Bodyguard Dan Bos Cantik

Bodyguard Dan Bos Cantik
menghadiri pesta ulang tahun


__ADS_3

" adel malam ini kamu ikut ke rumahku terlebih dahulu, karena sekarang aku masih harus menghadiri acara ulang tahun seorang dan jika masih harus mengantarmu waktunya tidak akan cukup.


apa kamu tidak masalah. " ujar bunga menjelaskan.


" aku tidak maslah bunga. aku hanya akan mengikuti apa yang kamu katakan saja. " ujar adel.


" ya sudah jika kamu setuju. " ujar bunga.


mobil sudah ada di jalan bram sedikit lebih cepat memacu laju mobil agar bunga tepat waktu. walau bunga tidak bicara sama sekali dengan bram tapi bram mencoba untuk memahami semua tentang bunga.


sekitar 20 menit mobil sudah tiba di rumah bunga. bram segera turun dari mobil cepat cepat untuk membukakan pintu untuk bunga.


tapi sikap bunga sama saja menganggap bram tidak ada. bunga pun bergegas masuk kedalam rumah dengan terburu buru.


" non... " sapa bik asih.


" bik tolong bawa temanku itu ke kamar yang mana saja untuk malam ini. " ujar bunga berpesan kemudian berlalu pergi.


" baik non. "


bram dan adel segera memasuki rumah bram membantu adel membawakan kopernya.


" bram...


non... "


" eh bik asih....


bak adel ini bik asih...


bik ini adel teman nona. " ujar bram


" selamat datang non adel.... " ujar bik asih.


" eh tidak usah pakai non bik. panggil aja adel sama seperti bibi memanggil mas bram. " ujar adel.


" maaf sebelumnya non karena non adel teman nona bunga jadi sudah sepatutnya saya memanggil non adel. " jelas bik asih.


" sudah.... tidak perlu di perpanjang.


bik asih ini koper bak adel tolong bik asih bantu saya masih harus berganti pakaian karena nona sebentar lagi akan keluar kembali. " ujar bram.


" ya sudah sini kopernya kamu bisa pergi saja bram. " ujar bik asih.


" bak adel saya tinggal dulu ya.. " ujar bram.


" iya mas bram silahkan. "


bram segera berlalu dan pergi menuju kamarnya.


setibanya di kamar bram segera melepaskan pakaiannya dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri tak lama hanya perlu 10 menit bram sudah keluar lagi dan mulai memilih baju untuk di kenakan nya.


visual pakaian Bram



visual Bunga



bunga baru saja keluar dari kamarnya turun melalui tangga jika saja saat itu ada orang yang melihatnya tentu mereka akan terpukau dengan kecantikan dan keindahan yang bunga pancarkan.


tentu saja saat itu memang ada bram dan bram melihat itu jiwa laki laki bram tentu saja memuji kecantikan bunga tapi bram masih bisa mengendalikan dirinya tidak sampai terjadi seperti pemeran peria di dalam film film.


" nona saya sudah menyiapkan mobil apa nona ingin berangkat sekarang. " tanya bram.

__ADS_1


" em.... " jawab bunga.


bram segera mengangguk kemudian berlari kecil ke arah pintu rumah untuk membukakan pintu. bunga pun keluar menuju mobil yang sudah bram siapkan sebelumnya.


bram juga segera membukakan pintu mobil untuk bunga. bunga bersikap biasa saja dan memasuki mobil, bram segera menutup pintu dengan lembut dan segera berlari ke arah kemudi.


" maaf nona kemana kita akan pergi. " tanya bram


" hah....


jalan jendral bumi permata keluarga aron. " jawab bunga seperti terpaksa.


" baik nona. " jawab bram


bram adalah sosok yang tidak memperdulikan sesuatu yang tidak penting baginya. termasuk sikap bunga padanya, bram tidak menjadikan itu menjadi satu masalah. bram susah sering menghadapi orang orang seperi bunga.


sekitar dua puluh menit kini mobil sudah memasuki pelataran rumah mewah dari keluarga aron. bram memberhentikan mobil di depan pintu masuk untuk para tamu undangan. bram segera keluar dari mobil menuju pintu belakang mobil kemudian membukakan pintu untuk bunga.


" selamat datang tuan dan nona...... " ujar seorang petugas penyambut tamu.


bunga segera mengernyitkan dahi tampak kerutan di dahinya.


" maaf kami bukan pasangan aku hanya bodyguard nona saja.... " jelas bram agar tidak terjadi ke salah pahaman.


" eh....


saya kira pasangan karena kalian tampak begitu serasi. jika begitu maaf... maaf.. kan saya. " ujar orang itu.


" sudah lupakan. " ujar bunga melangkah meninggalkan bram dan orang itu.


" sau dara tolong ya. " ujar bram memberikan kunci mobil


" siap serahkan saja padaku. " ujar orang itu menerima kunci dari bram.


bram tentu saja berhenti di belakang bunga untuk menunggu perintah dari bunga.


" kamu ikut juga kedalam... " tanya bunga datar


" iya non.. "


" kenapa.... "


" karena tugas saya begitu harus selalu memastikan keselamatan dan kebaikan nona bunga. jika saya jauh bagai mana saya bisa memastikannya nona. "


" yasudah tapi tolong jangan terlalu dekat karena ini pesta bukan tempat umum" ujar bunga.


" sesuai permintaan mu nona. "


bunga pun melangkah kembali setelah mengatakan itu. bram masih di tempatnya untuk menunggu beberapa langkah dari bunga.


" orang itu bersamaku. " ujar bunga pada seorang petugas.


" baik nona. "


setelah bran melihat bunga sudah memasuki ruangan bram segera melangkah juga memasuki ruangan. bram segera melihat sekitarnya terlebih dahulu, setelah itu bram baru mulai mencari bunga. karena bunga sangat lah berbeda bram mudah menemukannya.


bunga saat ini sedang berbicara dengan pihak keluarga bersama dengan dua sahabatnya itu. bram juga melihat ada seorang pemuda yang sepertinya sangat memperhatikan bunga.


bram menuju ke tempat bagian minuman lalu duduk, matanya sama sekali tidak lepas memandang bunga.


" iya tante....


jika begitu bunga akan pergi menemui nenek terlebih dahulu tante. "


" oh.... iya silahkan bunga.....

__ADS_1


alfin antar bunga pada nenekmu.... "


" siap ma.....


ayo bunga.... " ujar alfin kemudian meraih tangan bunga dengan cepat.


bunga merasa risih dengan itu bermaksud ingin melepaskannya tapi pegangan tangan alfin sangat kuat dan alfin dengan cepat membawa bunga.


semua tamu yang melihat itu mulai berbisik membicarakan keduanya.


" lihat mereka begitu serasi apa mereka sudah menjadi kekasih. "


" wah pasangan yang cocok yang satu tampan yang satu cantik. "


" sungguh beruntung gadis cantik itu mendapatkan putra pertama dari keluarga aron. "


alfin yang mendengar apa yang di katakan para tamu semakin berbunga bunga.


setelah itu akhirnya keduanya sudah tiba di mana nenek alfin berada. nenek alfin yang melihat keduanya tersenyum simpul.


" alfin tolong lepaskan tanganku lain kali jangan sembarangan. " ujar bunga dengan nada sedikit kesal.


" eh maaf bunga aku pikir agar kita bisa lebih cepat saja bertemu nenek. " ujar alfin.


" aduh..... pasangan anak muda memang selalu malu malu.... " ujar nenek alfin.


" eh....


nenek aku dan alfin hanya berteman saja kok tidak lebih. " ujar bunga cepat cepat. sedangkan alfin tersenyum sumringah seakan setuju dengan apa yang di katakan nenek nya.


" berteman dulu tidak apa apa nanti pasti akan jadi. nenek sudah tidak sabar melihatnya. " ujar nenek alfin.


" nenek ini hadiah dari bunga. semoga nenek senang dan mau menerimanya. " ujar bunga menyerahkan kotak yang terbuat dari kayu gaharu terbaik bahkan bau khas dari kayu itu masih begitu wangi.


" wah... terimakasih bunga.....


mengapa harus repot repot, dengan kamu datang saja nenek sudah senang, apa lagi. "


" nenek apa yang nenek katakan bunga tidak merasa direpotkan apa lagi jika nenek menyukai pemberian dari bunga. " ujar bunga memotong pembicaraan nenek dari alfin.


" tentu saja bunga.....


nenek sangat menyukai semua yang kamu berikan pada nenek. "


" syukurlah jika nenek suka....


nenek bunga mau izin untuk bergabung dengan yang lainnya boleh. " ujar bunga ingin segera pergi karena jika terlalu lama maka semakin panjang pembicaraan yang menjurus pada pembicaraan hubungan.


" boleh... tentu saja boleh....


selamat menikmati pesta malam ini bunga...


jangan sungkan anggap rumah sendiri...


dan kamu alfin perlakukan bunga dengan sangat baik. "


" siap nek.. ... " jawab alfin dengan sigap.


" nenek bunga permisi ya. " ujar bunga segera berbalik untuk pergi. alfin sudah mencoba untuk menggandeng tangan bunga tapi bunga sudah mengamankan tangannya dan mendahului langkah alfin.


alfin sangat kecewa karena gagal melakukan untuk yang kedua kalinya. alfin melihat tangannya sendiri kemudian menunjukkan senyuman jahat.


" hari ini mungkin akan sulit tapi suatu hari nanti bukan hanya tangannya saja yang akan ku sentuh bahkan setiap inci dari tubuh nya tidak akan pernah lepas dari tanganku. hahaha aku hanya perlu bersabar...


manisnya gula tidak akan pernah tampak jika di seduh dengan kopi walau sebenarnya dia ada.... tunggu saja bunga valisia igor.

__ADS_1


__ADS_2