
hendrawan dan Derrick baru saja tiba di rumah bunga hendrawan langsung menjual ke kamar bunga terlihat bram yang sedang berdiri di samping tempat tidur bunga
" bunga apa yang terjadi nak..... " ujar hendrawan segera berlari kearah bunga yang terbaring masih tidak sadar.
" bunga.....
bunga sayang ini papa nak...
bangun lah apa yang sebenarnya terjadi pada mu.... " ujar hendrawan.
" tu...... " bram belum juga selesai mengucapkan kata katanya sebuh tendangan berhasil membuat bram terdorong tapi masih bisa menyeimbangkan tubuh ya dengan baik.
" bukan sudah aku katakan jaga bunga dengan baik lalu apa sekarang. " ujar Derrick seperti begitu marah.
" paman aku akan menjelaskannya apa yang sebenarnya terjadi.... " ujar bram. tapi bukannya diterima Derrick malah meneruskan serangan berjeda nya itu bram sama sekali tidak melawan bram hanya bertahan saja dari serengan Derrick.
asih yang memasuki kamar di buat terkejut melihat perkelahian itu. tapi asih tidak hanya bertahan di pintu dia meneruskan langkahnya karena bunga yang tidak sadar kini sudah mulai sadar dan terdengar berbatuk.
" bunga bunga sayang kamu baik baik saja nak... " hendrawan.
" tuan ini air hangatnya tolong di berikan pada nono. ini bram yang meminta jika nona sudah sadar segera untuk di berikan air hangat. " ujar asih.
hendrawan yang mendengar segera mengambil air di tangan asih kemudian membantu bunga untuk duduk dan segera memberikan air hangat itu untuk di minum.
" sayang minum dulu ya...
ini air hangat... " ujar hendrawan.
" papa.... " ujar bunga kemudian mengambil airnya dan meminumnya secara perlahan hingga menyisakan separuh air dari sebelumnya.
" bagai mana keadaanmu bunga.... "
" sedikit pusing pa....
tapi apa yang terjadi mengapa paman bertarung dengan bram. " ujar bunga melihat pertarungan bram dan Derrick.
" kalian berhenti sekarang. " ujar hendrawan.
Derrick segera berhenti dan melihat kearah bunga yang sudah duduk. bram pun sama segera melihat ke arah bunga bram hanya tersenyum tidak bermaksud untuk mendekat juga.
" non bunga bagai mana keadaan mu apa sudah baik baik saja. " ujar Derrick.
" sudah paman hanya sedikit pusing saja.
tapi mengapa paman bertarung dengan bram. " bunga.
" paman memberikan dia pelajaran karena sudah tidak becus menjaga kamu jika saja papa mu tidak menghentikannya paman pasti sudah membunuh dia.
" paman sudah salah paham ini semua salah bunga bukan bram jika saja bunga mau mendengar kata kata bram mungkin semua ini tidak akan terjadi. " ujar bunga.
" bram kemari. " hendrawan.
" baik tuan.... " bram pun mendekat.
" ceritakan semuanya dengan benar jika bunga sampai membantah kebenaran ceritamu makan nyawamu yang akan hilang. "
__ADS_1
" baik tuan. "
bram mulai menceritakan ditelnya sesuai dengan apa yang terjadi bram juga menceritakan semuanya termasuk menghilangkan nya sam.
" bunga bagai mana. " tanya hendrawan.
" bunga tidak ingat semua pa ingatan bunga hanya sampai bunga akan mengajukan pertanyaan dan bunga merasa pusing selepas itu bunga tidak ingat. "
" terimakasih sudah menyelamatkan anakku dari manusia bajingan itu bram. "
" tidak masalah tuan itu sudah menjadi pekerjaan ku. "
" bram apa kamu benar benar membunuh sam bajingan itu. " tanya bunga.
" benar nona. " jawab baram.
" jadi bunga apa kita perlu ke rumah sakit untuk memastikan keadaanmu. " ujar hendrawan masih khawatir.
" tidak perlu pa....
bunga hanya merasa sedikit pusing saja bunga lebih baik istirahat saja. " ujar bunga.
" apa kamu yakin bunga. " Derrick.
" bunga yakin paman. " jawab bunga.
" paman....papa..... bisa tinggalkan bunga terlebih dahulu.
bunga memiliki sesuatu yang perlu bunga tanyakan pada bram. "
" ah itu.......
baik lah.....
bram katakan saat kamu masuk menyelamatkan ku apa saja yang kamu lihat yang di lakukan oleh bajingan itu pada ku. " bunga.
" maaf nona setibanya di sana aku hanya melihat bajingan itu akan mencium nona saja dan untuk sebelum kejadian itu aku tidak tau apa saja yang di lakukannya.
" lalu siapa yang mengganti pakaianku ini. " bunga.
hendrawan, Derrick, dan bunga melihat bram dengan tatapan rumit.
" itu bik asih yang melakukannya. " jawab bram.
" benar tuan... nona.... itu saya yang melakukannya. " bik asih angkat bicara untuk menengahi.
kini beralih bram dan Derrick yang sudah ada di taman belakang keduanya kini sedang mengobrol berdua saja.
" maaf karena aku tadi menyerang mu begitu saja. " ujar Derrick.
" tidak masalah paman aku merti. "jawab bram.
" emmm.....
tapi bram ada satu hal yang membuatku tertarik di mana kamu begitu hebat bram, kamu mampu mematahkan semua serangan ki. " ujar Derrick.
__ADS_1
" itu bukan aku yang hebat paman, tapi itu karena paman masih memberiku kemudahan jika saja tdi paman lebih serius mungkin aku akan berakhir terluka. " ujar bram.
" kau pandai menyenangkan hati orang bram.
oh... ya ini tuan memintaku memberikan ini padamu. " ujar Derrick menyerahkan black card sebuah kartu khusus yang hanya bisa di miliki oleh orang orang tertentu.
" apa ini paman mengapa aku mendapatkan seperti ini.... " bram
" bram sudah Terima saja jika kamu tidak butuh kamu tidak perlu gunakan. " Derrick.
" baik lah paman aku Terima.... "
" bagus....
sepertinya malam semakin larut lebih baik kita istirahat sekarang. "
" em....... baik paman. "
pagi hari kini semua orang sedang sarapan bersama termasuk bram juga ada di sana bunga juga sudah baik baik saja terlihat wajahnya yang begitu fresh.
" bunga hari ini kamu di rumah saja tidak perlu kemana mana. " ujar hendrawan pada bunga.
" bunga baik baik saja pa......
bunga sudah bisa beraktifitas seperti biasa lagi..... "
" bunga kali ini saja dengarkan papa kamu di rumah saja. "
" tapi pa bunga masih harus menyelesaikan tugas bunga yang kemarin. "
" papa itu bingung dengan kamu bunga kamu sebenarnya masih belajar di Universitas untuk apa....
kamu adalah anak dengan kemampuan di atas rata rata. juga universitas itu juga bisa di katakan milik kamu.
jadi dengarkan papa hari ini cukup di rumah saja. "
" hah....
papa masih sama.....
ya sudah bunga di rumah saja hari ini. "
pagi itu berlalu setelah hendrawan pergi dari rumah bunga untuk ke kantor bunga di kamarnya saja memainkan ponselnya. sempat dua sahabatnya itu menanyakan bunga mengapa tidak datang. bunga katakan bahwa dirinya sedang malas saja.
*di rumah sungguh sangat membosankan.
hah.... sebenarnya apa saja yang terjadi kemarin kenapa aku begitu lupa. jika mengingat itu bagian tubuh mana saja yang sudah di sentuh bajingan kotor itu. seandainya saja aku bisa membela diri saat itu. " ujar bunga kemudian berdiri di dekat jendela melihat taman belakang yang indah.
bram.....
sepertinya dia sedang berlatih kemampuan bela dirinya....
mengapa aku tidak berlatih beladiri saja bukankah mungkin hal seperti karin itu bisa terjadi lagi. ya benar jika itu terjadi setidaknya aku masih bisa melawan tidak hanya menjadi hidangan di meja yang siap di makan. " ucap bunga berbicara sendiri*.
bunga kemudian mengganti pakaian yang cocok untuk berlatih. setelah selesai bunga segera turun ke lantai bawah kemudian menuju taman belakang.
__ADS_1