
setelah kejadian mengemparkan itu terjadi ,banyak media yang menyoroti,dan ahirnya easter jatuh kembali ketanggan keluarga kim sepenuhnya ,dengan bukti yang kuat membuat roxie dan kawanannya di hukum 20 tahun dengan masa percobaan selama 1 tahun , itu pun tampa revisi dan pertolongan keluargalah yang menjadi faktor utama ,vidio tersebut sudah menyebar dengan cepat, memaksa keluarga laei mundur dan hancur kepala keluarga laei tewas akibat serangan jantung ,sedangkan sang nyonya besar menjadi gila ,roxie sendiri ia masuk kepenjara anak dan mendapat rehabilitasi dengan teman - temannya .
saat ini lexsa terbaring lemah di ranjang rumah sakit beberapa alat bantu pernafasan , dan infus menempel apik di tubuhnya ,di sampingnya nampak seorang wanita muda tengah menunggu nya sembari memotong appel untuk calon suaminya ,yang kini tengah meneriksa berkas di dalam ruang rawat tersebut .
"makan lah kau nampak kurus akhir - akhir ini " ucap wanita itu dengan lembut ,yang membuat sang pria menoleh .
"ya terimakasih yun " lirihnya, ia melepas kaca mata bacanya dan bersandar di sofa ia merasakan pijitan lembut di bahu nya .
"jangan terlalu memaksa kau tahu lexsa anak yang kuat ,dia bisa melalui hal ini " katanya sembari duduk di pangkuan sang pria.
"yeah aku juga tidak tau jika mereka melakukan hal ini, aku hanya tak habis pikir . kau tahu dulu aku sangat mengiginkan adik perempuan dan lexsa datang dengan polosnya ...aku hanya takut gagal menjadi kakak yang baik " tutur nya dengan penuh kekalutan ,sang wanita pun hanya mendekap erat dan mengelus punggung nya pelan .
other place ....
dia berdiri, di tanah kosong yang luas dia sempat kebingungan dimana dia . saat melangkah hanya ada hamparan tanah kosong ,tak berapa lama ia berjalan di hamparan taman yang indah di sana dia melihat sepasang pria dan wanita mengenakan gaun pasangan saat ia mendekat ia dapat mengenali mereka ia berlari dan menubruk dua orang tersebut .
"ma ,pa yuan rindu kalian " rintihan itu keluar dari bibir manisnya ,yang hanya di balas sebuah elusan pada rambutnya .
"sayang ..... mama dan papa selalu di samping mu " ucap wanita itu lembut
"tapi kalian pergi ,kalian meninggalkan yuan sendiri " protesnya yang hanya di kekehi keduanya .
"yuan kau sudah besar papa tak ingin kau terluka makanya kami pergi "
"ya papa mu benar kau satu - satunya harta bagi kami ,dan maaf karena mama kamu di kejar oleh mereka maaf kan mama sayang " ucapnya .
"kenapa minta maaf mama tidak salah .....pa ....boleh kah yuan ikut kalian saja yuan lelah ..." lirih nya sembari menundukan kepala nya .
"tegak kan kepala mu prajurit " perintah sang ayah membuatnya menegak kan kepala nya dan menatap pria yang kini mensejajarkan dengan tinggi nya ia memadang lembut putri sematawayang nya tersebut .
"dengar kid's belum saatnya kau disini suatu saat kita akan berkumpul kembali sayang ,jangan bersedih hati tentang kepergia kami ,jangan takut untuk menghadapi masalah kami disini selalu mengawasi mu "
"jaga kesehatan mu sebentar lagi kau akan mendapatkan kejutan besar " ucapan hyunji membuat yuan kebingungan
"hadiah ? hadiah apa ma ?" tanyanya hanya di balas senyuman saja
"suatu saat kau akan tau sekarang waktu mu pergi sayang ku " ucap sang ayah sembari mendorong tubuh yuan .
"tunggu ma ...pa...jangan tinggalkan yuan......!!!" teriak nya ia mencoba mengapai mereka mendadak dia tengelam ke air yang hanya berwarna hitam ia mencoba melawan tapi tubuh itu tidak memiliki tenaga lagi ia mencoba mengapai permukaan yang membuat nya semakin tengelam dan sekuat apa pun itu membuat ia semakin tengelam hinga satu sentakan keras membuat ia membuka matanya dan mengambil nafas dengan memburu, pertama kali yang ia lihat adalah atap berwana putih dan saat ia menoleh tampak raut wajah yuna yang khawatir .
"lexsa kau ok tunggu sebentar jhonatan sedang memangil dokter kemari ok " ucapnya menenangkan entah kenapa rasa sakit menjalar di dada nya rasa nyeri saat mengetahui orang tuanya tiada ,tak terasa air mata mengalir begitu saja ,tak berapa lama dokter datang dengan jhonatan di belakang nya ,setelah memeriksa dan memastikan kondisi lexsa stabil dokter keluar ruangan lexsa hanya berbaring diam tampa menoleh sedikit pun seperti menahan sesuatu yang ingin ia ucapkan .
jhonatan yang sadar akan hal itu menepuk pelan pundak yuna .
"baiklah aku akan membelikan makanan dulu dan memberitahu ibu tentang masalah ini " pamitnya
"gunakan ini ,malam di luar dinggin hati - hati di jalan aku sudah memerintahkan jo untuk menjeput mu mungkin dia sekarang ada di bawah menunggu "jelasnya sembari memakaikan jaket dan mengecup sekilas bibir yuna ,dan di balas anggukan dan pipi merona dari yuna .
"hu'um bye " pamitnya lalu pergi keluar ruangan setelah yuna pergi jhonatan mendudukan dirinya di samping lexsa yang kini tengah duduk sembari menundukan wajah nya .
"hey are you ok littel pearl ?" tanya nya pelan yang di balas pelukan mendadak dari lexsa ia mengelus punggung rapuh sang adik dengan lembut ,ia merasakan bahunya basah dan isakan kecil mulai terdengar .
"hiks they are leaf me they are...hiks...gone ...hiks....hiks...... aku hanya takut hiks...kalain terluka ...." isak lexsa dengan keras tangis itu benar - benar membuat jhonatan hancur adik yang selama ini memakai topeng es di wajahnya kini telah hancur di dekapannya .
"ssshhhhh....tenang mereka tidak akan tau " ucapnya dan gelengan lah menjadi jawabanya .
"tidak ...hiks...mereka mengincar ku hiks..... mama papa pergi gara - gara aku hiks ....." ucapnya kalut ,jhonatan menangkup pipi adiknya pelan .
"hey ...hey.... jangan pernah menyesali kematian mereka lexsa kau tahu jika ayah dan ibu mu tahu mereka akan sedih ok .... jagan menagis lagi ...." perkataan jhonatan membuat lexsa tersadar atas pesan ayahnya tadi dan isak tangis itu pecah sembari memeluk jhonatan , tampa mereka ketahui yuna ,queenze ,di luar pintu tampak sang nyonya besar kim membeku mendengar perkataan lexsa sangat menyakitkan bukan hanya hyonji di situ juga ada key ,jordan dan jeffry mereka juga merasakan hal yang sama sakit mendengar lexsa menahannya selama ini dan juga sedih .
"kita akan menemuinya besok untuk kali ini biarkan lexsa istirahat sendiri " kata hyonji yang di ikuti pergi oleh ke 2 anak nya .
sebulan berlalu dan lexsa telah kembali ke aktivitas sebelumnya , ini hari minggu dan ia di wajib kan istirahat total bahkan hp dan laptop gameming nya pun ikut di sita sang ibu ,waktu itu ia mencoba minta bantuan ke ayahnya namun tidak membuahkan hasil ,well sekarang dia hanya terbaring setelah menghabiskan sarapan paginya dan di depan pintu di tempat kan 2 bodyguard dan itu sangat membosankan ,menghela nafas bosan lexsa memejam kan matanya ,tak berapa lama blakon jendela terbuka dan menampilkan sosok pria yang kini dengan santainya memasuki kamar sang gadis dan duduk di tepi ranjang .
"tak ku sangka kamu bisa hampir mati juga " gumamnya sembari meletakan bingkisan yang sendari tadi ia bawa di atas meja .
"dan aku akan membunuh mu jika aku mati penasaran " balasan lexsa membuat pria itu terkejut sebentar ia menoleh dan mendapati sepasang mata yang menatap nya tajam .
"kkk ouh akan sangat senang jika ada hantu se sexy diri mu baby "
BUAK ! satu tendangan kuat membuat sang pria jatuh tersungkur kelantai .
__ADS_1
"ouch sepertinya kau sudah sembuh sayang bahkan tenaga mu sudah pulih " katanya yang merasakan sakit di punggung nya
"kau menyebalkan " protesnya ,yang hanya di hadiahi kekehan dari pria yang kini memeluknya .
"maaf ,bagaimana keadaan mu? apakah masih sakit "
"yeah kadang suka mendadak sesak saja dan rasanya masih nyeri "
"tentu saja racun itu tidak mudah di netral lisir begitu saja minumlah ini "
"pil apa ini ?"
"itu pil 001.12 pil yang mampu menetralisir racun menengah kebawah "
"ho...apa kamu sekarang beralih profesi menjadi tukang obat sayang " godanya dan hanya di hadaiahi delikan tajam dari sang pria membuat lexsa tertawa bisa mengerjainya ,dia mengambil obat itu dan meminum air .
"hey kau bilang...umph....." protesan lexsa terputus ketika ia di sumpal dengan bibir sexy dari pria di depannya ini ia mentrasfer obat melalui mulut ke mulut sembari sesekali ********** pelan,membuat lexsa mau tak mau harus menelan pil obat itu .inilah kenapa ia suka dengan pria yang sekarang mendominasinya ini ,dia tidak banyak bicara tapi langsung mengambil tindakan .
"uhhh....ham.....cup..cup...fuah ...." lexsa berhasil lolos dengan jerat madu itu ,dia menarik nafas dengan rakus .
"kau berniat membunuhku ya " delik lexsa yang hanya di hadaiahi kekehan ,pria itu menelusupkan kepalanya ke leher nya lalu membuat kissmark di sana .
"ssshhhhh....aahhh...hei ...don't um....." lexsa mengeliat pelan sembari mencengkeram kepala pria diatasnya . tak selang berapa lama ia menjauhkan wajahnya dan melihat hasil karyanya .
"kau milik ku ....baby you are mine now " desis nya penuh dengan rasa posesif,lexsa hanya mengaguk pelan dan sebuah kecupan di dahi yang ia terima ,
"istirahatlah kau masih pucat jangan melakukan apapun selama 2 bulan ini ok aku tak ingin kau terluka "
"bawel ,iya aku tahu pergilah aku rasa kak jhonatan akan kemari " ucapnya dengan sebuah kecupan terahir pria itu berlalu dan pergi dari kamar lexsa setelah ia pergi tak berapa lama pintu kamar lexsa terbuka dan ia melihat jhonatan dan yuna masuk kekamar .
"hei bagaimana perasaan mu ?" tanya nya begitu mendekati lexsa
"lumayan membaik " jawabnya,yuna sedikit terkejut melihat tanda kiss mark di leher lexsa jika jhonatan tahu mungkin dia tidak akan melepaskan pria tersebut .
"ah ...jhon bisakah kau mengambilkan ponsel ku di mobil ?" ucap yuna yang di hadiahi pandangan binggung ,tak biasanya sang kekasih pelupa seperti ini
"hng ? ponsel ?"
"iya ,bisa kah aku mau menghubungi teman ku " ucap yuna agak gugup masalahnya jhonatan sangat sulit di bohongi ,awalnya jhonatan menatap curiga namun yuna melakukan pupy eyesnya membuat jhonatan luluh.
"jika jhonatan tau kau bisa kena masalah lagi nona muda " ucapnya ketika hendak memoleskan bedak tersebut dan terhenti ketika lexsa mencengkeramnya .
"ah ! itu...." sontak ia menutupi lehernya ,yuna dapat melihat semburat merah menghiasai telinganya ,yuna hanya tersenyum maklum bagaimana pun lexsa masih remaja yang membutuhkan banyak bimbingan ,ia tahu bahwa yuan dan lexsa adalah orang yang sama ,jadi tidak heran lagi jika dia sudah terbiasa apalagi adik dari kekasihnya ini sangat lah mengemaskan jika malu.
"aku tidak akan membocorkannya tapi kamu harus lebih waspada, apa 'dia' tahu kau masih hidup ?" pertanyaan yuna membuat ia menoleh kearahnya ,mata tajam itu melihat tepat di dalam mata yuna mencari maksud tersenbunyi ia tak tahu apakah yuna musuh dalam selimut atau bukan .
"jangan menatap ku seperti itu, kau tahu kita telah bersama sejak lama yuan ah ..... "
"sejak kapan kalau kamu tahu bahwa yuan masih hidup "katanya tajam
"sejak kamu muncul untuk pertama kali dan aku langsung mengenali mu, dan itu tidak menjawab pertanya an ku bukan ? " jawab yuna cepat dan sedikit gugup yang hanya di tanggapi wajah dingin lexsa
"ya,dia begitu cepat sadarnya bahkan baba cleo pun belum mengetahui nya " sahutnya kemudia dia makin curiga ada sesuatu yang sengaja di tutupi oleh yuna .
"keluarga anarta sangat mengerikan " gumam yuna ,ia melihat keadaan lexsa dengan seksama,ia melempar pandangan ke arah lain , jujur walau yuna begitu baik padanya tapi dia sangsi dan intuitisnya mengatakan jangan mempercayai wanita di depannya ini ,mungkin jhonatan mampu tertipu tapi tidak dengan dia , menghadapi wanita ini haruslah berhati - hati yuna bukan lah queenze yang tumbuh bersama dengannya ,
yuna jauh lebih licik dia tahu bahwa ada 2 orang di dalam kubunya adalah mata-mata milik yuna dan dialah yang akan melaporkan masalah ini ke liong cepat atau lambat .
di sebuah ruang besar dan megah nampak beberapa orang tengah menunduk takut ,menghadapi sang tuan besar mengamuk .mereka tak habis pikir bahwa berita yang di bawa nona yuna mampu membuat sang tuan besar mengamuk ,
"dasar sialan ternyata aku telah di tipu oleh mereka !!" upatnya
"baba tenanglah kita masih punya yuna dan sepertinya dia berhati - hati kali ini "terangnya
"kita sudah kehilangan beberapa pion dan mereka semua mati dengan mengenaskan dan bahkan pengaruh kita tidak bisa mengerak kan para bawahan rahasia milik keluarga kim " terang jez dengan meminum wine sedikit demi sedikit
"kau benar yang kita incar adalah yuan dia satu - satunya kunci hidup untuk menemukan lab di sana ,dan lagi bukanya kita memiliki gelang jade itu maka kita dengan mudah menemukannya " saran dean sembari melihat kearah sang ketua sembari melihat wajah nya .
"baiklah untuk kali ini aku tak mau gagal di mana yuna dan inzi aku ingin mereka bergerak lebih hati - hati hancurkan semua penghalang yang menghalangi mereka , ingat jika kali ini gagal maka aku akan turun langsung " perintahnya mereka hanya mengaguk mengiyakan.
mereka tidak tahu jika aiden anarta mendengarnya ia hanya mengertakan giginya menahan amarah , ia tahu jika di kubu keluarga kim terdapat penghianat .
__ADS_1
"tuan orang yang kamu suruh mencari lab nyonya kim sudah kembali " ucap sekertarisnya
"bawa dia masuk aku ingin mendengar langsung dari mulutnya " ucapnya dingin .
malam tiba keluarga kim tengah melakukan makan malam ,tampak tenang dan di sana ada yuna dan queenze, lexsa memakan makanannya dengan kenyang .
"hm hm karena libur musim panas sebentar lagi bagaimana kalau kita mengadakan vacation " ucapan sang kepala keluarga membuat semua orang menoleh kearahnya ,
"wah .... benarkah apa kita akan ke pulau dwt ?" tanya key antusias
"yup dan kita sudah memesan tiket " tambah sang ibu .
"ma aku tidak ikut aku sudah janji ke pantai dengan teman - teman ku " sela lexsa ,membuat key ber yah .. ria .
"kenapa nun ? sepertinya kita kalah cepat sangat jarang melihat kita piknik bersama " protes key
"sayang nya aku sudah berjanji ke 'mereka'" ucap lexsa sadar akan sesuatu jordan,jhonatan dan jeffry ahirnya paham maksudnya .
"sudah lah key biarkan lexsa menikmati waktu sengang nya tampa mulut cerewet mu itu " balas jeffry tajam
"cih dasar manusia menyebalkan ,btw aku tidak secerewet kak jordan " protesnya tidak terima
"heh ! kenapa aku juga kena bocah ?!" tanyanya
"kau terlalu banyak aturan makanya tidak ada wanita yang mau sama kamu " balasnya
"kau....." belum sempat jirdan membalas deheman keras sang ayah membuat mereka berhenti berdebat .
"jordan hentikan ,key cepat minta maaf ke kakak mu atau mama potong uang bulanan mu " perintah sang ibu .
"cih baiklah baiklah kak jirdan aku minta maaf " ucap key tampa minat " yang hanya di sahuti degusan dari jordan lexsa hanya menatap datar mereka .
"baiklah kalau begitu semua sudah di atur dan tidak ada penolakan kecuali lexsa kita semua berangkat " putus sang kepala keluarga yang di angguki oleh yang lain ,lexsa menyadari jika yuna tampak sedikit gelisah tapi ia pura - pura tidak tahu .
ia berjalan di lorong gelap itu dengan santai pada saat dia memasuki pintu yang terhubung ruang besar ia di sambut oleh wajah tua sang bos .
"kau tahu bukan tugas mu ,aku ingin kau masuk ke easter dan mengacaukan sistem mereka ingat aku ingin kau membunuh dia " ucapnya sembari menujukkan foto anak ke 4 keluarga kim
"bukannya anda mengincar yuan tuan ?" tanyanya
" kita lihat seberapa rapuhnya dia ketika dia down baru kita binasakan mereka " perintah nya
"baik laksanakan tuan " ucapnya patuh sembari merunduk setelah ia pergi pria tua itu berjalan ke arah figura kecil di mejanya ,dulu dia adalah pria baik - baik hingga keluarganya hancur akibat kecerobohan anaknya sendiri kini dia datang untuk balas dendam ia akan merebut apa yang ia claim!
adalah miliknya .
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
....LIKE KOMEN JUSEYO DUKUNGAN MU BERDAMPAK BESAR UNTUK MENULIS KARYA KU...
...BY .BLACK ICE _B.I...