
4 bulan sudah lexsa kembali ke sekolahnya dengan alasan mengejar nilai dan banyak tugas ahirnya cadhies mau membebaskan lexsa dengan catatat dia harus kembali ke villa mereka tepat waktu dan dia yang akan mengantar jemput lexsa tampa bantahan lexsa hanya mengaguk pasrah ,nampak dengan tenang lexsa duduk di bangkunya sembari mengerjakan tugas milik nya sudah 4 bulan setelah kejadian itu ia masih penasaran siapa yang membantunya di malam itu .
FLASHBACK ON
lexsa tengah bersiap dengan pakaian assasing nya sedang kan gendis nampak khawatir dengan rencana yang di buat nona mudanya kini ,
"nona apakah ini akan berhasil ?" tanya gendis sembari menerima pakaian yanv di rancang khusus oleh desainer ternama hanya untuk nya itu .
"tentu keberhasilan ini terletak di kamu gee kamu bisa menguasai atau tidak itu tergantung dengan kamu " ucap lexsa tegas , gendis menatap lama sang nona dan menemukan sebuah kesunguhan di dalamnya membuat ia membulatkan tekat bahwa ini akan berhasil di tangan nya .
"baik nona saya akan menlakukan yang terbaik untuk anda " ucap grndis penub keyakinan , membuat lexsa tersenyum senang kearahnya sembari mengaguk , ia menyerahkan sebuah chip yang di pasang di baju depan ,anting dan konta lensa mata untuk gendis
"ingat berhati - hatilah terhadap tangan kanan arsety dia adalah orang yang terlatih " peringat lexsa saat mengetahui bahwa bawahan gendis sangatlah jeli akan menilai seseorang yang pertama kali ia lihat , dan itu adalah tantangan berbahaya yang akan gendis hadapi nantinya .
"tapi bagaimana pun samaran ini akan terbongkar nona " ucap gendis khawatir .
"gunakan ini , ini khusus di buat untuk menyerupai wajah dan kamu cukup berdandan sedikit " ucap lexsa sembari menyerahkan topeng kulit yang sudah ia siapkan sebelum gala dinner ini akan di gelar .
"baik nona akan saya lakukan " ucapnya sembari menerima topeng tersebut tak berapa lama gendis siap dengan peralatan yang terpasang , mereka berpisah dengan lexsa yang mengendarai motornya ke arah yang berlawanan dengan helikopter yang membawa gendis .
sesampainya di lokasi ia memarkirkan montor tersebut dan melihat sekeliling dengan sigap ia memanjat satu persatu atap tersebut hingga ia mendarat tepat di atas rumah targetnya sinyal yang ia terima sangat akurat .
"black wolft you have 15 minute for your serch and get a document" ucap salah satu anak buahnya yang tengah mengegam kendali daro jauh dan memantau serta mengacaukan cctv sementara .
"get it , i'll go" ucap nya tak lama ia bergerak ke blakon yang berada di bawahnya dan dengan para bodyguard yang menjaganya di bawah , ia memasuki ruang tersebut dengan mencokel pelan jendela tersebut saat ia hendak masuk ia merasa ada yang jangal hingga ia mengeluarkan bubuk yang sendari tadi ia bawa dan mengarahkannya ke depan dan benar saja banyak laser tak kasat mata yang melindungi ruangan tersebut .
"laser, i need them off now " ucap lexsa sembari menghubungi anak buahnya yang sedang bekerja di sebrang sana .
"roger, wait in proces " ucapnya tangan tersebut dengan cepat menembus sistem keamanan dengan mudah dan melihat banyak cctv dan laser jebakan di dalam sana .
"done you can get in but be carefull cause in the room more that trap ,so good luck remember you must go out after 15 minute " ucanya membuat lexsa mendegus sebagai jawabanya .
"i get it " ucapnya tak lama laser - laser tersebut menghilang dan lexsa dengan leluasa memasuki ruangan tersebut dan benar saja di sana banyak trap jika ia salah sedikit maka alaram di ruang tersebut akan berbunyi .
ia menyusuri rak dan laci dengan cekatan hingga ia mendorong satu buku cerita anak - anak dan terbukalah ruang rahasia tersebut , ia menelisik kearah meja dan sofa di sana hingga ia menemukan kotak yang berisikan beberapa dokumen penting , ia menyalakan komputernya dan membobol data di sana lalu menyalinnya ke flashdisk yang ia bawa , sembari menunggu dia juga mencari dokumen asli yang telah di palsukan oleh keluarga bagian kim itu .
setelah selesai ia membereskan semua tampa menyisahkan sedikit pun jejak tapj sial bagi lexsa karena ia lupa ada sebuah cctv yang membuat nya ketahuan tak lama ia di kepung oleh para bodyguard milik arsety sembari menodongkan senjata ke arah nya .
"ANGKAT TANGAN MU ATAU KAMI AKAN MEMBUNUH MU SEKARANG !!" teriaknya dengan penuh amarah , lexsa mengakat tangannya dan menekukunya kebelakang bersiap mengambil pedang lentur miliknya dan belati yang ia siapkan untuk keadaan seperti ini , saat mereka mendekat dengan gerak cepat ,tepat dan mematikan membuat para penjaga tersebut langsung mati di tempat begitu terkena tebasan dari pedang dan belati milik lexsa dengan mudah menumbangkan mereka dan baku tembak pun tak terelakan di dalam rumah dengan cekatan ia berlari keluar sembari menembaki para bodyguart yang melawan dengan airshoot gun miliknya yang ia rampas tadi , tak lama amunisi itu habis tapi para penjaga itu berdatangan makin banyak membuatnya makin kualahan .
lexsa dengan piawai menghendel mereka dengan tangan kosong ,tampa ia sadari di tengah pertarungan ia tengah di awasi oleh sepasang mata tajam yang sendari tadi mengawasi gerak gerik nya saat ia melihat bahwa seorang penjaga tersebut akan mengunakan katanya nya untuk menebas lexsa dari belakang dengan cepat ia melempar belatinya dan menghajarnya tampa ampun .
lexsa yang terkejut pun berbalik dan melihat siapa yang datang ia dapat melihat pungung tegap itu entah mengapa ia merasakan rasa rindu yang menyesakan dada yang kini ia rasakan membuat ia tertegung sejenak hingga sebuah suara deting logam beradu mampu menyadarkannya sontak ia menatap mata itu , mata tajam yang kini menatapnya dingin membuatnya takut seketika seolah dia tengah menghadapi seorang dewa kematian yang sebenarnya .
"jika kau masih melamun aku yakin kau akan terbunuh sekarang " ucapnya penuh dengan nada tegas , tersadar bahwa sebagian dari pengawal tersebut telah tumbang lexsa dengan cekatan menghabisi sisanya .
"pergi lah dari sini biar aku yang mengurus sisanya " ucap pria itu bukan jawaban yang ia dapat melaikan acungan logam tajam yang kini berada tepat di lehernya .
"lawan atau kawan " ucap lexsa dingin membuat pria itu menyeringai tipis melihat betapa waspadanya lexsa .
"menurut mu ?" tanya dia balik membuat lexsa tampa sadar mengeram maraha atas hal itu .
"dont test me or i'll cut your troath !" ucapnya sembari menekan katanya ke leher pria tersebut membuat pria itu mengakat tangannya dan berbalik kearah lexsa yang kini masih mengacungkan senjatanya mereka salin bertatapan lama .
__ADS_1
"aku sarankan kau cepat pergi dari sini nona atau kau tak akan lolos lagi kali ini " peringat ah bukan perintah orang tersebut dengan tegas .
"who are you ?" tanya lexsa ,belum sempat menjawab terdengar suara gaduh dari luar membuat mereka menoleh .
"pergi sekarang juga !" perintah nya mutlak yang entah kenapa membuat lexsa menurut begitu saja dengan bantuan bom asap ia berhasil kabur walau di belakang terdapat beberapa anak buah arsety yang mengejarnya .
END FLASHBACK OFF
gerakannya sangat asing dan sesaat ia dapat merasakan rasa takut saat ia menatap mata yang bersembunyi di balik topeng izanami nya apakah ia juga mengincar pabrik itu juga .
tak sadar sebuah penghapus papan tulis mencium keningnya dan itu membuatnya kembali ke dalam kenyataan yang ada saat ia menoleh kedepan tampak wajah garang sang guru yang ia lihat melihat membuat ia menelan duhannya , key yang di samping nya telah memberi kode bahwa ia sendari tadi melamun dan menghiraukan pangilan sang guru 'matilah aku ' ucap iner lexsa ,dengan senyum lembut yang sangat mengerikan guru itu mendekat membuat lexsa makin gugup .
"apakah pemandangan di luar sangat indah nona kim ,sampai - sampai anda berani menghiraukan pelajaran saya !" ucap guru tersebut sembari menekan ujung buku ke meja dengan pelan tanda kematian datang mendekat .
"ti...tidak miss hanya...hayna..." lexsa melirik key yang mengeleng pasrah tanda bahwa dia tidak bisa membantu .
"KELUAR DARI KELAS SAYA DAN BUAT DETENSI 100 LEMBAR TENTANG KULTUR REGION DI BARAT DAN CATAT SEMUA UNSUR ATOM DAN BUAT 200 SOAL EASY TENTANG ANATOMI MANUSIA !!!!" bentaknya membuat lexsa pucat sial setelah ini ia akan mengurung dirinya di perpustakaan kalau begini jadinya .
"ta...tapi ....miss" ucap lexsa berharap akan mendapat dispensasi dari hukumannya ini,
"jika kau bernegosiasi maka akan aku tambah mengadi 400 easy " ucap sang guru kemudian membuat seisi kelas merinding lexsa menatap sekitar dan banyak dari mereka mengisyaratkan untuk tidak membantah lagi ,dengan pasrah dia hanya mengaguk pasrah yang hanya di balas oleh anggukan sang guru , seketika bahunya jatuh dan ia mengusak wajahnya 'idiot ....matilah aku ....arrrgggtttt' teriak iner lexsa nelangsa ,key yang di sampingnya hanya menatapnya simpatik atas apa yang terjadi oleh nunnanya ini .
di lain tempat tepatnya di ruang kepala sekolah nampak ale meminjit keningnya melihat kelakuan anaknya saat di kelas hari ini , astaga kenapa lexsa melamun apa yang sedang ia pikirkan sedangkan jian yang berada di sampingnya hanya terkekeh geli melihat nya .
"astaga anak itu benar - benar " ucap ale sembari mengusak wajahnya .
"bukanya ia sama seperti mu dulu ...kkk selalu mendapatkan hukuman bedanya dulu kamu tukan molor sedangkan lexsa ketahuan melamun sekali di pelajaran yang salah kkk" ucapnya membuat yaer semakin pudung .
"ouh diam lah , bagaimana dengan dia apakah sering menujukan gerak gerik mencurigakan ?" tanya ale sembari melihat dokumen salah satu siswa di sana mata -mata jerad yang di pasang di kelas satu ,dua dan tiga mereka adalah assasing yang harus di awasi bagaimana pun juga mereka bisa membunuh anak - anak tidak berdosa tersebut .
"apa.kau sudah tahu siapa mereka ?"
" ya tuan mereka adalah anak buah jerad dan mereka selalu mendiskusan sesuatu di sana lalu pergi setelah melaporkan sesuatu " ucapnya sembari menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi sembari melihat jian , yang hanya di tanggapi oleh jian dengan sigap.
bel pulang sekolah pun berdetang tanda para siswa berkemas untuk pulang tapi tidak dengan lexsa ia dengan lemas menunju ke perpustakaan. cadhies masih berada di halaman sekolah saat menerima chat dari lexsa yang menyuruhnya pulang dulu karena adanya jam tambahan pun mulai berbalik , sontak ia terkejut saat melihat pria itu berdiri di belakang nya sembari tersenyum ia menyapa cadhies yang masih dalam keadaan syok tersebut.
"lama tidak melihat mu ,menantu tersayang ku " ucapnya sembari bersandar di badan mobil tersebut .
"kau...." ucapnya tak percaya pada apa yang ia lihat .
malam menyapa dan lexsa masihlah sibuk berkutat di dalam perpustakaan milim keluarga kim , tak lama telinganya mendengar seseorang tengah berbicara di dalam ruang baca milik ayah nya ,ia mengintip di celah pintu untuk melihat siapa yang berbicara dengan ayahnya kini , ia dapat melihat siluet punggung tegap itu lagi punggung tegap yang bulan lalu membantunya melarikan diri .
lexsa menegakan badannya sembari berfikir bahwa pria itu adalah salah satu bawahan sang ayah tapi ia nampak asing dengan pria itu samar ia tengah membahas pabrik senjata dan juga dirinya sebenarnya apa yang ayah nya ini rencanakan .
tak sadar pintu di belakangnya membuat lexsa tersentak dan.menoleh seketika dan melihat ayahnya yang menatap heran pada lexsa .
"sayang kenapa kamu disini kau sudah selesai menyalinnya ?" tanya yaer menatap lexsa yang kini nampak gugup .
"ah bukan ayah aku hanya ingin mencari minum dan tidak sengaja berjalan kemari " ucap lexsa sembari memilin ujung dressnya , membuat yaer tertawa pelan .
"ish ayah aku serius " ucap lexsa kesal mendengar tawa kecil yaer
"ok...ok maafkan ayah ok ,kembalilah tidur sudah larut" ucap yaer sembari membelai rambut sang anak dengan sayang .
__ADS_1
"baiklah ayah juga jaga kesehatan ...selamat malam ayah " ucap nya sembari memberi kecupan selamat malam dan beranjak pergi , yaer hanya menatap punggung lexsa miris 'semoga saja ale tidak salah mengambil keputusan dan membuat lexsa menjadi mesin pembunuh ' ucap iner yaer sembari menutup pintu ruang baca tersebut .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...