Black Butterfly

Black Butterfly
BLACK BUTTERFLAY PART 2


__ADS_3

jalanan yang terkena siang yang terik membuat orang - orang bercucuran keringat siang ini banyak yang dari mereka menghabiskan waktu di depan kipas angin atau keluar untuk membeli minunman dingin yang melegakan tengorokan .


di halaman mansion tepatnya di gazebo nampak seorang gadis cantik tengah bersantai dengan es krim di mulut dan hp yang menampilkan game yang ia main kan , tak selang 2 jam ia merasa bosan pun melempar ponsel itu sembarangan , entahlah prianya tidak bisa di hubungi 2 bulan ini , entah itu sibuk atau apa ia juga tidak tahu ,yang ia tahu sang kekasihnya tengah sibuk bekerja , tak lama ia teringat akan cairan yang ia temukan di tempat wanita tersebut membuatnya penasaran apa yang sebenarnya terjadi kenapa rasanya suara wanita itu sangat familiar di telinganya .


ia bangkit lalu berjalan ke arah ruang kerja ayahnya hingga ia berhenti ketika mendengar suara orang asing yang ada di dalam ruang khusus milik ayah nya tersebut , dengan hati - hati ia menyelinap masuk dan beraembunyi di salah satu pilar penyaga yang ada di sana lalu mendengarkan apa yang mereka bicarakan .


di sisi lain ale nampak memonitoring anak buah nya yang tenang melakukan tugas misinya ,nampak beberapa sinyal dari yaer dan cadhies ia tangkap membuat nya dengan gesit mengoperasikan alat cangih tersebut ,ya mereka tergabung menjadi 2 tim yaitu tim mata berisikan ale dan anggota black jade yang khusus menangani hal jalannya lalu lintas internet yang berhubungan dengan musuh keluarga kim atau saingan bisnis yang mengunakan cara licik untuk menjatuhkan keluarga kim, yang mampu merusak, memanipulasi serta pembobolan data sistem musuh .


sedang kan tim satunya lagi bergerak dengan cekatan dalam mencari ,melacak dan membunuh orang yang terbagi menjadi 2 cabang yaitu tim mata angin atau black sniper yang dipimpin oleh yaer dan tim shadown yang di pimpin oleh cadhies ,sekarang mereka tengah menyusup di kediaman milik zety di negara Mx ,negara yang penuh dengan ganster dan sarang mafia paling ganas di daerah tersebut ,untunglah black jade mampu bersaing dan maju pesat di negara tersebut .


"ale aku membutuhkan titik koordinat dari tuan jo sekarang " ucap yaer yang masih dengan posisi siap membidiknya itu .


"mengerti , barat daya 356° dari arah mata angin tempat mu berdiri hotel xxx lantai 23 presiden suit " sahut ale sembari melihat komputer yang ada di depannya kini .


"got it " ucap yaer sembari membidik salah satu jendela di hotel tersebut membuat nya agak tercengang atas apa yang ia lihat di lensanya


"pih pria tua yang menjijikan " gumam yaer yang di hadiahi tawa memekakan dari ale di sebrang sana ,dan degusan pendek dari cadhies , mereka menunggu yaer beraksi sebelum cadhies memulai tindakan selanjutnya , angin berhembus dengan pelan dengan presisi ya pas ia menunggu waktu yang tepat dan menargetkan kepala sang target begitu pas ia menarik pelatuknya pelan dan BANG !! satu tembakan ia lepaskan dan mengenai sasaran lalu ia meningalkan gedung tersebut dengan tenang .


kembali ke mansion di dalam bilik ruang kerja tersebut nampak berantakan ya lexsa baru saja menangkap penyusup yang mengacak acak ruang pribadi sang ayah nampak meja dan kursi berserakan dan beberapa dokumen pun tersebar memenuhi ruangan banyak bodyguard yang datang dan mengepung 2 orang yang kini tinggal menjadi mayat tersebut membuat lexsa berdecih pelan tak berapa lama hyonji ,key dan jeffry datang dengan raut khawatir saat mendengar lexsa di serang oleh penyusup oleh salah satu maid nya mereka melihat sekeliling dan melihat lexsa yang tengah di tangani oleh dokter keluarga kim tersebut .


"bereskan mayat ini " perintah tegas jeffry yang hanya di angguki oleh para bodyguard nya .


"sayang apa kau tak apa ?" tanya hyonji sembari mendekat kearah lexsa .


"ya tak apa - apa ibu hanya sedikit luka gores dari pisau "ucap lexsa sembari menujukan luka yang telah di bebad oleh perban , ia tak tahu kenapa tapi ia merasa ada yang aneh dengan pisau yang melukainya .


"sebenarnya apa yang terjadi sa ?" pertanyaan jeffry hanya di jawab dengan keterdiaman lexsa hinga sebuah tepukan pelan di bahu nya membuat lexsa tersadar dan menatap kakak nya kini .


"tidak apa -apa mereka hanya mencari dokumen pabrik senjata saja dan aku memergoki mereka " jelasnya secara gamblang membuat gendis terdiam dan menatap nona nya nanar .


"nona..."lirihan gendis yang hanya di angguki oleh lexsa .


"baiklah aku akan menyelidiki ini tapi aku harap kau tidak terluka lagi " ucap jeffry sembari mengelus pelan kepala lexsa ,yang hanya di angguki oleh lexsa dan gendis membawa sang nona muda kembali ke kamarnya ,saat mereka sampai di kamar lexsa mendekati meja belajarnya dan duduk di sana dengan cekatan ia membobol seluruh data dari pemerintah dengan jemarinya ia terus mencari hingga ia menemukan sebuah file data yang di lindungi dengan virus tersebut dengan cekatan lexsa membobolnya dan berhasil membukanya saat ia mencoba mengakses file tersebut mendadak komputernya hang dan mati seketika membuatnya terkejut dan mencoba menyalakan kembali namun gagal .


BRAK !!!


"brengsek ! seharus nya sedikit lagi sebenarnya apa yang ayah coba sembunyikan dari ku arrrggghhh !!!!!" ucap lexsa frustasi dan membanting seluruh buku dan barang - barang yang berada di atas mejanya tersebut .


"black nano mamba .... aku harus mencarinya " desis lexsa dan kemudia bergegas keluar dan menuju markas besar black jade , ia memacu montor nya dengan kecepatan penuh menuju markas tersebut ,sesampainya di sana ia menuju lab dan membawa tabung reaksi yang berisikan cairan berbahaya tersebut .


di sisi lain tepatnya di negara Mx nampak seorang pria dengan tenangnya mengendarai sebuah mobil mewah dan di samping nya terdapat wanita cantik yang vergelayut manja di dadanya sembari sesekali mengecupi pipi sang pria ia mengelus pelan dada pria tersebut .


"bagaimana hari mu love ? apa kah kau bekerja dengan baik ?" tanya pria itu sembari lengan satunya mengemudi dan tangan yang satunya lagi membelai pingang wanita tersebut dengan lembut .


"ha... berhentilah membicara kan pekerjaan dan itu sangat kelelahan kau tahu bahkan boss tidak memberi ku cuti 2 bulan ini " adunya dengan muka cemberut yang di buat - buat membuat pria di sampingnya ini terkekeh pelan .


"auh ...kau pasti sangat lelah sekali sweety " icap pria tersebut sembari mengelus kepala wanita tersebut .


"tentu saja kau tahu demi menyusun pertemuan antara mr.jo dan nona muda lim sangat lah sulit tapi mr.jo malah terbunuh " adunya sembari menelusuri dagu tegas milik pria di sampingnya kini .


"apa ? terbunuh ?!" ucap pria itu sedikit terkejut lalu menatap sang gadis sekilas .


"yup ...hah....sayang sekali bukan lagi pula mr.jo adalah salah satu penyongkong dana terbesar ke 2 setelah mr.an dan mr.kim " terangnya sembari meletakkan kepalanya dengan manja .


"huh ? siapa mereka kenapa begitu asing di telinga ku apa kau mengenal mereka ?" tanya nya sembari mengerutkan dahinya membuat wanita tersebut terkekeh lucu .


"kenapa kau begitu ingin tahu ?"tanyanya sembari mengelus sisi wajah milik pria tersebut .


"tentu saja agar tidak cemburu saat kau bersama mereka lagi pula bukan kah mereka semua tampan dan kaya raya "protesnya dengan nada marah yang di buat - buat .

__ADS_1


"aigo....my baby ...dont be mad ...mereka sudah berumur lagi pula mereka minggu depan akan kesini untuk membahas penemuan penting"


"kau akan meninggalkan ku lagi " protes tak terima sang pria .


"kkk... maaf tapi ini sangat penting sekali bahkan aku di percaya untuk mengawal mereka kali ini " katanya sembari mengelus lengan sang pria untuk menenangkan emosinya tersebut .


"kau sekertaris bukan body guard yaih !?" protesnya lagi sembari mencubit pelan pipi wanita tersebut .


"astaga ....sayang ..... kamu jangan khawatir ok ini hanya membahas tentang black nano mamba dan transaksi jual beli sebuah cairan yang akan di lakukan besok di markas utama nona lim dan itu sangat melelahkan untuk mengawangi mereka " katanya sembaro mengeleng kepalanya kecil dan gemas melihat tingkah sang kekasih nya ini .


"kalau begitu keluarlah dari pekerjaan mu itu " saran pria itu dengan santai ,sembari melihat kedepan tampa melihat ke samping lagi .


"aish ...andai bisa semudah itu ...mereka tak akan melepasku begitu saja ... karena aku mengetahui bahwa mereka memiliki penawar racun ..."gumamnya yang di tangkap jelas oleh pendengaran pria tersebut .


"huh ? apa kau berubah menjadi dokter sayang ?" tanyanya untuk memastikan .


"kkk itu rahasia ..." ucap wanita tadi sembari memeluk pria tadi yang hanya di balas deheman sebentar .


lab.black jade hari ini semakin memanas padahal dalam ruangan tersebut ac sudah di turun kan tapi hawa panas tersebut berasal dari seorang gadis yang kini nampak kesal setengah mati , ia mengeram marah ketika ponsel milik kekasihnya tidak kunjung di angkat .


ia menarik nafas dalam lalu ia hembuskan keluar saat sudah tenang dan menata pikiran dengan baik ia lalu pergi membawa sampel tersebut dan keluar dari lab tersebut .


"sa kau mau kemana ?"tanya cozi yang baru saja memasuki lab bersama kun


"aku harus pergi jika ada yang mencari ku bilang jika aku tak pernah ketempat ini " ucap lexsa tegas lalu berbalik untuk meneruskan langkah kaki nya untuk berjalan keluar .


"apa kau berencana untuk lari ?" pertanyaan kun mampu menghentikan langkah lexsa ia mematung sejenak lalu menunduk dan mengepalkan tangannya .


"tidak ,aku bukan lah tipe pengecut yang melarikan diri " ucap lexsa sembari memantabkan hatinya .


"aku harap kau kembali masalah tuan yaer dan cadhies akan kami urus "


"ya,terimakasih " ucapnya lalu bergegas pergi dari lab tersebut meninggalkan 2 dokter muda yang menatap punggungnya itu ,setelah kepergian lexsa nampak cozi duduk di hadapan seniornya ini dan melihat dengan seksama apa yang akan seniornya ini lakukan ,merasa di awasi kun menatap cozi dengan penuh tanya karena juniornya ini menatap dalam diam seolah tengah menilainya .


"kau kenapa ?" tanya kun ahirnya karena jengah di tatapi oleh juniornya ini .


"hyung ,kenapa kau tidak menghentikannya ? bukan kah sangat mengkhawatirkan jika ia tidak kembali ?"pertanyaan beruntun tersebut hanya di tangapi geplakan sayang antara kepala cozi dan dokumen yang tengah di periksa kun .


"yaish ! hyung ini sakit !" ucap nya tak terima saat merasakan denyutan sakit di kepalanya .


"oh aku harap rasa sakit itu mampu mengembalikan kejeniusan mu zi !" balas sang senior tak kalah sengit membuat cozi memanyunkan bibirnya .


"ya ! hyung aku hanya bertanya .... apa salah "protesnya lagi membuat lelaki di depannya geram terhadap tingkah cerewet sang junior di depannya kini .


"kau kira lexsa akan selemah itu hah ! biarkan dia sendiri dulu kau tak tahu suasana hatiaa lexsa tadi sedang kacau hah !" ucap kun sembari menatap cozi serius membuat cozi mengkeret takut karenanya, ish seniornya ini sangat menyeramkan jika sudah marah .


di sisi lain negara Mx nampak ale tengah berbaur dengan penyamarannya dengan santai ia berjalan menyusuri beberapa jalan setapak mengambil liburan sesekali boleh juga ia akan mengajak lexsa kesini setelah masalah ini beres , tak lama ia memasuki toko roti yang ia kenal ,milik salah satu keluarga tangan kanan nya dulu dr.doch adalah nama samarannya salah satu intel dan juga dokter paling handal yang pernah ia miliki .


ia memasuki kedai kecil tersebut dan di sambut dengan ramah oleh sang pemilik toko yang kebetulan berada di sana .


"wellcome mr ,my i help you ?" ucapnya dengan ramah yang hanya di angguki oleh ale dengan santai ia melihat sekeliling lalu menyodorkan sebuah kotak kayu berwarna hitam tersebut .


"aku, dengar hari ini ulang tahun sang pemilik toko dan tuan ku mengirim hadiah ini pada mu " ucapnya ,nampak sang pemilik toko menatap pria di depannya ini heran tak lama mata itu membulat sempurna mengetahui siapa orang do dwpannya ini .


"oh .... silah kan duduk aku akan membuat kan teh untuk mu mari ikut saya ke ruang kerja untuk mengambil tanda terimakasih atas mengingatkan saya tentang hari ulangtahun saya "ucapnya dengan wajah dengan binar penuh semangat.


"ah jasmin tolong jaga toko ini sebentar karena aku memiliki teman lama yang tidak berjumpa " ucapnya yang di angguki oleh sang assisten kepercayaannya itu ,mereka berjalan kearah ruang kerja milik nya , ale dengan santainya duduk di sofa milik sang tuan rumah yang hanya di gelengi kepala oleh sang pemilik, ia tahu betul sifat sang teman perjuangan dan leadernya ini .


"aku kira kau sudah terbunuh di inseden tersebut dan aku turut berduka atas kematian istri dan anak mu " ucapnya penuh dengan nada kesedihan membuat ale menghela nafas sejenak lalu menyadarkan tubuhnya di sofa yang ia duduki .

__ADS_1


"terimakasih atas empatinya ,putri ku selamat ia masih hidup " kata ale sembari memaonkan gelas yang berisikan cairan memabukan berwarna coklat bening tersebut ,menghiraukan tatapan terkejut dari pria di depannya kini .


"oh astaga benarkah itu ! yuan selamat !?" serunya sembari mengoyangkan pundak ale dengan antusias yang hanya di angguki oleh nya .


"ah ! syukurlah setidaknya ada satu perempuan yang bisa menangani kegilaan mu terhadap senjata tuan ..."ucapnya yang hanya di jawab sebuah degusan yang keluar dari bibir ale .


"well lupakan itu karena aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku " ucap ale dengan nada serius yang di angguki ole pria di depannya kini .


"apa yang sekiranya bisa saya bantu tuan ?"tanyanya sembari berdiri tegak di hadapan ale ,sejenak hening menyelimuti mereka berdua ,ale masih menimbangkan dengan masak apakah mereka semua harus turun atau tidak .


"black nano mamba ....apa kau sudah mendapatkan formulasi penawarnya?"tanya ale sembari menatap pria itu dengan tenang ,mengerti akan hal apa yang tuannya inginkan ia hanya mengaguk dengan tegas sebagai jawaban membuat senyum puas terukir di bibir milik ale .


1 bilan telah berlalu begitu saja ,mereka masih belum menyadari jika lexsa pergi dari keluarga kim ,hingga key menyadari jika lexsa sudah 1 bulan ini tidaklah hadir di sekolah awalnya ia pikir mungkin ia sedang menjalankan misi tapi ia melihat gendis pulang ke negara L minggu yang lalu dan mengatakan bahwa sang nona meliburkannya sampai ada pemberitahuan dari dirinya .


ruang keluarga itu nampak tegang dan cemas ,terutama sang nyonya rumah yang kini nampak cemas luar biasa ,bagaimana bisa putrinya menghilang begitu saja ,apakah parapenjaga itu tidur hingga membiarkan putrinya pergi apa lagi ia baru saja terluka .


"aish ,key apa kau menemukan sesuatu di cctv ?tanya sang ibu sembari meremas jemarinya cemas yang hanya di gelengi oleh putra bungsunya tersebut .


di tempat laon tepatnya di lab .terpencil milik lexsa ,nampak di sana berantakan banyak file berserakan di atas lantai dan meja dengan lemas lexsa menyadarkan tubuhnya ,sial tak perna sefrustasi ini dalam menghadapi hal semacam ini .


ia mendengar langkah kaki mendekat dengan waspada ia menyiapkan kuda - kida untuk menyerang ,tapi rasa pusing menghantam kepalanya dengan dahsyat membuat kesadarannya terkikis sedikit demi sedikit hingga pandangannya pun mulai mengelap .


dengan santai orang itu berjalan menuju kearah tubuh lemas milik lexsa dan membopongnya keluar dari sana ,ia membawa tubuh ramping itu di gendongan dan membawanya ke villa tempatnya tinggal ,tak sampai 2 jam mereka sampai di villa dekat pinggir pantai ia turun dari mobil dan membawa tubuh itu bersamanya nampak wanita yang menyambutnya terkejut melihat siapa yang di bawa suaminya tersebut .


"astaga apa yang terjadi dengannya ?"tanya wanita itu sembari mendekat dengan beberapa pelayan yang membuntuti nya .


"aku jelaskan nanti pangillah dokter kesini aku akan jelaskan ke kamu nanti " terangnya yang hanya di angguki wanita di belakang pria tersebut ,ia meringis kecil melihat keadaan yuan yang seperti itu 'semoga kau baik -baik saja yuan 'batinnya .


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.............................................................. . . ... . . .. .. . ... . . . . . . . . ...。...


...ん...


.......


.......


.......


.......


....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...

__ADS_1


...BY .BLACK ICE _B.I...


__ADS_2