Blessing Curse (Kutukan Berkah)

Blessing Curse (Kutukan Berkah)
30. Kekuatan Baru


__ADS_3

Moon Gi Tae POV.


Emosi telah memakanku, dan kini badanku terasa seperti tengah dialiri sebuah energi yang sama seperti ketika aku di penjara Hira.


Aku sebenarnya penasaran dengan energi ini, terlihat jauh berbeda dengan energi biru terang yang sempat kugunakan untuk melawan Hyujin saat itu.


"Apakah aku harus mencoba memanggilnya?" gumamku yang tengah terhenti di sebuah tanah yang cukup lapang di dalam hutan.


Mozhawa sudah tidak mengejarku lagi, aku rasa dia kehilangan jejakku. Ya meskipun aku tidak sehebat mereka, tetapi aku cukup pandai dalam berlari menghilangkan jejak.


Aku sudah tidak takut dengan kegelapan. Jika sebelumnya aku khawatir akan ada penyihir jahat yang menginginkanku maka itu sudah tidak lagi mempan untuk menakutiku.


Apa yang lebih hebat? bahkan orang-orang yang kupercaya saja bisa melakukan keburukan yang lebih menyakitkan kepadaku.


Aku memutuskan untuk mencoba memanggil energi berat yang aneh ini.


Kukatakan berat karena setiap kali aku merasakan kegundahan, energi ini datang dan semakin menggangguku.


"Bukankah lebih baik aku mencobanya?" gumamku penasaran dengan memandangi lengan kiriku yang terasa dialiri energi berat yang begitu kuat.


Aku mengatur napasku dengan benar sembari memejamkan mataku untuk berkonsentrasi.


Aku merasakan energi berat ini mulai terkumpul pada sebuah titik, yaitu telapak tangan kiriku. Aku semakin memusatkan seluruh pikiranku untuk bisa memunculkan energi itu keluar.


Saat ku rasa lenganku memanas, aku segera menghempaskan telapak tanganku ke sebuah pohon yang ada di depanku.


"Hiaakkkk!!!"


Aku mengeluarkan pekikkan saat tanganku mengeluarkan energi hebat itu.


"Bammmm!!"

__ADS_1


Batang pohon yang tinggi besar di hadapanku roboh setelah mengeluarkan ledakan hitam.


Aku terkejut melihat ini. Tidak kusangka, aku memiliki kemampuan lain selain membawa kutukan yang menjijikan itu.


Senyum kepuasan terpasang di bibirku. Aku semakin hebat!


"Baammmm!!!"


Aku mencobanya lagi, dan energi itu meledak lagi, kali ini sebuah batu mampu kuhancurkan berkeping-keping.


"Bagus Gi Tae! kamu sudah merasakan energi dariku dan kini saatnya kamu segera bangkit! Selesaikan tugas terakhirmu dan kita akan menguasai dunia ini!"


Sebuah suara yang menggema mengagetkanku. Itu adalah suara yang sama ketika aku berada di penjara.


"Suara itu datang lagi!" gumamku hampir ketakutan.


Tetapi aku mencoba untuk mengurangi rasa takutku terhadap suara yang menggema dalam kegelapan hutan ini.


"Aku adalah dirimu... Sudah saatnya kita bangkit dan menguasai dunia!" jawab suara yang besar dan menggema itu.


Aku adalah dirinya? apakah dia petapa tua yang pernah hadir di mimpiku? tetapi seingatku petapa tua itu berkata bahwa aku adalah aku. Aku sepenuhnya milikku. Lalu siapa suara ini sebenarnya.


"Jangan bimbang, Gi Tae. Hidup yang kita miliki akan menjadi milik kita selamanya!"


"Sepertinya kamu dapat mendengar batinku..." gumamku menyahutnya.


"Moon Gi Tae!"


Tiba-tiba aku mendengar seseorang berteriak dari kegelapan hutan.


"Itu seperti suara Mozha... apakah dia tidak kembali ke pondok? bagaimana kalau terjadi sesuatu yang berbahaya padanya?" gumamku dengan khawatir.

__ADS_1


Apakah aku harus pergi menjauh atau aku harus kembali menghampirinya.


"Gi Tae! dimana kamu?" satu lagi suara yang berbeda memanggilku. Aku sangat mengenal suara ini, dia adalah Sazhawa.


Dari sekian manusia, mengapa harus Sazhawa.


Kemarahan di hatiku kembali membara setelah tahu bahwa Sazha ikut mencariku. Aku tidak ingin melihatnya lagi, dia adalah salah satu penyebab luka ini.


Jika diingat lagi, alasan utamaku bersedia untuk kembali ke istana Hira saat itu adalah Sazhawa. Dialah orang yang mampu membuatku luluh dan mengikuti semua perintah mereka.


Tetapi perlakuannya kepadaku kali ini justru membuatku teramat membencinya.


Semudah itukah hatinya menangkap rasa yang baru. Ditambah orang itu adalah Hyujin, monster yang telah menyakiti adiknya di depan matanya sendiri.


"Tuan Gi Tae! kau dimana?" satu suara lagi terdengar memanggil namaku. Aku sangat membenci pemilik suara ini. Benar, dia adalah Min Hyujin, akar dari semua permasalahanku.


"Sepertinya mereka semakin dekat, aku harus segera pergi" gumamku dengan bergegas pergi meninggalkan lokasi yang telah hancur akibat kekuatan energiku.


--


POV. Orang Ketiga


Sesaat setelah Gi Tae pergi, ketiga orang yang mencarinya tiba di lokasi Gi Tae sebelumnya.


Mereka merasa aneh dengan kepingan bebatuan yang hancur kemana-mana, juga pepohonan yang tumbang dengan asap yang hitam yang masih mengepul.


"Ini masih panas, dia sepertinya belum terlalu jauh!" Hyujin memberikan informasi setelah mendekati salah satu pohon yang tumbang dengan sisa ledakan.


Mizhawa dan Sazhawa menganggukkan kepala mereka dan bergegas pergi dari sana.


----

__ADS_1


__ADS_2