
pertarungan sangat intens keduanya sudah beberapa kali saling membanting ke lantai.
" bram..... " suara lirih bunga membuat konsentrasi bram dalam bertarung hilang sehingga membuat bram terkena sebuah serangan yang berhasil mengirim bram jatuh menimpa meja kaca.
" nona..... " ujar bram menyeka darah dari sudut bibirnya.
" tolong...... " ujar bunga begitu lirih.
" aku akan segera menolong mu nona. " ujar bram lalu melihat ke arah sam.
" sepertinya aku terburu buru jadi maaf ini akan segera berakhir. " ujar bram. dengan mata yang menunjukkan ketenangan yang dalam.
" datang lah. " ujar sam masih menganggap remeh bram.
bram merapikan jasnya kemudian segera maju menyerang sam dengan kemampuan yang di pelajari nya dari kakek song.
" sial bocah ini sedikit berbeda dari sebelumnya aku pikir dia sudah mengerahkan semua ke mampuannya. " ujar sam. karena walau mampu menahan serangan sam tapi tangan dan kakinya merasa kebas dan sakit.
bram sama sekali tidak memberikan jeda dalam serangannya bram terus menerus menyerang sudah lebih dari lima serangan yang berhasil lolos dan serangan terakhir itu berhasil mengirim sam hingga terlempar ke dinding dengan memuntahkan darah dari mulutnya. bram tidak berniat berhenti bram menghampiri sam yang sedang meringis kesakitan.
" tunggu...
tunggu jangan bunuh aku aku mengaku kalah kamu bisa membawa gadis itu pergi tapi tolong biarkan aku hidup tolong. " ujar sam.
" maaf aku tidak memiliki kesempatan untuk membiarkan kamu hidup karena sampah sepertimu harus secepatnya di singkirkan agar tidak menimbulkan penyakit. " ujar sam meraih belati yang tergeletak di lantai.
sam berusaha bangkit karena negosiasi gagal sam berencana melawan agar tidak mati sia sia tapi baru saja akan berdiri sebuah tendangan mengirimnya terlempar ke tembok kemudian jatuh tersungkur ke lantai.
bram berdiri tepat di atas sam kemudian bram menarik rambut sam dengan kasar hingga menimbulkan seruan dari mulut sam kemudian pisau di tangan bram dengan dalam mengiris leher sam membuat darah menyembur keluar.
" temui lah malaikat maut dan tebus semua dosa dosa mu. " ujar sam kemudian meninggalkan sam begitu saja.
" nona.....
nona tenang lah aku akan menyelamatkanmu. " bram segera menggendong bunga ke arah kamar mandi dan meletakkan kan bunga di tempat untuk berendam segera bram mengisi bak itu. bram juga setelah mengisi bak dengan air segera pergi ke lemari pendingin mengambil minuman bersoda kemudian pergi ke dapur mengambil garam setelah menemukan nya bram segera memberi minuman bersoda itu dengan garam secukupnya kemudian segera membawanya ke bunga setelah selesai.
bram segera meminta bunga untuk meminum itu bram juga membantu bunga untuk meminum itu bak air sudah separuh terisi. bunga yang di bantu bram minum segera meminum minuman bersoda itu hingga beberapa teguk.
tak lama setelah selesai meminum itu dan bak air sudah penuh tiba tiba saja bunga menunjukkan reaksi mual.
" bagus ayo muntahkan itu nona. " ujar bram membantu bunga. bram sudah sangat khawatir sehingga tidak perduli dengan keindahan dari bunga.
bunga muntah cukup banyak semenjak setelah meminum minuman bersoda itu bran masih membiarkan bunga untuk terus berendam.
setelah di rasa cukup bram segera menggendong bunga membawa bunga keluar bran memutuskan untuk membawa segera pulang bunga.
" bagai mana Derrick.... "
" tidak ada jawaban tuan.... "
" bunga juga tidak menjawab.....
aku semakin khawatir saja perasaanku mengatakan sesuatu sudah terjadi pada bunga.... "
" tenang tuan di sana ada bram aku yakin bram bisa mengatasinya jika sesuatu benar benar terjadi pada nona tapi aku harap semoga tidak terjadi sesuatu pada nona. " ujar darrick.
" hah.....
ya semoga saja....
__ADS_1
tapai darrick coba kamu menghubungi rumah mungkin bunga sudah tiba di rumah. "
" baik tuan. "
segera Derrick melakukan panggilan ke rumah. tak perlu waktu yang lama panggilan segera terhubung bik asih yang menerima panggilan itu.
" ya halo.... " bik asih.
" bik apa non bunga susah ada di rumah.... " darrick
" non bunga belum pulang tuan darrick. apa ada sesuatu yang perlu di sampaikan. " darrick.
" tidak ada...
ya sudah jika begitu..... "
" baik tuan.... "
" nona juga tidak ada di rumah tuan.... " darrick.
" bagai mana mana ini.... "
" tunggu saja tuan jika sore ini terlewati dan nona masih tidak ada kabar kita aka melakukan tindakan aku juga akan minta lucas membantu kita. "
" ya baik lah.... "
di mobil kini bunga masih dalam keadaan pingsan. bram dengan kecepatan cukup tinggi membawa mobil ke arah jalan pulang.
tak lama mobil mulai memasuki kawasan rumah dari bunga segera setelah tiba di gerbang jojon segera membuka kakan gerbang. bram segera membawa mobil tidak sempat untuk menyapa jojon.
baram menggendong bunga ke kamarnya bik asih yang memang menunggu di pintu sedikit terkejut melihat keadaan bunga.
" ikut dulu ke kamar dan tolong ganti baju non bunga nanti akan saya jelaskan. " bram
" baik ayo segera bawa non bunga.... " ujar bik asih.
setibanya di kamar bram segera meletakkan bunga lalu bram meminta bik asih untuk mengganti baju bunga.
" cepat lah bik ganti baju non bunga sekarang. "
" lah kamu masih ngapain di sini apa kamu mau lihat saya mengganti baju non bunga.... "
" eh iya saya lupa bik. ...
ya sudah saya keluar.... "
bram yang sudah ada di luar segera mengambil gawainya di saku membuka layar kuncinya melihat di sana sudah ada 21 panggilan tidak terjawab dari darrick dan hendrawan.
" halo tuan.... " ujar bram segera menghubungi igor.
" baram dari mana saja kamu apa bunga bersama dengan kamu.... " ujar igir begitu terburu buru.
" nona sudah ada di rumah sekarang tuan.
tuan bisa datang sendiri untuk melihat non bunga. "
" apa maksudmu bram...
apa sudah terjadi sesuatu yang sudah terjadi pada bunga. "
__ADS_1
" tuan datang saja aku akan jelaskan nanti setelah tuan tiba di sini dan aku juga siap menerima konsekuensi nya. "
" bram kamu...
jangan membuatku takut dengan perkataan mu itu.
aku akan segera datang aku harap bunga baik baik saja. " ujar igor segera memutuskan panggilan.
" darrick ayo segera pergi ke rumah bunga sepertinya memang benar terjadi sesuatu pada bunga. "
" apa ....
sialan aku percaya pada anak itu tapi sepertinya dia mengabaikannya. "
" sudah darrick...
kita lihat situasinya dulu jika itu buruk kau tau kan apa yang harus kamu lakukan. "
" aku tau tuan....
nona bunga sudah aku anggap keluarga jika apa saja hal buruk menyentuhnya aku tidak segan untuk menghabisi siapapun mereka.
" apa sudah selesai bik. " tanya bram.
" sudah.... "
" ayo ikut lagi kedalam ada yang perlu aku lakukan pada non bunga agar keadaanya lekas membaik. "
" apa kamu mengerti dengan pengobatan. "
" sedikit bik. "
" ya sudah ayo. "
bram yang sudah ada di kamar segera saja melihat keadaan bunga sudah cukup membaik tapi pengaruh narkoboy dan obat perangsang itu masih ada terlihat bunga yang merancau tak jelas dengan di sertai *******.
bram segera duduk di samping tempat tidur kemudian bram mulai berfokus pada dua jari tangannya setelah merasakan panas di dua jarinya bram segera meletakkan itu di beberapa titik seperti melakukan totok dan selanjutnya bram meletakkan dua jarinya tepat di pusar bunga cukup lama.
bunga berhenti merancau tapi kini seperti sedang kesakitan.
" bram apa yang coba kamu lakukan lihat non bunga seperti kesakitan. " bik asih.
" cepat ambil sesuatu untuk wadah. " ujar bram
" eh....
baiklah tunggu sebentar. "
tak lama bik asih sudah kembali lalu bram segera mengakhiri prosesnya dua jari yang di tempelkan sebelumnya di lepas lalu bram mendudukkan bunga bram segera duduk tepat di belakang bunga.
kemudian bram melakukan sebuah pukulan tapak tidak terlalu keras dan juga tidak pelan. setelah pukulan itu selesai bunga segera memuntahkan cairan yang sangat bau dari mulutnya.
" duduk lah di depan non bunga dan siapkan wadah itu non bunga akan muntah.
" ya baik lah. " benar rupanya bunga segera memuntahkan cairan yang sangat bau dari mulutnya.
" buang itu bik. dan bawalah air hangat"
" baik lah.... "
__ADS_1
bram meletakkan bunga kembali dalam posisi tidur lalu setelah itu bram berdiri di samping tempat tidur bunga melihat perubahan pada bunga yang terlihat semakin membaik.