
" tapi apa yang aku khawatirkan dengan nona melihat ku lagi pula aku tidak melakukan hal yang salah kan. " ucap bram pada dirinya sendiri.
bram memutuskan untuk menyudahi latihannya malam itu dan segera kembali ke kamarnya untuk istirahat.
pagi pun tiba cahaya mata hari begitu crah bersinar awan juga cerah gadis cantik yang tertidur di dekat jendela kini nampak mulai menunjukkan tanda tanda dia sudah akan bangun.
bunga yang baru saja bagun dari tidurnya merasa aneh karena tidak berada di kasurnya saat bangun.
" sepertinya semalam aku ketiduran dan aduh..... badan ku terasa sakit semuanya, aku perlu berendam di ari hangat sepertinya. " ujar bunga meregangkan otot otot tubuhnya lalu beranjak pergi ke kamar mandi.
di luar.
" mas bram.... " panggil adel.
" iya bak adel ada yang bisa saya bantu. " jawab bram.
" nggak ada mas....
apa mas bram masih sibuk... " tanya adel kembali.
" tidak bak ini juga sudah beres. " ujar bram kemudian menutup kapan depan mobil. bram sedang mengecek mesin mobil.
" bunga masih belum turun mas.... " tanya adel.
" saya tidak tau bak adel sejak tadi saya tidak melihat non bunga. mungkin masih di kamarnya. " jawab bram.
" duduk mas.... " ujar adel yang sedang duduk di kursi yang memang tersedia di sana.
" iya terimakasih bak.. " jawab bram kemudian duduk tampa sungkan.
" mas bram sudah lama ya kerja sama bunga.... " tanya adel.
" tidak lama bak baru dua hari saya bekerja pada non bunga. " jawab bram.
" eh.... benarkah....
mas bram ini suka bercanda... " ujar adel tidak percaya.
" bak adel tidak percaya......
saya serius tidak bercanda coba saja bak adel tanya sama non bunga bik asih atau pak jon. " ujar bram ramah.
" jadi mas bram serius. " adel dengan ekspresi yang tidak percaya.
" iya bak adel.... " jawab bram.
" mas bram ini sungguh luar biasa ya dan sangat profesional sekali. " puji adel.
" terimakasih bak adel..... " jawab bram dengan tenang tidak ada perasaan apa pun.
" waktu di mall saya sempat berpikir kalo mas bram itu sebenarnya kekasih bunga. tapi saat Mas bram mengatakan nona pada bunga waktu itu membuat saya tidak percaya. " ujar adel
" dan lagi saya lihat mas bram dan bunga sangat serasi yang satu cantik yang satu tampan apa lagi fitur wajah kalian hampir sama. " lanjut adel.
" kata orang tua dulu jika seseorang berjodoh pasti mereka memiliki persamaan. seperti mas bram dan bunga. " jelas adel..
" bak adel ada ada saja...
jangan bilang seperti itu bak nanti bisa salah paham dan saya ke GRan nanti. " jawab bram masih dengan ketenangan nya.
__ADS_1
" kalian berdua ngomongin apa sih. " suara bunga yang tiba tiba.
" nona..... " bram segera berdiri.
" bunga....
tidak ada aku hanya mengobrol saja dengan mas bram.." adel
" ya udah ayo makan lalu aku akan bawa kamu ke rumah yang aku maksud kemudian ke toko. " ucap bunga.
" baik lah ayo.... " jawab adel.
bunga dan adel pun beranjak masuk ke dalam rumah tapi bunga kemudian berhenti setelah melewati pintu kemudian berbalik dan keluar lagi.
" ada apa bunga. " tanya adel.
" tidak ada apa apa, kamu bisa ke ruang makan dulu. " ujar bunga.
" oh ya sudah aku duluan. " ujar adel kemudian pergi.
bunga keluar lagi melihat bram yang sudah kembali seperti sedang memeriksa ban mobil.
" bram kenapa kamu tidak ikut masuk dan makan. " ujar bunga di pintu.
bram terkejut mendengar suara bunga karena sebelumnya bram melihat bunga sudah masuk dan sekarang malah berdiri di depan pintu dan memanggil namanya.
" eh... iya nona.
ini.... anu nona itu saya ini sedang memeriksa mobil apa itu ada sesuatu yang dapat saya kerjakan. " ujar bram gelagapan dan belepotan menjawab bunga.
" hahhh....
" itu saya nanti saja nona...
silahkan nona saja dahulu... " ujar bram mulai menata kembali ketenangannya.
" kamu membantah perintahku bram apa kamu sudah lupa.... " ujar bunga dengan tegas.
" eh....
maaf nona...
baik saya siap menjalankan perintah jawab ram " jawab bram segera melangkah.
" bagus.... " ujar bunga dengan senyum kemudian pergi dengan di ikuti bram di belakangnya.
" non bunga ini mau dalam keadaan marah, senang, santai, atau tetap saja cantik. " ujar hati bram.
setibanya di ruang makan bram dengan sigap segera menyiapkan kursi untuk bunga duduk. bunga sedikit terkejut atas apa yang di lakukan bram. ya kalian tentu tau kan wanita mana tidak akan tersentuh jika di perlakukan manis oleh seorang laki laki.
" silahkan kan nona. " ujar bram dengan senyum lembut dari wajah tampannya itu.
bunga pun duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh baran rasa tidak percaya masih menyelimuti hatinya karena selama ini tidak ada seorangpun yang memperlakukan dirinya seperti itu dan sekarang yang melakukan adalah seorang laki laki.
" duduk lah cari kursimu sendiri dan buat lah nyaman dirimu sendiri. " ujar bunga dengan santai pada bram.
" baik nona. " jawab bram segera ke sebelah adel.
" permisi bak adel saya duduk di sini. " ucap bram.
__ADS_1
" duduk saja mas bram. " ujar adel.
akhirnya mereka mulai sarapan bram bukanlah orang yang kaku atau apalah sejenisnya dia bisa menyesuaikan diri dan keadaan. sarapan berlangsung selama dua puluh menit.
" bram mulai hari ini kamu sudah resmi menjadi bodyguard ku. aku sudah berbicara pada papa semalam jadi aku menerimamu. " ujar bunga.
"terimakasih nona mulai hari ini keamanan nona akan terjamin tidak akan ada yang bisa menyentuh nona selama aku masih bernafas. " ujar bram dengan begitu serius
" ya terserah kamu. "ujar bunga dengan jengah.
adel segera senyum senyum sendiri sedangkan bram hanya bisa menggaruk kepala bagian belakangnya saja.
" siap kan mobil setengah jam lagi kita akan keluar. " bunga.
" baik nona. " bram.
30 menit berlalu bram sudah siap di pintu mobil untuk membukakan pintu saat bunga akan memasuki mobil.
bunga yang sudah selesai segera keluar dari kamarnya.
" di mana adel. " tanya bunga yang sudah sampai di luar.
" saya tidak.....
nah itu bak adel nona. " ujar bram yang melihat adel baru saja keluar.
" bunga maaf sedikit telat perutku sedikit bermasalah tadi. " ujar adel.
" oh ya sudah tak apa...
lalu sekarang bagai mana....
apa perlu kita ke dokter... " ujar bunga.
" aku sudah merasa baik...
jadi tidak perlu ke dokter...
kita berangkat sekarang saja... " ujar adel.
" ya sudah ayo.... " bunga.
Mobil segera saja melaju keluar dari halaman rumah. " pak jon.... " sapa bram
" iya mas bram
hati hati..... " pak jon.
" siap.... pak jon. " jawab bram kemudian melanjutkan mengemudikan mobilnya.
" maaf......
jadi ke arah mana kita nona..... " bram
" jalan saja dulu nanti akan ku beri tau. " bunga.
" baik lah nona. " bram
__ADS_1