
setelah mendengar bahawa jerad terluka parah dan liong masuk penjara membuat lelaki itu tersenyum senang ahirnya ia bisa persi dengan tenang dari dunia ini ,walaupun ia merindukan anak gadisnya tapi ia sudah senang bahwa sang putti hidup dengan nyaman di bawah naungan keluarga sang sahabat dan adik iparnya , saat kesadarannya mulai menipis ia dapat mendengar suara tembakan dan jeritan dari luar tak lama pintu itu terbuka , ia melirik sekilas dan mata itu terbuka lebar saat menlihat siapa yang datang .
"kau ...." ucapnya membuat pria yang didepannya lalu memeluk dia erat sarat akan rindu yang ia pendam .
"paman aku akan membawa mu kembali hiks.." ucapnya di barengi dengan isak tangis nya .
di lain tempat nampak lexsa melihat mayat yang tergeletak di hadapannya ini , ia memeriksa luka sayat dan tembak yang mengenai leher dan dada para penjaga tersebut , ia masih memikirkan kaitannya dengan senjata yang di gunakan dan sayatan yang rapi persis seperti orang itu , lexsa hanya masih menduganya saja .
jeffry yang mendengar adanya mayat yang di temukan di kediamannya pun kembali ,ia melihat lexsa berdiri di depan 3 mayat penjaga tersebut .
"sa kau tak apa ?" tanya jeffry yang hanya di angguki oleh lexsa ,setelah pihak kepolisisan datang ke 3 mayat tersebut di bawa ke pihak forensik untuk di outopsi ,lexsa masih berdiri di tempat kejadian perkara matanya menyapu di setiap titik yang bisa di lalui dan melumpuhkan para penjaga dengan mudah .
tak lama mata itu menemukan sebuah selongsong peluru yang terjatuh ia mengamati peluru tersebut peluru yang asing bagi nya , ia pun menoleh ke arah jeffry yang tengah berbicara kepada seorang penyidik tkp(nie sebutannya bener apa kagak dah -_-") .
"yo kak what is this ?" ucap lexsa sembari menujukan barang temuannya yang ia angkat dengan saputangannya itu ,jeffry melihat dengan seksama selongsong peluru tersebut .
"dari mana kau mendapatkannya sa " ucap jeffry sembari mendekati lexsa yang tengah memegang selongsong peluru yang berada di atas saputangan itu .
"di sana tak jauh dari mayat yang di temukan pagi tadi " ucapnya ,membuat jeffry terdiam sejenak melihat sang kakak terdiam membuat lexsa penasaran .
"kak kau belum menjawab pertanyaan ku ..." ucapnya sembari memiringkan kepalanya ,dengan menghela nafas ia mengisyaratkan lexsa untuk mengikutinya ,dan lexsa mengikuti jejak sang kakak dengan tenang ,sampailah mereka pada ruang kerja jeffry , ia membuka pintu rahasia yang berada di ruang tersebut mereka masuk kesana dan lexsa membelalakan matanya saat melihat jajaran air shot gun , SPR - 2 kaliber 12,7mm,revolver yang berjejer rapi tak lupa di kota kaca tersebut terdapat sebuah belati berwarna hitam.dengan ukiran rumit yang ia kenali sebagai black sword hanya para jendral di black jade dan black horse lah yang bisa memilikinya .
"kak ini ...." ucap lexsa ,ia tak habis pikir seorang polisi daerah seperti jeffry mengoleksi senjata tempur khusus yang hanya di gunakan untuk prajurit elit sekelas black horse dan black jade.
"well untuk pertanyaan mu duduklah aku menjelaskan semua ke kamu " ucap jeffry sembari berjalan menuju lemari es yang ada di sana dan mengambil 1 kaleng bir untuk nya dan 1 kaleng coca cola untuk lexsa , ia meletakan minuman tersebut di hadapan lexsa yang di terima lexsa dengan senang hati .
"so ...apakah ayah tahu jika kamu dulu adalah seorang kuda hitam ?" tanya lexsa kepada jerry yang kini menengak minumannya tersebut , jeffry menatap lexsa sejenak .
"not yet , ayah hanya tahu jika aku hanya mengikuti pelatihan kepolisian bukan memasuki black horse dan menjadi jendral mereka "ucapnya kemudia membuat lexsa mengaguk paham akan alasan yang jeffry lontarkan .
"i see lalu kenapa kau membawa ku kesini kak ?"tanya lexsa lagi , setahunya kakak nya ini paling benci jika ranah pribadinya di usik dan di masuki oleh orang asing .
"selongsong peluru yang kamu temukan tadi adalah milik paman ale ..."ucapan jeffry mampu menghentikan gerakan lexsa begitu saja ia menatap tajam pada jeffry .
"apa ? papa ?" tanya lexsa ulang untuk meyakinkan apa yang ia dengar tadi ,jeffry hanya mengagukinya sebagai jawaban .
"ya hanya orang - orang tertentulah yang hanya memiliki peluru tersebut ,kau tau selain dunia atas ayah mu dulunya memiliki pabrik senjata dan pabrik itu sempat berhenti berprokduksi selama beberapa tahun " jelasnya sembari menatap serius lexsa , ia menyodorkan sebuah do kumen yang sendari tadi ia pegang , lexsa menerimanya dan membacanya dengan seksama dokument tersebut .
"tapi tak lama aku mendengar dari salah satu anak buah ku ,pabrik itu kembali aktif dan itu di bawah naungan keluarga lim " lanjutnya sembari menengak bir sebagai ahir dari penjelasannya , nampak lexsa berpikir keras saat melihat nama kepala produksinya membuat lexsa tersenyum miring .
"lim ? ah jadi jalang itu memulai duluan ternyata " ucap lexsa yang mampu di dengar jeffry yang menatap binggung nya .
"huh ?apa maksud mu? " tanya jeffry tak mengerti dengan maksud perkataan lexsa.
"arsety lim ,cucu ambisius yang di miliki caesar lim , dia mengusirnya saat berumur 17 tahun karena tindakan yang memalukan yang ia lakukan " penjelasan lexsa membuat jeffry teringat akan sebuah kasus memalukan keluarga lim 3 tahun lalu .
"ah ! maksud mu vidio sex keluarga lim itu ?" ucap jeffry sembari memandang lexsa tak percaya ,yang hanya di angguki oleh lexsa saja yang masih berlanjut memeriksa dokument tersebut .
"ya , dan sepertinya ia terlalu gegabah i mean jess terlalu gegabah dalam hal ini " ucap lexsa sembari menyeringai kecil dan meletakan dokument tersebut keatas meja ,pernyataan tersebut membuat jeffry mengernyitkan dahi nya ia menatap lekat lexsa .
__ADS_1
"aku kira ini ulah arsety " ucap jeffry sembari mengambil dokument tersebut dan membaca ulang isi nya .
"bukan , cobalah lihat lebih teliti siapa kepala produksinya kak " katanya sembari melipat kedua tanggannya ke depan dada , jika tebakan lexsa tepat maka arsety dan jess memang berkomplot untuk membuat senjata api secara ilegal dengan tameng nama baik sang ayah , jika ini di biarkan bisa menjadi masalah serius untuk keluarga dan nama baik sang ayah kelak.
"eh ? " kaget jeffry saat mengetahui ada dokumen satu lagi , dokument yang memuat data pribadi seorang jess lim .
"keluarga lim adalah saingan bisnis keluarga kim kakak, dan aku khawatir ini akan merembet dalam skala besar " jelas lexsa terselip nada kekhawatiran di sana , jeffry yang melihatnya hanya mengaguk paham .
"dari mana kau mendapat data ini ?" tanya jeffry kemudia .
"semalam seseorang menyusup masuk ke kamar ku aku yakin dia lah yang membunuh para penjaga itu , dan saat dia mengutak atik komputer ku aku memergok ki dia tengah mentrasfres sebuah data ke dalam flashdiksnya " ucap lexsa seembari mengigat kejadian semalam , pengakuan lexsa membuat jeffry terkejut bukan main
"APA !?tapi kau tak apa kan kau tak terluka bukan " ucapnya sembari memeriksa konfisi tubuh lexsa yang lain berharap jika lexsa tidak lah terluka sedikit pun .
"wow chill kak , saat hendak mengintrogasi lampu padam dan dia berhasil kabur begitu saja " uvap lexsa sembari menenangkan jeffry , mereka berdua diam sembari memikirkan langkah apa yang mereka ambil selanjutnya ,tak lama hp milik lexsa berbunyi tanda pangilan masuk ia mengisyaratkan ke jeffry untuk izin mengakat pangilan tersebut dan hanya di angguki olehnya .
"hallo, gee ada apa ?" tanya lexsa sembari melihat keluar jendela yang ada di ruangan tersebut ,tak sengaja matanya menatap ruang sekat pembatas di sana , seolah ada sepasang mata yang mengawasinya.
"nona tuan cadhies berada di depan untuk menjeput nona " ucapan gendis mampu menarik perhatiannya , sontak ia masih lesal dengan cadhies pun hanya bisa mendegus kesal.
" katakan padanya aku tidak berangkat hari ini " ucapnya dengan jutek membuat gendis bertanya - tanya apakah baku hantam.antar tuannya ini belum berahir .
" ta...tapi .... "
pip sambungan ia putus dengan sepihak karena masih kesal dengan perkataan cadhies kemarin membuatnya makin geram ,jeffry yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya ,key sudah memberitahunya jika mereka berdua bertengkar dari semalam .
"kau masih marah dengan dia sa ?"ucap jeffry sesaat setelah lexsa dengan kesal mematikan telphone nya .
"kau tahu kadang yang menurut mu baik belum tentu baik juga untuk orang lain " ucap jeffry sembari melihat lexsa yang nampak terdiam akan perkataannya ini ,ia menatap lexsa dengan seksama . tak selang berapa lama hanya hembusan nafas kesal yang lexsa keluarkan memprotes perkataan sang kakak ke 3nya ini , jeffry yang mengetahui kekesalan lexsa hanya terkekeh lalu tersenyum kecil kearahnya .
"aku tahu itu kak tapi dia sangat menyebalkan dan tidak memberitahu ku dalam mengambil tindakan apalagi ini menyakut anak - anak ku" kesal nya .
"hoo..... tapi bukanya kau tahu bukan ini demi kebaikan mereka ..."
"kau sama saja dengan zu " ucap nya dengan mengembungkan pipinya membuat jeffry gemas seketika dengan sadis is mencubit pipi tersebut .
"kau jangan bertingkah arra ? cepat selesaikan masalah mu dengan dia atau jordan akan dengan senang hati menemuinya " perkata an tersebut membuat lexsa membulatkan matanya , jika 2 manusia kelebihan kalsium itu bertemu maka hanya akan ada adu mulu dan baku hantam tidak bisa , ia harus mencegahnya .
dengan cepat lexsa berdiri dan berlari keluar ruangan membuat jeffry mengelengkan kepalanya saja ia melihat selongsong peluru tersebut ,
"paman bukan kah tindakan mu kali ini agak gegabah ?" tanya jeffry pada orang yang sendari tadi duduk di seberang ruang yang memang di buat khusus untuknya skat yang bisa melihat keluar tapi orang yang di luar tidak bjsa melihat ke dalam , pria yang di tanyai tadi perlahan keluar lalu mengambil barang tersebut .
"tidak sudah waktunya lexsa bertindak " ucap ale sembari memandang kepergian sang anak , ia tahu lexsa akan menjadi anak yang berbakat ,jadi dia melakukan ini demi kebaikan nya juga .
"kau tak takut jika identitas mu terungkap " ucap jeffry sembari melihat sang paman yang koni berdiri di depan meja kaja yang berisi black sword ia dapat melihat ale mengulurkan tangannya dan menyentuh kaca penutup dari wadah belati tersebut .
"mau bagaimana lagi lexsa sekarang berumu 17 tahun dan butuh 2 tahun lagi sampai dia mampu menjalan kan bisnis keluarga " ucap nya sembari menatap jeffry yang kini masih memperhatikan gerak geriknya .
"aku rasa ia lebih memilih menjadi wanita karier biasa dari pada harus terlibat dalam hal keluarga internal kita paman " protes jeffry , yuan memang hebat dalam hal ini tapi ia dapat melihat bahwa yuan ingin menjadi gadis normal pada umumnya yang bebas ingin menentukan apa yang dia mau tampa haris terkekang , makanya ketika ia akan terpilih menjadi ahli waris ia menolak dan melimpahkan ke jhonatan .
__ADS_1
"kau tenang saja lexsa bukan lah gadis lemah ia akan menjadi tanguh seiring berjalannya waktu " ucap ale penuh dengan percaya diri ,membiat jeffry menghela nafas dan mendegus pelan mendengar pernyataan ale tersebut .
"kapan paman akan memberi tahu lexsa jika paman sudah disini ? " pertanyaan tersebut membuat ale terdiam sesaat ia nampak berfikir dan tersenyum kecil kearah jeffry membuat nya semakin penasaran apa kiranya yang sedang di fikirkan sang paman .
"tunggulah pada waktu yang tepat " ucap pria itu lalu pergi dari tempat itu , membuat jeffry meringis pelan setelah kepergian pria itu jeffry duduk dan bersandar .
"yuan sekarang bukan yuan yang dulu paman .... aku harap kau mau memahami segala keputusannya " gumam jeffry sembari memandang keluar jendela yang menapak kan taman luas di mansion kim ini .
tak terasa senja sudah datang dan awan mendung pun menutupi cantiknya sinar srnja sore ini , banyak orang yang masih berlalu lalang untuk pulang ke rumah masing - masing , di sebuah gedung pecakar langit tepatnya di lantai paling atas nampak seorang mengawasi keadaan di bawah dengan mata tajam nya , ia berdiri sembari memasukan satu tangannya ke saku celana yang ia pakai , ia nampak tenang dan elegan di saat bersamaan namun tak lama keheningan itu tergangu oleh suara ketukan pintu yang mampu mengalihkan atensinya .
"masuk" perintahnya tak lama asistennya memasuki ruangan tersebut .
"maaf tuan ada tamu yang ingin menemui anda " ucapnya dengan sopan sembari berdiri tegak di depannya kini , nampak sang pria mengerutkan alisnya ,ia merasa bahwa ia tidak memiliki janji dengan siapa pun hari ini .
"katakan padanya bahwa saya tidak ingin menemui nya " ucapnya tegas , belum sempat sang sekertari menjawab sebuah jeblakan pintu membuat mereka berdua menoleh kearah pintu ,menoleh kearah orang dengan kurang ajarnya berani membuat kegaduhan di tempatnya bekerja .
"kau yakin tidak ingin menemui ku paman yaer " ucapnya penuh nada manja yang di buat - buat membuat yaer pria tadi menatap datar pada 'tamu' nya ini .
"arsety lim apa mau mu ?" ucap yaer pada wanita yang di pangil arsety tadi ,sedangkan arsety tengah menyeringai kecil ,pamannya ini sangatlah to the point dan ia suka itu .
"mau ku paman yaer melakukan ....."
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...