
bram dan bunga segera pergi setelah bunga sedikit melakukan perdebatan kecil dengan dua sahabatnya itu.
" nona kita langsung pulang atau kita pergi ketempat lain. " tanya bram.
" rumah sakit.... " bunga
" baik nona. " baik nona.
mobil segera melaju kearah rumah sakit dengan kecepatan normal saja karena bunga tampak tidak buru buru untuk segera tiba.
" mampir dulu ke supermarket setelah itu membeli makanan untuk adel aku yakin dia masih belum makan. " ujar bunga.
" baik nona. " jawab bram.
tidak membutuhkan waktu yang lama bram segera menepikan mobil menuju parkiran supermarket. setelah selesai bram segera mengikuti bunga ke dalam supermarket.
dua puluh menit bunga dan bram keluar lagi dengan bram menenteng dua kantong plastik belanjaan bunga. setelah dari supermarket mobil kini berhenti lagi di restoran untuk membeli makan.
setelah selesai mobil melaju lagi menuju rumah sakit setibanya di rahasia sakit hari sudah mulai petang bunga sudah menerima telepon dari adel yang katanya wanita itu sudah sadar tapi masih menangis terus.
bunga tanpa berlama lama segera saja melangkahkan kakinya ke ruangan VIP di mana wanita itu di rawat bram masih setia mengikuti bunga.
clek...... ( pintu terbuka)
" bunga kamu sudah datang. " adel.
" ya.... ini makanan untuk kamu....
bagai mana apa dia sudah membaik....
" terimakasih....
ya seperti yang kamu lihat dia hanya terus menangis.... " ujar adel.
" ya sudah kamu makan dulu biarkan aku yang mengobrol dengannya. " bunga.
" ya aku sudah sempat bertanya namanya jika tidak salah mendengarnya namanya safira. itu saja yang aku tau. " adel.
" em... " bunga.
bunga pun mendekat ke arah wanita itu wanita itu melihat kehadiran bunga dengan senyum lembut tampak ramah.
" mas bram mau makan bareng. " adel.
" sudah bak adel....
saya sudah makan tadi...
silahkan bak adel makan saja.... " bram
" oh.....
ya sudah jika seperti itu saya maka dulu. " ujar adel. bram kemudian mendekat ke arah wanita itu juga tapi sedikit menjaga jarak karena terlihat seperti nya wanita itu takut melihat kehadiran bram.
__ADS_1
" tenang lah kamu aman denganku tidak akan ada lagi yang menyakitimu. ...
perkenalkan namaku bran dan ini bodyguard ku namanya bram. " ujar bunga menjelaskan.
" tenang aku di sini untuk membantu jadi kamu tidak perlu takut, sekarang bolehkah akau tau nama kamu. " ujar bunga dengan ramah dan lembut.
" fira......
safira......
nama ku... safira. " ujar wanita itu sedikit mulai mau berkomunikasi dengan bunga.
" safira.....
bagai mana perasaanmu apa ada sesuatu yang sakit atau tidak nyaman. " tanya bunga.
" itu...
aku merasa nyeri dan perih di bagian bawah perutku. " ujar safira pelan seperti sedang berbisik bunga mengerti karena tidak jauh dari sana ada bram.
" aku mengerti dokter mengatakan di sana memang ada luka jadi selama 7 hari ke depan akan terasa sakit. " jelas bunga.
" safira apa kamu memiliki keluarga. " lanjut bunga bertanya.
" em...
aku memiliki ibu dan seorang adik. " jawab safira mulai lancar berkomunikasi.
" apa mereka juga tinggal kota ini. " tanya bunga.
" maafkan aku jika ini sedikit membuat kamu bersedih sebenarnya apa yang membuat kamu sampai begini. " ujar bunga. bertanya.
" itu.... " safira tampak ragu karena ancaman dari keluarga berpengaruh no du seperti keluarga aron bukanlah bualan belaka.
" tidak apa jika kamu tidak ingin cerita sekarang aku tidak memaksanya masih banyak kesempatan jika kamu ingin cerita. " ujar bunga.
" bukan begitu hanya saja aku takut untuk bercerita karena aku di ancam jika ini sampai tersebar. " safira.
" ya sudah tidak perlu bercerita jika begitu. " bunga.
" aku mau bercerita tapi tolong cukup kamu dan semua yang ada di sini saja yang yang tau. " ujar safira.
" ya aku berjanji untuk itu. " bunga.
" baik lah.....
aku percaya... " air mata mulai mengalir lagi mata safira mulai menerawang mengingat apa yang sudah menimpanya dan mulutnya mulai bercerita.
" apa kamu tau keluarga aron. " safira.
" ya... " bunga.
"malam itu adalah pesta ulang tahun ibu dari tuan aron, aku sebagai pelayan waktu itu di datangi oleh tuan muda keluarga aron dia memintaku mempersiapkan kamarnya karena seorang teman ingin menginap. aku menyanggupi permintaan dari tuan muda itu.
__ADS_1
saat sudah malam hari aku yang baru saja selesai menyiapkan tempat tidur melihat tuan muda keluarga aron memasuki kamar dengan keadaan mabuk. dan dia tiba tiba mengunciku mengatakan dan menganggap aku sebagai bunga aku tidak tau itu lalu dengan brutalnya tuan muda itu melakukan itu padaku. setelah pagi nyonya menemukan kami aku tidak bisa melakukan apapun saat itu karena aku di tindih oleh dia.
hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti bekerja dan mereka memberiku cek 1 M dan meminta ku untuk diam jangan sampai hal ini tersebar keluar jika itu terjadi maka keluarga aron tidak akan segan untuk membunuhku. " cerita singkat safira dengan air mata.
dua orang di tempat itu di buat terkejut mendengar cerita itu. pertama bunga dia sangat terkejut karena malam itu dia juga ada di sana dan bunga juga tau siapa tuan muda itu lalu dia juga mengenal bunga yang di maksud itu pasti dirinya.
orang kedua adalah bram dia selain terkejut juga menyesal karena ulahnya ingin memberi tuan muda itu pelajaran tapi malah menyebabkan masalah dan merugikan orang lain.
dua orang itu masih diam dengan pemikiran mereka hingga safira yang membuyarkan lamunan mereka.
" tunggu.....
aku mendengar namamu bunga kan apa bunga yang di maksud itu adalah dirimu. " ujar safira dengan bergetar.
" safira....
dengarkan aku aku memang bunga dan aku mengenal betul siapa tuan muda yang kamu maksud dia adalah afin dia juga satu universitas denganku. dan aku juga hadir dalam acara itu dan kami juga minum bersama tapi malam itu kami tidak mabuk dan alfin memutuskan pergi karena kesehatannya sedang tidak baik katanya. aku tidak tau jika akan terjadi hal seperti itu.. " jelas bunga.
" jadi benar kamu bunga yang di sebutkan oleh tuan muda bajingan itu. " ujar safira. dengan bergetar dan tangisan semakin dalam.
" mungkin.....
tapi safira aku tidak tau jika Alfi akan seperti itu. sungguh..... " ujar bunga.
" sudah lah aku mengerti. " ujar safira kemudian memiringkan tubuhnya membelakangi bunga.
" safira.... " panggil bunga.
" tak apa aku ingin istirahat. " jawab safira pada bunga.
bunga tidak lagi melanjutkan pembicaraan dia pun membiarkan safira untuk menenangkan diri terlebih dahulu. safira segera menghampiri adel yang sejak tadi juga mendengarkan cerita dan pembicaraan bunga dan safira.
" ini sangat rumit bunga. " adel.
" ya begitu lah.... " bunga.
" lalu selanjutnya bagai mana.. " adel.
" entah aku juga tidak tau. kita lihat apa keputusannya nanti setelah dia sudah tenaga. " bunga.
" hem....
ya sudah.....
bunga malam ini kamu bisa pulang saja biarkan aku yang menjaga safira. " ujar del.
" apa kamu tidak apa sendiri di sini. " bunga.
" tak apa bunga jangan kamu pikirkan. " ujar adel.
" baik lah. "
setelah cukup lama berbincang sekitar pukul 8 malam bunga memutuskan untuk pulang di lihat juga safira sudah tertidur.
__ADS_1
singkatnya kini bunga dan bram sudah dalam perjalanan pulang bram sejak tadi ingin mengatakan sesuatu tapi ragu jadi terlihat gelisah.
bunga bukan lah orang yang tidak menyadari bunga tau jika bram sebenarnya ada sesuatu sejak keluar dari rumah sakit bunga bisa melihat bram seperti sedang ada sesuatu.