Bodyguard Dan Bos Cantik

Bodyguard Dan Bos Cantik
minuman


__ADS_3

3 hari sudah berlalu keadaan hendrawan sudah sangat baik dan sudah siap untuk kembali ke perusahaan. tapi sayang itu tidak bisa di lakukan karena bunga benar benar menahannya dan melarangnya untuk kekantor.


bunga benar benar memperhatikan hendrawan dia sudah seperti ibu ibu rumah tangga yang baik.


jadi semua urusan kantor pada akhirnya di urus oleh derrick seorang diri. ya derrick merupakan orang kedua yang memiliki kekuasaan jika hendrawan sedang ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa datang.


" bunga papa sudah baik baik saja.... " hendrawan


" tidak papa....


papa boleh kembali ke perusahaan esok saja untuk hari ini papa di rumah saja. lagi pula paman derrick bisa mengurus semuanya..... " bunga.


" benarkan paman derrick. " lanjut bunga.


" tentu.... tentu saja nona....


tuan serahkan urusan perusahaan padaku saja aku masih bisa mengatasi ini. " ucap derrick.


" hah.... ya sudah aku mengalah saja...... " ucap hendrawan pasrah dengan wajah yang dibuat masam.


" tapi bunga bagai mana dengan kuliahmu... " hendrawan.


" papa apa papa lupa jika putri papa ini sangat jenius jika bunga mau bunga bisa lulus dua bulan lagi. " ujar bunga dengan sombong tapi terlihat lucu dan anggun.


" oh ya papa lupa.....


seharusnya putri papa tidak perlu kuliah karena sebenarnya sudah lulus 3 tahun lalu. " hendrawan.


bunga membusungkan dadanya dengan memancarkan senyuman. " hahaha.... anak siapa dulu dong.... "


" anak papa tersayang dong. "


ayah dan anak itu kini sedang berpelukan tampak kebahagiaan dari keduanya


" bram.....


bagai mana pekerjaanmu. " tanya hendrawan selepas berpelukan dengan bunga.


" baik baik saja tuan...


tuan tenang saja tuan bisa percayakan nona bunga pada saya. " jawab bram.


" bagus bram...


lalu apa bunga mempersulit mu. " tanya hendrawan yang membuat bunga melihat ke arahnya kemudian menatap tajam ke arah bram. pertanyaan dari papanya sungguh tidak terduga.


" tidak tuan ....


nona bunga tidak mempersulit ku sama sekali. " jawab bram tenang.


bunga pun kembali memainkan ponselnya setelah mendengar jawaban bram yang memuaskan.


hati bram. " apa apaan tatapan itu begitu dingin. "


" bram aku percaya kamu bisa aku andalkan.


tapi bram bagai mana saat aku tiada nanti. "


" papa... " bunga memotong perkataan hendrawan.


" tenang bunga..... "


" tapi pa....


apa maksud dari pertanyaan papa. "


" bagai mana bram. " ucap hendrawan mengabaikan bunga.


" tuan ada dan tiadanya tuan aku akan selalu menjaga nona bunga. aku bersumpah untuk itu. " jawab bram tanpa ragu.


bunga segera pergi dengan sangat kesal pada hendrawan.


" bunga....


bunga....


bunga tunggu duduk dulu sayang. " ucap hendrawan.


" tidak bunga marah...." ucap bunga dengan terus berlari menaiki tangga ke lantai dua menuju kamarnya.


" hah...... " hendrawan membuang nafar sejenak.


" anak itu masih sama tidak berubah. " keluh hendrawan pelan.


" nona bunga masih saja seperti dulu. " hati Derrick.


di kamar bunga.


bunga sedang menangis memandangi foto mendiang mamanya.


" ma.... bunga sangat merindukan mama lihat ma papa jahat sekali. jika papa juga pergi menyusul mama bunga akan dengan siapa lebih baik mama lekas jemput bunga saja.... "


di ruang utama.


" bram kamu di sini saja jangan kemana mana aku akan ke kantor. " derrick.


" baik paman. " bram.

__ADS_1


" ya sudah aku berangkat. " derrick.


" em.... hati hati di jalan paman. " bram.


" ya...... " derrick.


" baik lah sekarang aku tidak tau harus melakukan apa tuan dan nona sudah ada di kamarnya. dan aku apa yang akan aku lakukan. " ujar bram kemudian memutuskan untuk keluar melihat halaman depan.


di luar gerbang.


seseorang dengan membawa kardus seperti paket sedang berdiri memperhatikan area dalam.


" maaf dengan siapa dan ada urusan apa.. " ucap penjaga.


" aku hanya ingin mengantarkan paket atas nama bunga. " ucap orang itu.


" boleh saya lihat dulu. " penjaga.


" boleh saja asal jangan membuka paket. "


" ya aku tau aku hanya memastikan alamat dan nama yang dituju saja. "


penjaga pun memeriksa dengan cermat untuk memastikan.


" benar ini atas nama non bunga ya sudah saya akan segera sampaikan paket ini pada nona. lalu berapa biaya paket ini. "


" tidak perlu pengirim sudah membayarnya. "


" oh iya kenapa di sini tidak ada nama pengirim. " tanya penjaga yang baru menyadari.


" ah itu saya kurang tau saya hanya bertugas mengirim saja. "


" hem... ya sudah. "


setelah itu pengantar paket pun pergi dan penjaga kembali ke pos jaga untuk menghubungi seseorang di dalam rumah agar mengantarkan paket pada bunga.


" selamat siang Pak.... " suara bram menyapa penjaga.


" eh... iya siang.....


mas bram ya...... "


" iya Pak saya bram... "


" perkenalkan nama saja tresno.. "


" oh pak tresno.... "


" eh emang mas bram kenal... "


" nggak... "


" hehehe.....


bagai mana pak pekerjaan hari ini lancar. "


" lancar mas bram....


tapi kenapa mas bram ke luar. "


" saya bingung mau ngapain di dalam pak jadi saya keluar saja. "


" oh........ "


" tresno.... mana paket nona bunga. " ucap seorang perempuan berpakaian pelayan.


" ning kamu ini datang datang ngeluarin suara cempreng mu. "


" eh ada mas ganteng toh di sini... "


" hem... mulai... mulai dah...... "


" eh mbak nining..... " bram


" mas ganteng kok di sini nanti mas ganteng ketularan tua seperti tresno. "


" eh...... " tresno.


" ah.... bak nining bisa saja. " bram.


" udah sana pergi ini paket punya nona segera pergi anatar cepat sapa tau penting jangan gangguin orang. " kesel tresno.


" hah.... iya iya tresno sabar.... "


" mas ganteng nining tinggal dulu ya nanti jika mas ganteng butuh minum atau makan bilang nining aja nanti nining buatin khusus untuk mas ganteng. "


" iya bak nining terimakasih. "


" ning buatin kopi dong. " tresno.


" baut aja sendiri. " ujar nining cuek.


" dasar...... "


" bay..... mas ganteng..... " nining.


" pergi sana nyesel sudah manggil kamu untuk ngambil paket. " ujar tresno.

__ADS_1


" hehehe sabar pak tresno. " ujar bram merasa lucu.


" hehehe iya mas bram. " tresno.


di kamar bunga.


tok... tok.... tok....


" non ini saya nining. "


" masuk. "


############


" ada apa..... " tanya bunga.


" ini non saya mau mengantarkan paket.... "


" paket....... "


" iya non.... "


" dari siapa..... "


" em..... tidak ada nama pengirim nona. "


" ya sudah letakkan saja di meja sana. "


" baik nona. "


" nining papa di mana. "


" tuan baru saja kembali ke kamarnya setelah dari taman belakang. "


" oh ya sudah. "


waktu terus berjalan hingga waktu siang di mana jam sudah menunjukkan waktu makan siang. satu jam sebelum jam makan siang.


bram kini sedang sibuk di dapur menunjukkan keahliannya dalam memasak di bantu pelayan dan juru masak di kediaman hendrawan.


" hebat ya mas bram jago banget masaknya. "


" calon tuh.... "


" nining nining sadar diri dong... "


" justru aku sudah sadar diri.. "


" sedang apa kalian.... " bunga.


" eh....nona bunga tidak ada nona. " nining terkejut dengan kehadiran bunga.


begitu pun bram juga menghentikan kegiatan memasaknya melihat kedatangan bunga.


" nona..... " bram


" bram apa yang kamu lakukan. " tanya bunga.


" aku sedang memasak nona karena aku pikir tidak ada yang bisa aku kerjakan jadi aku membantu memasak saja. "


" oh...


buatkan aku minuman dan antar ke ruang TV. "


" baik nona. " jawab bram


bunga pun pergi setelah mengatakan itu. bram segera menyelesaikan pekerjaannya kemudian segera mengerjakan perintah bunga membuat minuman.


" mas biar nining aja...


non bunga itu pemilih soal minuman.... "


" tidak perlu bak biar aku saja.... "


" mas ganteng yakin... "


" yakin.....


sudah bak nining bantu yang lainnya saja. "


" oh ya sudah mas ganteng. "


lima menit kemudian bram segera datang ke ruang TV untuk mengantarkan minuman yang di minta bunga.


" nona minumannya. " ucap bram meletakkan minuman di meja.


" em..... " jawab bunga kemudian mengambilnya dan segera meminumnya. sedangkan bram segera akan kembali.


" bram.... "


" iya nona..... "


" apa kamu yang membuat minuman ini. "


" iya nona. "


" oh..... " ucap bunga kemudian lanjut meminum dan mengabaikan bram. bram pun tidak terlalu perduli.

__ADS_1


" jika tidak ada lagi aku permisi nona. "


" em..... "


__ADS_2