Bodyguard Dan Bos Cantik

Bodyguard Dan Bos Cantik
pulang


__ADS_3

" alfin kamu mabuk ya. " ujar ayah alfin.


" ayah alfin kembali ke kamar terlebih dahulu. " ujar alfin


" ya sudah sana jangan keluar dari kamarmu dan segeralah berendam agar mabuk mu sedikit berkurang. "


alfin mengabaikannya dia terus melanjutkan langkahnya menuju kamarnya karena dirinya sudah merasa tidak dalam baik baik saja.


tak lama alfin sudah tiba di kamarnya dia segera membuka pintu kamarnya tampak di sana cahayanya sangat redup.


" tuan anda sudah kembali aku sudah selesai membereskan semuanya di mana teman tuan yang akan memakai kamar tuan. " ujar seorang wanita berpakaian pelayan.


" bunga kamu di sini.... " ujar alfin.


" maaf tuan bunga siapa ya... " tanya wanita itu.


" bunga malam ini kamu harus menemaniku.


aku sudah tergila gila denganmu. " ujar bram sambil mengunci wanita pelayan itu pada dinding.


" tuan apa ini lepaskan saya...


anda salah saya bukan bunga yang tuan maksud. " ujar pelayan itu panik.


" bunga kamu sudah di sini maka kamu harus menemaniku . " ujar alfin mulai mendekatkan wajahnya untuk mencium wanita itu


pelayan itu menghindar dari alfin, karena gagal alfin malah mencumbu leher pelayan itu.


ya begitulah seterusnya malam itu adalah malam kelabu. itu adalah akibat pengaruh obat yang alfin tujukan untuk bunga tapi malah dirinya sendiri yang meminumnya.


kembali ke pesta malam semakin larut bunga dan dua sahabatnya memutuskan untuk kembali karena mereka ingat jika besok mereka ada mata kuliah pagi.


" kita pulang sekarang saja, ini sudah pukul 10 besok kita masih ada kuliah pagi. " ujar bunga.


tapi dua sahabatnya tidak menghiraukan bunga mereka sibuk memperhatikan sekitarnya seperti sedang mencari sesuatu.


" kalian dengar tidak.....


kalian itu sedang mencari siapa sebenarnya. " ujar bunga.


" kamu dengar bunga.... " dara


" iya bunga...


tapi kami sedang mencari mas bram. " ujar feli.


" benar bunga kami itu ingin bertemu mas bram. " dara.


bunga pun kesal mendengar apa yang di katakan sahabatnya itu. bunga segera pergi saja meninggalkan kedua sahabatnya.


" bunga.... " ujar keduanya.


" hey...


bunga mau kemana tungguin kita. " ujar dara.


" yah.... dia ngambek. " feli.


" udah ayo susul aja. pasti mas bram akan langsung datang sebentar lagi. " dara.


" iya benar... " setuju geli.


bunga segera menemui ayah dan mama dari alfin untuk berpamitan.


" om....


tante....


bunga pamit. besok bunga ada kuliah pagi. " ujar bunga dengan ramah.


" sudah mau pulang rupanya....

__ADS_1


singkat sekali sering sering lah ke sini bunga pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk mu. " mama alfin.


" maaf juga ya bunga alfin tidak menemani kamu dengan baik sepertinya dia benar benar sakit. " ayah alfin


" iya om...


bunga akan usahakan tante untuk datang ke sini. sekarang kesibukan bunga bukan hanya kuliah saja tante bunga juga sedang merintis usaha bunga sendiri. " ujar bunga.


" memang benar kata pepatah. Buah jatuh tidak pernah jauh dari pohonnya. kamu dan ayahmu itu sama selalu melakukan yang terbaik tidak mau terlalu bergantung pada orang lain. " ujar ayah alfin.


" om.... bisa saja....


Oh ya bunga benar benar harus pamit om, tante. dan bunga sangat menikmati pesta ini bunga ucapkan terimakasih sudah di undang ke pesta yang meriah ini. " ujar bunga.


" ya sudah hati hati lah di jalan dan harusnya tante yang mengucapkan terimakasih karena kamu sudah mau datang dalam acara ini. " ujar mama alfin bunga balas dengan senyum dan anggukan


" bunga apa kamu membawa mobil sendiri, jika iya biarkan sopir alfin saja yang mengantar kamu dan besok mobil kamu biar alfin yang membawakan. " ayah alfin.


" tidak usah om...bunga bersama supir tadi dan sekarang pasti ada di depan. jadi bunga pergi sekarang saja. permisi om, tante. " ujar bunga.


" ya hati hati... " mama alfin.


kemudian di ikuti dua sahabat bunga yang juga sudah berpamitan. sedangkan bram sudah di luar ketika melihat bunga memutuskan untuk pulang.


" wah saudara kamu sudah akan kembali. " ujar pelayan yang sebelumnya saat bram baru saja tiba.


" ya aku akan kembali karena nona ku sudah ingin kembali. " jelas bram.


" oh... begitu rupanya....


bagai mana pestanya apa seru...!!! "


" ya lumayan lah apa lagi aku mendapat sedikit hiburan. " jelas bram.


" oh ya di mana kunci mobil ku aku harus cepat jangan sampai membuat nona menunggu. "


" tunggu saja di sini saudara biarkan aku yang mengambilkan mobil itu untukmu. "


" ya tunggulah sebentar. "


" em...


sekejap pelayan itu sudah pergi dan tak lama sudah kembali dengan membawa mobil.


" ini kuncinya. " serah pelayan itu.


" Terimakasih kamu memang yang terbaik. " puji bram.


" santai saja. "


selepas itu bram sudah dalam posisi siap di pintu mobil menunggu kedatangan bunga. dan benar saja tidak lama sosok anggun, nan cantik itu kini sudah keluar berjalan dengan indah pancaran auranya sama sekali tidak sirna.


semua itu berubah ketika dua suara yang cetar memanggil nama bram secara bersamaan.


" mas bram.... " feli dan dara bersamaan bahakan keduanya melewati bunga begitu saja.


" mas bram ke mana saja aku mencari mas bram di dalam. "


" iya mas aku juga mencari mas bram sejak kedatangan bunga. "


" itu bak saya sejak datang duduk di bar untuk minum. "


" what... mengapa mata kami tidak bisa menemukan mas bram yang terlewat tampan ini yang ada di dekat kita sejak awal. "


bunga yang terdiam mematung melihat dua sahabatnya itu begitu antusias pada bran hanya bisa menggelengkan kepala. kemudian bunga melanjutkan langkahnya ke mobil.


" nona... " sapa bram yang mana kedua lengannya sudah ada dalam dua pelukan dua wanita cantik sahabat bunga.


" dengar kalian berdua aku ingin segera pulang jadi lepaskan dia. dan kamu jika masih ingin bersama mereka berikan kunci mobil aku akan pulang sendiri. " ujar bunga datar.


" bunga sabar dong aku masih kangen ni sama Mas bram. " feli.

__ADS_1


" bunga malam ini mas bram nginep di rumah aku ya." dara.


" bak feli bak dara....


maaf sebelumnya saya sudah terikat pekerjaan dengan tuan hendrawan dan nona bunga jadi saya minta tolong lepaskan saya karena ini masih waktu saya bekerja.. " ujar bram dengan ramah dan menghipnotis. dua wanita itu segera melepaskan bram dengan senyuman.


" mari silahkan nona. " ujar bram membukakan pintu. " bunga segera saja masuk. setelah bunga masuk dua sahabatnya itu juga akan masuk.


" no...


tidak untuk kali ini tolong. " ujar bunga.


" bunga.... " ujar feli dan dara bergantian.


" tidak... " jawab bunga.


"tapi bunga.. " feli.


" tidak.... " bunga.


bram sudah ada di kursi pengemudi tinggal menunggu perintah dari bunga saja.


" mas bram boleh numpang kan. " dara.


" maaf bak saya apa kata non bunga saja. " jawab bram.


" bunga aku mohon. " ujar feli


" tidak....


hari ini aku lelah jadi tolong mengertilah ok.


jalan. " ujar bunga


bram segera melajukan mobil secara perlahan agar tidak mencelakai dua sahabat bunga setelah di rasa aman bram segera menambah kecepatan dua sahabat bunga yang di tinggal kan itu kini sedang menggerutu seperti seorang di tinggal putus pacar.


" beruntung sekali dia tidak perlu menjadi kaya dia sudah di kejar kejar orang kaya. jika itu aku mungkin aku sudah terbuai. " ujar pelayan itu melihat tontonan live streaming gratis sejak tadi.


kembali pada bunga dan bram.


" nona apa kita langsung pulang saja tau.... "


" pulang. " potong bunga.


" baik nona. " jawab bram.


lama dalam perjalanan tiba tiba saja bunga membuka pembicaraan.


" kamu bekerja pada papa atau padaku. " tanya bunga datar.


" saya bekerja pada tuan hendrawan nona. " Jawa bram.


" apa kamu tidak bisa pergi saja aku akan membayarmu dah urusan papa aku yang akan mengatasinya. "


" tidak bisa nona. " jawab bram.


" kenapa tidak bisa. " ujar bunga dengan suara tinggi.


" karena memang tidak bisa saya sudah menandatangani kontrak dengan tuan hendrawan di mana saya tidak memiliki alasan untuk berhenti dalam pekerjaan ini kecuali tuan hendrawan yang memberhentukan saya. " jelas bram.


" tapi aku merasa terganggu dengan adanya kamu. " ujar bunga.


" maafkan saya sudah membuat nona terganggu. saya..... "


" diamlah. " ujar bunga begitu dingin.


" apa kamu bisa bekerja denganku. " tanya bunga tapi tidak ada jawaban bungapun mengulang hingga tiga kali tapi tidak ada jawaban.


" hey....


aku berbicara padamu sialan. " ujar bunga sangat marah.

__ADS_1


" maaf nona perintahana yang harus saya dengar nona meminta saya untuk diam tapi nona bertanya laut saya mau menjawab tapi nina tidak memberikan izin pada saya untuk menjawab. " jelas bram jujur tanpa ada yang di tutup tutupi


__ADS_2