
empat puluh lima menit kemudian mobil sudah berhenti di sebuah rumah masih bisa di katakan dalam rumah mewah.
" jadi rumah ini lah yang akan kamu tempati. kamu tenang saja di sana juga sudah orang kepercayaanku yang akan membantu kebutuhanmu sehari hari. " ujar bunga.
" wah ini terlalu mewah untuk aku tinggali seorang diri saja. bunga tidak ada kah rumah yang sederhana saja agar aku tidak kesepian. " ujar adel. sejak dulu adel adalah hidup dengan sederhana saja dan kali ini mengenal bunga semuanya serba mewah.
" em....
aku hanya ada rumah ini yang dekat dengan toko mas....
tapi jika kamu merasa ini terlalu berlebihan aku masih ada apartemen tapi jaraknya sedikit lebih jauh dari toko apa kamu tidak masalah. " ujar bunga santai saja seperti rumah dan apartemen bukanlah sesuatu yang luar biasa bagi bunga.
" aku rasa itu tidak masalah untukku bunga.
maaf karena aku ya bunga.... " ujar adel merasa tidak enak hati pada bunga.
" sudah jangan di pikirkan. ayo aku bawa ke apar temen.... "
" em.... "
" bram ke apartemen golden star. " ujar bunga pada bram.
" siap nona. " ujar bram.
mobil segera melaju membelah jalanan. sejenak kita biarkan mereka menikmati perjalanannya ada sesuatu yang perlu kita bahas di sini karena di rumah keluarga aron sudah terjadi kegemparan. di mana anak tunggal dan calon pewaris dari keluarga aron sudah meniduri seorang pelayan.
" alfin apa yang kamu lakukan apa kamu sedang ingin menghancurkan keluarga aron, apa kamu sudah lupa jika kamu adalah pewaris dari keluarga ini. " ujar papa dari alfin yang sudah meledak amarahnya. saat ibu mama dari alfin memergoki alfin yang tertidur dengan menindih seorang wanita dan wanita itu merupakan pelayan pribadi di rumah aron.
" papa alfin minta maaf tapi sungguh Alfin dalam pengaruh obat seseorang sudah menaruh obat dalam minuman alfin." jelas alfin
" alfin kamu jangan mencoba mengalihkan fakta sia orang yang sudah melakukan itu apa orang itu tidak takut dengan keluarga aron. " nenek alfin juga terlihat buruk saat mengetahui cucunya melakukan hubungan dengan pelayan rumah sendiri.
" tapi alfin tidak berbohong nek. alfin sungguh dalam pengaruhnya obat. " ujar alfin meyakinkan.
plaaaak....
" kau sungguh sialan alfin kau...... "
__ADS_1
" papa berhenti alfin anak kita lagi pula ini masih bisa kendalikan kumpulkan semua orang yang ada di rumah ini dan minta mereka untuk bungkam jika ada yang membicarakan hal ini dan sampai hal ini keluar makan mereka akan mati. " ujar mama alfin. memotong hardikan papa dari alfin
" sekarang yang perlu kita tanyakan adalah wanita ini. lupakan tentang apa alfin dalam pengaruh obat atau tidak. " ujar mama alfin melanjutkan.
" kamu..... siapa namamu.... " ujar ayah alfin. dengan nada dingin.
" safira tuan.... " jawab wanita itu dengan wajah tertunduk dan air mata.
" apa kamu memiliki keluarga... " tanya papa alfin.
" ada tuan...
saya ada ibu dan adik... " jawab wanita itu.
" sekaran katakan kamu mau apa untuk naskah ini. " ujar ayah alfin.
" papa.....
kenapa masih bertanya cukup beri dia uang makan semua sudah selesai. " ujar alfin.
" diam kamu sialan.... " ujar ayah alfin begitu marah pada alfin.
" diam alfin..... " mama alfin.
" ma... "
sedangkan wanita itu masih dilema dia ingin meminta pertanggung jawaban alfin tapi dirinya sadar keluarga aron terlalu besar untuk menerima kerikil sungai seperti dirinya. tapi jika dia hanya menerima saja masa depannya sudah hancur apa yang akan di lakukannya di masa depannya bagai mana dia akan menghadapi kekasihnya nanti.
" saya..... saya.... " ujar wanita itu.
" begini saja keluargaku ini masih baik tapi kami juga bisa berbuat buruk. ini cek senilai 1 M kamu ambil dan segera pergilah dari negara ini bagai mana atau.... " ujar ayah alfin.
" papa jangan mengancam dia bagai mana pun ini salah alfin. " ujar mama alfin.
" jadi bagai mana safira apa kamu bisa menerima uang ini sebagai kompensasi dari keluarga kami dan kami minta kamu bisa tutup mulut prihal ini. " lanjut mama alfin.
" udah ambil aja lagipula teknologi sekarang dan medis sekarang sudah bagus kamu tinggal cari dokter yang bagus untuk masalah itu. " ujar alfin masih berani.
__ADS_1
wanita itu sangat marah mendengar apa yang di katakan alfin tapi dirinya masih takut karena ada nama aron di sana jika dia hanya seorang diri saja dia akan menuntut keadilan sampai mati sekalipun tapi kali ini dia masih memiliki ibu dan adik.
" alfin jaga mulutmu jika saja kamu tidak ceroboh semua ini tidak akan terjadi mulai besok kamu akan belajar di luar negri selama 2 tahu nenek tidak mau menerima bantahan dan jika kamu tidak mau kamu bisa keluar dari rumah ini. " ujar nenek alfin.
" ma... " ujar Alfin berharap mamanya mau membantunya. tapi mamanya menggelengkan kepala. "
" jadi sekarang katakan keinginan kamu. tapi satu lagi jangan berharap untuk kamu masuk dalam bagian keluarga kami. " lanjut nenek alfin
" itu saya....
saya mau berhenti bekerja dari sini saja. " ujar fira.
" terserah kamu mau apa tapi ingat jangan pernah keluarga kami mendengar hal ini sampai keluar maka orang pertama yang akan kami cari adalah dirimu. " ujar ayah afin.
" saya mengerti tuan. " ujar fira terpaksa.
" fira ambil cek ini...
kamu atau tidak kamu ambil cek ini. " imbuh mama alfin mengambil cek di meja kemudian memberikan nya pada fira. "
" tapi nyonya. "
" ambil keluargamu membutuhkan. dan saya sebagai mama alfin minta maaf pada kamu. "
" baik nyonya. "
" ya sudah sekarang kamu pergi saja ingat pesan kami. " ujar mama alfin
" baik nyonya. "
fira kembali ke kamarnya mengemas baju bajunya dan segera pergi rasa yeri dan sakit masih begitu tersakiti di sana karena alfin melakukan nya dengan sangat kasar dan itu di lakukan berkali kali selama semalam suntuk.
kini fira sudah ada di jalanan dia berjalan secara perlahan pikirannya begitu suram bayang kejadian semalam masih begitu terang di pikirannya rasa jijik dan hina begitu terasa ingin rasanya dia mengakhiri hidupnya tapi masih ada keluarga yang mesti dia jaga.
semakin lama berjalan rasa nyeri itu semakin sakit bahkan kini pandangannya sudah semakin kabur. safira masih tidak sadar di sana sudah ada darah yang mengalir dari pahanya.
safira mencoba bertumpu pada tian lampu untuk keseimbangannya karena dirinya ingin menyebrang jalan.
__ADS_1
keadaan yang sudah semakin buruk pandangannya juga semakin gelap tapi safira masih memaksa untuk melangkah hingga dencitan suara ban dan aspal terdengar dimana ada satu mobil yang melakukan pengereman mendadak karena safira yang tiba tiba saja menyebrang jalan.
mobil berhenti setelah kurang beberapa cm menabrak fira. fira masih bisa berdiri tapi tidak lama dirinya segera ambruk pingsan. orang yang di mobil segera saja turun untuk menolong fira.