhenti dan berbalik kearah mereka .


"dengar kalian terpilih untuk melayani tamu khusus dari master ,jangan melakukan kesalahan atau kalian akan mati dengan mudah disini " ucapnya membuat mereka senang dan takut ,senang karena ini adalah pekerjaan khusus dan takut jika saja salah sedikit maka nyawa pun melayang .


"baik ny.kepala pelayan " jawab mereka serempak .


"kau ! siap kan kudapan yang enak untuk tamu dan kau ! aku mau kau menata meja untuk makan. Malam para tamu ,sedang kan kau bertugas untuk menuangkan Wine untuk tamu layani mereka dengan baik " titahnya dengan penuh ketegasan .


"baik madam " ucap mereka serempak nampak sang kepala pelayan tersenyum puas tak lama matanya menangkap seorang pelayan pria yang sedang memikirkan. sesuatu .


"kamu ! apa yang sedang kamu lamun kan !" ucapan tersebut mampu menyentak pria tadi dan menatap sang kepala pelayan dengan penuh rasa canggung dan takut .


"a ...anu...maaf saya mau bertanya di mana Wine itu tersimpan karena saya baru di sini jadi tidak mengetahui nya " ucapnya lalu hanya di angguki oleh kepala pelayan tersebut .


"baiklah kau ikut aku ke gudang anggur untuk yang lainnya kerjakan sesuai dengan perintah " ucapnya lalu pergi keluar di ikuti oleh pria tadi di belakangnya tak lama mereka sampai di dalam gudang tempat penyimpanan yang di maksud .


"ini kunci gudang nya dan segaralah bergegas karena ini sudah masuk waktu perjamuan "peringat nya lalu pergi meninggalkan pria itu sendiri ,yang hanya di angguki oleh pria tersebut .


di sisi lain di ruang penjaga nampak seseorang menjaga sistem CCTV dengan santai ia duduk tak berapa lama seseorang datang dan memasuki ruangan tersebut .


"permisi senior saya baru di sini jadi ini hari pertama saya bekerja " ucapnya dengan penuh kesopanan ,yang pengawal pun mengalihkan perhatiannya .


"ah kau anak baru itu kalau begitu duduk lah dan tugas mu mengawasi CCTV bagian luar " ucapnya ,tak lama penjaga itu pun pergi dengan memberi kode CCTV di ruang tersebut tergagu sejenak ,setelah di rasa sudah teratasi ia memasukkan slot drive yang ia bawa ke dalam komputer di dalam sana dengan cekatan ia membobol data dan menyusupkan beberapa kata rumit untuk menyusup masuk ke sistem keamanan yang terpasang di sana ,setelah selesai ia merapikan kembali data tersebut tak lupa ia memberi kode lagi untuk menormalkan CCTV dan sistem di sana .


"astaga .... hari ini sangat lah melelahkan !" seru petugas yang baru saja memasuki ruang tersebut .


"kenapa dengan mu senior ?"tanya pemuda tadi


"hari ini tamu penting datang dan itu sanggatlah menyebalkan "


"oh apakah aku datang di saat yang tepat ?"


"hampir jika pertemuan ini kacau maka bersiaplah untuk menyelamatkan diri mu sendiri anak muda "


"baik senior aku akan berusaha yang terbaik " ucapnya penuh dengan semangat .


di dalam ruangan penuh dengan barang mewah tersebut nampak 3orang pria dan 1 orang wanita tengah duduk di sofa mewah yang berada di ruang tersebut ,tak lama seorang pria masuk dengan membawa troli berisikan kudapan dan juga sebotol red. Wine yang di masukan ke dalam ember penuh dengan es tak lupa 4 gelas cantik yang berjejer rapi di sana .


"setelah menuangkan Wine pria tersebut kembali mundur dan berdiri di sisi para pelayan yang lain .


"hari yang menyenangkan bukan bisa melihat tuan - tuan berada di sini " ucap wanita tadi dengan gaya arogannya, sembari mengambil Wine yang baru saja di tuang kan .


"ah begitukah senang bisa mendengar hal itu dari master lim " ucap salah satu pria tersebut .


"well sepertinya sudah kumpul semua sayang sekali mr.jo tidak dapat bergabung hari ini " katanya penuh dengan penyesalan yang terkesan di buat - buat membuat salah satu dari mereka memutar bola matanya malas .


"dia bukan tidak datang tapi terbunuh lim " ucapnya sembari menatap sengit wanita di depannya kini.


"oh astaga .... benarkah itu ....aku akan mengirimkan ucapan bela sungkawa pada keluarganya kalau begitu" ucapnya sembari menutupi mulutnya dengan kipas yang ia buka lebar di depan wajahnya .


"cih aku kira ini adalah trik licik dan kotor yang kamu mainkan lagi lim " tuduh salah satu dari mereka membuat seringai mengembang di bibir yang terpoles lipstik berwarna merah Maron tersebut .


"ck tuan kim ... menuduh tampa bukti adalah suatu fitnah bukan begitu ...lagi pula dia dan liong sama saja bukan hanya pion yang tidak berguna karena mudah terbunuh " katanya sembari memandang remeh kepala keluarga kim dari bagian samping tersebut .


"berhentilah berbasa basi aku kesini bukan untuk mendengar omong kosong mu " ucap pria yang sendari tadi diam, membuat 2 orang lainnya mengaguk setuju dengan decihan perlahan ia menjentikkan jarinya .


tak lama 2 bodyguard datang dengan membawa masing - masing 2 koper yang di perlakukan khusus tersebut , setelah membuka koper ia menyodorkan isi koper tersebut ke arah mereka .


tak lama berselang masing - masing dari mereka menyodorkan juga koper yang berisikan uang , membuat wanita tersebut tersenyum senang saat menerimanya ,ia meminta para bodyguard nya untuk memeriksa apakah uang itu asli atau palsu .


"ckckck tak kusangka gaji dari usaha gelap kalian sanggup membeli racun ini " ucap wanita tadi dengan santai nya lalu menyulut rokok di puntungnya .


"pih kau paling tahu apa yang terjadi di dalam hal ini ,dengan begini aku bisa meraup untung dengan mengembangkan penawar mu " ucapnya sembari memeriksa kembali dokumen yang ada di dalam nya .


"setelah kamu meracuni mereka ,kamu juga yang menyembuhkan sangat munafik sekali " cemooh Zety lim sembari menatap nya ,yang hanya di beri senyuman milik kepala keluarga kim.


"bukan kah kita sama - sama untung kau mendapat uang , aku mendapat jabatan dan usaha mereka akan berkembang di bawah naungan pemerintahan ku " terangnya panjang lebar membuat 2 pria lainnya menyeringai sembari mengaguk .


"aku dengar kau menggunakan anak kecil sebagai pelayan " tanya mr.jack sembari menyandarkan bahunya di sandaran kursi ,yang mengundang tawa Zety lim begitu saja .


"tak kusangka kasino yang tersembunyi rapat dapat tercium oleh mu " ucap Zety sembari menutup mulutnya dengan tangan yang bebas nya .


"tentu saja kau adalah wanita licik memanfaatkan anak jalanan. untuk di jadi kan budak " terangnya lagi ,Zety hanya tersenyum miring .


"well sebenarnya aku kekurangan lagi .... dan belakangan ini aku sulit menemukan anak yang polos seperti sekarang ini " keluh nya sembari menghisap rokok nya dengan santai . seringai menghiasi wajah pemuda yang tadi ,ia memang yang paling muda di sini tapi ia tahu maksud dari Zety .


"kau ingin mengambil anak - anak dari panti asuhan ?" tanyanya .


di sebuah mobil yang terparkir jauh di antara beberapa jajaran bis lainnya nampak seorang pria menahan geramannya ia meremat erat tangannya ,ia mendengar semua hal yang mereka rencanakan jadi ini yang mereka incar dengan Black Nano mamba mereka akan meracuni dan berpura - pura menjadi penolong oh ayolah mereka kira nyawa yang melayang akibat permainan licik mereka tidaklah sedikit ?


"Wolf fang you trun, pick up the women don’t kill she just tie and bring At basecamp " perintahnya yang di tangkap baik oleh para bawahan ale yang kini menatap bengis di depannya kini .


mendengar perintah sang atasan pria yang menyamar menjadi pelayan tadi menekan ujung sakunya yang terdapat remot kontrol guna untuk memicu bom yang ia sematkan di gudang Wine ,kamar mandi dan meja tempat mereka berdiskusi ia pasangi dengan bom asap yang mampu melumpuhkan mereka .


KLIK ! DUAR ! DUAR !


sssstttt !!!!!


suara ledakan dan di susul oleh asap putih pekat membuat orang - orang di sekitar sana menjadi pingsan tak lama segerombolan orang mengenakan masker datang menyergap dan membawa apa yang di mau tuan mereka ,setelah beres mereka semua lenyap dengan semakin menipisnya asap tersebut seperti halnya tidak pernah terjadi apa pun di sana .


di atas tempat tidur nampak lexsa tengah mengerutkan dahinya tidurnya merasa terusik akibat belaian seseorang ,ia membuka mata indah tersebut dan menemukan sosok yang amat di rindukannya belakangan ini .


"papa..." rintihnya setelah itu menangis dan memeluknya dengan erat .


ale yang membuat putrinya menangis pun kini rasa bersalah pun menyusup di hatinya ,ia mengelus punggung rapuh itu pelan sembari melontarkan kalimat penenang untuk putri satu - satu nya kini .


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.............................................................. . . ... . . .. .. . ... . . . . . . . . ...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...

__ADS_1


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...ん...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


...。...


.......


.......


.......


.......


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...

__ADS_1


...BY .BLACK ICE _B.I...


__ADS_2