
" kamu salah aku tidak membeli di restoran berbintang mana pun aku hanya membelinya di restoran kecil di pinggir jalan. " jelas bunga.
" benarkah.... " adel.
" tentunya, jadi makanlah dulu di lain hari aku juga akan membawa kalian ke tempat itu. " ujar bunga dengan sumringah.
" boleh boleh...
aku sangat penasaran.... " adel.
" nah cobalah fira.... aku yakin kamu juga pasti suka karena aku juga sangat menyukai masakan di sana. " ucap bunga.
" baik lah kak. " fira.
setelah beberapa menit berlalu adel dan fira sudah selesai makan mereka berdua mengobrol ber sama bunga. hingga suara ponsel bunga berdering ada panggilan masuk.
...panggilan masuk....
...feli...
...📞...........
" sebentar aku angkat telepon dulu. " bunga sedikit menjauh dari dua orang itu kemudian menerima panggilan dari feli.
" ya ada apa fel..... " bunga
" kamu ke mana saja bunga kenapa tidak ikut kelas....
rektor sempat menanyai mu tadi.... " jelas feli.
" hah....
aku di rumah saja tidak ke mana mana. kemarin aku sedikit mengalami masalah jadi aku bolos saja hari ini. " ucap bunga.
" begitu rupanya.....
tapi bunga bukanlah kemarin kamu sedang melakukan wawancara di angkasa grup apa kamu ada dalam ke jadian yang menimpa angkasa grup.
kamu tau di angkasa grup kemarin di buat gempar dengan insiden berdarah yang mana itu menewaskan pimpinan dari angkasa grup. " jelas feli.
" benarkah kemarin karena ada sedikit ada masalah aku tidak sempat untuk datang dan hari tadi hingga malam ini aku masih tidak melihat informasi apapun tentang angkasa grup. " bohong bunga.
" begitu rupanya... untung saja kamu tidak di sana, aku dan dara ketika mendengar itu tentang angkasa grup sangat khawatir sesuatu yang buruk menimpamu juga. " ucap feli.
" tidak aku baik baik saja. kamu tak perlu khawatir. " bunga
" ya sudah....
tapi apa besok kamu akan kembali karena esok ada kelas pukul 8." feli.
" ya tentu saja. " bunga.
" ya sudah jika begitu.
goog night... " ujar feli.
" night .... " bunga.
sambungan telepon pun terputus bunga kembali duduk bersama adel dan fira.
" kak bunga aku ingin pulang saja di rumah sakit sangat tidak enak sekali. " fira mengutarakan kemauannya.
" eh.... apa kamu yakin fira. " tanya bunga memastikan.
" aku yakin kak. " fira.
" aku tidak ada masalah jika kami ingin kembali. tapi kita coba tanya dokter dulu jika dokter mengatakan bisa kamu bisa pulang besok dan tinggal bersama dengan adel. "jelas bunga.
" terimakasih kak, aku tidak menyangka akan di pertemuan orang sebaik kakak di dunia jaman sekarang ini. " fira.
" apa yang kamu katakan sudah jangan katakan apapun lagi. ayo lanjutkan saja makan mu dan habiskan. " bunga mengalihkan pembicaraan karena bunga adalah tipikal orang yang tidak haus pujian.
__ADS_1
di luar rumah sakit.
" Tuan target terlihat sat ini target sedang berada di rumah sakit. " ujar orang melalui sambungan telepon.
" bagus jika kalian sudah mendapatkan kesempatan segera lakukan. tapi ingat jangan apa apakan target karena akhirnya membutuhkan dia. "
" baik tuan.
tapi bayaran kami..... "
" tenang saja aku sudah mengirim setengah dari pembayaran itu setengahnya lagi setelah aku melihat si target di hadapanmu dalam keadaan baik baik saja. "
" tenang saja tua ini sudah biasa kami lakukan. tunggu saja dan siapkan uangnya. "
" ya tentu. "
jauh dari lokasi bunga di sebuah kamar yang diterangi dengan lampu redup dengan dinding yang di penuhi dengan foto foto bunga. berdiri pula seorang pria yang masih belum di ketahui siapa dia.
peria itu melihat semua foto foto di dinding itu, cukup lama kemudian orang itu mengambil sebatang rokok kemudian menyulut nya.
" kamu milik ku.....
tidak lama lagi kamu akan benar benar menjadi milikku bunga....
mungkin kamu sudah lupa dengan siapa aku tapi aku tidak akan lupa kamu..... "
orang itu kemudian duduk di kursi yang sudah ada mejanya tepat di atas mejanya terdapat sebuah laptop orang itu segera mengoperasikan laptop itu membuka sebuah video seseorang sedang melakukan mantap mantap di mana si wanita sudah di edit dengan wajah bunga. setelah video terputar pria itu segera membuka resleting celananya dan seterusnya.
kembali ke rumah sakit.
bram yang sedang duduk di kursi di luar kamar tempat fira di rawat tiba tiba saja terkejut ketika di datangi seseorang wanita yang tak di kenalnya.
" bisa tolong aku. " ucap wanita itu.
" maaf sebelumnya apa kita saling mengenal. " bram datar saja.
" tidak...
tapi tolong lah aku aku sangat takut. aku harus menjalankan operasi. " jelas wanita itu.
" tolong bawa aku pergi. karena aku mendengar pembicaraan dokter dengan kakak ku dokter mengatakan kemungkinan keberhasilan dalam operasi sangat kecil dan aku bisa mati dalam operasi itu. "
" lalu jika kamu tidak operasi apa kamu juga akan baik baik saja. "
" itu setidak nya aku tidak mati di meja operasi kan. "
" pemikiran bodoh.
sekarang aku tanya padamu apa kau sudah lupa dengan kakakmu. dia sangat ingin kamu sembuh walau kemungkinan itu kecil. lalu sekarang kau ingin mengabaikan kasih sayang kakakmu itu.
jika kamu harus mati di meja operasi bukanlah hal buruk setidak nya kamu mengurangi beban pikiran kakak mu walau dia harus bersedih dengan kehilanganmu.
dari pada dia tersiksa setiap hari melihat kamu yang selalu kesakitan dan menunggu ajal apa kamu mau melihat itu.
dengarkan aku dengan baik tubuh manusia ini memiliki sesuatu yang tidak biasa jadi aku katakan padamu yakinkan saja dirimu akan sembuh jangan pikirkan apapun pikirkan tentang sembuh dan kamu harus hidup demi kakak mu. " panjang lebar bram tapi masih dengan muka datarnya seperti tidak perduli.
sedangkan si wanita itu hanya diam termenung mendengar apa yang bram katakan. kemudian tanpa kata wanita itu berdiri dan berjalan di lorong rumah sakit. bram akan menghentikannya mengurungkan niatnya karena tiba tiba saja seorang laki laki datang dan memeluk wanita itu dengan menangis.
bram bisa melihat dan memastikan jika orang itu pastilah kakaknya. wanita itu berjalan lagi di samping kakaknya tidak jauh berjalan wanita itu menoleh kemudian tersenyum ke arah bram dan sedikit menganggukkan ke pala. bram yang masih tidak melepaskan pandangannya melihat apa yang di lakukan wanita itu dan mengerti maksudnya. tapi bram masih dengan muka datarnya saja tersenyum halus tidak terlihat jika tidak cermat melihatnya.
" apa yang kamu lihat bram. " bunga.
" tidak ada nona.....
apa sudah selesai....
apa kita akan kembali sekarang... "
" ya sudah....
setelah menemui dokter baru kita pulang. " bunga.
__ADS_1
" baik nona. " jawab bram.
bram kemudian mengikuti bunga menuju ruangan dokter yang menangani safira bunga bermaksud menanyakan perihal apakah fira sudah bisa kembali atau masih perlu perawatan lebih lanjut.
" permisi apa dokter ricard ada. " bunga
" dokter ricard ada nona...
apa nona sudah ada janji dengan dokter ricard. "
" tidak....
tapi katakan saja bunga ingin bertemu. " bunga.
" baik tunggu sebentar nona kami akan menghubungi dokter ricard. "
" ya.... " bunga.
beberapa detik kemudian.
" nona dokter ricard bisa di temui....
mari saya antar nona ke ruangannya... "
" em. " angguk bunga.
bunga dan bram segera mengikuti resepsionis itu, tak butuh waktu lama bunga sudah tiba di ruangan dokter ricard.
" nona ini ruangannya.
dokter ricard sudah berpesan nona bisa langsung masuk saja kedalam. "
" ya baik lah terimakasih. "
" jika tidak ada hal lainnya makan saya tinggal . "
" ya. "
resepsionis itu pergi dan bunga memasuki ruangan dari dokter ricard.
" nona bunga...
mari silahkan duduk maaf jika ruangan ku ini sedikit kurang nyaman. " sambut dokter ricard ramah.
" ya terimakasih. " bunga, kemudian bunga duduk di kursi yang sudah ada.
" jadi apa yang bisa saya bantu nona. " dokter ricard.
" ini tentang pasien yang Anda tangani bernama safira. aku ingin menanyakan apa dia sudah bisa pulang. " bunga.
" dari hasil pemeriksaan perkembangannya baik tapi untuk pulang mungkin esok perlu pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan jika tidak ada masalah pasien bisa pulang. " jelas ricard.
" oh...
ya sudah lakukan itu dengan baik esok aku akan datang lagi. " bunga.
" baik lah nona. " jawab dokter ricard.
" oh ya mau minum apa biarkan aku menyiapkan sebentar. " lanjut dokter ricard.
" tida perlu aku hanya ingin menanyakan itu saja jadi aku langsung permisi saja karena aku masih mengunjungi suatu tempat malam ini jadi lain waktu saja. " bunga. bunga masih mengingat kejadian terakhir yang menimpanya jadi bunga sulit untuk menerima minuman dari orang lain.
" oh baik lah....
maaf aku tidak segera menawarkan sejak nona datang. "
" tidak masalah...
ya sudah aku harus pergi jadi permisi. " bunga.
" baik lah nona...
__ADS_1
aku hanya mengantar sampai di sini saja..."
" ya. " bunga