
" nona tenang tidak akan terjadi apa pun percayalah mereka ini hanya tikus yang lupa jika dulu pernah dimangsa kucing. " ujar bram.
" bram jangan sembarangan bicara....
aku masih ingin selamat. " ujar bunga semakin erat memegang lengan baju bram.
" hah....
nona percayalah... " ujar bram.
" jangan salahkan aku jika dalam hitungan ketiga tidak ada yang mengaku aku akan memporak porandakan semuanya. "
" nona dengar lepaskanlah ini akan segera selesai. " ujar bram.
"tapi.... "
" percayalah nona tidak ada satupun dari mereka yang akan menyentuh nona aku pastikan. " ujar bram dengan dalam menatap mata bunga. sedangkan bunga yang di tatap bram tanpa terasa tangannya melonggar memegang lengan bram. hatinya seperti bergetar ketika tatapan itu diarahkan padanya rasa percaya dan aman sangat dirasakan bunga.
bram yang sudah terlepas dari bunga segera pergi ke tengah kepungan geng itu.
" nona mengapa Anda melepaskan anak muda itu.
hah ini akan menjadi akhir untuk dia. " ujar pelayan toko.
" eh...
sejak kapan... " ujar bunga bingung karena bram sudah tidak di dekatnya dan dia juga bingung sejak kapan dirinya melepaskan pegangan tangannya.
" halo paman Marco.....
apa kamu mengingat ku....
ah sudah lama sejak hari itu.....
tapi aku rasa kamu tidak lupa dengan ku kan.... " ujar bram dengan tenang dan lantang.
Marco yang mendengar suara tidak asing di telinganya dan ada rasa ngeri yang tiba tiba saja menghampirinya bahkan bulu kuduk nya pun berdiri.
" sial mengapa harus berurusan dengan bocah iblis itu lagi. ini malam yang sial untuk ku. " ujar hati Marco.
" oh sepertinya paman lupa pada ku baik lah aku akan ke sana agar paman ingat padaku
" ujar bram. sedangkan bunga di buat menganga karena bram sepertinya mengenal seorang. dan si pelayanan toko terkejut karena bram menyebutkan nama pimpinan geng itu dengan sebutan paman.
" anak sialan....
mengapa aku harus bertemu denganmu lagi..
tak perlu datang biarkan aku yang datang. " ujar marco.
__ADS_1
" oh baik lah paman. " ujar bram tersenyum.
" anak sialan kamu....
hah.......
sepertinya aku sial malam ini.. " ujar Marco dengan lesu.
" jangan seperti itu paman bukankah kita kawan lama. " ujar bram menepuk pundak Marco sedikit keras.
" aih....
ya kita kawan lama.....
jadi apa sebenarnya masalahnya hingga kamu memukul anak ku. "
" oh jadi anak kurang ajar itu anak mu paman untung saja tadi dia masih bisa sedikit di atur jika tidak aku pastikan paman akan bersedih. " ujar bram
" sial apa yang anak itu lakukan mengapa harus berurusan dengan orang ini. " hati Marco dengan sedih. tapi wajahnya masih menunjukkan kegarangannya.
" paman anak mu itu berani berlaku tidak sopan pada orang yang aku lindungi di sana dan anakmu itu berusaha memaksa nonaku untuk ikut dengannya jadi aku memberinya pelajaran padanya.
paman tenang saja jika paman masih ingin berlanjut aku tidak masalah ayo kita ulangi masa lalu itu. " ujar bram dengan senyum mengerikan.
" mengulang matamu....
sudah kita akhiri di sini saja di mana nona mu biarkan aku mewakili anakku untuk meminta maaf. " ujar Marco.
" wah paman dirimu sudah berubah banyak aku suka itu.
nah itu nonaku ku harap paman baik baik lah karena dia sangat penakut. " bisik bram.
" ayo antar aku pada nona muna mu itu. " ujar Marco.
bunga yang sedang berdiri dengan sangat khawatir itu terkejut saat bram menunjuknya dan tak lama kemudian bram datang dengan membawa ketua dari geng itu bunga sudah ketakutan.
" habis lah nona ku harap jika nona ingin hidup lebih baik nona menurut saja jangan melawan. " ujar pelayan toko. bunga mendengar itu semakin kalut dan tidak tau harus apa juga rasa takut semakin mendera.
" bram kamu sudah berjanji untuk melindungi ku tapi apa sekarang mengapa kamu membawa monster itu kepadaku sekarang. aku menyesal sudah percaya pada mu bram jika aku mati malam ini dan aku bereinkarnasi orang pertama yang akan aku cari adalah dirimu bram. " ujar hati bunga.
" selamat malam nona. " ujar Marco membungkukkan sedikit tubuhnya menandakan dia menghormati bunga.
bunga terkejut melihat pemandangan di depannya dia tidak menyangka ini akan terjadi dalam bayangannya ini tidak ada sama sekali. jadi bunga tidak segera menjawab ucapan selamat malam dari Marco dia hanya diam mematung. jangankan bunga semua orang yang ada di sana pun di buat terkejut.
karena mereka semua tau siapa orang yang memberikan hormat itu. mereka tau orang seperti apa dia, dia merupakan seorang yang sudah keluar masuk penjara dia adalah orang yang suka membunuh siapa saja korbannya dia adalah Marco ketua gengster harimau hitam.
tapi lihat saat ini orang yang di takuti itu kini sedang berbicara ramah dan memberikan hormat ke pada seorang wanita yang mana itu tidak pernah ada sejarahnya selama ini.
" nona selamat malam. " lang Marco.
__ADS_1
" ah ya ya ya.... ma.. ma.. ma. lam..... " jawab bunga.
" nona maaf jika aku sudah membuat Anda takut tapi aku dengan tulus ingin meminta maaf atas kesalahan putraku yang kurang ajar itu. sekiranya apa nona mau memaafkannya. " ujar Marco.
" ah itu anu itu aku iya anu maaf iya itu aku maafkan. " ujar bunga gelagapan rasa takut dan gemetar masih menggerayangi nya apa lagi rasa terkejutnya itu.
" terimakasih nona. " ujar Marco ramah.
" ayah benar mereka orangnya dan yang memukul tadi bajingan di belakang ayah itu. " ujar anak Marco berteriak.
" anak kurang ajar apa dia ingin mati atau dia ingin membunuhku awas saja nanti kau. " ujar marco kesal.
" ayah ini orangnya berikan dia pelajaran ayah dan tolong aku untuk mendapatkan gadis ini ayah aku sangat menyukainya. " ujar anak Marco yang berani berusaha menyentuh bunga mungkin dia berpikir karena ada ayahnya di sana baru saja akan menyentuh bunga sebuah bogem mentah tepat mengenai pelipisnya. membuat anak marco itu nyorsor di aspal.
" ayah apa yang terjadi. " ujar anaknya itu memegang pelipisnya.
" kalian bawa anak ini kembali jika melawan pukul saja dan kalian semua bisa bubar sekarang. " ujar marco.
semua orang segera bubar setelah menerima perintah dari marco. sedangkan dua orang segera mengunci anaknya itu kemudian membawanya kembali.
" ayah apa ini...
hei lepaskan aku apa kalian berani padaku.
ayah minta mereka untuk melepaskan ku.
ayah....
ayah.... "
" nona tolong jangan di ambil hati atasan apa yang di lakukan anakku itu aku akan mengajarinya setelah tiba di rumah. "
" eee..... iya ya tak apa aku tidak masalah. " Jawa bunga gugup.
" terimakasih nona jika nona suatu hari melewati jalanan ini lagi katakan nama marco saja jika ada yang menggangu nona. " ujar marco.
" ya.... baik lah akan ku ingat. " jawab bunga.
" terimakasih nona jika tidak ada hal lain aku akan pergi untuk mengajar anak ku. "
" oh...
ya ya silahkan kan. " jawab bunga.
" anak sialan aku kembali tolong lupakan masalah ini. " ujar marco.
" oh... tentu saja paman jika nonaku sudah memaafkan mu aku sudah melupakan kejadian ini. "
" kau ini.... " ujar marco lalu pergi begitu saja.
__ADS_1