
pria itu memijit keningnya karena pusing yang mendadak menyerang kepalanya ,ia duduk dengan komputer dan kertas yang masih berserakan di meja nya kini , tak berapa lama sebuah ketukan pintu mengalihkan atensinya ia berdehem sebentar ,tak lama seorang dengan setelan jas rapi datang memasuki ruangan tersebut .
"bagaimana dengan keadaannya sekarang ?" tanya pria tersebut sembari menatap 2 orang yang ia kenali sebagai bawahannya tersebut .
"nona besar masih tertidur dan sepertinya nyonya kim mencari keberadaannya tuan " jelasnya .
"apa kau sudah menghilangkan jejak keberadaan lexsa ?" tanya pria itu sembari memainkan pena yang sendari tadi terselip di jemarinya .
"sudah tuan ,semuanya sudah aman " balasnya yang hanya di angguki oleh pria tersebut dengan gerakan tangan ia menyuruh orang tersebut pergi , kembali menatap kertas tersebut lalu menghela nafas pendek lalu berdiri melihat pemandangan laut yang luas di belakannya .
BRAK !!!!!
"JHON !! BAGAIMANA DENGAN KEADAAN YUAN !" gebrakan pintu dan teriakan itu sukses membuat sang pemilik ruangan terlonjak kaget lalu menoleh ke arah pelaku pendobrakan pintu tersebut ia meringis kecil melihat kelakuan bar - bar wanitanya ini .
wanita yang menyandang status nyonya muda kim dan memiliki satu anak itu langsung memandang sang suami dengan gemas karena tidak menjawab pertanyaan yang ia tanyakan .
"John ......" ulang wanita itu dengan penuh penekanan, ia merasa cemas dengan kondisi lexsa saat sang suami membawanya ke kediaman mereka ini .
"tenang lah sayang lexsa akan segera bangun ... jangan khawatir ok " hibur Jhonathan sembari mendekap sang istri untuk menenangkannya ,Yuna yang di landa kekalutan pun berangsur tenang .
FLASHBACK ON
wanita itu nampak dengan tenang menimang bayi mungil di dekapannya untuk melelapkannya dalam samudra mimpi yang indah ,di rasa cukup tenang dan lelap wanita tersebut meletakan bayi nya ke dalam ranjang khusus bayi yang di sediakan di sana , saat memandang putri kecilnya ia mendengar suara gaduh dari luar ia melihat sebentar putrinya lalu keluar menuju pintu.
"jaga nona muda baik - baik " pintanya pada Maid yang menjaga buah hatinya .
"baik nyonya " ucapnya setelah itu dia keluar ruangan menuju ke depan ruang keluarga betapa terkejut nya ia melihat suaminya datang dengan membawa adik tersayang nya dengan kondisi yang cukup mengenaskan .
ia bergegas menghampiri mereka dengan panik ia mendekat .
"astaga Jhon lexsa kenapa ?" ucapnya terkejut Jhonathan yang di tanya hanya diam sesaat lalu menghembuskan nafasnya pelan .
"aku akan ceritakan nanti panggil dokter kemari " ucapnya sembari melangkah masuk menuju kamar tamu ,Yuna hanya mengaguk mengiyakan .
setelah dokter datang lexsa langsung di tangani dengan infus dan kantung darah yang kini berjajar apik menghiasi tangannya .
AND FLASHBACK OFF
mereka duduk berhadapan sembari mengatur emosi masing - masing ,Yuna dengan kekalutannya sedangkan Jhonathan dengan kepalanya yang pening ,melihat hal itu Yuna pun tak tega ia menghampiri Jhonathan lalu memijit pelan pundak kokoh itu dan menyalurkan kenyamanan untuknya .
"ha...sepertinya lexsa tahu masalah tentang Nano mamba itu makanya ia tertekan seperti sekarang ini ,apa lagi di lab tersebut aku menemukan ini " jelas Jhonathan sembari menujukan sebuah botol kecil bening yang sendari tadi ia bawa ,Yuna menatap dengan seksama botol tersebut lalu mengambilnya dari tangan sang suami ,ia merasa tidak lah asing dengan cairan ini hingga satu ingatan membuat ia membulatkan matanya tak percaya .
"what the ....ini ....aku kira benda sial ini sudah mati bersama penciptanya ..." ucapan Yuna mampu membuat Jhonathan tertegun sesaat .
"apa kau tahu masalah ini ?" tanya Jhonathan heran setahunya yang mengetahui masalah ini hanya dia ,paman anarta ,tuan besar kim dan baba cleo .
"ya tentu saja karena benda ini yang hampir merengut nyawa lexsa waktu itu " terang Yuna sembari mengingat kejadian di lab yang cukup mengerikan tersebut .
"apa kau tahu kita sedang mencari penawar racun milik lim yang telah di kembangkan ini"
"tapi tunggu dari mana Yuan mendapatkan benda itu, bukanya Black mamba di jaga ketat oleh orang - orang dari lim ?" tanya Yuna sembari berpikir pertanyaan tersebut membuat Jhonathan terdiam apa yang di katakan istrinya ini ada benarnya ,ia menatap Yuna lama hingga ia tersadar sesuatu dan bergegas menuju kamar putrinya mereka terkejut saat mendapati 5 mayat assasing yang tergeletak di samping seorang gadis yang kini tengah menimang seorang balita di dekapannya .
Jhonathan kehilangan kata - katanya untuk sesaat ,Yuna yang tersadar pun langsung menghampiri mereka .
"kalian tidak apa - apa ,lexsa kapan kau terbangun ?"tanya Yuna bertubi - tubi lexsa menyerahkan bayi itu ke Yuna ,dan dengan sigap di gendong oleh Yuna .
__ADS_1
"ya aku tak apa sepertinya mereka bukan dari Black Jade maupun Black horse " kata lexsa sembari menatap mayat yang kini di tangani oleh bawahan sang kakak .
"ya bukan mereka datang kesini karena ini " ucap Jhonathan sembari menujukan sebuah botol kaca bening yang ia pegang tadi, lexsa membulatkan matanya dan ingin merebutnya tapi dengan sigap Jhonathan meninggi kan tangannya menghindari gerakan gesit dari gerakan lexsa ,tidak menyerah dengan apa yang ia ingin kan lexsa pun berusaha melawan , hingga mereka berdua terlibat pertarungan yang lumayan sengit dua orang penting dari Black Jade saling beradu bela diri dan menggunakan katana sebagai senjata .
para bodyguard dan pelayan di sana melihatnya dengan takjub sekaligus ngeri melihat 2 orang terkuat itu adu seni beladiri nya ,nampak Yuna sangat cemas dengan mengendong putrinya yang kini nampak menggeliat tak nyaman di dekapannya .
TAK ..TRING ...JLEB
BRUAK !!!!
satu lemparan belati kecil mengenai tangan lexsa dan berhasil menjatuhkan pedang nya keadaan tersebut di memanfaat kan Jhonathan untuk menekan lexsa di bawah pitingannya .
"kak kembalikan itu aku belum selesai dengan itu kak !" teriak lexsa kalap
"astaga sa tenanglah ada apa dengan mu kali ini kau sangat tidak bisa mengontrol emosi mu ha !?" bentak Jhonathan balik ,sadar akan hal itu lexsa pun tercekat dan mulai tenang sembari berpikir jernih kembali .
"ak...aku..." ucapnya linglung 'sial apa yang sebenarnya terjadi pada ku ,kenapa aku begitu saja menyerang kak Jhon ?' lexsa pun bertanya dalam hati ,ia seperti di kendalikan oleh orang lain dari jarak jauh sebenarnya ada apa , sama halnya dengan lexsa Jhonathan pun sama herannya karena saat bertarung tadi ia merasakan bahwa yang telah menyerangnya adalah orang asing bukan lexsa .
ia akan mencari tahu dengan cepat masalah Black Nano mamba kepada profesor jiang sepertinya ia tahu sesuatu ,melihat lexsa yang tenang di bawah pitingannya ia melepaskan nya dan membopongnya dengan bridal Stelly memasuki Villa tersebut dan membaringkan tubuh lemas lexsa di ranjang .
"sa ....kau kenapa Hm..? kamu bisa ceritakan ke kakak apa yang membuat mu bisa lepas kendali seperti ini Hm..." ucap Jhonathan lembut sembari melihat kearah lexsa yang menunduk dan melihat kearah tangannya .
"I don’t know it All just happened" ucap lexsa penuh kebingungan sembari menatap Jhonathan balik membuatnya menghela nafas pelan .
"ok, Can you explain, what did you feel when I pointed that thing" ucapnya sekali lagi sembari mengegam tangan lexsa dengan lembut .
"I don't know, but the anger just overflowed Like someone was ordering me from afar" ucap lexsa kalut membuat Jhonathan menepuk kepala lexsa dengan penuh simpati
"is ok ...sekarang istirahat lah jangan buat beban pikiran ok " saran Jhonathan sembari merapikan selimut milik lexsa kembali ,lexsa hanya mengaguk pelan lalu menatap Jhonathan lama hingga sebuah belaian lembut menyapa pipinya membuat ia nyaman dan merasakan mengantuk yang berat tak lama mata cantik itu terpejam dengan damai .
"bagaimana dengan keadaan nya sayang ?" tanya Yuna yang kini masih mengendong putrinya itu ,sadar jika ayahnya lelah putrinya ini meminta atensi ke dirinya dengan mengulurkan jemari kecilnya seolah mengapai sang ayah ,Jhonathan hanya tersenyum ia mengecup dahi sang istri dan mengambil alih putrinya dan mengendong nya .
"lexsa baik - baik saja, untuk sementara kita akan pindah dari tempat ini dulu " ucap Jhonathan sembari menatap lembut Yuna dan merangkul pinggang ramping itu untuk berjalan bersama menuju kamar utama mereka .
"apakah pihak musuh sudah melacak keberadaan kita ?" tanya Yuna memastikan ,yang hanya di angguki oleh Jhonathan.
"ya ... dan kita akan pindah besok pagi - pagi sekali jadi mari kita istirahat " ucapnya sembari menimang sang anak yang kini nampak senang di dalam dekapannya .
di lain tempat tepatnya di mansion kim nampak tuan besar sangat marah akibat hilangnya sang nona besar mereka .
"APA YANG KALIAN KERJAKAN HAH ! MENJAGA SEORANG YANG PENTING KALIAN TAK BECUS !!" bentakan sang tuan besar membuat mereka semua mengkeret takut , ini sudah masuk 1 bulan saat ia kembali dan mendapat laporan jika lexsa menghilang ,ia sudah mengerahkan seluruh para penjaga bayangan nya tapi tidak satu pun dari mereka yang menemukan jejak di mana sang nona besar berada .
"yaer tenanglah anak ku tidak selemah itu " ucap seorang pria yang sendari tadi duduk terdiam di tempat sembari menganalisis keadaan yang ada .
"aku mana bisa tenang ale ... kau tahu sendiri aku sangat menyayangi lexsa ,dan dia baru saja terluka akibat penyusup yang masuk " ucapnya sembari menatap datar sang sahabat ,yang hanya di tanggapi kendikan bahu darinya .
"kalian! pergi perketat penjagaan jangan sampai kelolosan seperti kemarin jika sampai terjadi lagi aku tak segan akan membunuh kalian semua !" ucap yaer dengan tegas.
"baik pak laksanakan " ucap mereka serempak setelah bawahan yaer keluar ale menatap serius ke arah yaer ,ia juga sama khawatirnya dengan yaer ,saat pulang dari menyelesaikan misi ia mendapat kabar putrinya menghilang entah ke mana dan keberadaannya belum terdeteksi sama seperti putra sulung keluarga ini .
"saat aku mengecek kamar lexsa aku menemukan sedikit cairan dari Black Nano mamba yang tertempel di jaket milik lexsa kemarin " ucap ale sembari berdiri dan berjalan menuju balkon yang menyajikan pemandangan sore hari yang menakjubkan tersebut .
yaer menatap ale dan melihat sebuah kain yang ternoda sedikit dengan cairan yang ale yakini sebagai Black Nano mamba .
"apa ? bagaimana bisa ? bukan kah kita sudah merahasiakan ini dari Yuan ?!" ucapnya tak percaya sejenak ia berpikir apakah ia mengetahui tentang Zety lim ?, begitu banyak hal yang berkecamuk memikirkan ini semua membuat 2 kepala keluarga itu terdiam sejenak .
__ADS_1
At Mx City
daerah tersebut di sebut daerah paling berbahaya bagi kaum wanita maupun pria yang lemah dan tidak memiliki kekuasaan di sana ,nampak bar mewah itu di isi dengan para borjuasi dan miliarder yang datang hanya untuk sekedar minum ,menjalankan bisnin,jual beli narkotika dan sabu bahkan beberapa dari mereka juga datang hanya untuk membeli barang lelang yang menarik perhatian mereka.
di lantai VVIP itu nampak seorang gadis dengan pakaian kurang bahan dengan belahan dada rendah dan gaun berwarna merah menyala tersebut nampak menyeringai riang saat mengetahui planing yang ia buat berjalan begitu mulus .
" aku kira kau akan langsung menghancurkan keluarga kim " ucap seorang pria yang baru saja masuk dengan menggunakan kursi roda luka itu tidak bisa di sembuhkan akibat mikro organisme yang ada dalam peluru milik lexsa di desain khusus untuk menguraikan daging dengan cepat .
untunglah lim memiliki obat penangkalnya setidaknya obat tersebut mengurangi rasa nyeri yang ia derita selama ini ,wanita tadi yang mendapat pernyataan seperti itu hanya memutar bola matanya malas menanggapi nya
"bukannya sangat menyenangkan mempermainkan musuh ,lagi pula aku ingin membunuh mereka secara perlahan " ucap wanita tadi sembari meminum Wine yang berada di tangannya dengan anggun .
"apa kamu tidaklah takut dengan kekuatan yang berada di belakang bocah tersebut ?" tanya jerad pria tadi yang kini memandang remeh wanita di depannya kini .
"i don’t fucking care about this jerad.... toh anak ingusan itu baru berusia 17tahun bukan ? jadi bukan masalah besar aku meremehkannya ,sekalipun ia bisa selamat ia haruslah bersujud dulu pada ku " ucap wanita tadi dengan seringai kejam yang menghiasi bibir yang di poles dengan warna senada dengan baju yang ia pakai .
"kau memang iblis yang berkedok malaikat lim" ucapan jerad hanya di balas oleh tawa menggelegar dari wanita tersebut tawa yang sangat menakutkan jika orang lain mendengarnya ,
"well bukan kah permainan makin seru kita lihat siapa yang akan menangis di akhir " kata wanita tersebut sembari berlalu keluar menuju ruang lelang yang telah di sediakan .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.............................................................. . . ... . . .. .. . ... . . . . . . . . ...。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。ん。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。。 ...
... ...
.......
... ...
... ...
.......
.......
.......
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU ...
__ADS_1
...BY .BLACK ICE _B.I...