Bodyguard Dan Bos Cantik

Bodyguard Dan Bos Cantik
pukulan 13 langkah kematian


__ADS_3

" kamu menyerang ku secara diam diam rupanya. " si bos.


" kamu saja yang ceroboh selama musuhmu masih bernafas makan kamu harus selalu waspada. " bram.


" baik lah ayo akhiri sampai di sini dan setelah ini aku sendiri akan mendatangi lucas dan merebut organisasi itu. lalu menjalan seperti halnya dulu yang sudah aku inginkan. "


" ya bayangkan itu saja karena sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa mengangkat dirimu yang sampah itu menjadi berlian. "


" mulutmu itu begitu pedas pada seniormu ini jangan salahkan aku yang akan membuat mulut itu tertutup untuk selamanya. " ucap si bos lalu datang menyerang bram.


bram memejamkan matanya sejenak lalu mulai menggunakan teknik yang di ajarkan kakek song dengan mengaktifkan insting bertarung pada tubuhnya. setelah bram merasa itu sudah cukup bram membuka matanya rupanya sudah ada sebuah tendangan yang masuk tepat ke dadanya.


bram seperti terpental tapi tidak seperti sebelumnya bram kini seperti kapas yang tertiup angin begitu ringan. tapi si bos yang masih tidak menyadari itu terus datang menyerang bram. bram kini bergerak dengan lentur mengikuti semua serangan si bos kemudian serangan itu di jadikan momentum untuk bram kembali menyerang ke arah si bos. tai chi.......


" ini.....


tidak ini bukan teknik yang lucas ajarkan bukan. " ucap si bos.


" tidak penting tentang teknik ayo selesaikan ini. " bram.


" hahaha....


kamu pikir hanya karena kamu merubah teknik bertarung mu ini kamu bisa menang...


sayang sekali itu tidak akan terjadi. "


" maju..... ( pukulan tiga belas langkah kematian). ucap bram.


pertarungan pun kembali terjadi kali ini bram mulai mendominasi nasi. di mana si bos kini seperti boneka yang tidak bisa melakukan apapun dalam setiap serangan bram.


satu dada...... dua rusuk kanan.......... tiga paha atas kanan........... empat bahu bahu kiri......... lima perut........ enam leher........... tujuh punggung....... delapan pinggang...... sembilan tulang ekor..... sepuluh paha atas kiri........ sebelas lutut kanan..... dua belas lutut kiri..... tiga belas tenggorokan.....


si bos kini hanya mematung dengan seluruh tubuhnya bergetar dan tak lama darah mulai keluar dari mulutnya kemudian tumbang.


" sampah akan tetap menjadi sampah dan akan ada waktunya sampah akan di buang pada tempatnya kemudian di musnahkan. " ucap bram kemudian membersihkan sisa darah di mulutnya.


bram segera kembali ke mobilnya setelah mengambil ponsel milik si bos. belum sampai di mobilnya pintu mobil sudah terbuka. sosok wanita cantik dengan rambut sedikit berantakan dan mata yang berair seperti menangis masih terlihat juga tubuh wanita itu gemetar seperti takut.



" bram..... " bunga.


" nona bunga..... " ucap bram sedikit mematung karena terpesona dengan kecantikan bunga. tapi tidak lama segera bram meng hampiri bunga.


" nona sudah sadar.....


mari kita kembali sekarang mereka sudah aku selesaikan. " ucap bram tenang.


" bram.... " ucap bunga memeluk bram dengan tiba tiba, bram yang dipeluk bunga sedikit menegang karena tidak siap dan bram ragu harus berbuat apa jadi bram memilih untuk tidak melakukan apapun bram hanya seperti semula.


" bram aku.... aku.... takut.... mengapa ini terjadi. " lirih bunga dalam pelukan bram.


" sudah nona tidak perlu takut dan jangan pikirkan apapun selama ada aku tidak akan ku biarkan bahaya apapun menyentuh atau bahkan mendekati mu nona. " ucap bram.


bunga kemudian mendongak melihat ke arah bram tanpa melepaskan pelukannya pandangan bunga begitu lekat menatap bram. bram juga yang seketika itu juga melihat wajah bunga hanya diam terpaku terpukau terpesona dengan wajah indah bunga mata jernih berair, pipi merah mulus hidung manis nanti indah, bibir tipis yang basah dengan sedikit terbuka. membuat jiwa liar siapa saja tidak bisa menolaknya.


bram pun termasuk yang tidak bisa menolak keindahan itu, tanpa bram sadari bram mulai mendekatkan wajahnya bunga juga mulai memejamkan matanya dengan sedikit membuka bibir lembab nya itu untuk memberikan sedikit ruang.


" triiiiiing..... triiiiiiing...... triiiiiing..... ( suara dering ponsel)

__ADS_1


jarak yang sudah sangat dekat dan seharusnya itu sudah menempel, tapi bunga membuka matanya karena mendengar dering ponsel kemudian dengan keras mendorong bram kemudian memalingkan wajahnya dan bersikap salah tingkah.


" buuuk...... aduuuh..... ".


" nona mengapa mendorong ku dengan keras. " ucap bram.


" itu anu maaf tadi aku terkejut dan reflek saja. " ucap bunga tidak menatap bram.


" ah.....


ya sudah nona lupakan, ayo pulang saja malam sudah semakin larut. " ucap bram yang kemudian membalut kan jaket di tubuh bunga.


bunga kaget dengan itu dan tidak tau harus apa dia malah jadi semakin salah tingkah di buatnya.


" eh....


anu itu aku baik baik saja jadi tidak perlu. " ucap bunga tapi bunga malah memegang erat dua sisi jaket itu.


" tidak masalah nona.....


tapi maaf jaketnya sedikit kotor karena pertarungan dengan mereka tadi. " bram


" oh ya anu tidak masalah.


tapi bram mengapa kamu tidak menerima panggilan itu" ucap bunga.


" oh ini ponsel milik bos dari penjahat itu nina biarkan saja.


mari nona kita pulang sekarang. " bram, kemudian membukakan pintu bagian belakang.


" oh....


tapi aku ingin duduk di kursi depan. " jawab bunga.


"....


baik lah nona mari silahkan. " ucap bram kemudian beralih membuka pintu bagian depan setelah menutup pintu bagian belakang.


mobil pun melaju membelah dinginnya malam kaca pintu mobil yang pecah membuat angin begitu leluasa masuk kedalam mobil.


" nona maaf kenakan lah jaket itu karena malam ini sangat dingin sekali. " ucap bram karena tidi hanya sekedar menautkan saja.


" ya....


Terimakasih..... " ucap bunga kemudian mulai mengenakan jaket itu dengan benar.


" bram apa kamu baik baik saja. " tanya bunga setelah selesai mengenakan jaketnya.


" aku baik baik saja nona. " jawab bram tenang dengan pandangan lurus ke depan.


" tapi udara begitu dingin dan kamu sepertinya terluka.


apa tidak aku saja yang mengemudi. " ucap bunga gugup.


" tidak nona tidak perlu...


aku masih baik baik saja ini bukan apa apa untuk ku....


aku sudah biasa dengan hal seperti ini selama dalam tugas. " jawab bram.

__ADS_1


" em...


baik lah.... " balas bunga lalu tenggelam dalam lamunan nya.


tak lama mobil sudah sampai di depan rumah pak jon segera membukakan gerbang Pak jon begitu memperhatikan mobil yang penyok dan beret sana sini.


" pak jon.... " sapa bram.


" iya mas bram. " jawab pak jon.


mobil berhenti tepat di depan pintu bram segera turun untuk membukakan pintu untuk bunga. tapi ketika baru akan membuka pintu bunga sudah membukanya terlebih dahulu.


" bram....


untuk selanjutnya tidak perlu membukakan mobil untuk ku aku akan melakukannya sendiri. " ucap bunga tegas.


" tapi itu bagian dari tuuuuu...... "


" ini perintah dan aku tidak mau di bantah. " bunga.


" baik nona. " jawab bram.


" bagus.....


dan satu lagi bilang pada pak jon untuk membawa mobil ini ke bengkel dan besok kamu pakai mobil yang lain saja. "


" baik nona. " jawab bram


bunga pun pergi meninggalkan bram begitu saja, bram kemudian pergi ke arah pos jaga diana pak jon berada.


" eh... mas bram.....


berantakan sekali mas.....


duduk mas cerita sama saya.... " bacolan pak jon.


" hah....


sebelumnya ini pesan dari nona (bram memberikan kunci mobi) non bunga minta pak jon untuk bawa mobil ke bengkel agar di perbaiki. " bran


" siap tenang saja serahkan saja pada saya...


lalu mas bram. "


" lalu... " bram.


" iya lalu.... " pak jon.


" iya lalu apa pak jin.... "


" aih mas bram ini suka bercanda itu loh apa yang terjadi malam ini saya penasaran. " ucap pak jon.


" oh....


jadi begini pak jon. " ujar bram mulai bercerita tentang apa saja yang terjadi pada malam ini.


sedangkan bunga yang sedang berendam air hangat, secara tiba tiba pikirannya kembali saat kejadian dimana dirinya dan bram hampir saja berciuman.


" bram itu jika di lihat dengan benar sangat lah tampan dan berkharisma dan itu loh matanya itu mata itu mampu membius seseorang. aih...... tapi mengapa aku harus mengingat bagian memalukan itu. apa coba yang terjadi dengan ku tada, untung saja ada dering ponsel jika tidak...

__ADS_1


aaaaaaa........ aku tidak sanggup memikirkannya. " bunga berbicara sendiri.


__ADS_2