
di rumah igor.
" Derrick apa kah yang kamu katakan itu benar.... " tanya hendrawan pasalnya Derrick menceritakan tentang Diwan yang berusaha melakukan hal buruk pada bunga dan Diwan merupakan seseorang bagian dari dunia bawah.
" benar tuan Bram yang mengatakan. " ujar Derrick.
" jika seperti itu maka pertemuan untuk membahas kerja sama lebih baik di batalkan berani sekali orang itu menggunakan cara licik. " ujar hendrawan merasa geram dan sangat marah.
" tuan lihat berita terbaru pagi ini. " ujar Derrick menyerahkan ponselnya.
di sana tertulis bahwa seorang pengusaha sukses bernama Diwan dewangga sudah meninggal akibat pembunuhan yang di lakukan oleh seseorang yang masih tidak di ketahui. kasus ini sudah di tangani oleh pihak terkait. terkait kasus ini di duga karena persaingan dalam bisnis.
" bagus dan syukurlah dia mati......
tapi siapa yang sudah membunuhnya...... " ujar Hendrawan.
" entahlah tuan yang pasti pelaku bukan lah seorang yang biasa saja karena mengingat di adalah seseorang yang berhubungan dengan dunia bawah pasti di sana banyak sekali penjaga. jika pelaku hanya orang biasa saja aku yakin Diwan pasti masih hidup dan pelaku pasti akan lenyap. "jelas Derrick.
" kamu benar juga......
tapi sekarang itu tidak penting, yang terpenting bagiku keselamatan Bunga yang paling utama jika hanya jabatan dan kekayaan ini aku rela melepaskan semuanya asalkan Bunga baik baik saja, karena Bunga lah harta sesungguhnya bagiku." ujar Hendrawan karena semuanya tidak lah begitu penting baginya selama putrinya itu baik baik. karena setelah kepergian istrinya Hendrawan menjadikan bunga sebagai harta yang sangat berharga untuk dirinya.
di Universitas.
Bunga baru saja tiba dan masih belum keluar dari mobilnya karena masih menata barang bawaannya.
Bram sendiri juga masih di dalam karena mengingat perintah Bunga yang tidak perlu lagi membukakan pintu mobil untuk nya.
" Bram kamu bisa kembali tidak perlu menunggu. jika aku sudah selesai aku akan menghubungimu. " ujar Bunga sebelum keluar.
" tak apa nona aku di sini saja. " jawab Bram.
" ya sudah terserah kamu saja. " ucap Bunga kemudian keluar dari mobil.
setelah keluar dari mobil bunga mengecek barangnya karena tidak melihat jalannya tan sengaja Bunga bertabrakan dengan seseorang yang membuat semua barang bawaan bunga berserakan jatuh di jalanan.
bruuuuk...... au.........
bunga segera berjongkok untuk merapikan barang barangnya yang berserakan tanpa melihat siapa orang yang bertabrakan dengannya.
" maaf.... maaf..... aku tidak sengaja....... " ucap seorang terdengar lembut. segera membantu membereskan barang barang Bunga.
Bunga tidak merespon perkataan orang itu bunga masih terus membereskan barang barang yang berserakan. di batang terakhir tidak sengaja keduanya bersama memegang barang tersebut membuat dia orang itu memutuskan untuk saling melihat.
kini keduanya saling bertatap tapan, yang satu cantik yang satu tampan. cukup lama bertatapan bran datang membuyarkan itu semuanya.
" nona apa semua nya baik baik saja. " ujar bram segera keluar dari mobil setelah melihat bunga.
" eh..... ee..... ya baik semuanya baik baik saja. " ucap bunga segera menarik barang terakhir dari tangan pria di depannya itu.
" e..... itu aku minta maaf aku tidak sengaja..... " ujar orang itu kemudian berdiri mengikuti bunga yang berdiri.
" ya tak apa aku juga salah karena tidak melihat jalan. " ucap bunga.
" Bram aku baik baik saja kamu bisa kembali aku akan ke kelas.... " lanjut bunga pada baram.
" baik nona. " jawab bram.
__ADS_1
" permisi. " ucap pria itu menghentikan langkah bunga.
" ya.... " bunga.
" apa kamu mahasiswa di di sini. "
" ya.... " bunga.
" kebetulan sekali...
aku mahasiswa baru di sini aku pindahan dari Universitas lain....
perkenalkan namaku krish.... " ucap Krish menjelaskan dirinya yang kemudian mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
" Bunga. " ucap bunga membalas jabat tangan dari krish.
" nama yang cantik sama seperti orangnya. " puji krish.
" terimakasih. " ucap bunga entah mengapa hatinya merasa sangat senang di puji krish.
kemudian keduanya saling melepaskan jabat tangan mereka.
" itu aku baru di sini bisakah aku ikut denganmu karena aku sama sekali tidak mengenal seorangpun di Universitas ini. " ucap krish.
" oh boleh saja. " jawab bunga ramah ada perasaan akrab dan nyambung ketika mengobrol dengan krish.
" terimakasih. " ucap krish kemudian berjalan beriringan di samping bunga.
" oh... ya bunga apa kamu suka membaca novel...
aku lihat ada buku novel tadi. " ucap krish mencoba memulai pembicaraan.
" Burung Kertas itu kan novel yang kamu baca... " krish.
" ya.... " jawab bunga.
" novel yang bagus. " krish.
" apa kamu sudah membacanya. " pertanyaan spontan bunga.
" ya aku sudah selesai membacanya..... ceritanya sangat bagus tapi endingnya cukup menguras air mata. " jelas krish.
" benarkah...
bisa sedikit ceritakan padaku. " semangat bunga mulai merasa nyaman berbicara dengan krish.
" jika aku menceritakannya bukanlah tidak akan menarik lagi saat kamu membaca novel nya. "ujar krish.
" tidak masalah lagi pula itu hanya sekedar mengisi waktu kosong bukan karena aku suka membaca novel. " bunga.
" em baik lah.....
di mana kamu sudah sampai membacanya. " tanya krish.
" saat dimas dan ayu bertemu. " ucap bunga
di cafe.
__ADS_1
" hey......
di mana kemarin tidak datang.... " sapa seorang pelayan.
" oh....
itu nonaku tidak datang kemarin ada sedikit masalah. " jawab bram.
" oh begitu rupanya.....
lalu apa kamu ingin minum saja atau maka. "
" minum saja.... "
" baik lah....
seperti biasa bukan.... "
" ya..... "
pelayanan itu pergi kemudian bram segera tenggelam dalam renungannya.
" *aku tidak menyangka nona akan secepat itu akrab dengan orang baru. sebelumnya saja dengan bajingan alfin saja nona seperti ogah hanya untuk sekedar mengobrol. tapi kali ini bukan hanya mengobrol nona malah dengan ramah membalas jabat tangan orang itu dan juga jalan bersama.
tapi masa bodoh lah dengan itu semua aku tidak peduli selama nona baik baik saja dan pria itu tidak memiliki niat buruk dan jahat pada nona. karena tugasku hanya memastikan nona baik baik saja*. "
" pesanan sudah siap silahkan. " ucap pelayan datang meletakkan pesanan bram.
" terimakasih. " ucap bram.
" selamat menikmati dan jika membutuhkan yang lain silahkan panggil aku. " ucap pelayan itu.
" ya tentu saja. " jawab ram.
di depan ruangan rektor.
" kita lanjut lain waktu ceritanya. " ucap krish.
" apa cerita ini begitu menyedihkan. " bunga.
" ya di bagian akhir bab memang cerita ini sangat menyedihkan. " krish.
" aku rasa ingin menangis. " bunga.
" jangan menangis wanita sepertimu tidak pantas menangis kamu itu lebih cocok bahagia bahagia dan bahagia. " ucap kris sedikit menoel hidung bunga.
bunga menunduk sedikit malu karena perlakuan krish. hatinya merasa hangat walau baru mengenal bunga sudah merasa nyaman.
" kamu.... bisa saja krish....
ya sudah aku harus ke kelas ku karena ceritamu aku sudah terlambat sekarang.
sampai jumpa lagi nanti. " ucap bunga kemudian pergi.
" ya.... "
" gadis yang sangat cantik dan menarik (bunga) ya akan ku tulis nama itu. " hati krish kemudian mengetuk pintu ruangan rektor.
__ADS_1
" aduh..... aku melupakan sesuatu. mengapa aku tidak meminta no ponselnya. " ucap krish berbalik untuk memanggil bunga. tapi bunga sudah tidak terlihat karna udah berbelok. krish mengejarnya secepat mungkin. tapi krish sudah melihat bunga memasuki lift.
" aku terlambat..... " ucap krish dengan lesu.