
hari yang cerah matahari bersinar cukup panas menyengat kulit. tapi itu tidak mengganggu seorang pemuda tampan yang tengah duduk bersila dengan memejamkan mata terlihat ritme pernafasan nya sangat teratur halus dan lembut.
" hah......
menyenangkan sekali aku semakin ketagihan saja untuk terus mendalami pernafasan ini.
waduh.... ini sudah lebih dari satu jam aku melatih pernafasan ini, sungguh tidak terasa. lebih baik aku kembali saja sebelum ketua menghubungiku. " ujar pemuda itu yang tak lain bram.
baru saja beberapa langkah di ambil untuk kembali sura panggilan dari ponselnya sudah berbunyi.
" ketua..... " ujar bram yang melihat layar ponselnya tertulis mana ketua.
" ya... halo ketua.... " ujar bram
" kamu di mana segera kembali tuan igor sudah ada di sini. " ujar lucas dari sebrang sana.
" ah...
tunggu sebentar ketua aku sudah dalam perjalanan kembali. " jawab bram.
" ya sudah...
lekaslah tidak baik membuat mereka menunggu terlalu lama. " ucap lucas.
" baik ketua. " jawab lucas.
panggilan pun terputus bram kembali memasukkan ponselnya ke dalam sakunya dan bergegas kembali. sekitar 5 menit bram sudah sampai di pintu gerbang.
" salam saudara bram. " ujar penjaga pintu. "
" salam juga....
semangat lah.... "
" siap sau dara bram.... "
" ya sudah aku masuk terlebih dahulu ketua sudah menunggu ku. "
" silahkan saudara bram. "
bram kemudian tersenyum dan segera pergi setibanya di lobby bran kembali terhenti karena seorang memanggilnya.
" saudara bram. "
bram melihat ke arah asal suara itu. " ya..... "
" saudara.....ketua memintaku memberitahu mu jika sudah datang untuk langsung ke ruangan VIP 1A."
" oh....
baik lah terimakasih... "
" ya sama sama. "
bram tak berlama lama lagi segera menuju tempat yang sudah di beritahukan tadi.
di ruangan VIP 1A.
" jadi seperti itu....
rupanya bram berasal dari jalanan aku kira dia memiliki keluarga. " ujar igor mendengan cerita lucas.
" benar tuan igor saat aku membawanya ke sini dia sudah dalam keadaan hidup dan mati. tapi semangat hidupnya cukup tinggi sehingga dia bisa selamat dan jadilah sekarang." jelas lucas begitu fasih dah bersemangat menjelaskan tentang bram.
" hem....
anak yang menarik aku semakin ingin dia yang menjaga putriku aku rasa dengan dia yang menjaga makan keamanan putriku akan sangat terjaga. " ujar igor dengan senyum halus dan pemikirannya sendiri.
" lalu dimana sekarang anak itu...
apa dia masih lama untuk tiba..... " Derrick
" aku rasa seharusnya dia sudah tiba sekarang.. " lucas.
tok.... tok.... tok....
__ADS_1
" nah lihat dia sudah datang....
masuk.... " lucas.
pintu segera terbuka dan sosok bram segera terlihat. " maaf ketua..... maaf tuan igor...
maaf tuan derrick... saya sudah membuat kalian menunggu. " ujar bram dengan sikap yang sangat baik.
" tidak masalah duduk lah bram... " ujar igor ramah.
" kemari bram.... " lucas.
" baik tuan...
baik ketua.... " bram. bram tanpa berlama lama segera saja duduk di mana lucas sudah memintanya duduk.
" baram....
pasti lucas sudah memberitahukan maksud dan kedatangan ku kembali ketempat ini kan...
jadi sekarang aku tanya padamu apa kamu bersedia bekerja padaku untuk menjaga dan melindungi putriku. " tanya igor serius tidak berbasa-basi.
" aku bersedia tuan selama ketua memberikan ijin dan perintahnya aku siap bekerja pada anda tuan. " jawab bram tegas tidak ragu.
" aih.... anak ini mengapa masih membawa bawaku..... " ujar hati lucas.
" bagus....
jadi begini aku bermaksud membeli mu bukan menyewa mu jadi berapa harga yang perlu aku bayar untuk itu. " tanya igor. segera membuka transaksi untuk di mulai.
author tidak menjelaskan masalah transaksi itu kita skip saja di mana transaksi itu pun berhasil dan di setujui kedua belah pihak.
" derrick berikan surat perjanjiannya pada bram untuk di tanda tangan. " ujar igor.
" baik tuan....
bram ini suratnya silahkan di baca terlebih dahulu. " ujar derrick menyerahkan perjanjian.
bram menerima nya dan mulai membaca dengan teliti dan memahami setiap poin dari surat perjanjian itu. " baik aku rasa tidak ada poin yang merugikan maka saya akan menandatangani surat ini. " ujar bram segera menggerakkan bolpoin di tangannya.
semoga kamu bisa bekerja dengan baik. "
" baik terimakasih tuan igor. "
" ya sudah bram persiapkan semua keperluan mu yang perlu kamu bawa sekarang. " ujar lucas. menepuk bahu bram.
" baik ketua....
tuan...
aku permisi dahulu. " ujar bram.
" ya pergilah...
dan kamu tak perlu membawa terlalu banyak nanti kamu melengkapinya di sana saja. kamu cukup berbicara pada derrick nantinya. "
" baik tuan saya mengerti. " ujar bram. kemudian membungkukkan badannya sedikit dan berlalu pergi setelahnya.
singkat cerita hari itu bram berpamitan pada semua rekannya yang ada di sana. semua orang yang melihat bram menunjukkan rasa kehilangan karena akan kehilangan sosok orang yang ramah baik pada siapa saja walau dari raut wajahnya yang terlihat pendiam dan dingin.
" bram...
ingat ini... disini adalah rumahmu kapanpun kamu ingin pulang, maka pulanglah pintu ini akan selalu terbuka untukmu. " ujar lucas di depan pintu.
" terimakasih ketua aku akan selalu merindukan ketua dan rumah ini. jika aku memiliki kesempatan aku akan pulang untuk melihat ketua dan semuanya. " ujar bram.
lucas hanya tersenyum kemudian memeluk bram dengan erat.
" pergilah bram jaga dirimu.... jangan khawatirkan kami yang di sini. " ujar lucas setelah melepaskan pelukannya.
" em... aku mengerti ketua.
aku pergi ketua jaga diri dengan baik ketua. "
" ya pergilah. "
__ADS_1
segera setelah itu bram memasuki mobil setelah memberikan anggukan pada lucas. lucas sendiri kini sedang menahan sesuatu yang bergejolak di hatinya. bagai mana pun lucas sudah menganggap bram sebagai keluarganya.
mobil sudah mulai melaju meninggalkan markas bram tampak begitu tenang tidak ada perubahan apapun dari wajahnya yang menunjukkan dia keberatan untuk pergi. ya jika hanya fisik bram akan terlihat biasa saja tapi hatinya seperti mengalami kekosongan.
" bram....
karena kamu akan menjaga putri ku aku akan mengantarmu ke rumah putri ku. " ujar igor.
" em... tidak maslah tuan...
tapi apa tuan dan putri tuan tinggal terpisah....
maaf tuan jika lancang dan tidak sopan. " ujar bram karena penasaran.
" hah... setahun yang lalu istriku sekaligus ibu dari putriku meninggal dalam kecelakan. jadi setelah ibunya meninggal putriku meminta untuk tinggal sendiri di rumah lain karena di rumah utama terlalu banyak kenangan katanya. " jelas igor singkat.
" jadi seperti itu rupanya.
maafkan aku yang lancang ini dan sudah berani membuat tuan bersedih. " bram.
" santai saja bram tak perlu di pikirkan. " ujar igor
singkat saja setelah lama dalam perjalanan kini mobil sudah memasuki kawasan rumah rumah elit dan kini mobil sudah memasuki satu rumah mewah dengan halaman dan taman di depannya juga pintu gerbang yang begitu tinggi nan mewah.
" selamat datang tuan igor. " ujar seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan.
" ya....
apa bunga masih belum kembali. " tanya igor.
" belum tuan biasanya jika tidak ada hal lain yang di lakukan nona akan kembali pukul 5 sore nanti. " jelas pelayan itu.
" em...
ya sudah....
lalu apa kamu sudah melakukan apa yang sudah saya katakan kemarin... "
" sudah tuan kamarnya sudah siap. "
" bagus.... ayo antar kami. "
" baik mari silahkan tuan..... "
" ayo bram. "
" baik tuan. "
di ruang depan selepas makan, kini bram, igor, dan derrick sedang duduk.
" bram putriku sangat sulit menerima orang baru jadi aku harap kami bisa sabar menghadapinya nanti. "
" aku mengerti tuan. " jawab bram.
" ya sudah hanya itu yang perlu aku katakan selebihnya kamu pahami saja putriku sendiri dan satu lagi aku minta kamu untuk benar benar melindunginya. "
" baik tuan percayakan itu padaku. selama aku bernafas akun tidak akan membiarkan siapapun melakukan hal buruk terhadap nona.. "
" bagus...
aku percaya padamu bram...
dan aku rasa aku juga harus kembali sekarang jadi bram selamat bekerja. "
" baik tuan.. "
igor segera bangkit dan berjalan menuju pintu. derrick masih tidak pergi dia masih menatap bram.
" baram...
ingat jika sesuatu hal terjadi pada nona aku akan memburu sampai aku yang membunuhmu. dan panggil saja aku paman. " ujar derrick lalu pergi.
" baik paman derrick. tenang saja. " ujar bram.
derrick tidak menoleh tapi dia tersenyum halus, segera derrick sudah berhasil menyusul igor.
__ADS_1